Stop Loving You

Stop Loving You
True Love


__ADS_3

"Daripada kamu menyusahkan, lebih baik kamu mati," bisik Rosalinda di telinga Nara. Rosalinda sengaja datang ke rumah Ronald hanya untuk bertemu dengan wanita cacat yang sekarang terbaring tidak berdaya ini. Rosalinda tahu kalau tidak ada Ronald dan dia sengaja membujuk Monica untuk datang ke rumah Ronald hanya untuk melihat Sonya.


Itu hanya alasannya saja.


Monica duduk jauh jadi tidak mendengar apa yang dikatakan Rosalinda pada Nara. Setelah berbisik Rosalinda berdiri dan berjalan melenggangkan kakinya menuju Monica yang sedang menimang cucu satu-satunya.


"Ma, aku punya teman dokter, katanya ada juga pasien seperti Nara ini, dia koma juga selama delapan bulan dan setelah itu meninggal dunia, aku rasa tidak akan ada harapan untuk Nara kembali lagi, ini hanya sia-sia saja," ucap Rosalinda dengan mulutnya yang lancar. Mereka tidak menyadari kalau Ronald kembali dari kantor karena melihat dari CCTV kedatangan Rosalinda dan Monica. Sudah Ronald peringatkan pada pelayan untuk tidak membuka kamar Nara tetapi mereka membantahnya karena alasan tidak enak dengan Monica.


Ronald paling takut sekali meninggalkan Nara sendirian, apalagi kalau ada Monica dan Rosalinda. Ronald tidak seperti Nara yang sudah percaya kalau Monica sudah berubah padahal Monica ibu kandungnya sendiri.


Nara punya hati yang tulus, dia juga tidak pernah sembarangan menuduh atau marah dengannya. Istrinya juga sangat manja. Ronald sangat bahagia sekali bersama Nara. Dia bahkan selalu pulang cepat karena hanya ingin bersama istrinya.


"Jangan pernah mengatakan seperti itu Rosalinda!"


Ronald yang mendengar itu sangat marah sekali, apa yang diharapkan Rosalinda, kematian Nara? Bahkan Ronald saja tidak ingin membayangkan hal itu terjadi dan lancang sekali Rosalinda berbicara seperti itu di saat dokter selalu mengatakan Nara baik-baik saja saat ini.


Rosalinda dan Monica menoleh bersamaan, terkejut sekali dengan kedatangan Ronald. Kamar rawat Nara sangat besar, ketika orang masuk tidak akan ketahuan karena pintu kamarnya jauh dari ranjang.


"Ronald! Aku … maksudku, aku tidak bermaksud mengatakan seperti itu," ucap Rosalinda tergagap karena menyadari kesalahannya. Ronald pasti tambah tidak menyukainya setelah ini.


"Ma, sudah aku katakan untuk tidak masuk ke kamar Nara kalau aku tidak ada, Mama lupa atau Mama sengaja ingin melukai Nara," ucap Ronald tegas. Ronald bahkan menuduh Monica ingin mencelakai Nara. Sungguh sampai saat ini pun Ronald belum percaya dengan Monica meski hubungan Nara dan Monica sudah membaik.


"Mama tidak akan mungkin melakukan itu, Ronald!"

__ADS_1


Monica tahu dulu dia sangat bersalah tetapi sekarang, melihat Sonya cucunya, tidak mungkin dia berharap ibu dari cucunya meninggal apalagi dengan tangannya. Itu tidak akan mungkin Monica lakukan.


"Sudah cukup Ma, selama ini aku bersabar, bukan berarti aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kondisi Nara saat ini karena ulah Mama dulu padanya," ucap Ronald dengan menaikkan suaranya.


Ronald malah jadi lupa diri dan menyalahkan ibu kandungnya. Ronald sudah sangat frustasi saat ini. Dia lemah tanpa Nara. Semua orang dia salahkan karena kondisi Nara termasuk dirinya sendiri. Bahkan pernah satu hari, Ronald tidak menyentuh Sonya seharian.


Hari itu Ronald begitu frustasinya sampai menyalahkan kelahiran Sonya penyebab dia kehilangan istrinya. Sampai Christin datang membawa Sonya yang menangis kehadapan Ronald.


"Dia masih kecil Kak, Apakah Kakak tega melihat Sonya menangis seperti ini, jika Kak Nara sadar pun, dia pasti akan marah karena Kakak menelantarkan Sonya," ucap Christin sambil menggendong Sonya yang menangis saat itu.


Sejak saat itu, Ronald tidak pernah lagi seperti itu. Dia selalu ingat kalau Sonya adalah bagian dari dia dan Nara.


"Mama sudah minta maaf, Ronald! Mama tidak lagi seperti dulu, Mama tahu kesalahan Mama sangat fatal tetapi sekarang Mama tidak pernah lagi berpikir untuk memisahkan kalian, kamu masih saja menuduh Mama seperti itu," ucap Monica mendekat dan memegang tangan Ronald.


"Pergilah Ma, ingat jangan datang kalau aku tidak ada, kalau sampai terjadi apa-apa saat aku tidak ada dan kalian berada di kamarnya, aku pasti tidak akan tinggal diam," ucap Ronald begitu tegas.


Nara terlalu lemah. Makanya Ronald selalu ingin melindungi istrinya ini. Dia tidak pernah bersikap lancang bahkan menerima semua hinaan untuknya. Sekarang sudah cukup!


Monica mengajak Rosalinda keluar. Dia tidak akan lagi mudah terpengaruh karena Rosalinda. Padahal Ronald tidak pernah marah lagi gara-gara Rosalinda, Ronald marah besar seperti ini dan mengungkit masa lalu yang pernah terjadi antara dia dan Nara.


"Istriku masih hidup, kalian bicara seolah dia akan mati, dia masih bernafas, dia hanya tidur," gumam Ronald menggenggam tangan Nara yang berbaring di ranjang dengan wajahnya yang teduh.


Ronald akan menunggu Nara bangun, dia akan bersabar. Dia masih punya harapan, selagi Nara masih bernafas, dia tidak akan membiarkan semua orang mengatakan kalau istrinya sudah mati.

__ADS_1


Tidak pernah sekalipun Ronald putus harapan, dia selalu menguatkan hatinya. Akan ada hari di mana Nara bangun dan memeluknya.


"Kamu pasti bangun kan, honey! Aku tahu kamu hanya menghukumku, aku salah denganmu, aku meninggalkanmu tujuh tahun lamanya, kamu ingin membalasku, aku akan sabar menunggumu, bahkan selama tujuh tahun aku sabar menunggu melihatmu di Indonesia apalagi baru berapa bulan, kamu tidurlah, kalau sudah segar, bangunlah honey! Aku … aku merindukan," ucap Ronald meneteskan air matanya. Ronald cepat-cepat menghapusnya.


Kenapa dia cengeng sekali sekarang. Nara pasti tertawa kalau melihat ini.


Hari semakin berlalu, belum ada tanda Nara akan bangun, Minggu ini semua keluarga berkumpul di rumah besar Monica, Christin akan di lamar oleh Rangga. Ronald pun sudah siap dan mengajak putri kecil cantiknya bersama pengasuh yang selalu ada menjaga Sonya.


"Ronald, kamu kapan? Lihat Christin sudah mendahuluimu," ucap keluarga jauh Ronald yang tidak tahu kalau Ronald sudah menikah. Tidak melihat berita atau sengaja mengejeknya.


"Atau wanita di sebelahmu ini, istrimu yah?" Kembali mereka tertawa dan ada satu yang mencubit lelaki tua itu.


"Ronald sudah punya istri, dia juga sudah ada anak, itu bukan istrinya," ucap anak dari lelaki tua yang tidak lain Paman Ronald.


Dia pun terkejut dan menutup mulutnya. Tidak mengerti cerita Ronald dan lebih baik dia bertanya nanti saja di rumah. Rosalinda selalu saja menempel pada Ronald, sampai malas Ronald menjauhinya tetapi terus saja menempel seperti perangko, seperti ingin menjelaskan pada keluarga Ronald kalau dia adalah wanita spesial di hati Ronald.


"Malas aku datang ke acara seperti ini," gumam Ronald sengaja menjauh dan berpura-pura menerima telpon. Sampai ada telpon sesungguhnya dari kediamannya. Perawat yang menjaga Nara.


"Halo Sisi," jawab Ronald dengan santai.


"Pak Ronald, Ibu Nara bangun, dia sudah sadar Pak," ucap Sisi sambil menangis.


Apa? Benarkah?

__ADS_1


Ronald langsung berlari ke mobilnya dan menyuruh supir kembali ke kediamannya tanpa mengatakan apapun pada keluarganya yang masih menikmati acara.


To Be Continued ….


__ADS_2