Stop Loving You

Stop Loving You
Party In Bali


__ADS_3

Sonya kira setelah malam itu Martin pasti akan menerornya menjadikan ancaman untuk hidupnya karena Martin tahu rahasianya tetapi yang Sonya harapkan tidak terjadi. Martin tidak menghubunginya. Dia bahkan seakan seperti angin yang menghilang dengan cepat.


Ini bukan dongeng Sonya, apa yang kamu harapkan dari seorang Martin? Dia laki-laki sempurna. Hidupnya dikelilingi wanita cantik dan kamu sama sekali tidak menarik perhatiannya.


Sonya pu merasa senang, karena apa yang dia khawatirkan tidak lah terjadi. Meski terlihat hangat lelaki itu ternyata sangat dingin.


Tidak ada pesan, tidak ada juga telpon. Tidak ada! Ya ini bukan novel yang bertemu lalu jadi cinta pertama, konyol sekali kalau Sonya pikirkan, selama seminggu ini dia pusing memikirkan Martin akan mengancamnya ternyata tidak ada.


"Daddy, besok malam ada acara ulang tahun temanku di Bali, rencananya Sonya ingin ikut, boleh?" tanya Sonya dengan lembut dan sangat hati-hati. Sebenarnya Sonya tahu jawabannya tetapi dia hanya ingin mencoba, siapa tahu semakin dewasa dia, maka Daddynya tidak lagi seposesif itu padanya.


"Kamu ingin berangkat dengan siapa sayang?" tanya Ronald sambil bersandar duduk melihat putrinya yang tiba-tiba datang ke kantornya siang ini.


"Dengan Cantika," jawab Sonya pelan dan kali ini dia mendekati Ronald dan memijat pundak Ronald dengan lembut.


"Boleh yah Dad, sudah lama Sonya tidak liburan, satu kali ini saja!" Betapa susahnya dia keluar dari rumah, tidak seperti teman-temannya.


Hmmm …. Ronald diam! Dia sepertinya berpikir keras untuk menyetujui keinginan Sonya.


"Cantika itu temanmu yang model majalah dewasa kan, Daddy tidak suka kamu bergaul dengannya, dia tidak baik untukmu," ucap Ronald dengan tegas. Sonya menunduk. Selalu saja seperti ini! Pasti Ronald melarang Sonya pergi.


"Umurku sebentar lagi dua puluh tiga tahun Dad, tetapi aku tidak pernah berlibur bersama temanku," ucap Sonya dengan mata yang berkabut lalu keluar dari kantor Ronald. Sonya menangis!


Bahkan Sonya tidak pernah dibiarkan membawa mobil sendiri, ada supir dan yang membawa mobilnya juga seperti siput, pelan sekali. Apa supirnya berpikir sedang membawa nenek-nenek saat ini. Tidak mengerti lagi Sonya dengan jalan pikiran Daddy dan Mommynya.


Di dalam mobil, Sonya menghubungi temannya. "Beb, sepertinya aku tidak bisa datang ke pesta ulang tahunmu," ucap Sonya dengan wajah sedihnya. Dia benar-benar merasa tidak enak, padahal Cantika sangat baik padanya dan teman yang paling mengerti kesusahannya.

__ADS_1


"Sayang sekali Beb, besok pesta ku sangat meriah, aku sengaja menyuruh Javier untuk mengundang temannya, kamu tahu kan, Martin. Dia akan datang!" seru Tika dengan semangatnya. Banyak teman modelnya yang juga datang membawa para lelaki tampan dan kaya, bukan hanya itu mereka juga punya teman bule. Pesta besok malam akan menjadi sangat meriah.


Martin akan datang? Lebih baik aku tidak datang kalau dia datang.


"Kamu tidak marah kan Beb?" tanya Sonya kembali dengan wajah sedihnya.


"Kecewa pastinya tapi aku mengerti pasti Daddymu tidak memberikan izin, kan?" tanya Tika memutar bola matanya malas. Daddy Sonya takut sekali terjadi apa-apa dengan anaknya. Padahal dia tidak seharusnya setakut itu. Sonya bisa menjaga dirinya. Dia sudah dewasa. Kolot sekali pemikiran seperti itu di zaman seperti ini!


"Ya seperti biasanya," jawab Sonya dengan senyum kecutnya.


"Selamat ulang tahun ya Beb, semoga kamu bahagia selalu dan bisa cepat nikah dengan kekasih gelapmu itu," ucap Sonya tertawa.


Gila!


Sayangnya kekasih gelap Tika tidak akan mungkin menikahinya, mereka hanya partner di ranjang saling menyenangkan satu sama lain. Itu sudah cukup karena pesta ini pun, dia yang menyiapkan untuk Tika.


"Terima kasih Beb," ucap Tika sembari menutup telponnya. Entah kenapa ulang tahun kali ini, dia ingin Sonya datang. Tika ingin melihat Sonya juga punya kekasih. Terkadang Sonya melihat iri Tika bersama kekasih gelapnya. Romantis dan sangat lembut.


Sonya menghela nafasnya, dia kembali pulang ke rumah dan mengurung dirinya. Sonya baru saja lulus kuliah. Dia belum ingin bekerja karena Ronald memaksa Sonya untuk ikut bekerja di kantornya. Sonya punya cita-cita sendiri. Andai saja dia mampu bicara.


Ah sudahlah!


"Mom, Sonya mana?" tanya Ronald sehabis pulang kerja. Tidak biasa sore Ronald sudah pulang karena sengaja ingin menemui putrinya yang merajuk karena tidak diberikan izin.


Ya Pertamanya Sonya merajuk setelah tahu Martin datang, dia bersyukur. Untung saja dia tidak datang.

__ADS_1


"Ada di kamar Dad, dia lagi main sama kucingnya," ucap Nara sambil memeluk pinggang Ronald dengan mesra. Meski sudah berumur, mereka malah tambah mesra. Tidak juga terlalu tua, umur Nara bahkan belum sampai lima puluh tahun saat ini. Masih cantik dan kulitnya juga masih kencang. Nara sering olahraga dan menjaga kesehatan dan kecantikannya.


"Daddy mau ke kamarnya dulu," ucap Ronald naik ke lantai dua, dia ingin membujuk Sonya agar tidak merajuk lagi dengannya.


"Sonya pasti merajuk lagi dengan Daddy?" tebak Nara dengan benar.


"Iya Mom!"


"Dad, Sonya itu sudah bukan anak kecil lagi, biarkan dia sedikit punya kebebasan. Meski Mommy juga sebenarnya takut tetapi Sonya jadi tumbuh menjadi wanita yang pendiam karena banyak aturan darimu, dia seperti terus pasrah dan hanya bisa diam menerima semuanya, Mommy sedih melihatnya," ucap Nara menasehati Ronald agar sedikit melembutkan aturan untuk anaknya.


"Iya istriku yang cantik," ucap Ronald mengecupi puncak kepala Nara dengan lembut. Ronald pun berhenti di depan kamar Sonya. Dia tidak lagi mengetuk kamar Sonya dan langsung masuk.


"Halo sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Ronald melihat putri cantiknya sedang bermain dengan Cabel, anak kucing yang baru Sonya beli karena kucingnya kemarin keracunan makanan dan meninggal. Sonya sedih sekali karena kehilangan kucingnya sampai akhirnya Ronald membeli kucing baru untuk Sonya.


"Kenapa Dad?" tanya Sonya seperti biasa, dia malah langsung memeluk Daddynya yang baru pulang kantor.


"Cepat sekali pulangnya, makan di luar yuk!" ajak Sonya langsung karena melihat Daddynya sudah di rumah sore hari.


"Boleh sayang! Hmmm … oh iya, besok malam, Daddy setuju kamu ke Bali, Javier menghubungi Daddy dan berjanji akan menjagamu," ucap Ronald tanpa basa-basi.


Apa? Javier?


Padahal Sonya sudah tidak mau lagi datang. Bagaimana ini?


"Selamat bersenang-senang sayang, maafin Daddy tadi ya. Bersiaplah kita makan malam di luar," ucap Ronald meninggalkan Sonya diam membisu karena terkejut tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

__ADS_1


Ronald tahu kalau Sonya terlalu senang sampai dia terdiam seperti itu.


To Be Continued ….


__ADS_2