Stop Loving You

Stop Loving You
Make Me Yours


__ADS_3

Ronald dan Nara sudah sampai Bali saat ini, mereka menginap di Villa mewah yang ada di Kuta Bali.


"Honey, rencananya aku dan temanku akan membeli Villa ini, kami akan investasi di sini, bagaimana menurutmu?" tanya Ronald sambil mengelus kepala Nara dengan lembut.


"Untuk apa bertanya denganku? Itu bisnismu Ronald, bukan milikku," jawab Nara dengan lembut juga. Tetapi villa ini memang sangat indah sekali, Nara juga sebenarnya sangat suka melihat villa ini, pemandangan laut dan kolam renang yang begitu indah, belum lagi sunsetnya yang sangat indah terlihat dari villa ini.


"Semua milikku, akan menjadi milikmu juga nanti honey, jadi pendapatmu menentukan dalam hal investasi ini," ucap Ronald mengelus pipi Nara. Nara tidak menolaknya, dia membiarkan Ronald melakukan apapun asal dalam batas wajar saja.


"Ronald, kamar di Villa ini ada dua, kenapa aku harus tidur denganmu?" tanya Nara kesal. Ronald meletakkan kopernya di dalam kamarnya.


"Aku tidak bisa tidur kalau tidak memelukmu, kamu itu banyak gulingku," ucap Ronald dengan senyum nakalnya.


"Aku tahu kamu tidak mungkin tidak mengambil kesempatan," ucap Nara dengan kesal dan Ronald tidak peduli apapun yang Nara katakan.


Kenyataannya memang dia mendapatkan keuntungan dalam hal ini. Tidak mungkin dia melewatkan Nara yang menggunakan pakaian tidurnya yang sexy.


Tidak sabar lagi Ronald menunggu malam tiba. Sudah terbayang-bayang dibenaknya Nara yang sexy dalam balutan baju tidur itu.


"Honey, mereka ini temanku di Inggris, kamu tidak perlu malu, aku sangat dekat dengan mereka," ucap Ronald. Malam ini mereka akan bertemu di Club malam membicarakan bisnis dan sedikit menghabiskan waktu dengan hiburan malam di Bali.


Kedua temannya juga membawa pasangan dari Indonesia yang di sewanya khusus untuk menemaninya selama di Bali.


"Hi Ronald, di sini!" sapa salah satu teman Ronald melambaikan tangan saat menemukan Ronald bersama wanita cantik malam ini.


Ronald mendekati mereka dan tersenyum sinis saat melihat temannya yang sudah menggandeng masing-masing dua wanita.


Sungguh membuat iri sekali.


"Ronald, siapa di sebelahku?" tanya Alfred tanpa basa-basi dan menyapa Ronald lebih dulu.


"Istriku," jawab Ronald tertawa.


Gila!


Herannya Nara hanya diam dan tersenyum kaku membalas senyuman dari kedua teman Ronald yang sepertinya playboy, kenapa Ronald tidak bisa seperti mereka?

__ADS_1


"Wah, menikah tidak mengundang lagi, kamu tidak pantas menerima hadiah kalau begitu," ucap Jack teman Ronald yang lainnya.


"Kita bisa berhemat Jack, Ronald sudah menikah, kita bisa membeli yang lain kalau begitu," ucap Alfred tertawa. Senang sekali mereka menggoda Ronald saat ini.


"Ya, aku tidak masalah kalian tidak memberiku hadiah, karena aku mendapatkan hadiah yang lebih mahal dan lebih berharga, dia istriku," ucap Ronald memeluk Nara dengan mesra.


Sungguh membuat Nara frustasi mendengarnya.


"Berhentilah membohongi temanmu Ronald," bisik Nara tepat di telinga Ronald.


"I'm not lying, you are my wife, soon will be Ronald's wife. right?" Ronald balas berbisik.


Nara diam saja, Ronald sedang bahagia bertemu temannya saat ini.


"Kenalkan pada kami siapa wanita ini," ucap Jack melihat cantiknya istri Ronald malam ini dengan dress di atas lutut tali spaghetti berwarna hitam.


"Dia Dinara, kalian sudah mengenalnya," jawab Ronald tersenyum tipis.


"Oh ini dia yang bernama Dinara, Dinara asal kamu tahu, suamimu ini sangat setia, dia hanya terlihat playboy tetapi tidak seperti itu, dia ini amatiran, tidak pintar menggoda wanita," ejek Alfred sambil tertawa bahagia.


"Jangan beritahu dia, dia bisa besar kepala kalau kalian ceritakan," ucap Ronald melirik Nara yang tersenyum kecut.


Tetapi dalam hatinya sungguh bahagia. Ternyata seperti itu Ronald menggambarkan dirinya, jadi selama ini dia salah, Ronald tidak pernah benar-benar melupakannya.


Mereka pun kembali membahas investasi setelahnya, sambil memesan minuman malam ini dan sedikit makanan. Nara hanya menemani Ronald, sampai Nara tidak sengaja meneguk wine yang ada di depannya, itu milik Ronald. Dia kira itu air mineral dan Nara tanpa pikir meneguknya sampai dia sadar kalau itu bukan air mineral.


Lambat laun, Nara mulai mabuk.


"Ronald kita pulang saja, aku sudah mengantuk," ucap Nara dengan manja berbicara dekat leher Ronald. Bahkan hembusan nafas Nara membuat jiwa laki-laki Ronald bangkit.


"Alfred, Jack, aku permisi dulu. Nara tidak biasa minum dan sekarang dia mabuk, aku akan mengajaknya pulang, besok kita akan lanjutkan lagi pembicaraan ini," ucap Ronald menggendong Nara dengan mesra ala bridal style.


Sesampainya di kamar, Nara mulai bertingkah lebih manja dengan Ronald. Mabuk membuat Nara lupa diri dan menurunkan pertahanannya.


"Honey, kepalaku pusing sekali," ucap Nara memanyunkan bibirnya menatap Ronald. Belum Ronald menjawab Nara malah langsung mendaratkan kecupan mesranya pada bibir Ronald.

__ADS_1


"Aku merindukanmu, sangat! Kamu lama sekali perginya, Mama mu yang kejam itu menampar aku, tanganku di injak sampai patah, honey! Aku takut dengannya, dia juga membuat aku berhenti kuliah, aku tidak ada uang lagi, dia mengambil semua milikku, bukankah kamu tidak mirip dengan Mamamu yang kejam itu," ucap Nara dalam tidurnya tapi mengutuk kelakuan Monica.


Ronald terdiam.


Ternyata yang terjadi pada Nara tidak sesederhana itu, kalau malam ini Nara tidak mabuk, tidak akan mungkin Ronald tahu apa yang dilakukan orang tuanya.


"Honey, kenapa kamu malah pergi meninggalkanku?"


"Iya Mamamu itu, dia mengancam aku, rambutku ditariknya supaya aku menjauh darimu, kalau tidak dia akan membunuhku! Aku takut!"


Nara sangat mabuk padahal itu satu gelas tetapi memang yang Ronald pesan jenis alkohol berkadar tinggi yang tidak cocok untuk wanita.


Mama kejam sekali ternyata dengan Nara, pantas Nara ketakutan jika melihat Mama.


Ronald sudah tahu saat ini, dia akan melindungi Naranya. Dia tidak akan membuat Mamanya kembali menyakiti wanita yang dia cintai ini.


"Honey? Apa kamu mencintai Andre?" tanya Ronald serius. Mumpung Nara mabuk, Ronald akan bertanya apapun saat ini.


"Sedikit! Aku suka dia, dia baik, dia juga menemaniku, sampai kamu datang dia jadi laki-laki berengsek di muka bumi ini," ucap Nara kembali mengutuk Andre dan malah menjadi menangis mengingat Andre yang selingkuh di belakangnya.


Aduh nangis lagi.


"Kalau dengan Ronald cinta atau tidak?" pertanyaan ini sangat penting bagi Ronald, dia ingin tahu seberapa besar cinta Nara padanya, orang mabuk tidak akan berbohong.


"Aku belajar untuk berhenti mencintainya, cintaku sama kamu itu besar sekali tetapi tidak cukup hanya cinta hidup bersama denganmu," tunjuk Nara tepat di hidung Ronald.


Sangat benci Ronald mendengar kata-kata berhenti mencintai seperti itu.


"Aku ingin tidur denganmu Nara, bolehkah?" tanya Ronald serius.


Nara mengangguk pelan dan memeluk Ronald dengan sangat mesra.


"Milikilah aku!"


To Be Continued ….

__ADS_1


__ADS_2