
"Kenapa kamu berpakaian menggoda seperti itu, honey? Mana mungkin Daddy percaya kalau kalian tidak ada hubungan, dia menciumi lehermu, oh jadi yang Daddy lihat di lehermu itu, dia yang buat, Daddy sudah mulai tidak suka kelakuanmu Sonya, Daddy akan katakan pada Mommy untuk menikahkan kamu segera, kamu bisa hamil!"
Mati aku!
Sonya terduduk lemas, bagaimana ini? Dia mau dinikahkan dengan Jonathan.
"Dad, bukan dia kekasihku, sumpah! Aku tidak bohong, Jonathan itu kekasih Cantika dan semalam itu pakaian tidur Cantika, Dad tolonglah! Mana mungkin aku melakukan itu, Daddy bisa cek Sonya ke dokter," ucap Sonya meringis. Sumpah dia tidak mau menikah dengan Jonathan.
"Ya kamu tidak melakukan itu tetapi nanti, katakan saja pada Daddy kalau memang kamu mau menikah, jangan menuduh semua pada Cantika, siang ini Daddy memanggil Cantika ke kantor," ucap Ronald tegas.
Sonya akhirnya lega, Cantika pasti akan jujur tetapi jelas Cantika akan marah setelah ini. Ah pusing sekali kepala Sonya memikirkan semua ini. Mengakui Martin sebagai kekasihnya. Apa mungkin Daddynya percaya?
Tidak lama Cantika datang, dia duduk dengan tenang dan mendengarkan apa yang Daddynya Sonya akan katakan.
"Benar kalau Jonathan dan Sonya selama ini ada hubungan, semalam mereka menginap di apartemenmu?" tanya Ronald dengan tegas.
"Bagaimana ini beb, aku tidak bisa bohong."
Sonya menatap kesal Cantika, apa sebenarnya dalam otak Cantika ini.
"Beb, semalam kamu sakit, ingat kalau aku menginap karena kamu sakit," ucap Sonya memperjelas pada Cantika.
"Iya Om, semalam Sonya dan Jonathan bertemu di apartemenku," ucap Cantika dengan santai dan membuat Sonya terbelalak.
"Beb …." Sampai tidak percaya Sonya, dia menggeleng dan memperlihatkan wajah sangat aneh.
Ronald kembali menatap Sonya dengan penuh amarah. Kalau seperti ini caranya Sonya benar harus segera dinikahkan.
"Mereka pacaran?" tanya Ronald kembali.
Cantika mengangguk.
"Beb, Jonathan itu kekasihmu, bagaimana bisa kamu seperti ini," ucap Sonya membantah. Ini fitnah! Bagaimana menjelaskan pada Daddynya di saat semua bukti mengarah kalau dia dan Jonathan punya hubungan spesial.
"Stop Sonya! Daddy tidak menyuruhmu bicara," ucap Ronald dengan tegas.
"Kamu sudah mulai nakal dan tidak mendengarkan apa yang Daddy katakan," lanjut Ronald tegas. Sonya diam! Kali ini dia sudah salah menilai persahabatannya dengan Cantika. Dengan gilanya dia berkata seperti itu atau memang semua ini sudah mereka rencanakan sebelumnya.
Menjebaknya seperti ini. Cantika tahu semua kelemahan Sonya adalah orang tuanya. Sonya tidak bisa membantah apa yang dikatakan Ronald dan Nara. Ronald bertanya pada Cantika dan semua yang Cantika jawab palsu, sayangnya dia punya bukti kedekatan Sonya bahkan saat di Bali ketika Jonathan dan Sonya tengah berdua.
__ADS_1
"Maafkan aku Beb," ucap Cantika sebelum keluar dari ruangan Ronald. Sonya hanya menunduk.
"Dad, kekasihku itu Martin. Aku sama sekali tidak punya hubungan dengan Jonathan," ucap Sonya dengan lembut. Baru saja Sonya mengatakan seperti itu. Kembali Martin digosipkan bersama wanita siang ini. Bahkan gosip itu cepat menyebar karena wanita Martin artis dari Indonesia dan itu ketika Martin mendatangi ulang tahun Cantika di Bali.
Sonya melihat foto Martin yang tertawa berdua dengan wanita itu.
Sonya menghela nafasnya, padahal semalaman Martin bersama dengannya dan kenapa paparazi hanya mendapatkan foto Martin bersama wanita lain.
Kebetulan sekali televisi ruangan Ronald sedang hidup dan menggosipkan kabar itu.
Sudah habislah aku!
"Sekarang, apa lagi yang mau kamu katakan?" tanya Ronald dengan tegas.
"Tidak ada Dad," jawab Sonya diam dan memainkan jarinya.
"Keluarga Wilson akan membahas perjodohan kalian malam ini," ucap Ronald tanpa ada bantahan dari Sonya.
"Dad, jangan jodohkan aku dengannya, meski kami seperti itu, aku tidak akan lebih dari itu, Dad! Aku belum yakin dengan Jonathan, please Dad!"
Daripada dia menghindar lebih baik Sonya akui saja, percuma untuk saat ini dia mengelak.
"Dad …." Sonya memohon dengan tangisnya.
"Sonya belum mau menikah, ok! Itu kenakalan Sonya, apa tidak boleh Sonya melakukan itu, Just a kiss, Dad. No more!" Sonya menggigit bibir bawahnya dan malah dipeluk oleh Ronald.
"Daddy tidak pernah mempermasalahkan jika kamu punya kekasih, Sonya! Tetapi jangan sampai berlebihan, kalau memang kalian mau, menikah saja!" tantang Ronald pada Sonya. Mengerikan sekali!
Menikah dengan Jonathan. Tidak akan pernah Sonya lakukan. Kalau memang ini perbuatan Cantika dan Jonathan. Lihat saja! Sonya akan membalasnya.
"Tidak Dad! Sumpah, hanya sebatas itu," jawab Sonya menangis.
Dia tidak punya pilihan dan kalau memang dia harus menghadapi Jonathan, laki-laki gila itu. Ok! Tetapi tidak untuk menikah, Sonya tidak akan mau menikah dengannya.
Hari ini bahkan dia tidak menghubungi Martin dan telpon Martin pun belum sempat dia angkat pagi tadi. Mungkin mereka sama-sama sibuk. Malam ini seperti yang dijanjikan, keluarga Jonathan datang ke rumah Ronald. Sonya pun berdandan dengan cantik. Dia tidak akan tampak menderita di depan Jonathan.
Hehh!
Ronald menjamu makan malam keluarga Jonathan dan Jonathan duduk di samping Sonya, dengan tingkah gilanya dia selalu menggenggam tangan Sonya. Sonya biarkan! Lakukan saja, lihat nanti permainannya.
__ADS_1
"Jadi kalian ini sudah berapa lama menjalin hubungan?" tanya Nara dengan senyumnya. Dia tidak percaya kalau anaknya punya kekasih lelaki tampan seperti Jonathan.
Tidak tahu saja kalau Martin juga sangat tampan.
Sonya tersenyum kaku dan baru dia akan menjawab. Jonathan sudah menjawabnya.
"Satu tahun Mom!"
Gila kan! Wajar menghadapi orang seperti ini, Sonya harus punya taktik yang jitu.
"Iya kan, honey!"
"Iya sayang," jawab Sonya tersenyum kecut.
"Rencananya kapan kalian akan menikah?" tanya Wilson pada Jonathan dan Sonya. Dengan cepat Sonya menjawab dan menggenggam tangan Jonathan dengan mesra.
"Nanti Dad, kami sekarang masih saling mengenal, Sonya juga ingin tahu lebih dalam bagaimana Jonathan, iya kan honey?" tanya Sonya mengedipkan matanya dengan Jonathan. Jelas saja Jonathan tidak kuat. Padahal semalam Sonya masih membencinya. Benar sekali kata Cantika. Kelemahan Sonya itu ada pada keluarganya.
"Daddy, mau kalian cepat menikah!"
"Biarkan saja mereka menjalin hubungan dulu, hubungan mereka saja, baru kita ketahui," ucap Ronald.
Baru kali ini, Daddy mengerti pikiranku.
Sonya menatap piring yang berisi nasi di depannya. Makannya tidak selera karena tangan Jonathan terus menggenggamnya. Keluarga mereka bercerita penuh canda tawa dan Sonya hanya diam menunggu saat dia punya waktu dengan Jonathan berdua.
Apa biarkan saja sandiwara ini?
"Apa hubunganmu dengan Cantika?" tanya Sonya saat dia sudah punya waktu dengan Jonathan.
"Hanya teman honey, aku mendekati dia karena aku suka denganmu," jawab Jonathan dengan jujur.
"Semua ini kamu yang buat?" tanya Sonya dengan wajah datarnya tetapi dia tidak marah. Dia akan membalasnya!
Jonathan tidak menjawab dan malah tersenyum nakal. Selama ini dia dibohongi oleh sahabatnya. Benar kata Martin, Sonya terlalu polos.
To Be Continued ….
Mau 3 bab lagi buat besok, Vote jangan lupa 🤭
__ADS_1