Stop Loving You

Stop Loving You
Getting Brave


__ADS_3

Monica juga ikut sarapan pagi bersama dengan Ronald dan Nara. Nara menyajikan makanan untuk mertuanya.


"Ronald tidak biasa makan nasi goreng seperti ini dan yang kamu masak ini, sangat pedas, Nara. Perut Ronald akan sakit seharian, kamu mau membuat Ronald diare di kantor," ucap Monica sambil tertawa. Dia sedang mengejek Nara tetapi seolah sedang bercanda.


Nara langsung melihat wajah Ronald karena merasa bersalah. Berarti ketika Ronald makan nasi gorengnya kemarin, mungkin di kantor, Ronald juga diare.


"Semenjak aku di Inggris, aku sudah biasa Ma, makan pedas, dan nasi goreng seperti ini memang aku yang request dengan istriku, malah terkadang masakan Mama yang pedas itu yang suka membuat aku diare," ucap Ronald membela istrinya.


Nara berdecak kesal dalam hatinya, seharusnya Ronald tidak perlu membelanya di depan orang tuanya. Ini malah akan membuat Monica semakin membenci Nara.


Wajah Monica langsung berubah tidak enak dilihat dan menatap Nara dengan tajam. Sungguh suasana seperti ini membuat selera makan Nara hilang seketika.


"Ronald, apa kamu tahu Christin ada di mana?" tanya Monica mengalihkan bicaranya.


Nara sedang membantu mengoles selai coklat untuk Ronald dan hanya diam saja sedari tadi.


"Ada di apartemenku, semalam Axel membawanya ke apartemennya dan Christin memintaku menjemputnya, ada apa dengan mereka?" tanya Ronald dengan santai sembari menggenggam tangan Nara yang baru selesai meletakkan roti coklat di piring Ronald.


Ronald sedikit berbisik di telinga Nara yang membuat Nara tersenyum mendengarnya.


"I love you," bisik Ronald pelan hampir tidak terdengar oleh Monica apa yang sedang Ronald katakan. Nara menghimpun rambutnya ke daun telinga dan tersenyum malu-malu.


"Tidak ada, mereka sudah putus dan Axel tidak bisa menerima kepetusan Christin, Mama ingin membawa Christin ke Jerman Minggu depan, Mama hanya takut Axel kembali membawa Christin, dia begitu terobsesi dengan Christin dan Mama tidak suka dengannya," ucap Monica dengan santai.


"Hehh! Memang Mama tidak pernah menyukai semua orang, kapan aku mendengar Mama menyukai orang lain," sindir Ronald dan sukses membuat Monica menarik sebelah sudut bibirnya. Anaknya melawan dihadapan orang yang paling dia benci, tentu saja itu tidak baik bagi Monica. Menurunkan harga diri Monica sebagai seorang ibu. Monica tidak suka cara Ronald berbicara lancang seperti itu.


Seharusnya Ronald tahu meskipun seperti ini, dia tetap ibu kandungnya.


"Ya, Mama juga lihat-lihat Ronald, kalau menurut Mama orangnya pantas untuk tidak sukai, jelas Mama tidak suka, Mama juga sudah lama kok, tidak setuju dengan Axel, hanya Christin susah untuk di nasehati sampai …." Monica terdiam, dia hampir saja membuka aib Christin. Untung dia masih bisa mengerem mulutnya yang lancar itu.

__ADS_1


"Dan rencananya, Mama mau mengajak kalian untuk pergi bersama ke Jerman, sekalian kalian honeymoon," ucap Monica yang membuat Nara menelan salivanya.


Mengerikan! Saat ini saja, Nara rasanya ingin kabur dan sekarang malah diajak liburan bersama, apa yang akan terjadi? Semoga saja Ronald menolaknya, kalau sampai Ronald memikirkan tawaran Monica. Sungguh Nara tidak akan bahagia selama di sana.


"Bagaimana honey? Kamu mau ke Jerman?" tanya Ronald pada Nara.


Nara menghela nafasnya, kenapa Ronald harus bertanya dengannya? Sudah tahu kalau Nara akan menjawab tidak tetapi bagaimana dia sanggup menjawab tidak.


"Aku ikut kamu saja, honey! Kalau kamu pergi, aku juga pergi," ucap Nara dengan sangat lembut dan Monica malah sinis melihatnya.


"Ya pergi saja Nara, kamu bukannya tidak pernah keluar negeri sebelumnya, sekalian kamu tahu, hidup mewah itu seperti apa, sekarang kan, kamu istri Ronald," ucap Monica dengan tertawa. Cara Monica berbicara dengan Nara selalu tampak bermain di depan Ronald padahal dia sedang menyindir Nara.


Ronald sebenarnya sangat tahu itu tetapi dia sudah jelas mengatakan pada Nara. Untuk melawan jika orang tuanya tidak pantas untuk dihormati. Ronald tidak akan ikut campur tetapi dia selalu akan mendukung dan melindungi Nara.


"Minggu depan aku sibuk Ma, sepertinya kami tidak bisa ikut karena perut Nara juga sedang tidak enak," lanjut Ronald yang sangat mengerti wajah ketakutan Nara.


"Kebetulan Nara sudah meminta tempat honeymoon lain, aku tentu akan menemani istriku kemanapun dia suka," ucap Ronald mengelus pipi Nara di depan Monica.


Ronald memang berbeda sekali dengan Nara. Begitu lembut dan penyayang, tidak seperti ketika dia mengenalkan wanita-wanitanya selama ini.


"Mama boleh ikut?" Kebiasaan Monica selalu ingin merusak rumah tangga anaknya, jelas saja tidak boleh. Ronald ingin nyaman honeymoon dan mengajak Mamanya yang super cerewet dan pengatur itu sungguh akan membuat liburan mereka terganggu.


"Tidak Ma, Mama bisa pergi ke Jerman dan aku bersama istriku ke tempat lain, jangan ganggu kami," ucap Ronald terkekeh sambil mencolek paha Nara dengan lembut.


"Baiklah, Mama tidak akan mengganggu kalian, semoga pulang nanti, Nara langsung berisi," ucap Monica dengan senyum terpaksa dan paling palsu yang dia miliki.


"Honey, aku ke kantor sebentar nanti kamu akan di bantu Sumi membereskan pakaianmu, jangan capek-capek ya sayang, aku tidak lama!" Ronald pergi, berdiri dari meja makan dan mengecupi kening Nara lebih dulu baru beralih ke Monica dan mengecupi pelan kening Monica.


"Aku pergi Ma, tolong jaga istriku. Mama tahu apa yang aku lakukan kalau Mama sampai melukainya," ancaman Ronald kali ini sukses membuat Monica tidak menggunakan tangannya untuk menyiksa Nara.

__ADS_1


Baiklah! Monica akan menggunakan mulutnya yang pedas agar Nara tidak betah bersama dengan Ronald.


Setelah meninggalkan Nara di dapur dan juga pelayan yang membantu membereskan sisa makanan mereka. Monica bersidekap menatap Nara yang sibuk sendiri.


"Enak ya jadi Nyonya Ronald Wijaya, sekarang kamu sudah bisa punya pakaian yang layak, tidak sepeti dulu yang kumuh, senang tidak kamu?" tanya Monica dengan mulut comberannya.


"Iya senang Ma, rencananya setelah ini Nara akan belanja lagi karena Ronald kebetulan memberikan ATM nya, dia menyuruh Nara untuk membeli pakaian, perhiasan dan make up untuk Nara, kebetulan lemari di atas tidak ada isinya," jawab Nara tertawa.


Dia pun belajar dari cara Monica berbicara, Nara malah berbicara tertawa sambil menutup mulutnya. Mengesalkan sekali tertawa seperti itu.


"Wow … istri seperti apa yang tidak bisa menabung seperti kamu," lanjut Monica dengan sinis.


"Nara juga bilang seperti itu terus kata Ronald, aku cari uang itu buat kamu hamburkan," ucap Nara tersenyum.


Ya dia harus kuat!


Baru Monica ingin mendekati Nara dan menarik rambut Nara, Nara memanggil bodyguardnya.


"Omar!"


Omar pun datang bersama dua bodyguard dan membuat Monica tidak jadi melakukan itu.


"Ya Nona," jawab bodyguard Ronald dengan tegas.


"Mama mau pulang, tolong antarkan ke depan," ucap Nara dengan senyumnya.


Kamu bisa Nara, jangan takut! Kamu bisa.


To Be Continued ….

__ADS_1


__ADS_2