Stop Loving You

Stop Loving You
Don't Know Each Other


__ADS_3

Pagi ini Ronald berkeliling kebun teh milik Antoni, kalau ada Nara. Pasti Nara suka sekali, Nara suka sekali pemandangan alam seperti ini, mereka ketika pacaran dulu sering sekali ke Bogor hanya untuk melihat kebun teh dan saat ini Ronald bahkan bisa membelinya tetapi sayang dia tidak menemukan Nara bersama dengannya.


"Kalau kamu mau, aku juga punya Villa di sini, kalau kamu ingin membelinya, kamu bisa melihat dari atas pemandangan sekitar dan aku yakin kamu tidak akan menyesal," ucap Antoni menawarkan Ronald, untuk apa juga dia punya villa itu di saat kebun teh ini bukan lagi miliknya, lebih baik sekalian saja dia jual.


Ronald hanya memandang datar wajah Antoni tanpa mengiyakan karena saat ini dia sedang tidak bersemangat melakukan apapun. Di dalam pikirannya cuma ada Nara dan hanya ingin bertemu dengan Nara.


Dia ingin minta maaf dan membuat Nara bahagia, Ronald sangat malu sekali perbuatan Mamanya yang sangat kejam itu. Andai saja dia diberikan kesempatan untuk bertemu lagi dengan Nara.


Ronald pun melihat Villa yang di maksud Antoni. Ya tidak salah yang dikatakan Antoni, Villanya sangat besar dan bagus sekali. Kembali Ronald mengingat Nara, dia ingin memberikan Villa ini untuk Naranya.


Kamu di mana honey? Aku belum sempat membuat kamu bahagia dan kamu sudah pergi lagi.


"Bagaimana Ronald? Apa kamu suka?" tanya Antoni saat melihat wajah Ronald yang tampak berseri melihat Villa ini. Ronald mengangguk.


"Ya Villanya bagus, aku suka pemandangannya, baiklah! Janu akan membereskan semuanya. Jangan terlalu lama karena aku masih banyak urusan," ucap Ronald dengan pasti.


"Ronald, bagaimana kalau malam ini kita adakan pesta di Villa ini, banyak sekali wanita Bogor yang cantik-cantik dan aku mengenalnya, aku juga akan mengundang semua teman kita untuk datang," ucap Antoni memberikan saran untuk Ronald.


Pesta? Pasti dia akan mabuk?


"Atur saja semuanya," ucap Ronald melambaikan tangannya. Dia akan kembali melanjutkan berkeliling kebun teh. Ronald berjalan sendirian melihat para pekerja memetik pucuk daun teh. Ronald bahkan tidak beranjak dan terus melihat semua pekerja itu. Nara tidak menyadari kalau ada Ronald di sana, untung saja dia menutup wajahnya dan menggunakan topi sehingga Ronald tidak mengenalinya.


Nara sesekali mencuri lihat Ronald yang berdiri sedikit jauh darinya dan sedang berbicara dengan salah satu pekerja.


Anehnya, kenapa mereka selalu saja di pertemukan seolah Tuhan tidak mengizinkan mereka untuk berpisah jauh. Tanpa sadar, Ronald mengelilingkan matanya dan melihat satu persatu pekerja hingga mata Nara dan Ronald saling melihat tetapi tidak saling mengenal. Nara menundukkan lagi pandangannya begitu pun Ronald yang menganggap itu biasa-biasa saja.


Sedikit terpaku karena mata Nara mirip sekali dengan pekerja itu tetapi ditepisnya. Tidak mungkin!

__ADS_1


Hari semakin larut, Nara kembali lagi ke rumah Lasmi.


"Ibu mau ke mana?" tanya Nara dengan lembut. Lasmi sedang tidak enak dan tubuhnya demam saat ini tetapi ada pekerjaan yang menunggunya.


"Nara, ibu ada pekerjaan membantu pesta Tuan Antoni di Villa, banyak pekerja lain juga yang membantu, Ibu tidak enak kalau menolak soalnya ada lemburnya, lumayan untuk sehari-hari kita," ucap Lasmi dengan lembutnya.


Nara merasa tertampar sekali kalau tidak membantu saat Lasmi sedang sakit seperti ini. Siren tidak mungkin akan mau karena Tuan Antoni itulah yang hampir menodainya.


"Bu, Nara saja yang menggantikan Ibu, Ibu sedang sakit. Nara tidak mau kalau nanti Ibu tambah sakit nantinya," ucap Nara dengan sangat lembut. Akhirnya Nara yang pergi ke Villa di atas bukit itu. Nara berjalan menuju Villa dengan pekerja lainnya.


Nara bahkan tidak tahu apa yang dia lakukan di sana nanti.


Saat masuk Villa ini begitu mewahnya. Nara sampai terkejut melihat isi dalamnya. Mereka langsung ke dapur dan membantu menyiapkan makanan dan kue pada pesta malam ini.


Ini pesta muda-mudi, pesta kolam renang dan akan banyak pasangan berenang dengan pakaian sexynya. Nara tidak tahu yang jelas dia hanya sampai menyiapkan makanan saja dan paginya membersihkan Villa ini.


Nara terkejut luar biasa mendengar suara Ronald.


"Banyak wanita tentunya dan seluruh teman kita di Jakarta sedang menuju ke sini, Mungkin ada orang tiga puluh, tenang saja! Aku juga mengundang wanita malam di sini, kamu bisa menikmatinya nanti," ucap Antoni tertawa dengan senangnya.


Tentu saja senang, Renald membeli semua aset miliknya yang ada di Bogor. Nara tetap menunduk dan masih menggunakan masker di wajahnya. Untung saja dia menggunakan masker kalau tidak, bagaimana nasibnya?


Tidak ada pertanyaan lagi, Antoni pun meninggalkan Ronald yang ingin duduk sendiri di kolam.


"Mbak, tolong ambilkan saya minum!" perintah Ronald pada Nara. Ronald tidak tahu kalau wanita itu adalah kekasihnya dan dengan cepat, Nara mengambilkan untuk Ronald dengan tangan gemetaran. Dia takut Ronald tahu dia ada di sini. Sungguh Nara tidak ingin lagi kembali dengan Ronald meski dia sangat cinta.


Baru Ronald akan mengambil minumnya, Ronald salah mengambil dan malah menyentuh tangan wanita pekerja itu.

__ADS_1


"Oh maaf!" Ronald segera menghindari kontak mata dan meminta maaf karena salah menyentuhnya.


Kerinduannya dengan Nara membuat dia melihat sosok Nara pada pekerja itu. Ronald sampai harus menepiskan angan-angannya yang tidak mungkin itu.


Nara segera pergi meninggalkan Ronald dengan jantung berdegup dengan kencang. Nara bahkan langsung masuk toilet dan menangis di dalamnya.


Kenapa takdir selalu mempertemukan mereka, takdir seperti apa ini? Semakin dia menjauh, Ronald malah semakin mendekat.


Kian malam, pesta semakin heboh. Banyak wanita dan laki-laki yang bukan pasangan berdansa dan berjoget dengan pakaian minim. Ronald hanya melihat tanpa ingin menikmatinya.


Suara riuh dan dentuman musik mengiringi pesta malam ini, belum lagi kerlap kerlip lampu DJ yang menghiasi pesta mereka semakin membuat pesta ini semakin panas.


Renald mengenakan pakaian kemeja putih yang tangannya digiling sebatas sikut dengan kancing bagian atasnya yang memperlihatkan bulu dadanya dan tubuhnya yang kekar.


Para wanita berebut perhatian Ronald pasalnya mereka tahu kalau lelaki itu pengusaha kaya di Jakarta. Banyak sekali wanita yang tanpa tahu malu langsung mendekat dan mengelus pundak Ronald. Ronald tidak menghalangi mereka dan tetap menikmati pesta.


Bahkan ada yang gilanya sudah masuk ke dalam kamar dan melakukan sesuatu yang lebih panas lagi. Ya silahkan saja! Ronald memang mengizinkan. Malam ini begitu banyak Ronald minum hingga dia memutuskan untuk tidur tanpa mengajak wanita manapun.


Sepanjang menuju kamarnya, Ronald memijit kepalanya yang pusing dan tanpa tidak sengaja menabrak Nara. Tubuhnya bahkan sudah sempoyongan. Nara memang sibuk menyiapkan minum dan karena ulahnya yang ceroboh. Nara terpaksa menumpahkan minumannya pada tubuh Ronald.


"Di mana kamu letakkan matamu?" teriak Ronald dengan kesal. Dia tidak tahu kalau itu Nara.


"Ganti bajuku!" perintah Ronald yang sedang mabuk saat ini.


Ronald terbiasa dilayani sehingga dengan lancar dia memerintahkan seorang pelayan tanpa ragu atau canggung.


To Be Continued ….

__ADS_1


Follow IG Madammeyellow


__ADS_2