Stop Loving You

Stop Loving You
I'm Angry But You Are More Important


__ADS_3

Setelah kepulangan keluarga Jonathan, Ronald dan Nara mulai banyak bertanya dengan Sonya.


"Dad, kenapa Daddy setuju hubungan aku dengan Jonathan, bukannya waktu dijodohi kemarin, Daddy masih berpikir?" tanya Sonya sambil melirik Ronald dengan ekor matanya.


Ronald menarik nafasnya pelan, sungguh ini di luar dugaannya. Sonya ternyata punya hubungan rahasia dengan Jonathan.


"Kenapa tidak bilang dengan Daddy kalau kamu pacaran dengan Jonathan, pantas saja Jonathan setuju ketika dijodohkan dengan kamu, honey!"


Lelah Sonya menjawabnya. Saat ini Daddynya pasti berpikir kalau Sonya adalah kekasih Jonathan. Justru kalau Sonya berkilah malah semakin Daddynya berpikir kalau pergaulan Sonya tidak baik.


Semua ini karena Cantika dan Jonathan. Lihat saja nanti, Sonya akan membalas semua perbuatan mereka.


"Hmmm … Dad, Mom. Sonya tidur dulu," ucap Sonya berdiri dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar. Sonya menghempaskan tubuhnya ke ranjang dan mulai berpikir. Setelah ini Jonathan pasti mengira kalau mereka sekarang sudah berhubungan. Menyebalkan sekali laki-laki itu!


Bunyi ponsel Sonya berdering dan memaksa Sonya untuk berdiri dan melihat siapa yang memanggil dengan tidak sabaran seperti itu.


Martin?


Ya seharian ini dia tidak menghubungi Martin dan dia juga tidak mengirimkan pesan, Martin pasti sangat merindukannya saat ini.


"Ha …."


"Jelaskan apa maksud semua ini, honey?" tanya Martin sebelum Sonya menyapanya.


Ya Tuhan … apa lagi ini?


Sonya tidak mengerti apa lagi yang sedang Martin tanyakan saat ini.


"Apa Martin? Kamu lagi tanya apa? Aku tidak mengerti," ucap Sonya duduk dengan malas di bibir ranjang.


Martin? Padahal kemarin panggil honey dan sekarang panggil nama? Benar berarti berita itu.


"Temanmu itu, siapa namanya? Cantika ya cantika, dia menghubungiku dan mengatakan kalau kamu dan Jonathan dijodohkan, benarkah?" tanya Martin yang membuat Sonya pusing bukan main.


Cantika, wanita ular itu, bagaimana bisa dia secepat ini memberitahukan Martin. Bahkan Sonya belum sempat bercerita dengan Martin.


"Honey! Sumpah, bibir aku cuma punya kamu," ucap Sonya menenangkan Martin.

__ADS_1


Sonya bingung mau mengatakan apa dengan Martin, dia mau menjelaskan apa juga susah lagian mereka juga belum jelas statusnya. Sepertinya hanya kekasih gelap kalau bukan teman tapi mesra.


Kekasih gelap yang lebih pantas untuk Sonya karena tidak di akui.


"Benarkah, honey?" Martin jadi lega karena ucapan Sonya seperti itu. Untung saja Sonya tidak memberikan bibirnya juga dengan Jonathan. Martin tahu betul kalau Sonya tidak berpengalaman dan itu membuat Martin bahagia sekali.


"Iya! Lalu kenapa temanmu mengatakan kalau kalian selingkuh, kamu mengambil Jonathan darinya," ucap Martin menggebu-gebu. Darahnya naik ketika Cantika memberikan potret perselingkuhan Sonya dan itu … itu di dalam kamar dengan pakaian yang sexy yang Sonya kenakan saat menghubunginya.


"Honey! Dengarkan aku, kamu percaya aku atau kamu lebih percaya Cantika, kalau kamu percaya dia hubungan kita putus," ucap Sonya dengan santai membuat Martin terbelalak saat mendengarnya.


Mudah sekali Sonya mengucapkan kata putus saat dia sedang sayang-sayangnya. Liburan saja belum, pelukan bisa dihitung dengan jari, belum lagi kiss masih kurang sekali.


Putus adalah kata-kata yang akan Martin hindari karena dia akan menikah dengan Sonya.


"Aku percaya kamu, honey! Kamu tahu kalau kamu segalanya untuk aku, jangan tinggalkan aku, honey! Aku sudah pesan cincin buat kamu dari Italia," ucap Martin sengaja membuat Sonya. Biasanya wanita kalau di berikan barang mewah pasti matanya langsung segar.


"Mahal tidak?" tanya Sonya dengan senyumnya.


"Mahal sayang, buat kamu yang murahan tidak cocok," ucap Martin yang membuat Sonya tambah tersipu malu.


"So sweet kamu, aku jadi bahagia! Hmmm … honey, masalah aku dan Jonathan itu fitnah, aku tidak bisa menghindarinya tetapi aku akan menyelesaikan urusanku dengannya nanti, sementara orang tuaku tahu aku dan dia pasangan kekasih," ucap Sonya takut-takut. Dia malah sengaja menutup telinganya karena takut Martin jadi marah dengannya.


"Putuskan dia besok!"


Sonya menarik nafasnya dalam. Bagaimana cara dia memutuskan Jonathan besok dan Martin kenapa tidak marah. Aneh sekali!


"Kamu tidak marah? Kamu percaya aku dan Jonathan tidak punya hubungan?" tanya Sonya sekali lagi, dia merasa ada yang aneh saja dengan Martin.


"Honey! Apa kamu pikir aku tidak normal, aku marah tetapi aku tidak mau putus denganmu, kamu lebih penting dari kemarahanku," jawab Martin yang membuat Sonya terbang ke langit ke tujuh.


"Kalau misal aku tadi benar punya hubungan dengan Jonathan, kamu bagaimana?" tanya Sonya menggigit bibirnya.


"Jadi itu benar?"


"Misalnya sayang, misal!" kembali Sonya menjelaskan dengan malas. Tidak bisa diajak main-main. Martin selalu saja serius. Saat serius dia malah tertawa.


"Tidak, aku tidak mau misalnya, pokoknya besok kamu putuskan hubungan kamu dengan Jonathan itu, pantas saja ada gosipku di Indonesia, aku tahu dalangnya siapa," ucap Martin menyeringai.

__ADS_1


"Tidak bisa secepat itu, aku harus membuat dia tidak lagi mengejarku, dia sangat suka aku, honey! Kamu tidak tahu saja, aku bingung lepas dari tangannya dan soal Cantika, kamu benar. Dia bukan teman yang baik, aku menyesal sekali baru tahu," ucap Sonya memanyunkan bibirnya.


Mereka melakukan panggilan video call. Jadi, Martin bisa melihat Sonya yang masih cantik karena memang Sonya belum berganti pakaian semenjak keluarga Jonathan ke rumahnya.


"Kamu butuh berapa lama untuk memutuskan hubunganmu dengannya?" tanya Martin dengan tegas.


"Secepatnya! Kamu akan menungguku?" tanya Sonya serius. Martin pun mengangguk.


Ya dia akan menunggu Sonya.


Sial! Jonathan ternyata telah menjebak kekasihnya. Saat ini Martin tidak bisa keluar dengan sebutan kekasih Sonya. Dia masih harus menahan diri dulu sampai Sonya benar-benar siap.


"Kamu benar tidak marah?" tanya Sonya sekali lagi.


"Honey, aku marah! Kamu tidak tahu sebelum aku menghubungimu tadi, darahku naik berkali lipat dan aku tidak terima kalau kamu punya hubungan dengan orang lain saat kamu bersamaku," ucap Martin tegas.


"Padahal kamu juga punya hubungan dengan wanita lain," sindir Sonya dengan menyunggingkan senyumnya.


Sayangnya Martin tidak tersindir, dia malah tertawa.


"Itu tidak benar sayang, aku pastikan meski terlihat aku tertawa dan terlihat mesra, nyatanya aku hanya suka kamu!"


"Kenapa seperti gombal sekali ya, aku tidak percaya!" seru Sonya sambil tersenyum mengejek.


Tidak lama ponsel Sonya yang satu lagi berdering dan itu dari Jonathan. Sonya berdecak kesal.


Tidak cukupkah tadi bertemu sekarang malah telpon.


"Honey, Sabtu ini aku akan ke Indonesia, kamu luangkan waktu untukku. Aku ingin memberikan sesuatu untukmu," ucap Martin dengan senyumnya.


"Makasih honey, sudah dulu ya sayang! Aku mau mandi, kamu mau ikut?" tanya Sonya bercanda.


Jelas saja wajah Martin langsung semangat.


"Tidak aku bercanda! Muaaah!"


Tanpa banyak basa-basi, Sonya memutuskan telponnya dan mengangkat telpon dari Jonathan.

__ADS_1


To Be Continued ….


__ADS_2