Stop Loving You

Stop Loving You
Wedding


__ADS_3

Kau jadikan aku ini, Wanita yang kau pilih. Untuk jadi kekasihmu. Dan kau pun telah aku minta. Setia sepertiku. Hingga waktunya tiba ….


Wanita Yang Kau Pilih - Rossa.


Hari ini Nara menggunakan gaun pengantin terkenal dari Indonesia. Gaun yang begitu panjang dan cantiknya. Ronald selalu menemani Nara dari sebelum dia menggunakan pakaian sampai dia menggunakan gaun pengantinnya.


"Hun, sebentar!" Ronald mendekati Nara sebelum make up artis yang Ronald pesan untuk Nara menorehkan lipstik pada bibir istrinya. Dia mendaratkan kecupan hangat pada bibir Nara disaksikan banyak orang.


"Honey, apaan sih, malu!" Wajah Nara merona merah karena kelakuan Ronald yang tiba-tiba, mereka yang melihat hanya bersorak dan menggoda Nara dan Ronald. Padahal sudah punya anak tetapi suaminya masih romantis sekali. Biasanya kalau sudah satu tahun menikah pasti ada saja tidak romantisnya, ini tidak terlihat sekali. Seolah wanita yang sedang mereka make up ini masih gadis.


"Kenapa malu sama suami sendiri," ucap Ronald terkekeh. Dia pun sedang menggunakan tuxedo saat ini. Benar-benar pasangan yang serasi. Sonya menjadi pengantin kecil hari ini. Dia bahkan juga menggunakan gaun pengantin kecil yang nyaman untuknya. Bayi kecil ini tumbuh menjadi gemuk sekarang. Nara merawat Sonya dengan sangat baik bahkan semenjak Nara sadar, Sonya malah jarang bangun larut malam. Dia sudah kenyang sebelum tidur.


Bersama dengan Ronald, Sonya malah selalu mengajaknya begadang sampai mata Ronald membentuk lingkaran hitam.


Mereka sudah siap melewati para tamu. Tamu yang datang sudah banyak sekali yang datang. Ronald dan Nara mendapatkan banyak hadiah. Mereka penasaran dengan istri dari Ronald Wijaya. Dulu hanya desas-desus saja yang mengatakan kalau Nara pernah koma dan mereka juga hanya tahu dari gosip yang beredar kalau istri Ronald sangat cantik.


Setelah melihat langsung Ronald masuk dengan Nara dengan diiringi lagu.


Menikahimu - Kahitna.


Mereka bisa melihat bagaimana istri dari Ronald. Cantik sekali, padahal hanya wanita biasa tetapi memang sangat cantik. Ronald pun selalu melihat wajah istrinya. Dia bangga mempunyai istri seperti Nara.


"Honey, kamu menjadi pusat perhatian malam ini," ucap Ronald berbisik menggoda Nara.


"Kamu yang tampan malam ini honey, semua orang itu sedang memandangmu," ucap Nara mencubit pelan lengan Ronald. Ronald suka sekali menggodanya. Sudah tahu kalau dia itu pemalu, Ronald masih saja menggodanya seperti itu.


Pesta pun berjalan dengan meriah, semua jenis makanan tersaji di hotel tempat Ronald dan Nara mengadakan resepsi pernikahannya. Dari makanan Prancis, Turki, Arabian dan Western. Semua disiapkan oleh Ronald.


Tentu saja makanan Indonesia yang utama malam ini. Kambing guling juga ada malam ini, semua makanan sangat enak sekali dan tamu begitu dimanjakan mulutnya.


Saat potong kue, Ronald juga membantu istrinya. Terlihat sekali wajah Nara yang bahagia. Hari ini Sonya juga tidak rewel. Tidur di tempat yang nyaman ditemani pengasuhnya.


Saatnya pelemparan bunga. Semua tamu yang belum menikah maju ke depan termasuk Christin dan Rosalinda.

__ADS_1


"Siap ya!" teriak Nara membelakangi mereka yang antusias mengambil bunga yang akan Nara lempar.


"Satu … dua … tiga!"


Bunga itu di dapatkan oleh Rosalinda, benar-benar bahagia sekali wajah Rosalinda meski dia tidak tahu siapa lelaki yang akan menjadi suaminya nanti, semoga saja Ronald pikir Rosalinda dLM otaknya.


Semua tepuk tangan dan bersorak saat Rosalinda yang mendapatkan bunga. Dia sungguh ingin sekali mendapatkan bunga itu sampai mendorong wanita di depannya sampai terjatuh.


"Silahkan naik yang mendapatkan bunga, berfoto dengan pengantin," ucap pembawa acara malam ini. Rosalinda pun naik tanpa ragu dan berdiri di samping Ronald tanpa membawa pasangan.


Ronald tersenyum kecut melihat Rosalinda yang belum naik saja sudah tersenyum melihatnya.


"Rosalinda, selamat ya," ucap Nara dengan tulus. Rosalinda hanya bergumam. Dia malas menjawab ucapan selamat dari Nara.


"Selamat Rosalinda," ucal Ronald dan dibalas senyum yang lebar oleh Rosalinda.


"Sama-sama Ronald, semoga aku cepat menemukan jodohku, syukur-syukur orangnya yang seperti kamu," ucap Rosalinda tanpa peduli dengan Nara yang mendengar di sampingnya.


Herannya, Nara tertawa karena menganggap apa yang dikatakan Rosalinda hanya bercanda tidak serius. Tidak tahu saja dia kalau Rosalinda sangat serius berharap Ronald menjadi suaminya.


Bermimpilah terus karena itu tidak akan pernah menjadi kenyataan.


Setelahnya semua tamu berduyun-duyun memberikan selamat dan pergi dari pesta mewah yang penuh dengan makanan dan dekorasi yang mewah.


Menuju ke kamar, Ronald menggendong Nara ala bridal style. Sejenak mereka lupa kalau ada Sonya yang sudah bangun dan ingin menyusu dengan Mommynya.


"Cepat honey! Sonya mau susu," ucap Nara yang kesal dengan kelakuan manja Ronald. Tidak tahu kalau Sonya sudah terlihat menjulurkan lidah, untung saja anaknya mengerti dan tidak menangis.


Ronald tertawa dan mempercepat langkahnya, sementara pengasuh tetap mengikuti Nara dan Ronald dari belakang dengan ikut tersenyum. Pengasuh ini masih muda dan Nara suka sekali dengannya karena telaten. Namanya Rere.


Sesampainya di kamar, Nara minta dilepaskan dulu bajunya dengan Ronald. Sonya sudah merengek. Bulan madu di tunda dulu sampai Sonya kenyang. Terpaksa Ronald melihat Nara yang cantik dengan dandanannya tetapi sudah tidak menggunakan pakaian lagi berbalut selimut putih sambil memberikan ASI nya.


"Apa sih rasanya ASI itu?" tanya Ronald yang penasaran.

__ADS_1


Nara menyeringai, ada-ada saja yang Ronald pikirkan.


"Aku boleh tidak honey, sama seperti Sonya?" tanya Ronald mulai menggoda Nara.


"Tidak boleh, semua ini milik anakku," ucap Nara kesal tetapi tertawa setelahnya.


Pelit sekali, padahal kemarin ketika tidak keluar selalu minta bantuan Ronald membantu melancarkan dengan mulutnya.


"Kamu semakin hari, semakin cantik hun, apalagi seperti ini," ucap Ronald yang mulai nakal dengan mencuil gundukan Nara yang tidak menyusui.


"Berhentilah honey, aku perhatikan kamu nakal sekali," ucap Nara mencubit hidung Ronald dengan kesal.


"Honey, kalau Dedek sudah selesai, aku boleh tidak gantian seperti itu," ucap Ronald tersenyum nakal.


"Honey, tidak boleh! Ini buat Dedek," ucap Nara sekali lagi. Ronald pantang menyerah sekali. Malam ini dia ingin nakal dengan istrinya.


"Iya honey, aku bercanda saja! kamu serius sekali," ucap Ronald berdiri dan melihat siapa yang mengetuk kamarnya larut malam seperti ini. Tidak mungkin Rere, karena Nara sudah katakan kalau dia akan tidur dengan Sonya malam ini. Rere bisa tidur sendiri. Ronald juga tidak ingin berpisah dari bayi mungilnya yang sekarang sudah gempal.


Ceklek.


Ternyata layanan kamar memberikan hadiah dari hotel sebotol wine.


"Terima kasih, Mas!" ucap Ronald sambil memberikan pelayan itu uang tip. Ronald tidak mengizinkan pelayan masuk karena ada Nara yang sedang menyusui Sonya di ranjang.


"Siapa honey?" teriak Nara dari dalam kamar.


"Layanan kamar sayang," jawab Ronald cepat.


Ternyata ada surat di bawah botol winenya.


Congratulations on the wedding, Mr. Ronald and Mrs. Nara. Wish you always happy.


Lumayan untuk membuat malam mereka bergairah pikir Ronald.

__ADS_1


To Be Continued ….


__ADS_2