Stop Loving You

Stop Loving You
I Only Like You


__ADS_3

Sonya mengajak Martin berkeliling melihat beberapa property yang sedang mereka bangun saat ini dan salah satunya apartemen mewah di Jakarta Selatan. Rencananya Martin juga akan memiliki beberapa untuk miliknya dan hadiah untuk Sonya. Martin sangat risih sekali kalau bermain ke rumah Sonya, lebih baik Sonya punya sendiri apartemen. Apalagi kini dia sudah punya banyak alasan berlama-lama dengan Sonya.


"Di bagian bawah, sudah ada yang selesai, kamu ingin melihatnya?" tanya Sonya pada Martin yang hanya fokus melihat wajah Sonya.


"Boleh!" jawab Martin dengan senyumnya dan ketika mereka melihat apartemen yang sudah jadi, Martin mengunci apartemen itu dari dalam. Sonya melirik kelakuan gila Martin dan dengan cepat mengambil kunci apartemen dari tangan Martin tetapi sayangnya Martin memasukkan ke dalam saku celananya.


Martin mendorong tubuh Sonya ke dinding dan meraup bibir Sonya dengan sangat lembut.


"Martin … kamu mau apa?" tanya Sonya mendorong dada Martin dengan lembut.


"Honey, kamu kenapa tidak peka sekali, apa kamu pikir aku ke Indonesia, menanam banyak investasi di perusahaanmu karena aku ingin bermain-main, aku merindukanmu, aku butuh sentuhanmu karena malam ini aku sudah akan kembali. Oh kepala ku pusing saat aku memikirkan harus jauh lagi denganmu," ucap Martin menatap mata Sonya dengan lembut.


Laki-laki ini pikirannya selalu ingin menciumi bibirku.


"Martin, berhentilah seperti ini. Aku tahu kamu tidak benar-benar suka denganku, kamu tidak perlu berpura-pura cinta, itu menggelikan sekali," ucap Sonya menghindar dan duduk di bibir ranjang. Apartemen ini sudah lengkap dan hanya tinggal masuk lagi. Semua barangnya juga lengkap.


Sonya mengambil ponselnya dan menunjukkan berita Martin dengan wanita lain kemarin. Sonya tersenyum mengejek karena apa yang dikatakan Martin saat ini tidak sesuai dengan bukti yang di dapatkan oleh paparazi.


Martin malah menyunggingkan senyumnya dan melihat foto-foto itu.


"Aku sengaja melakukannya selama ini, honey! Kamu tahu kalau hidupku tidak lah bebas dan jika aku punya benar-benar kekasih, mereka akan mengganggu kekasihku, mencari tahu semua kehidupanku dan aku tidak suka, aku sengaja membuat banyak berita bersama dengan banyak wanita agar mereka lelah dan menganggapku playboy sehingga dekat dengan wanita manapun, itu sudah tidak heboh lagi bagi mereka," ucap Martin dengan santainya.


Sayangnya Sonya tidak akan percaya apa yang dikatakan Martin, mungkin Martin mengira kalau Sonya mudah dibodohi. Mana ada cerita seperti itu. Pasti memang sudah terjadi hubungan antara Martin dan semua wanita itu.


"Lalu yang mana kekasihmu sesungguhnya?" tanya Sonya dengan santai dan melipat tangannya sambil menatap Martin seolah mengejek kelakuannya.


"Kamu," ucap Martin mencuil hidung Sonya dengan lembut.


Wanita mana yang percaya dengan kata-kata playboy seperti kamu.

__ADS_1


"Seperti itukah cara kamu menggoda wanita?" tanya Sonya menopang dagunya dengan tangan sambil menatap Martin dari jarak yang dekat sekali.


"Aku tidak pernah menggoda mereka, kamu bisa cari tahu sendiri, bukannya kamu tahu salah satu dari mereka. Mereka sangat senang sekali ketika paparazi mendapatkan fotoku bersama mereka, kesempatan mereka di wawancarai," ucap Martin mengejek. Terkadang malah para wanita itu sendiri yang sengaja mengundang Martin. Rata-rata itu hanya bisnis yang Martin jalani bersama para model dan artis itu untuk iklan investasi yang dia lakukan di berbagai negara tetapi menjadikan ajang untuk menjadi lebih terkenal.


"Untuk apa aku melakukannya, apa kamu pikir aku tidak punya pekerjaan lain dan wanita mana yang percaya dengan kata-katamu itu, aku juga tidak akan percaya Martin, kita baru kenal dan siapa tahu kalau kamu hanya menginginkan kesenangan," ucap Sonya yang selalu berpikir negatif pada otak laki-laki yang selalu ditemuinya. Martin tersenyum sinis. Sonya menuduhnya seolah dia suka sekali bermain dengan wanita.


"Ya tentu saja honey! Bukannya aku ingin kesenangan saja, kalau begitu mari kita bersenang-senang," ucap Martin membuka pakaiannya dan melemparkannya ke ranjang. Dia mendekati Sonya yang sedari tadi duduk di sampingnya.


OMG! Sonya menghindar tetapi malah ditarik oleh Martin.


"Martin kalau kamu macam-macam, aku teriak!" ancam Sonya tidak main-main.


"Teriak saja, aku akan bilang kalau kita selesai bercinta dan kemudian kita dinikahkan," ucap Martin menggoda Sonya. Sonya memukul tangan Martin yang memeluknya dengan erat. Martin malah membuat tanda merah di tengkuk leher Sonya. Martin tahu Sonya menutupi bekas kecupan di lehernya yang sampai saat ini belum menghilang.


"Martin … Martin, jangan di sana, Daddyku pasti tahu nanti," ucap Sonya meliuk-liukkan lehernya.


"Lalu di mana?" tanya Martin yang masih memangku Sonya dengan pelukan yang erat.


"Lalu siapa yang kamu suka, Jonathan? Javier? Atau laki-laki lain, jangan pernah berpikir untuk memberikan hatimu pada laki-laki lain kalau tidak mau melihat aku marah, honey! Aku tidak main-main," ucap Martin mencengkram dagu Sonya lalu mengecupinya dengan kasar.


Kenapa Sonya tidak menyukainya? Apa alasannya, apa dia kurang tampan? Apa dia tidak setia? Oh tentu saja pasti karena playboy.


"Itu bukan urusanmu, kita bukan pasangan kekasih, kamu aneh Martin!" Sonya melepaskan pelukan Martin.


"Buka pintunya, aku mau pulang!" tunjuk Sonya pada pintu yang Martin kunci tadi. Sonya merapikan kemeja dan rok mininya. Kusut sekali, tidak rapi seperti masuk ke apartemen ini. Martin menggunakan kemejanya lagi dan mengambil jasnya yang tadi dia lepaskan.


"Honey, kamu lain di mulut lain di hati ya, padahal aku tahu kamu suka padaku," ucap Martin dengan tawanya yang mengejek.


Sonya menggeleng dan memutar matanya malas, percaya diri sekali Martin.

__ADS_1


"Herannya kalau aku menciumi bibirmu, kamu membalasnya dan mengatakan tidak suka, bilang saja kalau suka honey! Kamu terlalu banyak berpikir jelek tentangku," ucap Martin tertawa dan mencubit pipi Sonya.


Karena kenyataannya kamu memang suka bermain dengan banyak wanita dan sekarang kamu suruh aku percaya denganmu, tidak akan!


"Minggu depan, aku pastikan kamu akan melihat bagaimana aku sebenarnya, bersiaplah honey, aku akan meminta dengan Mr. Ronald, calon mertuaku itu untuk memberikan kamu izin ikut denganku ke Brunei," ucap Martin dengan tawa jahatnya.


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Sonya hati-hati.


"Kita lihat saja nanti," ucap Martin tersenyum dan membuka pintu apartemennya. Bodyguard Martin selalu setia menunggu Tuannya di depan. Martin pun mengajak Sonya makan malam dan sepanjang makan malam, Sonya selalu menyindir kelakuan playboynya.


Ternyata susah menghilangkan image playboy yang melekat pada dirinya Sonya bahkan tidak percaya kalau dia memang menyukai Sonya dari pandangan pertama.


"Kenapa Cantika?" tanya Sonya setelah berpisah dengan Martin. Martin sudah harus kembali lagi tetapi Martin terlebih dahulu sudah memberikan banyak hadiah pada kekasihnya. Suka atau tidak suka saat ini Martin menganggap Sonya kekasihnya.


"Ke apartemenku sekarang, aku membutuhkanmu!" Sonya yang sebenarnya akan pulang terpaksa mampir dulu ke apartemen Cantika, Sonya selalu membawa supir pribadi bersama dengannya dan setia menunggu Sonya pulang.


"Buka pintumu, aku sudah di depan kamarmu," ucap Sonya tidak sabar. Cantika membuka cepat dan langsung menarik tangan Sonya.


"Kamu pergi dengan Martin tadi, beb?" tanya Cantika tidak sabar.


Bagaimana bisa tahu pikir Sonya?


"Ini lihat fotonya saat kamu mengunjungi gedung apartemen milik perusahaanmu, apalagi Martin sedang menggenggam tanganmu, lihat beritanya. Putra Mahkota Brunei menjalin cinta dengan wanita Indonesia dan itulah alasan putusnya hubungan Martin dengan Barbara kekasihnya dari Singapore," ucap Cantika dengan heboh.


Barbara? Siapa lagi? Padahal baru siang tadi dan sekarang sudah heboh. Cepat sekali.


"Ini benar kan? Kalian pacaran? Barbara juga cerita padaku kalau Martin sudah tidak menyukainya katanya ada wanita dari Indonesia, jangan percaya dengan Martin, Beb. Dia itu playboy! Aku tidak mau kamu sakit hati, Barbara itu teman modelku," ucap Cantika mengingatkan Sonya.


"Iya cuma rekan bisnis, tidak lebih!"

__ADS_1


To Be Continued ….


Jangan lupa Vote dan hadiah novelnya. Sampai 20 Vote tiga hari berturut-turut Madamme akan update 3 bab setiap harinya.


__ADS_2