
Sonya hanya bisa pasrah saat ini, apa yang Martin katakan benar, Ronald memaksa Martin untuk bertanggung jawab atas apa yang Martin lakukan pada Sonya. Padahal Sonya sudah mengatakan pada Daddynya kalau tidak ada yang pernah terjadi di antara mereka. Ronald tidak percaya bahkan dia tidak perlu dokter mengecek Sonya. Foto itu sudah jelas mengatakan bagaimana dekatnya Martin dan Sonya.
Hari ini pernikahan Sonya dan Martin, bahkan bukan tunangan lagi, mereka langsung dinikahkan seminggu setelah kejadian itu. Semua dipersiapkan dengan cepat, Sonya seminggu ini dipingit dan tidak boleh pergi kemanapun.
"Mom, aku tidak pernah melakukan apapun dengan Martin, itu hanya pelukan biasa saja Mom, tidak sampai lebih," ucap Sonya memberi pengertian pada Nara. Tetapi mau bagaimana lagi, Ronald sudah kalap mata. Dia tidak ingin pacaran Sonya malah berlebihan dan Martin meninggalkan anaknya.
"Mommy tahu sayang tetapi ini untuk kebaikan kamu dan Martin, orang tua Martin juga kemarin sudah setuju menikahkan kalian," ucap Nara menenangkan Sonya. Bahkan Sonya tidak diberikan ponsel selama satu Minggu. Ronald benar-benar menghukumnya dan baru kali ini Ronald begitu marah dengan Sonya.
"Ini tidak seperti yang kalian kira Mom, aku benar tidak ingin menikah dengan Martin," ucap Sonya menunduk.
Percuma saja Sonya memohon untuk dinikahkan tetap saja hari ini pernikahannya dengan Martin di gelar. Bahkan Martin rela pernikahan resminya diadakan di Indonesia karena mereka akan menggelar pesta yang lebih mewah lagi di negaranya.
Pernikahan diadakan di rumah mewah Ronald. Rumah Ronald sudah cukup luas untuk menampung tamu yang datang. Acara pun berlangsung sangat meriah. Hingga keluarga Martin datang berbondong-bondong. Mereka sangat antusias sekali dengan pernikahan Martin. Martin sudah mengatakan kalau yang dinikahinya ini wanita yang sangat dicintainya.
Acara pun dimulai, Martin menunggu dengan sabar Sonya keluar karena mereka akan mengucapkan janji suci.
Tidak secara halus mendapatkan Sonya, Martin punya seribu macam cara mendapatkan Sonya untuk menjadi istrinya. Saat Sonya keluar, Sonya terus menunduk. Dia sangat sedih sekali menikah dengan Martin. Jujur Sonya tidak ingin meninggalkan Ronald dan Nara, dia harus ikut Martin pergi. Ini membuat Sonya sangat gelisah. Sedangkan Martin melihat betapa cantiknya Sonya hari ini.
Bahkan ketika berdiri di samping Martin, Sonya hanya terus diam. Lelaki ini pemaksa. Dia membuat Ronald marah dan memaksa Sonya menikah dengan Martin.
"Kamu cantik sekali hari ini, honey," bisik Martin di telinga Sonya, tetap saja Sonya tidak tersenyum. Sonya menyalahkan semua yang terjadi pada dirinya akibat ulah Martin.
__ADS_1
Janji suci pun di mulai, dengan lantangnya Martin meminta Sonya pada Ronald dan dalam satu tarikan nafas, Sonya resmi menjadi istrinya.
Sah!
Semua orang bedoa untuk pernikahan mereka dan semua orang juga bersuka cinta. Hanya Sonya yang sangat sedih. Tidak sengaja dia menjatuhkan butiran air matanya. Tidak ada yang melihat, dengan cepat Sonya menghapusnya.
Selama acara berlangsung, Sonya hanya tersenyum palsu, dia hanya tidak ingin mengecewakan orang tuanya yang bahagia hari ini. Anak satu-satunya kini sudah menikah.
Bahkan setelah selesai acara, Martin masih berada di rumah Ronald sedangkan keluarganya sudah kembali ke hotel dan akan bersiap pulang ke negaranya meninggalkan Martin yang masih berbahagia di Indonesia. Mereka akan menyiapkan acara penyambutan di negaranya yang begitu mewah. Seluruh rakyat turu bahagia karena Pangeran mereka menemukan tambatan hatinya.
Di dalam kamar, Sonya dibantu melepaskan gaun pengantinnya. Wajah cantiknya juga dibersihkan dari banyaknya make up yang menempel. Mereka semua tahu kalau malam ini Sonya membutuhkan waktu untuk bersenang-senang dengan suaminya.
"Pasti pengantin lelaki sudah tidak sabar lagi mau masuk, Mbak!" seru MUA yang mendandani Sonya hari ini. Sonya hanya tersenyum getir. Bahkan seharian dia tidak mengajak bicara Martin. Bukan seharian tetapi seminggu ini. Ponselnya dengan Ronald dan baru hari ini mereka bertemu dengan status yang berbeda.
"Kamu marah padaku?" tanya Martin memeluk Sonya dari belakang.
"Bukankah ini yang kamu inginkan, aku menjadi istrimu, bukankah kamu mau aku meninggalkan orang tuaku dan ikut kemanapun kamu pergi?" tanya Sonya sambil menangis. Martin membalik tubuh Sonya dengan pelan. Meski yang dia dapatkan penolakan, Martin tetap akan lembut dengan istrinya.
Dia menikahi Sonya bukan untuk menyiksanya apalagi memarahi Sonya. Sonya hidup dalam kebahagiaan dan penuh tawa, dia pun ingin membahagiakan Sonya.
"Honey, kamu dengar! Meskipun orang tuamu punya anak satu, mereka juga ingin melihat kamu berumah tangga, mereka ingin melihat kamu punya anak dan mereka menimang cucu, itu sudah kodratnya sayang, aku gak akan pisahkan kamu dengan Daddy dan Mommy, kamu bisa kapanpun menjenguk mereka," ucap Martin kembali memberikan pengertian.
__ADS_1
"Aku masih ingin bersama mereka," ucap Sonya menangis di hadapan Martin.
"Aku tidak melarangmu, honey. Silahkan saja!" Martin memeluk Sonya dengan erat tetapi Sonya mendorongnya.
"Kamu bilang begitu dengan mudah tetapi Mommy dan Daddy tidak mengizinkan aku tinggal bersama mereka lagi, mereka ingin aku ikut denganmu dan berbakti denganmu, itu yang kamu mau kan?" Sonya menangis terisak. Ternyata begitu sedihnya Sonya berpisah dengan kedua orang tuanya. Siapa yang akan menjaga mereka. Mereka sudah tua tetapi tinggal sendirian.
"Aku benci kamu! Kalau bukan karena kamu, Daddy gak mungkin maksa aku buat nikah, terus kamu cuma mau tubuhku kan, kamu cuma mau aku melayani kamu," ucap Sonya dengan getir. Martin hanya tersenyum miris.
Sungguh tega sekali Sonya berkata seperti itu dengannya, sudah dari awal kalau Martin ingin tubuh Sonya tetapi selalu dia jaga. Martin tidak marah, sama sekali tidak marah.
"Kalaupun kamu tidak memberikannya padaku, aku tidak akan memaksamu, aku ingin kita melakukan itu atas dasar suka sama suka, aku hanya ingin kamu jadi milikku, kamu jadi istriku, selebihnya kamu sendiri tentukan ingin seperti apa, honey. Jangan menganggap aku jahat, aku hanya terlalu mencintaimu," ucap Martin sambil memeluk Sonya dengan erat.
Dia tidak marah, pelan-pelan Martin akan membuat Sonya mengerti kodrat seorang istri tetapi bukan dengan cara kekerasan. Dia akan sangat menyayangi Sonya sampai Sonya sadar kalau Martin adalah belahan jiwanya.
"Aku tahu kamu belum siap untuk malam ini," ucap Martin menatap wajah Sonya dan mendekatkan bibirnya dengan bibir ranum Sonya. Tetapi kalau untuk bibir, Martin rasa tidak masalah, dia sudah memendam rindu pada Sonya, dengan sedikit kecupan rindu itu setidaknya berkurang.
Meskipun Martin sungguh ingin menyentuh Sonya lebih dalam lagi dari sekedar kecupan basah.
To Be Continued ….
Mohon maaf Madamme gak bisa sering update karena sedang ikut lomba, tetapi Madamme akan usahakan untuk update. Terima kasih sudah menunggu novel ini update. Enjoy!
__ADS_1
IG Madammeyellow