Stop Loving You

Stop Loving You
Pyscopath


__ADS_3

Nara langsung menghubungi Ronald yang sedang meeting saat ini.


"Honey, Christin tidak ada di apartemen, sepertinya dia bersama Axel," ucap Nara khawatir, saat ini dia sangat khawatir terjadi sesuatu hal menimpa Christin. Mereka ingin melapor ke pihak berwajib tetapi Christin belum dua puluh empat jam hilang, pasti akan disuruh tunggu dulu.


Meski dia tidak dekat dengan Christin tetapi kebaikan Christin tempo lalu, sungguh membuat Nara sangat suka dengan Christin.


"Kamu bilang apa, honey? Tunggu aku di sana, kita cari bersama kemana Christin pergi," ucap Ronald yang juga mengkhawatirkan adik semata wayangnya, meski dia berbeda ayah tetapi Ronald sangat menyayangi Christin.


Ronald segera menghentikan meetingnya dan Janu yang menghandle semua pekerjaannya yang penting. Ini jelas tidak bisa dibiarkan, Axel sudah bermain-main dengan keluarganya.


Tidak lama Ronald datang ke apartemennya karena memang tidak jauh dari kantor.


Nara langsung mendekati Ronald yang datang dengan wajah gelisah ya, seharusnya waktu itu dia pukul saja wajah Axel sampai dia sadar untuk tidak mengganggu Christin.


"Hun, Christin tidak membawa ponselnya dan kami melihat dari CCTV apartemen, ada laki-laki menggunakan topi dan penutup wajah menarik Christin masuk ke mobil.


"Sini aku lihat, honey!"


Ronald pun melihatnya dan langsung meminta rekaman CCTV tersebut untuk melapor dan mengecek plat mobil yang digunakan laki-laki gila itu.


"Kita lapor polisi sekarang, ini sudah tindakan kriminal, tidak bisa dibiarkan," ucap Ronald tanpa ragu mengajak Monica dan Nara melapor kepada pihak berwajib. Wajah Monica sungguh pucat, dia takut terjadi sesuatu pada Christin.


Anaknya cuma ada dua orang, meski dia sering kasar tetapi Monica menyayangi kedua anaknya.


"Ronald, bagaimana kalau sesuatu terjadi dengan Christin, Axel itu suka memukul," ucap Monica khawatir.


"Jangan berpikir seperti itu Ma, berpikir lah positif, kalau sampai Axel melakukan itu pada Christin, aku sendiri yang akan membuatnya babak belur," ucap Ronald dengan kesal.


Ronald pun sangat khawatir tetapi Nara di samping Monica hanya membantu memegang tangan mertuanya agar tidak khawatir. Monica kali ini tidak menepis tangan kampung yang beraninya mengelus tangannya itu.


Sesampainya di kantor kepolisian, Ronald yang membuat laporan dengan bukti CCTV yang mereka dapatkan dan segera diproses karena polisi juga melihat adanya tindak kriminal yang menjurus ke penculikan pada korban.


"Honey, kita cari di apartemen Axel!"


Setelah selesai, Ronald mencari Axel di Apartemennya dan tidak ada jawaban apapun dari sana.


"Maaf Pak, Pak Axel dari kemarin belum pulang," ucap Office Boy yang tahu kalau pemilik apartemen itu belum kembali.

__ADS_1


Ronald berdecak kesal, sedang Monica tambah khawatir. Sedang pihak berwajib sudah cekatan mencari jejak kemana Axel pergi.


Ronald mengambil ponselnya dan menghubungi Janu.


"Janu, kamu cek plat mobil yang aku kirim padamu tadi, segera! Aku tunggu sekarang," ucap Ronald tidak terbantahkan.


Janu langsung bergerak mencari tahu nomor plat mobil yang digunakan Axel.


"Dia menggunakan Plat mobil palsu Bos," ucap Janu setelah mengetahui nomor plat mobil itu tidak ada.


Bertambah kekesalan Ronald saat ini.


"Honey, kamu bawa Mama pulang, aku akan mencari dimana rumahnya dan tempat usahanya," ucap Ronald dengan sangat lembut pada istri dan Mamanya yang ikut kemana pun dia pergi. Sungguh itu menghambat Ronald mencari Christin kalau Nara dan Monica mengikutinya. Ronald hanya tidak ingin kedua wanita dalam hidupnya ini terkena masalah.


"Kamu hati-hati, sayang! Aku takut kamu juga dalam bahaya," ucap Nara khawatir.


"Ronald, Mama mau ikut, tidak bisa Mama diam saja di rumah," ucap Monica memaksakan kehendaknya.


"Lebih baik, Mama hubungi Papa saat ini, supaya bisa membantu pencarian Christin," ucap Ronald pergi. Mobil dari kantor Ronald sudah menjemput Nara dan Monica untuk membawa mereka pulang.


Di dalam mobil Monica menghubungi Edwardo tetapi tidak kunjung diangkat, Monica pun mengirim pesan, juga tidak dibalas.


Meski seperti itu, bodyguard Nara selalu mengikuti dari belakang dengan mobil yang berbeda.


"Mama takut sekali Christin terluka, Axel itu suka memukul, Mama paling tidak suka orang seperti itu," ucap Monica kesal dan menangis.


Tidak ada orang yang suka dipukul.


Nara hanya berbicara dalam hatinya karena sungguh saat ini Monica tidak sadar pada dirinya yang selalu menganiaya Nara, memukul, menjambak, bahkan menerjang tubuhnya. Andai saja Monica mengingat semua itu. Sudah tentu semua ini adalah Karma.


Tetapi Nara tidak akan setega itu mengatakan ini karma, karena dia sayang dengan Christin dan tidak ingin Christin bernasib seperti dia.


"Berdoa saja Ma, semoga Christin baik-baik saja dan Axel memperlakukan Christin dengan baik," ucap Nara menenangkan.


Meski yang menculik Christin tidak memperlihatkan wajahnya, Monica tahu kalau itu bentuk tubuh Axel.


Di tempat lain, Axel sudah kembali membawa bahan makanan untuk mereka, dia membuka ikatan tangan Christin tetapi tetap merantai kaki Christin.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Christin dalam tangisnya.


"Kalau kamu masih tidak menurut, aku akan kembali mengikatmu, lebih baik tutup mulutmu dan makan ini," ucap Axel menarik rambut Christin dengan kasar.


Axel mencintai Christin, tetapi tidak ingin Christin hamil dan selalu memukulnya. Christin wanita yang sangat cantik yang pernah singgah di dalam hatinya, Axel tidak akan rela kalau Christin pergi meninggalkannya.


Christin makan sambil menangis, terus terang dia juga sangat lapar tetapi tidak selera karena Axel melampiaskan gelora cintanya pada Christin terus menerus. Christin sungguh lelah menghadapi Axel.


Meski ini bukan yang pertama untuk Christin tetapi Axel sungguh sangat kasar.


"Kak Ronald, pasti akan menemukanmu," ucap Christin menangis.


Plakk!!


Tamparan keras Axel layangkan pada wajah Christin. Sungguh itu sakit sekali, Christin menatap tajam wajah Axel dalam tangisnya.


"Aku akan membunuhnya kalau dia sampai mengambilmu lagi dari tanganku," balas Axel dengan tajam.


"Kamu gila! Menyesal aku mengenalmu dan meninggalkan Rangga," ucap Christin yang tambah membuat Axel naik darah.


"Ulangi!"


Axel menjambak rambut Christin ke belakang sambil menggores leher Christin dengan pengiris, bahkan sudah membuat leher Christin terluka karena perbuatan Axel.


"Ayo ulangi kataku!"


"Aku mohon Axel, lepaskan aku! Jangan seperti ini," ucap Christin menangis.


"Berani-beraninya kamu menyebut nama laki-laki lain di depanku, Meski Ranggamu itu kini sudah hebat, aku bisa menghabisinya, jangan kamu kira aku akan tinggal diam kalau kamu kembali padanya. Oh tunggu! Dia tidak mungkin suka dengan wanita bekas sepertimu, kamu tidak tahu kalau dia akan menikah, honey?"


Masih dalam posisi menarik rambut Christin, Axel memainkan pengiris itu ke wajah Christin.


Laki-laki gila, sampai matipun aku tidak akan lagi menyukaimu.


"Aku juga tidak berharap dia kembali padaku."


Christin pun tahu diri, Rangga yang sudah hebat saat ini, tidak akan mungkin suka dengannya lagi.

__ADS_1


To Be Continued ….


Jangan Lupa Votenya yah


__ADS_2