
"Kamu ke Indonesia cuma mau bermesraan denganku?" tanya Sonya saat Martin malam ini mengajak ke apartemen yang baru dibelinya. Sonya duduk di pangkuannya dan Martin memeluk Sonya dari belakang. Menciumi dan pundak Sonya yang terbuka. Sonya hanya diam dan melirik dengan ekor matanya.
"Hmmm … aku merindukanmu, besok pagi aku sudah pulang lagi, kenapa kamu tidak bersama denganku saja, honey! Honey, aku sudah katakan pada asistenku untuk mengurus semua kerjasama kita, kebetulan sekali aku akan ke Inggris seminggu dan aku meminta kamu yang membicarakan bisnis di sana, semua sudah aku atur," ucap Martin dengan senangnya.
"Benarkah? Daddy boleh aku keluar?" tanya Sonya tidak percaya. Martin tidak tahu betapa sulitnya dia keluar tanpa orang tuanya, mereka pasti mengikuti Sonya ke manapun. Tidak mungkin hanya sendirian, Ronald tidak pernah percaya Sonya. Padahal Sonya juga ingin seperti teman lainnya, liburan dengan kekasih berdua tetapi itu tidak akan pernah terjadi.
"Ya harus boleh! Aku yang memintanya, karena Daddymu juga akan keluar negeri saat itu, dia tidak cerita?" tanya Martin menarik Sonya untuk berhadapan dengannya. Martin menyentuh bibir Sonya dengan tangannya.
"Hari ini sudah berapa kali honey, kamu memang belum puas?" tanya Sonya saat Martin menatap bibir mungil itu.
"Tidak pernah puas!" Sonya tertawa dan Martin langsung meraup bibir Sonya dengan lembut. Sonya pun membalas kecupannya. Melingkarkan tangannya pada leher Martin dan apa yang mereka lakukan saat ini seolah berpacu dengan waktu. Sonya punya jam malam yang tidak bisa dilanggar dan Martin sudah janji akan mengembalikan Sonya pukul sepuluh malam.
Oh Tuhan … dia tidak puas dengan wanita ini, ingin bersama seharian tetapi apalah daya. Sonya punya bodyguard khusus yang begitu ketat menjaganya.
"Jangan gigit!" kesal sekali Sonya kelakuan Martin.
"Honey, kamu sudah janji tidak membuat merah leherku, Daddy akan bertanya nanti, aku tidak suka!" Sonya melepaskan kecupan Martin di leher Sonya.
"Tidak ada sayang, aku hanya menciuminya saja, lihat saja di cermin," ucap Martin menunjukkan leher Sonya dan tidak ada merah sama sekali.
"Honey, sebentar lagi jam sepuluh, ayo pulang! Nanti alarm ku berbunyi, Daddy pasti mencari dan menghubungiku menyuruh aku pulang!" Sonya mengingatkan Martin.
"Daddymu harus punya anak lagi, honey! Aku rasa Daddymu kesepian," ucap Martin yang membuat Sonya sedih.
"Jangan berkata seperti itu Martin, Mommy tidak bisa punya anak lagi," ucap Sonya yang jadi menangis. Sonya paling tidak suka kalau ada orang berkata seperti ini. Masalah Sonya tahu betul kalau Mommynya sakit.
Ah sudah aku katakan kalau kita tidak akan cocok. Aku terlalu lemah dengan orang tuaku. Aku tidak bisa meninggalkan mereka dan mereka pun tidak akan bisa kehilanganku.
__ADS_1
"Kamu kenapa, honey? Apa aku salah bicara, aku minta maaf sayang, aku tidak sengaja. Aku tidak bermaksud menyakitimu," ucap Martin yang tidak mengerti kenapa Sonya yang biasanya tegas malah menangis karena hal sepele seperti ini. Rasanya tadi dia tidak berkata kasar.
"Ya tidak apa, aku hanya selalu sedih kalau orang berkata seperti itu, Daddy pasti selalu bilang, jangan pernah meminta adik dengan Mommy, dia akan sedih, waktu aku kecil, aku tidak pernah mengerti. Selalu menangis meminta adik sampai Mommy pingsan dan tidak sadarkan diri sampai tiga hari, Daddy tiap hari mengingatkan aku untuk tidak lagi meminta adik, Mommy akan sedih dan sangat stres, dia setiap hari menangis dan aku tidak ingin melihat tangisannya," ucap Sonya menangis dan Martin menghapus air matanya.
Ternyata ini tidak sepele yang Martin kira, dia berhadapan dengan perasaan orang tuanya dan ini sungguh berbahaya. Lebih enak berhadapan dengan musuh yang nyata daripada tidak nyata seperti ini.
"Maafkan aku honey, aku tidak tahu!"
"Tidak apa sayang, aku tidak marah. Aku hanya melampiaskan rasa sedihku, terkadang aku suka sedih sendiri di rumah, hahahah …." Sonya tertawa padahal Martin tahu kalau dia menangis.
"Kita pulang!" Martin merangkul Sonya dan mengecupi puncak kepalanya sambil menuruni apartemen. Mereka kembali tertawa dan bercanda malah saling cubit-cubitan nakal.
Sampai rumah Martin pulang dan pamit dengan kedua orang tua Sonya. Setelah masuk ke dalam rumah. Ronald mengajak Sonya berbicara dan Nara masuk ke dalam kamar. Nara seolah sedih sekali Sonya punya kekasih orang luar. Padahal Nara tahu siapa Martin.
"Mommy kenapa Dad?" tanya Sonya. Sonya paling tahu kalau Mommynya sedang sedih.
Sonya menunduk. Sudah jelas kalau Nara tidak suka hubungan Sonya dengan Martin tetapi tidak bisa mengatakannya karena Sonya bahagia. Sebagai Ibu, Nara ingin anaknya bahagia tetapi jauh dari itu dia juga akan kehilangan Nara.
"Sonya tidak akan meninggalkan kalian, kenapa harus sedih Dad, Sonya tidak akan serius dengan Martin. Kami hanya pacaran saja, Daddy tahu kan kalau Sonya masih muda, jadi Sonya belum memikirkan pernikahan, kalau pun mau menikah, Sonya lebih memilih orang Indonesia," ucap Sonya berbohong.
"Sonya lelah Dad! Sonya ke atas dulu ya," ucap Sonya kembali ke kamarnya dan mengunci kamarnya. Menutup mulutnya dalam agar tidak terdengar oleh Ronald kalau dia sedang menangis.
Sonya ingin seperti sepupunya Bella yang punya adik dua, Tantenya Christin tidak pernah mengekang Bella, Bella kuliah di luar negeri, Bella boleh liburan bersama temannya, kekasihnya juga bule. Tantenya malah enjoy saja.
Sayangnya Sonya tidak bisa berkata seperti itu, Mommynya punya penyakit dan sangat lemah. Sonya lebih sayang Nara daripada hatinya. Makanya sampai sekarang Sonya tidak pernah punya kekasih.
Sementara Jonathan terus merongrong Sonya.
__ADS_1
Sakit kepalaku.
Sonya mengangkat telpon Jonathan.
"Kenapa lagi?" tanya Sonya kesal.
"Sebenarnya kamu memang ingin putus dariku, bukan karena wanita lain tetapi kamu dari awal tidak ingin ada hubungan ini," ucap Jonathan tanpa basa-basi.
"Kamu sudah tahu Jonathan, jadi berhentilah menggangguku, aku tidak suka kamu! Lebih tidak suka dengan kelakuanmu yang berganti wanita, apa kamu pikir aku seperti mereka, tidak! Lebih baik kamu cari wanita yang bisa memuaskanmu tetapi itu bukan aku! Aku tidak akan pernah mau," ucap Sonya dengan tegas. Jonathan malah tambah suka dengan apa yang Sonya katakan.
"Jika kamu menunjukkan foto kita berdua ke media sosial, silahkan saja! Aku tidak peduli dan kebencianku padamu akan semakin bertambah," lanjut Sonya.
Sonya menantangnya. Tidak, tidak! Dia tidak mungkin akan melakukannya. Itu hanya gertakan saja. Tunggu saja Sonya akan kembali lagi padanya.
Sonya menutup telponnya tanpa mendengar apa yang akan Jonathan katakan. Sonya mandi dan berendam lama.
Aku menyukai Martin tapi Mommy sedih kalau aku bersama dengannya. Kemarin waktu aku bersama Jonathan Mommy terlihat berbeda.
Keras sekali Sonya berpikir tentang hubungannya dengan Martin. Ini tidak sepele seperti yang mereka pikir. Ini rumit bagi Sonya. Mungkin Martin juga tidak serius seperti yang dipikirkan Sonya.
Jalani saja dulu!
To Be Continued ….
Sudah 3 bab yah Madamme.
Semalem kecepatan updatenya 🤭, maaf yah kalau membuat kalian tidak suka. Terus terang Madamme lagi gak sehat dan gak bisa mikir. Tetapi Madamme ingat janji dan berusaha untuk tepat janji. Malah Madamme gak nulis di lapak sebelah. Pengen cepat tamat yah 🤭🤭🤭
__ADS_1
Enjoy!