
"Kamu lagi apa, honey?" tanya Jonathan yang sekarang seolah menjadi kekasih Sonya. Sonya memutar bola matanya malas.
"Mau tidur," jawab Sonya malas. Meski malas tetap Sonya menjawab dengan baik-baik karena rencana dia tidak akan berhasil kalau Jonathan curiga.
Lelah Sonya menghadapi rasa cinta Jonathan. Sonya tidak suka lelaki seperti Jonathan yang selalu menabur benih di manapun. Dengan matanya sendiri malah dia pernah melihat Jonathan dan Cantika bercinta. Muak sekali Sonya melihat Jonathan.
"Kenapa?" tanya Sonya dengan malas, padahal Sonya jelas mengatakan kalau dia akan tidur dan Jonathan tidak mengerti.
"Kamu tidak ke apartemen Cantika?" tahya Sonya malas.
"Kenapa aku harus ke sana honey, hubunganku dengannya hanya sampai aku menjadi kekasihmu," ucap Jonathan dengan jujurnya.
"Oh … sekarang kamu di mana?" tanya Sonya yang jadi ingin tahu kelakuan Jonathan.
"Club, aku lagi merayakan hubungan kita dengan teman-temanku," ucap Jonathan.
"Ada wanitanya?" tanya Sonya menggebu-gebu. Dia ingin sekali Daddynya melihat kelakuan Jonathan ketika bersama wanita lain dan Bummm … hubungan mereka putus sendiri.
Otak cantik Sonya mulai berpikir jahat.
"Tidak ada! Aku tidak ingin kamu cemburu, honey! Aku hanya suka kamu, kamu tidak percaya? Apa kamu mau ikut?" tanya Jonathan berdiri dan sedikit menjauh karena dia akan mengganti panggilan menjadi video call.
Sonya tidak menerimanya. Dia malas mengangkat video call.
"Tidak apa kalau ada wanitanya, bersenang-senang saja," ucap Sonya kesal. Kapan Jonathan bermain dengan wanita lain. Dia ingin sekali Daddynya tahu.
"Tidak sayang, aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku selalu mencintaimu," ucap Jonathan dengan senyumnya.
"Coba kirimkan aku foto, pokoknya sekarang kalau kamu mau ke mana-mana harus lapor aku, kamu mau ke Club, kerja, main golf, apapun harus lapor," ucap Sonya menegakkan sistem otoriter dalam hubungannya.
Kalau Jonathan tidak mau selingkuh, dia akan membuat Jonathan lelah sendiri dengan tingkahnya.
"Sebentar honey, aku ambil foto yang pas agar aku terlihat tampan," ucap Jonathan yang membuat Sonya memutar bola matanya malas.
"Pulang jangan malam, mengerti?"
"Iya honey!" jawab Jonathan seperti kerbau dicucuk hidungnya, Jonathan tidak peduli aturan yang Sonya tetapkan untuk saat ini. Dia akan menurutinya karena memang sudah lama sekali Jonathan suka dengannya.
"Ya sudah aku tidur dulu!"
"Good night, honey!" Sonya langsung menutup telponnya dan melihat foto yang dikirim Jonathan bersama temannya memang tidak ada wanita.
__ADS_1
"Hmmm … bagaimana supaya aku terlihat menderita atau Jonathan pergi sendiri dari hidupku?" Sonya berbicara sendiri dengan dirinya.
Jonathan tetap akan mengejar Sonya walaupun Sonya tidak menyukainya dan itu yang Sonya tidak mau. Sudah lama sekali dan sekarang Sonya sudah mulai tidak tahan tingkah Jonathan.
Selama ini ternyata! Bahkan Sonya tidak sadar kalau hubungan Jonathan dan Cantika sama sekali seperti pelanggan dengan wanita murahan yang hanya dipakai ketika butuh saja.
Sial!
Malam ini Sonya berendam dan memikirkan sejuta cara membuat Jonathan berpaling darinya.
Keesokan paginya, setelah sarapan pagi tanpa diduga, Jonathan menjemputnya.
CK!
"Pagi honey! Sudah siap berangkat kerja, sengaja aku datang pagi sekali menjemputmu," ucap Jonathan dengan senyum nakalnya.
Sonya tersenyum kecut. Benar-benar tidak bisa dipercaya.
"Jonathan kalau bawa mobil hati-hati, lambat saja, Sonya tidak suka orang yang bawa mobil ngebut. Itu berbahaya!"
Sonya menarik nafasnya dalam.
Sekali lagi Daddy tidak pernah mengerti aku.
Sonya masuk dengan ragu, sama sekali orang tuanya tidak melarang dia dan Jonathan pergi kerja bersama. Menyebalkan sekali!
"Hmmm … honey, kalau kamu menyetir seperti ini, aku akan sampai kantor sore," ucap Sonya menunjukkan deretan gigi putihnya.
"Kamu tidak perlu menuruti apa yang Daddy katakan, setidaknya jangan seperti keong," lanjut Sonya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Maaf honey, aku akan lebih cepat dari ini," ucap Jonathan mengusap pipi Sonya dengan lembut.
"Honey?"
"Ya," jawab Sonya. Sonya fokus melihat jalanan dan ternyata Jonathan mencuri untuk menciumi pipinya.
Aish!
"Love you," ucap Jonathan dengan gilanya.
Ya Tuhan … Sonya tidak suka sekali laki-laki ini. Bagaimana caranya?
__ADS_1
"Honey, makan siang nanti aku jemput ya dan oh iya aku lupa mengatakan padamu kalau Sabtu ini akan ada acara ulang tahun perusahaan ku, kamu harus ikut," ucap Jonathan yang membuat Sonya langsung melihat wajah Jonathan.
"Tidak bisa Sabtu ini, aku akan pergi!" tegas Sonya menolak ajakan Jonathan.
"Ke mana?" tanya Jonathan penasaran. Sabtu Minggu itu waktunya untuk pasangan kekasih dan Sonya akan pergi. Jelas saja Jonathan curiga.
"Dengan Martin?" rasanya dia ingin menjawab seperti itu tetapi dia tidak akan melakukannya. Bisa gagal semua yang direncanakan Sonya.
"Aku sudah janji dengan temanku, tidak boleh?" tanya Sonya seolah merajuk kalau Jonathan tidak memberikan waktunya.
"Tetapi ini juga penting, honey! Kamu tahu kalau perusahaanku akan mengundang banyak pengusaha hebat di Indonesia dan luar negeri, kamu jelas harus mendampingi," ucap Jonathan kembali mengelus wajah Sonya.
Sonya diam, sepanjang jalan Sonya diam dan merajuk. Kalau Jonathan masih memaksanya dan Sonya tahu pasti akan memaksa dari orang tuanya, Sonya akan merajuk seperti ini terus.
"Kenapa diam dari tadi?" tanya Jonathan.
"Ya sudah honey, kamu tidak perlu datang! Jangan marah lagi," ucap Jonathan yang membuat Sonya tersenyum bahagia.
"Terima kasih, honey! Aku kerja dulu," ucap Sonya membuka pintu dan langsung di tarik Jonathan. Hidung Sonya bertabrakan dengan hidung mancung Jonathan.
Sonya menutup mulutnya. Dia tidak mau kalau sampai Jonathan menodai bibirnya. Ini cuma punya Martin!
"Kenapa?" tanya Jonathan mengkerutkan keningnya.
"Aku masih belum siap, wajahmu menciumi bibir Cantika masih membekas di kepalaku," jawab Sonya yang membuat Jonathan tertawa.
"Siapa yang ingin menciumi bibirmu, honey! Kamu percaya diri sekali, aku hanya akan menggosok rambutmu, jangan nakal!"
Sonya menarik sebelah sudut bibirnya. Mana mungkin Jonathan tidak berpikir untuk menciumi bibirnya.
Sonya masuk ke kantor dan menghentakkan kakinya di dalam lift, dia membuyarkan rambutnya sendiri karena frustasi dengan tingkah Jonathan.
Sonya mengambil ponselnya dan menghubungi Cantika.
"Kita harus bicara, kamu harus jelaskan soal kemarin, aku tidak mengerti apa maksudmu mengatakan itu semua pada Daddy dan Martin!" tegas Sonya. Cantika yang mendengar malah tersenyum sinis dan tertawa.
Bahkan tidak ada yang lucu, Cantika tertawa. Bahagia sekali sepertinya mendapatkan uang dari Jonathan.
"Kapan Beb?" tanya Cantika dengan santai.
"Sekarang di depan cafe perusahaanku!" Sonya memutuskan telponnya setelah dia masuk ke ruangannya sebentar dan melihat pekerjaannya, dia langsung turun ke bawah. Cantika sudah dalam perjalanan.
__ADS_1
Cantika harus bertanggung jawab, Sonya tidak akan terima semua ini.
To Be Continued ….