Stop Loving You

Stop Loving You
A Promise Is A Debt


__ADS_3

Malamnya Sonya langsung pergi saat Martin sudah terlelap tidur. Sonya berpikir kalau hubungan mereka tidak mungkin bisa lanjut, mereka mungkin cocok hanya berteman saja, terlalu banyak rintangan. Perbedaan budaya dan negara membuat Sonya berpikir jauh untuk menikah dengan Martin dan Martin malah sengaja ingin mengenalkan Sonya pada orang tuanya.


"Maaf Martin, saat ini bukan waktu yang tepat dan kita masih terlalu muda untuk memikirkan pernikahan, maafkan aku!" Sonya turun dari ranjang dengan pelan dan kembali ke kamarnya. Sonya pun membereskan pakaiannya karena besok dia akan kembali lagi ke Indonesia.


Mungkin hari ini adalah hari terakhir pertemuannya dengan Martin. Subuh dia akan langsung ke Bandara bersama staffnya. Sonya bahkan tidak tidur malam ini takut Martin bangun dan mengetuk kamarnya.


Detik demi detik Sonya perhatikan hingga subuh hari dia telah siap, Sonya juga sudah berdandan secantik mungkin dan dia tidak akan pamit dengan Martin.


Maafkan aku! Saat ini yang paling penting adalah keluargaku Martin, kita baru bertemu dan aku jelas belum terlalu cinta denganmu.


Baru Sonya membuka pintunya, ternyata Martin berdiri di depan kamar Sonya. Sengaja dia tidak mengetuk pintu kamar Sonya. Malah Martin menunggu satu jam hanya untuk menunggu Sonya keluar dari kamarnya.


"Martin?"


Sonya menggigit bibir bawahnya dan tatapan Martin sungguh terlihat sangat kesal sekali.


"Mau ke mana?" tanya Martin bersidekap di depan Sonya. Bahkan Martin hanya mengenakan bathdrobe hitam untuk menutupi tubuh polosnya yang hanya menggunakan celana pendek.


"Aku mau pulang, Martin." Bella bahkan tidak mau melihat wajah Martin.


"Kenapa, apa aku berbuat salah denganmu?" tanya Martin dengan menyunggingkan senyumnya. Martin memang baru mengenal Sonya tapi tahu sekali kalau Sonya akan melarikan diri dari perkenalan yang sudah Martin siapkan untuk Sonya.


"Tidak ada, aku hanya mulai bosan dengan hubungan kita," ucap Sonya tanpa ada perasaan sama sekali.


"Bosan katamu?" Kali ini Martin mendekati Sonya dan menarik Sonya masuk kembali ke kamarnya.


"Aku sudah mau pulang, Martin. Sebentar lagi pesawatku akan berangkat dan staffku sedang menunggu di bawah," ucap Sonya tegas.

__ADS_1


Martin tambah mengeratkan pegangannya pada pergelangan tangan Sonya dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang lalu menghimpit tubuh Sonya dan mengikat tangan Sonya ke atas kepalanya.


"Kamu tidak mendengarkan apa yang aku katakan, honey! Apa kamu berpikir aku sedang bermain cinta denganmu," ucap Martin dengan tatapan tajamnya. Sonya menelan salivanya. Kali ini Martin sedang tidak main-main karena tersenyum pun tidak, Sonya tahu kalau Martin saat ini pasti kesal melihat perlawanannya.


"Martin, aku masih muda dan mengenal keluargamu untuk lebih ke tahap serius, lebih baik kamu pikirkan lagi, kamu tahu kan, kita beda negara dan tentu banyak sekali perbedaan antara kita nantinya, aku pasti akan sulit beradaptasi karena ikut denganmu," ucap Sonya dengan lembut. Martin melepaskan ikatan tangannya dan Sonya pun akhirnya bisa membebaskan tangannya.


"Itu bukan alasan yang tepat untuk kamu menolakku, honey!" Sonya pun memeluk Martin dari belakang.


"Honey, kita pacaran saja dulu, lagian kita baru juga berkenalan, kamu tidak tahu bagaimana aku dan aku juga tidak tahu bagaimana kamu, aku belum siap mengenal seluruh keluargamu, bisakah kita seperti itu dulu?" tanya Sonya dengan lembut sambil menyandarkan wajahnya ke punggung Martin.


"Kamu hanya mengulur waktu untuk meninggalkanku, honey! Apa kamu pikir aku bodoh, kamu hanya memberikan waktu sedikit lebih lama untuk kita berpisah," ucap Martin dengan sinis.


Sial! Martin tahu apa yang dipikirkan Sonya.


"Tidak sayang, kamu percaya padaku! Aku jujur belum percaya menikah denganmu, kamu tahu kalau aku masih menganggap kamu playboy, honey! Kamu suka berganti pasangan dan aku takut nanti itu memang kekasihmu," ucap Sonya terus mencari banyak alasan.


Martin pintar sekali menggoda Sonya. Sampai Sonya berpikir ulang untuk kembali ke Indonesia.


"Nanti kita akan bertemu lagi, honey. Sekarang, aku sedang sibuk. Banyak pekerjaan yang menungguku di Indonesia, Please!" Sonya memelas berharap Martin melepaskannya.


"No, a promise is a debt!" Sonya mendesah pelan. Martin tidak bisa diajak bekerja sama. Martin tetap menganggap janji Sonya adalah hutang baginya dan harus ditepati.


"Just a vacation, fun and a little kiss. Come on, honey! Don't make this complicated," ucap Martin sambil mendekati bibir Sonya dan meraupnya dengan lembut. Sonya bahkan tidak sempat menghindar dengan kecupan yang diberikan Martin.


"Honey, aku bukan ingin mempersulit semua ini tapi …."


"Tidak ada tapi, biarkan staffmu pulang dan kita bisa bersenang-senang, aku masih membutuhkan kamu, aku masih belum puas menghabisi bibirmu, setiap detik aku selalu merindukanmu dan kamu harus bertanggung jawab atas semua itu, honey!" Martin menghubungi asistennya dan memberikan perintah untuk mengantarkan Staff Sonya ke bandara.

__ADS_1


Kenapa juga dia bangun pagi sekali. Bagaimana bisa Martin tahu kalau aku ingin pergi meninggalkannya.


"Aku sudah menghubungi staffmu dan mereka saat ini menuju bandara. Sekarang hanya tinggal kita berdua, honey! Pagi ini aku ingin berenang bersama denganmu," bisik Martin di telinga Sonya sambil membuka kancing kemeja Sonya dengan pelan.


Sonya pun hanya menggunakan bikini dan ternyata Martin mengajaknya berendam bersama.


"Hanya berendam dan sedikit kecupan, honey! Tidak lebih dari itu, ingat!" peringatan Sonya agar Martin tidak lupa.


Martin memeluk Sonya dari belakang dan mengecupi pundaknya dengan lembut.


"Aku ingin menikah denganmu, apa yang membuatmu masih memikirkan semua itu, honey! Aku tahu kamu masih muda tetapi aku tidak melihat pemikiranmu yang kekanak-kanakan, kamu malah terlihat sangat dewasa," ucap Martin menciumi leher Sonya.


"Pernikahan itu tidak mudah, honey. Kita menyatukan dua keluarga yang berbeda dan sekarang kita harus menyatukan budaya yang berbeda juga. Ini berat untukku, aku harus menceritakan ini dulu pada keluargaku sebelum kita terlanjur jauh," ucap Sonya dengan jujur.


"Kamu banyak sekali berpikir, honey! Kita coba dulu," ucap Martin yang tambah tidak disetujui Sonya.


"Sayang, ini bukan untuk coba-coba, kamu tahu kalau aku masih suci dan ketika aku menikah aku berharap itu untuk pertama dan terakhir kali, kamu mengerti? Jadi, aku masih belum yakin denganmu," ucap Sonya dengan jujur.


"Kenapa kamu mau tidur bersama denganku dan mandi bersama kalau tidak yakin?" tanya Martin yang membuat kesal Sonya.


"Kamu memaksa, bukan aku yang memintanya, aku tidak bisa menghindari keinginanmu karena aku juga ingin bermesraan dengan kekasihku tetapi tidak lebih sayang, kamu tahu kalau kita ada batas," tegas Sonya kembali.


Ya hanya seperti ini, mereka tidak melakukan apapun juga.


"Aku merasa kamu akan meninggalkan aku," ucap Martin menggeratkan pelukannya pada perut Sonya.


To Be Continued ….

__ADS_1


Maaf yah kondisi Madamme lagi gak sehat tetapi Madamme tetap usahakan untuk update.


__ADS_2