
Sonya tidak bodoh, dia tahu ada air mineral dimana-mana dan kenapa dia harus repot-repot ke dapur, Sonya hanya mencari alasan untuk keluar hanya untuk melihat kamar Cantika tetapi yang dia lihat malah Jonathan duduk di depan kamar mereka sambil menonton televisi. Menyebalkan sekali!
Sonya bahkan tidak bisa tidur karena ada laki-laki di kamarnya. Nanti kalau dia tidur terus dia disekap dan dilecehkan. Oh tidak! Daddynya pasti akan kecewa dan harapan orang tuanya pasti hancur. Bahkan mengangkat telpon Ronald saja, Sonya harus masuk ke dalam toilet dan berbisik pelan-pelan.
"Iya Dad! Sonya ingat semua kok, minum vitamin, makan juga sudah, banyak minum air putih, cuci tangan dan kaki, Sonya juga sudah mengganti pakaian tidur," ucap Sonya kesal.
Ya Tuhan … kapan dia bisa menjadi wanita dewasa bahkan Sonya sudah lulus kuliah dan yang Daddy dan Mommynya ingatkan seperti mengingatkan anak TK.
"Kamu suka lupa sayang, Daddy hampir setiap malam mengingatkan kamu," ucap Ronald tertawa. Dia tahu saat ini wajah anak gadisnya sedang manyun karena kesal dengan kata-kata Ronald.
"Selamat tidur sayangku!"
"Good Night, Dad Mom!" jawab Sonya sambil menutup telponnya dan menghela nafasnya. Bahkan Sonya sedang duduk di closet saat ini.
Dad, Mom. Aku sudah dewasa. Kalian tetap saja menganggap aku seperti anak kecil.
Sonya tersenyum dan keluar dari kamarnya. Laki-laki itu sudah tidur pulas dan kali ini sengaja memberikan ruang untuk Sonya tidur di sampingnya tapi jangan harap! Sonya tidak akan mau.
"Apa kamu pikir, aku akan tidur di sana! Lebih baik aku tidur di lantai," gumam Sonya kesal. Sonya mengambil bantal dan tidur di sofa, dia bahkan membalut tubuhnya dengan selimut tebal jadi tidak ada orang yang akan menyentuh tubuhnya.
Sakit semua tubuhku …
Sonya mengeluh karena tidur di sofa ini begitu keras, dia tidak nyenyak tidur tetapi mata sudah mengantuk sekali. Dalam hitungan kelima mata Sonya sudah mulai tertutup.
Satu … dua … tiga … empat … lima.
Sonya tertidur pulas sampai besok pagi dan sama sekali menurunkan pertahanannya, bahkan dia tidak sadar kalau Martin bangun ketika Sonya tertidur dan memindahkan Sonya di ranjang dan Martin tidur di sofa.
"Honey, kamu tidur seperti pig," ucap Martin dengan senyum dan malah memainkan ujung hidung Sonya yang mancung dengan hidungnya.
Ketika menidurkan Sonya, Martin memandangi wajah Sonya dari jarak yang sangat dekat sekali, tidurnya begitu tenang bahkan sesekali Sonya tersenyum seperti sedang bermimpi indah. Martin sangat yakin kalau Sonya wanita yang tidak punya masalah dalam hidupnya.
Dia begitu cantik dan lucu.
__ADS_1
"Selamat tidur, honey!" Martin mengecupi kening Sonya dengan lembut.
Martin sadar dia laki-laki yang sangat mudah menggoda wanita, dia juga tidak menyangkal kalau banyak kekasihnya di luar sana. Bahkan Martin tidak pernah menghubungi mereka dan merekalah yang terus menghubungi Martin. Ketika mereka selesai jalan atau menemani Martin di suatu negara. Wanita itu hanyalah angin lalu bagi Martin sama seperti yang Sonya katakan.
Martin akan lihat. Ketika dia pulang nanti, apa dia merindukan Sonya atau hanya angin lalu seperti wanita lainnya yang hanya menemaninya jalan dan bermesraan biasa. Martin tidak pernah melakukan malam panas bersama wanita. Tidur boleh bersama tetapi tidak untuk sampai bercinta. Just make out!
Pagi hari sebelum Sonya bangun, Martin sudah siap dengan jasnya dan dia sudah mandi subuh sekali karena pesawat mereka akan berangkat pagi hari. Asisten Martin sudah menyiapkan semuanya termasuk bunga dan hadiah kecil untuk Sonya sebelum bangun tidur.
Setelah siap!
Martin membangunkan Sonya yang masih tidur pulas.
"Hun … honey! Bangun sayang, aku sudah mau pulang," ucap Martin duduk di bibir ranjang dan mendekati wajah Sonya lalu berbisik pelan sekali. Martin meletakkan buket mawar merah di samping tempat Sonya tidur. Sonya mengeratkan tangannya ke atas dan membuka matanya dengan manja.
Nyawanya belum terkumpul saat itu, dia masih bingung kenapa ada laki-laki di kamarnya dan sedang memandangnya dengan penuh cinta seperti itu. Kalau itu Ronald, mungkin Sonya tidak akan terkejut karena sudah terbiasa Daddynya membangunkannya tetapi ini laki-laki lain.
"Bukannya aku tidur di sofa semalam?" tanya Sonya setelah dia sadar pada Martin yang masih melihatnya sedekat ini sambil tersenyum.
"Kamu sudah mau pulang?" tanya Sonya duduk pelan dan menjauh dari wajah Martin yang seolah menginginkannya.
"Iya honey! Sampai jumpa Minggu depan sayang, bunga ini untukmu, aku pasti akan merindukanmu," ucap Martin sambil mendaratkan bibirnya di kening Sonya dengan lembut.
Sonya melihat bunga yang diberi Martin dan dia tidak menyangka pagi ini dia mendapatkan kecupan yang hangat dari lelaki luar biasa seperti Martin.
Hmmm romantis sekali tapi maaf Martin, aku tidak terharu sama sekali!
Sonya tersenyum palsu dan dia sudah tidak sabar menunggu Martin keluar dari kamar dan pulang ke negaranya.
"Morning kiss nya mana?" tanya Martin menunjuk bibirnya.
Jadi dia yang ketagihan, padahal perjanjian kami tidak pernah ada kecupan di hari berikutnya.
"Aku tidak mau!" Sonya melengos saat Martin ingin mengecupi bibir mungil Sonya. Martin malah mengenai pipi Sonya. Martin berdecak kesal. Sonya tidak mengerti posisinya saat ini.
__ADS_1
Martin mencekam lembut dagu Sonya dan langsung meraup bibirnya tanpa Sonya mau atau tidak. Satu Minggu mereka tidak akan bertemu dan jelas Martin membutuhkan sebuah kecupan yang mengingatkannya pada Sonya.
"Jangan lupa hubungi aku!" Martin mengingatkan Sonya untuk menghubunginya, karena Martin sangat sibuk, dia takut lupa untuk mengingat banyak kekasihnya.
Untuk apa aku menghubungimu, aku bahkan ingin menghapus nomormu.
"Aku pulang sayang! Jaga dirimu," ucap Martin dan kali ini Martin membuka kotak panjang yang berisi kalung berlian untuk hadiah Sonya menemaninya malam ini.
"Apa ini?" tanya Sonya terkejut saat Martin mengalungkan kalung itu pada lehernya yang penuh tanda merah.
Setelahnya Martin menciumi leher Sonya dan langsung cepat menuju bibir Sonya. Martin bahkan belum menjawab maksud dari pemberiannya.
"Hadiah untukmu? Maaf aku akan lebih memberikan yang mahal nanti, ini aku beli dari Bali, sayang. Lain kali aku akan pesan khusus untukmu," ucap Martin dengan senyumnya.
Aku tidak mengerti, laki-laki ini pandai sekali menggoda wanita tapi sayang Martin. Aku pun tidak terharu dengan kalungmu, maaf!
Kesal sekali Sonya dengan Martin, baru bangun saja Martin sudah mengambil banyak kecupan dari bibirnya, bahkan Sonya belum gosok gigi apalagi cuci muka.
"Oh terima kasih! Kamu tidak perlu repot seperti ini Martin, ini saja sudah mahal. Kalau kamu mau pergi, pergilah! Aku takut kamu terlambat," ucap Sonya dengan lembut tetapi tertawa dalam hatinya.
Lebih cepat lebih baik kamu pergi.
"Kiss dulu!"
Sonya menghela nafasnya dan mendaratkan bibirnya pada pipi Martin.
"Hati-hati, semoga perjalanan kamu menyenangkan," ucap Sonya dengan senyum cantiknya.
"Jangan nakal!" Martin menggosok rambut Sonya yang masih duduk di ranjang dan berdiri lalu sambil berjalan ke pintu terus melihat wajah cantik kekasihnya. Sebentar sekali liburan mereka. Sonya melambaikan tangannya dan pintu kamarnya tertutup.
Jangan pernah datang lagi!
To Be Continued ….
__ADS_1