Stop Loving You

Stop Loving You
Save Christin


__ADS_3

Setelah dua hari Christin menghilang, akhirnya ada titik terang, di mana Axel membawa Christin, setelah keluarga Axel di interogasi dan di tekan untuk memberi tahu di mana Axel saat ini, akhirnya pihak berwajib tahu di mana Axel menyembunyikan Christin setelah seharian ini mengintai rumah tempat Axel menyekap Christin. Bahkan Ronald sudah tidak sabar lagi mendobrak rumah itu dan menghabisi Axel saat ini.


Saat waktu tepat, polisi masuk dan melakukan penyergapan. Axel bahkan tidak tahu kalau rumahnya sudah dikepung. Dia tengah lengah saat ini. Bahkan baru selesai mandi dan mengenakan pakaian.


"Angkat tangan!" seru pihak kepolisian setelah mendobrak keras pintu kamar Axel dan langsung menodongkan senjata pada orang yang ada di dalam kamar. Axel pun menaikkan tangannya ke atas dan dengan cepat Axel diborgol tangannya. Christin yang mulutnya tertutup hanya bisa menangis saat Ronald membuka cepat penutup mulut dan ikat tangannya.


Ronald menyelimuti tubuh adiknya dengan selimut.


"Berengsek kamu ya!" Ronald ingin menghajar wajah Axel. Namun, dihalau oleh pihak kepolisian.


"Jangan panggil namaku kalau kamu tidak mengendap di dalam penjara dengan lama," ucap Ronald dengan tegas. Ronald masih memeluk Christin dan membawanya masuk ke dalam mobil. Tubuh adiknya gemetaran dan ketakutan saat ini, Ronald membawanya ke rumah sakit untuk divisum sebagai bukti kekerasan Axel pada Christin. Ini bukti untuk menjerat Axel nanti di persidangan.


Liha saja Axel, dia tidak akan pernah selamat dari tanganku.


Ronald mengepalkan tangannya dan bergerak menuju rumah sakit, semua keluarga bergerak cepat setelah tahu Christin selamat dan sekarang berada di rumah sakit. Bahkan Edwardo menyesal sekali tidak mengangkat telpon Monica, andai dia tahu lebih cepat penculikan ini. Sudah tentu Edwardo akan mengerahkan semua kemampuannya.


"Sayang, tidurlah nak!" Monica menangis melihat keadaan anaknya yang kacau saat ini, sungguh dia tidak tega melihat banyaknya pukulan di wajah dan memar di bagian lainnya. Dia jadi mengingat perbuatannya dengan Nara tempo lalu dan sungguh ini adalah karmanya saat ini.


"Ronald, kamu harus pastikan Axel mendekap di dalam penjara dan dihukum seberat-beratnya, Mama hancur melihat Christin terluka seperti ini," ucap Monica dalam tangisnya.


Nara hanya mengelus punggung mertuanya dan menenangkan. Dia tidak bisa melakukan apapun saat ini, hanya itu yang bisa dia lakukan tetapi kali ini Monica tidak marah malah memeluk Nara dengan sangat erat.

__ADS_1


"Nara, maafin Mama ya, kamu ikhlas kan, memaafkan kesalahan Mama?" tanya Monica lirih dan dengan suara yang menyayat hati.


"Nara sudah maafin semua kesalahan Mama, tidak perlu seperti ini Ma. Yang penting saat ini Christin sehat," ucap Nara dengan lembut.


Akhirnya Mama mertuanya menyadari kesalahannya, bahkan Monica juga meminta maaf pada Edwardo padahal kesalahan ada pada Edwardo tetapi melihat Monica yang sedih seperti ini, Edwardo menenangkan istrinya.


"Sudahlah Ma, kita tunggu Christin bangun, semoga dia cepat sehat, Papa juga akan berusaha keras agar Axel di penjara dengan lama, Papa tidak terima kelakuan Axel pada Christin," ucap Edwardo sambil memeluk Monica dengan erat.


Mereka menyadari kalau Christin seperti ini pasti karena tidak mendapatkan kasih sayang sepenuhnya dari mereka dan malah mendapatkan kekasih yang salah. Mereka sibuk dengan diri mereka sendiri dan lupa dengan kebahagian anak-anaknya.


"Honey, sudah ada Mama dan Papa yang menunggu di sini, kita pulang saja," ucap Ronald membawa Nara pulang dan permisi pada kedua orang tuanya.


Di dalam mobil, Nara memeluk Ronald dengan erat. Dia merinding sekali melihat wajah Christin sepertinya Christin harus operasi plastik supaya wajahnya kembali seperti semula, sungguh kejam sekali Axel melakukan itu pada wajah cantik Christin.


Ronald membelai lembut rambut Nara dan mengecupinya dengan pelan.


"Terima kasih honey, kamu pengertian sekali," ucap Ronald mengelus pipi mulus Nara.


"Honey, aku rasa Axel itu gila, dia bahkan bisa tega melakukan itu pada Christin, jangan sampai dia lepas dari penjara, aku takut dia melukai Christin lagi, sungguh aku tidak tega melihat Christin seperti tadi, aku ingin menangis tetapi takut Christin mendengar tangisanku," ucap Nara yang malah menangis di sisi Ronald. Wanitanya ini begitu lembut, padahal keluarganya begitu jahat dengannya tetapi Nara tetap saja tidak berpikir jahat tentang mereka, malah berlapang dada memaafkan kesalahan Monica.


Baguslah! Akhirnya Mamanya sadar tetapi harus dengan cara seperti ini, sangat disayangkan sekali.

__ADS_1


Melihat Christin tidak berdaya dengan banyak luka pukulan membuat Monica sadar kalau dia sudah sangat kasar selama ini dan malah Christin yang menerima akibat dari sifat buruknya.


Christin masih muda masa mudanya seharusnya cerah kalau dia tidak bertemu Axel, menyesal sekali Monica melarang Christin dengan Rangga dulu.


"Kamu tenang saja, honey! Aku juga tidak akan membiarkan Axel bebas berlenggang, dia harus menerima akibatnya," ucap Ronald dengan tatapan tajam, dia akan memastikan Axel sama seperti Christin. Lihat saja nanti!


Hari berlalu, kesehatan Christin semakin membaik dan dia akan menjalani operasi plastik di Indonesia setelah kesehatan benar-benar pulih dan bisa menjalani operasi wajah dengan sepenuhnya.


Monica bahkan tidak membiarkan ada kaca di dalam kamar Christin karena takut akan merusak mental Christin kalau melihatnya. Sungguh saat ini ingin sekali Monica memberikan sianida pada Axel. Orang yang sudah mencelakakan anaknya dengan sedalam ini. Sudah menodai, memukul, merusak wajah dan mengikatnya juga.


Benar-benar kejam sekali.


"Sayang, nanti kalau kamu sudah sehat, kamu akan menjalani operasi plastik, jangan sedih sayang. Wajah kamu akan kembali cantik," ucap Monica dengan wajahnya yang sedih tetapi tetap tersenyum menguatkan Christin.


Monica sudah melupakan kodratnya sebagai seorang ibu yang seharusnya melindungi anak-anaknya.


"Iya Ma, tidak apa! Yang penting Christin sudah bebas dari laki-laki gila itu, Christin ingin tinggal di luar negeri saja Ma, Christin takut Axel bebas dan mencari Christin kembali, Axel bisa melakukan apapun yang lebih gila dari ini," ucap Christin menangis senduh.


"Iya sayang, kamu sembuh dulu ya, kita ke Jerman nanti, kamu bisa melanjutkan mendesign di sana," jawab Monica mengusap rambut panjang Christin.


Semoga dokter kecantikan bisa mengubah Christin kembali lagi cantik, kalau tidak Monica akan terbang ke Korea. Apapun demi membahagiakan Christin, bahkan mengeluarkan uang sebanyak apapun, tidak masalah bagi Monica asal anaknya bahagia.

__ADS_1


Semenjak hari itu juga, Monica tidak pernah lagi sinis melihat Nara. Dia sekarang merasakan sakitnya dan tidak ingin lagi anaknya mengalami hal semacam itu lagi.


To Be Continued ….


__ADS_2