
Keluarga Ronald dan Nara begitu bahagianya, tidak terasa Sonya tumbuh jadi gadis yang cantik jelita. Ronald sampai sekarang tidak pernah mempermasalahkan istrinya yang tidak bisa lagi memberikan keturunan. Toh mereka sampai sekarang hidup bahagia. Meski ketika itu masih di ganggu oleh Rosalinda. Tidak mempengaruhi pernikahan Ronald dan Nara. Malah protes itu datang dari Sonya, banyak pertanyaan dan permintaan dari Sonya kecil ketika itu, Kenapa Mommy dan Daddynya tidak bisa memberikan di adik.
Di rumah besar hanya dia sendiri, jelas saja Sonya terkadang merasakan hatinya yang sepi. Mungkin semakin berjalanya waktu, Sonya sudah mulai mengerti kalau Mommynya tidak akan pernah bisa memberikan di adik dan Sonya pun tidak pernah lagi mempermasalahkan itu
Sekarang dia sudah dewasa, sangat cantik sekali tetapi hidup sendiri membuatnya tumbuh menjadi wanita yang pemalu. Sonya tidak ingin menggantikan Ronald atau belajar bisnis Daddynya, inilah yang membuat Ronald dan Sonya sering berselisih tetapi tetap Ronald menyayangi putrinya ini.
"Dad, aku tidak suka seperti Daddy, aku punya cita-cita sendiri," ucap Sonya lembut dengan wajah memelasnya. Bahkan semenjak kuliah Sonya sudah diharuskan mengambil jurusan bisnis, karena Sonya anak satu-satunya, Sonya tidak diizinkan kuliah di luar negeri. Ronald dan Nara begitu ketat menjaga Sonya, itulah yang membuat Sonya hidup terkurung dari kecil. Dia tidak pernah hidup bebas dan tidak pernah mengenal cinta laki-laki.
Mereka takut dengan Daddynya Sonya yang seram. Baru mendekati Sonya saja sudah diusir. Mengerikan sekali!
"Lalu kamu mau apa, honey! Kamu mau bekerja di luar, tidak mungkin putri dari Ronald Wijaya hanya menjadi Staff biasa, Daddy tidak akan mengizinkan kamu," ucap Ronald dengan tegas.
"Tolonglah Dad! Izinkan Sonya belajar dari bawah," ucap Sonya memohon. Sonya memeluk Nara sambil wajahnya memelas. Sungguh Sonya adalah anak yang paling di manjakan. Hidupnya berlebihan kasih sayang sampai dia menjadi lelah karena banyak larangan ini dan itu untuknya.
Tidak boleh ini, tidak boleh itu. Banyak sekali sampai Sonya frustasi dan terkadang hanya diam memendam apa yang diinginkannya.
"Tidak Sonya, sudah Daddy putuskan, kamu harus mulai belajar di kantor, Daddy!" Akhirnya seperti itulah. Apa yang diinginkan Sonya tidak pernah benar-benar dia dapatkan.
"Mommy, bersiaplah bersama Sonya, hari ini ada undangan pesta ulang tahun perusahaan Gerald," ucap Ronald dengan tegas.
Sonya hanya diam dan menunduk sedangkan Ronald kembali ke kamarnya.
"Sayang, kamu sedih ya?" tanya Nara dengan memeluk Sonya dan mengelua rambut panjangnya.
__ADS_1
"Tidak, Mom! Sonya senang kok," jawab Sonya berbohong. Sonya memang tidak pernah ingin menyakiti hati orang tuanya. Dia terus berpura-pura tumbuh menjadi anak yang bahagia. Ronald memang melengkapi semua yang diinginkan Sonya tetapi juga melarang apa yang disukai Sonya.
"Mommy tahu sayang, kamu tidak suka, nanti Mommy katakan pada Daddy, kamu senyum dong," ucap Nara dengan sangat lembut. Didikan Nara yang lembut membuat pribadi Sonya juga tumbuh menjadi wanita lembut dan penyayang.
"Terima kasih, Mommy!" Sonya memeluk Nara dengan erat, hanya Mommy yang selalu mengerti apa yang diinginkannya tetapi selalu kalah karena Ronald yang keras.
Mereka hanya punya satu anak, jadi Ronald sungguh sangat berhati-hati, saat semua teman Sonya naik gunung, Ronald dengan sangat tegas bahkan marah saat Sonya meminta untuk naik gunung.
Saat semua teman Sonya liburan ke Bali. Bahkan Nara dan Ronald juga ikut liburan menemaninya. Tidak pernah dia ditinggalkan sendiri karena takutnya terjadi apa-apa dengan Sonya.
Malam ini mereka pun bersiap, Sonya sudah berdandan secantik mungkin, meski dia tidak berdandan sekalipun. Sonya sudah sangat cantik luar biasa.
"Dad, katanya anak Gerald sudah pulang yah dari luar negeri, Mommy dengar dari teman arisan Mommy, katanya tampan Loh Dad," ucap Nara tertawa karena teman arisan nya juga dari kalangan atas dan keluarga Gerald termasuk keluarga incaran untuk menjodohkan anak mereka dengan keluarga Gerald.
Sonya hanya menghela nafasnya, Mommy nya suka sekali memuji lelaki tampan. Setelah ini Daddy pasti cemburu, hanya itulah yang Sonya pikirkan.
"Daddylah yang nomor satu," ucap Nara tertawa.
Benar sekali apa yang dipikirkan Sonya, Sonya sampai tersenyum sambil menutup mulutnya.
Sampai hafal aku.
"Daddy sudah tua, sudah waktunya pensiun dari jenis lelaki tampan, sekarang waktunya Daddy memberikan gelar itu pada orang lain," ucap Sonya ikut mengejek Ronald.
__ADS_1
"Honey, kamu tidak tahu saja, ketika masih muda, Mommy kamu ini mengemis cinta pada Daddy," ucap Ronald dengan bangga. Nara tertawa besar sekali, padahal dia yang seperti orang gila mengejarnya. Sudahlah, biarkan saja suaminya bahagia.
"Emang benar Mom, padahal aku tahu dari Bik Sumi, katanya dulu Daddy itu hampir ditinggal Mommy, nangis Bombay seperti orang patah hati, ngaku!"
Ronald tertawa mendengarnya. Bagaimana dia berbohong, kejadian itu memang benar sekali.
"Iya, Daddy yang takut kehilangan Mommy," jawab Ronald jujur. Nara dan Sonya tertawa bersamaan mengejek tingkah Daddynya yang percaya diri sekali. Meski Ronald sangat otoriter tetapi Sonya sangat sayang dengan Daddynya.
Sebenarnya anak Gerald berbeda dua tahun dengan Sonya, Sonya sama sekali tidak tertarik meski dia tampan sekalipun. Awas saja pikir Sonya kalau dia dijodohkan. Sonya akan menolak!
Mereka pun sampai di rumah mewah Gerald, padahal dulu Gerald adalah musuh Ronald karena Gerald menyukai Nara tetapi mereka malah berteman saat ini. Tentu saja! Gerald menikah karena perjodohan dua keluarga kaya di Indonesia. Meski akhirnya Gerald dan istrinya memutuskan untuk berpisah.
"Selamat Gerald! Semoga perusahaanmu semakin maju dan sukses," ucap Ronald ketika melihat Gerald bersama putranya yang gagah. Meski masih muda, Javier bertubuh tinggi dan kekar, tidak terlihat kalau usianya di bawah Sonya.
"Terima kasih Ronald, silahkan nikmati pestanya," ucap Gerald. Dia melihat Nara yang masih sangat cantik. Sama seperti dulu dan tidak pernah berubah. Andai dia menikah dengan Nara, pasti saat ini mereka sangat bahagia. Sejenak Gerald melirik putri Ronald dan Nara, jarang sekali Sonya diajak ke pesta dan malam ini terlihat sekali Sonya sudah dewasa dan sangat cantik bahkan Javier dari tadi melirik Sonya. Hanya Sonya pandanganya ke tempat lain.
"Kamu suka dengan Sonya?" tanya Gerald pada anaknya.
"Tidak Pi, apa yang Papi pikirkan, aku hanya melihatnya saja," ucap Javier mengelak. Apakah terlihat dengan jelas kalau dia memperhatikan wanita itu tetapi Sonya jelas tidak akan suka dengan dia yang berumur di bawahnya.
Setelah mengambil tempat duduk, mata Sonya mulai lalang melihat kiri dan kanan. Ramai sekali, banyak juga pengusaha muda dan tampan. Wanitanya juga cantik-cantik.
Sampai ada tamu yang baru datang mengalihkan mata Sonya. Tampilannya berbeda, tubuhnya kekar, bahkan wanita yang datang saja melihat dia yang baru datang. Sangat tampan dan dia juga bersama banyak bodyguard, apa orang yang sangat penting?
__ADS_1
Siapa dia?
To Be Continued ….