Stop Loving You

Stop Loving You
Teasing Ronald


__ADS_3

Pagi ini Ronald bangun pagi sekali, soalnya semalam habis bergelut dengan Nara dan pagi ini juga dia harus ke kantor karena ada tamunya dari luar negeri yang akan datang. Setelah mandi, rencananya Ronald akan menyeduh sendiri kopinya karena tidak ingin merepotkan istrinya yang lelah menghadapi gempurannya semalaman.


Ronald juga malas memanggil pelayannya, rumah Ronald lengkap, dia mempunyai pour over, alat untuk penyeduh kopinya yang biasa Nara gunakan. Ronald juga mengerti bagaimana membuatnya, itu mudah sekali. Bahkan anak TK saja bisa melakukannya pikir Ronald.


Namun, bukan itu yang membuat Ronald mengkerutkan keningnya. Sepertinya ada seseorang di toilet dapur. Seperti sedang mendesah. Siapa pagi-pagi seperti ini melakukannya di dalam toilet, sungguh aneh. Ronald sebenarnya ingin mengabaikannya sampai suara itu semakin jelas.


Bunyi desahan wanita, risih sekali Ronald mendengarnya. Andai saja itu suara Nara. Sudah tentu Ronald akan masuk ke toilet dan melihat kelakuan nakal istrinya itu tetapi ini jelas bukan suara istrinya.


CK!


"Siapa yang tidak tahu malu melakukan perbuatan itu di dalam toilet dapur," decak kesal Ronald tetapi Ronald langsung meninggalkan dapur dan kembali ke kamarnya.


Ronald memeluk Nara dari belakang dan berbisik.


"Hun! Honey, bangun sayang," bisik Ronald pelan di telinga istrinya. Padahal Nara sangatlah mengantuk tetapi suara Ronald bagai perintah di telinganya. Nara membalik tubuhnya dan membuka matanya pelan.


"Kenapa sayang?" tanya Nara dengan lembutnya.


"Coba kamu lihat di toilet dapur, itu siapa sebenarnya, aku risih sekali mendengarnya, sepertinya ada yang mendesah. Aku langsung tinggalkan pergi tadi, coba kamu yang lihat, honey," ucap Ronald dengan jujur.


Nara tertawa mendengar penuturan suaminya.


"Kenapa bukan kamu yang melihatnya?" tanya Nara dengan tertawa, padahal Ronald bisa sendiri melakukannya tetapi dia tidak melakukan itu. Dasar aneh!


"Kalau tadi suara kamu, pasti aku langsung masuk hun, ini bukan! Aku merinding subuh hari seperti ini ada suara seperti itu, apa ada pelayan kita yang membawa kekasihnya, itu suara desahan heboh sekali, suara kamu saja tidak seperti itu," ucap Ronald dengan jijiknya.


"Kalau suaraku seperti apa?" tanya Nara dengan lembut dan sambil mengelus pipi Ronald dengan lembut.


"Pelan sayang, sampai aku tidak tahan mendengar rintihan kamu," jawab Ronald dengan senyum nakalnya.


"Ya sudah! Aku ke bawah dulu yah, kamu tunggu di sini, kamu mau makan apa sayang?" tanya Nara ketika mengambil kimononya dan mengkuncir rambutnya sembarangan. Seperti ini saja sudah membuat Ronald tergoda bukan main.


"Apa saja yang penting masakanmu," ucap Ronald dengan senyumnya. Nara pun turun dan melihat toilet yang membuat Ronald resah subuh ini. Ketika Nara membukanya, tidak ada suara apapun. Tidak ada orang dan tidak mungkin hantu, Nara tidak percaya itu.

__ADS_1


"Jadi siapa yang Ronald dengar tadi suaranya," Nara berdecak kesal dan menyiapkan roti selai coklat untuk Ronald. Pagi ini Ronald sudah katakan akan berangkat pagi karena ada tamunya dari luar negeri, dia tidak ingin datang terlambat.


"Eh, Nola kamu sudah bangun?" tanya Nara ketika melihat Nola sudah rapi dan sudah mandi sepertinya.


Nola mendekati Nara dan melihat apa yang Nara lakukan.


"Saya bantu, Bu," tawar Nola mengambil satu roti untuk dia oles selai coklat.


"Oh tidak perlu Nola, ini sudah selesai. Suamiku tidak banyak makan roti, dia juga sedang buru-buru," ucap Nara menutup selai coklat itu dan menyiapkan nampan berisi makanan untuk Ronald.


"Saya bantu bawa ke atas saja, Bu," sekali lagi Nola menawarkan bantuan dan Nara tidak sama sekali curiga dengan gelagat kebaikan Nola.


"Biar saya saja Nola, Pak Ronald itu tidak suka kamarnya di masukin oleh orang lain," bisik Nara dengan senyumnya. Karena itu lah kenyataannya. Ronald tidak suka kamarnya di masukin oleh orang lain dan yang hanya boleh masuk ke dalam kamarnya hanya ketika mereka bersih-bersih dan merapikan baju Ronald dan Nara yang selesai di laundry. Selebihnya hanya Nara yang berkuasa di kamar itu.


"Saya ke atas ya," ucap Nara setelah selesai menyiapkan makanan Ronald dan Nola pun tersenyum kaku.


Sepertinya akan sulit menggoda Tuan Ronald, dia sangat mencintai istrinya. Bahkan ketika pagi ini Nola yang tidak sengaja melihat Ronald ke bawah sudah sengaja berpura-pura mandi dengan tubuhnya yang polos tetapi masih saja Ronald tidak ingin melihatnya. Padahal toilet sengaja Nola buka lebar.


Cup!


Karena gemas, Ronald mendaratkan kecupan di bibir Nara.


"Lagi!" Nara malah meminta lebih banyak lagi.


Cup! Cup! Cup!


Dengan senang hati Ronald melakukannya lagi, itu sangat menyenangkan bagi Ronald membahagiakan istrinya.


"Honey, sudah ah!" Nara tertawa dan mencuil hidung Ronald dengan pelan.


"Aku sudah lihat tadi di toilet, tidak ada orang, honey! Mungkin kamu salah dengar," ucap Nara dengan lembutnya. Ronald pun menghela nafasnya, tidak mungkin dia salah dengar dan Ronald langsung mengecek CCTV dari ponselnya, sebenarnya suara siapa yang dia dengar tadi.


Nara sibuk menata makanan Ronald di meja dan Ronald sibuk melihat CCTV.

__ADS_1


Pelayan itu? Dia sepertinya sengaja melakukan itu, dia pergi setelah aku pergi. Mencurigakan sekali.


Ronald diam dan belum memberitahukan pada Nara karena takut yang dia pikirkan salah. Mungkin saja kebetulan atau memang dia sengaja menggoda Ronald dengan suara seperti itu.


Menjijikan!


Sayangnya Ronald bukan lelaki yang mudah tergoda dengan wanita jadi dia tidak mungkin bermain dengan wanita lain di belakang Nara. Ronald lelaki yang sangat setia. Dia hanya terkenal saja playboy tetapi nyatanya, tidak ada wanita yang mampu menggantikan Nara di hatinya.


Ronald melakukan itu hanya untuk membuat Naranya kembali. Dia sungguh tidak bisa hidup tanpa Nara. Dia berhasil juga demi Nara, demi menemukan Nara kembali.


"Sayang, nanti pulang jam berapa?" tanya Nara dengan lembut sembari menemani Ronald sarapan pagi.


"Secepatnya, honey! Aku tidak bisa lama di luar sana sementara ada wanita cantik di rumahku," bisik nakal Ronald di telinga Nara.


"Siapa wanita cantiknya, Nola yah?" tanya Nara dengan gilanya.


"Nola siapa?" tanya Ronald bingung.


"Yang semalam itu, namanya Nola," jawab Nara dengan senyum nakalnya.


"Aku tidak mengenalnya, honey! Aku bahkan tidak melihat wajahnya seperti apa, wanita yang aku katakan itu, kamu tahu siapa orangnya," ucap Ronald mencuil lembut ujung hidung Nara.


"Dinara, wanita yang selalu kalah bermain dengan suaminya," ejek Ronald dengan tawanya yang mengesalkan Nara.


"Tidak ada wanita yang sanggup meladenimu, honey! Kamu hebat sekali dan aku menyerah," ucap Nara dengan tawanya.


Mereka menghabiskan pagi ini dengan tawa dan canda tanpa peduli dengan wanita yang Ronald dengar suara desahannya.


Tidak penting, biarkan saja! Mungkin sedang mengkhayal pikir Ronald karena tidak ada pelampiasan jadi melampiaskan sendiri.


To Be Continued ....


Follow IG Madammeyellow

__ADS_1


__ADS_2