Stop Loving You

Stop Loving You
One Room


__ADS_3

"Kamu mau apa, ikut aku masuk ke kamar?" tanya Sonya menyunggingkan senyumnya. Sonya sama sekali tidak menerima tamu di dalam kamarnya dan Martin dengan gilanya ingin masuk ke dalam kamarnya.


"Tidur, honey! Besok pagi aku sudah mau pulang dan sekarang aku sudah mengantuk sekali," ucap Martin pura-pura bodoh dan masuk ke dalam kamar Sonya lalu merebahkan tubuhnya di ranjang Sonya.


Sedangkan Jonathan masih ada di luar ruang tengah. Mereka satu villa hanya beda kamar.


"Keluar Martin! Kamu pikir aku mau sekamar denganmu, aku tidak mau!" teriak Sonya dan menarik kaki Martin agar keluar dari kamarnya.


Martin malah mengambil selimut dan menyelimuti tubuhnya dengan erat.


"Tutup pintu kamar, tidak enak dilihat orang kalau kita mau melakukan seperti tadi," ucap Martin dengan tawanya yang nakal.


"Ssst … lebih baik mulut kamu diam!" Kalau di dengar Javier dan Javier memberi tahu orang tuanya, bisa habis Sonya. Untung saja Javier belum pulang berpesta dan dengan berat hati, Sonya menutup pintu kamarnya.


Sial Martin! Aku sudah lama sekali mengincar Sonya dan dia dengan mudah mendapatkan Sonya bahkan tanda di leher Sonya, aku tahu betul pasti Martin yang membuatnya.


Jonathan kembali masuk ke dalam kamarnya dan di dalam kamar sungguh menyeruak asap rokok dan bekas permainan gila teman Jonathan dengan Cantika. Cantika sendiri yang mengadakan permainan gila seperti ini bersama teman modelnya dan mereka kalah, yang kalah harus menuruti apa keinginan yang menang dan mereka hanya ingin bercinta.


Cantika terpaksa meladeni 3 orang laki-laki teman Jonathan dan temannya juga sama. Jonathan bahkan tidak peduli!


"Kamu tahu Cantika, kalau bukan karena kamu dekat dengan Sonya! Aku tidak mungkin akan bertahan sampai saat ini denganmu," ucap Jonathan sambil melihat tubuh polos Cantika yang sudah berbalut selimut putih.


Melihat Sonya dan Martin satu kamar, jelas saja Jonathan tidak suka. Dia tahu kalau Sonya masih suci dan wanita idamannya adalah seperti Sonya.


"Tidak mungkin! Sonya dan martin tidak akan mungkin melakukan apapun, aku yakin itu!" Jonathan keluar kamar dan melirik kamar Sonya. Dia bolak balik melihat pintu, bahkan mendekati kamar Sonya hanya untuk mendengar apa yang terjadi di dalam kamar itu.


Jonathan mendengar suara Sonya yang mengusir Martin. Jonathan menyeringai.


"Aku tahu honey! Kamu tidak mungkin sembarangan melakukan perbuatan seperti itu," gumam Jonathan dan kembali duduk di ruang tengah dan kembali menuang alkohol ke dalam gelasnya.

__ADS_1


Dia tidak nyaman berada di dalam kamar bekas laki-laki lain. Kotor dan menjijikan! Itulah Cantika di depan matanya. Lebih baik Jonathan tidur di sofa daripada di samping Cantika saat ini.


Ceklek!


Pintu kamar Sonya terbuka dan Jonathan dengan sigap melirik ternyata Sonya ke luar menuju dapur. Jonathan pun mengikutinya.


"Apa yang kamu perlukan, honey?" tanya Jonathan bergerak cepat mendekati Sonya.


Sonya memutar bola matanya malas dan tidak menjawab, dia bisa sendiri mengambil apa yang dia butuhkan. Tidak perlu orang lain membantunya.


"Ini Villaku honey, aku tahu semua apa yang ada di Villa ini, katakan saja apa yang kamu inginkan," ucap Jonathan kembali dengan lembut. Tidak ada Martin yang mengikuti Sonya pasti Martin sudah tidur. Ini kesempatan sekali untuk Jonathan bersama Sonya.


Aduh, kenapa harus di atas sekali. Aku tidak sampai.


Sonya berjinjit mengambil air mineral yang tidak dingin di dapur dan letaknya di atas, Jonathan tidak akan mengatakan pada Sonya kalau air mineral ada di ruang depan. Untuk apa Sonya bersusah payah, bahkan di mini barnya juga ada air mineral. Kenapa tidak mengambil yang di pendingin?


"Air mineral, honey! Aku bantu ambil sayang," ucap Jonathan dengan senyum dan lembutnya. Dia mengambil dua botol air mineral biasa untuk Sonya.


"Di dalam kamar sudah habis?" tanya Jonathan setelah Sonya mengambil cepat dan malah tidak menjawab apa yang Jonathan katakan.


"Honey, kenapa marah?" tanya Jonathan dengan gilanya.


"Stop! Jonathan, aku sudah katakan padamu dulu untuk tidak memanggilku dengan sebutan honey, aku tidak suka dan lagi aku bukan kekasihmu, lebih baik kamu bersikap baik dengan Cantika," ucap Sonya dengan tegas.


Jonathan tahu mendapatkan Sonya tidaklah mudah, ini sungguh tantangan untuknya dan apalagi paras Sonya yang cantik membuat dia semakin sombong. Tidak ada satu pun lelaki yang bisa mendekatinya kecuali Martin. Laki-laki itu akan menjadi saingan terberat Jonathan.


Namun bukan Jonathan namanya kalau dia berhenti mengejar Sonya.


"Honey, aku merindukanmu! Ayolah Please maafkan aku," ucap Jonathan yang Sonya sama sekali tidak mengerti.

__ADS_1


Sebenarnya kenapa dengan Jonathan? Dia begitu tergila-gilanya dengan Sonya padahal kalau dilihat dari kekayaannya. Jonathan adalah orang kaya di Indonesia, dia mampu membuat pesta meriah dan hadiah yang diberikan untuk Cantika bahkan satu unit mobil mewah.


"Jonathan, aku sudah tidak tahu harus bicara apa denganmu, kamu tahu kalau kita tidak punya hubungan apapun dan kamu juga tahu kalau aku tidak akan pernah suka denganmu!" tegas Sonya tidak peduli. Jonathan menyunggingkan senyumnya.


"Honey! Kamu harus tahu kalau aku bukan orang yang mudah menyerah," ucap Jonathan sebelum Sonya masuk ke dalam kamarnya.


Sial!


Susah sekali, Sonya tidak tersentuh. Jonathan harus punya cara lain yang lebih cepat mendapatkan Sonya. Bahkan kesempatan berlibur di Bali juga tidak sesuai rencana padahal Jonathan sudah menyiapkan semuanya. Saat Cantika mabuk, dia akan mendekati Sonya dan Bummm … seharusnya Sonya menjadi miliknya kalau saja Martin malam ini tidak mambawa kabur Sonya.


Sial! Sial!


Jantung Sonya berdegup kencang dan dia duduk di sofa sambil mengingat kelakuan Jonathan. Sudah berulang kali Jonathan begitu agresif mendekatinya. Bahkan sering mengirimkan Sonya hadiah diam-diam. Kalau Cantika tahu, bagaimana hubungan persahabatan mereka?


Cantika pasti akan kecewa dengannya.


"Pulang dari Bali, aku akan menasehati Cantika untuk menjauhi Jonathan, Jonathan tidak mencintainya, selama ini Cantika hanya dimanfaatkan oleh Jonathan," gumam Sonya sendiri di dalam kamarnya. Martin menguasai ranjang dan tidur di tengah-tengah. Ranjang mewah yang cukup untuk orang lima, hanya sendirian di tiduri Martin.


Ya! Sultan bebas tidur di mana saja pikir Sonya tetapi tidak di kamar juga. Huuhh.


"Honey, ayo tidur sini!" Martin menepuk ranjang di sebelahnya. Dia tahu kalau Sonya sedih ranjangnya di tiduri oleh Martin.


"Tidak mau, tidur saja sendiri!"


Sonya mengambil pembersih wajahnya dan mulai membersihkan wajahnya dengan kesal sambil melirik Martin.


"Padahal Villanya besar tetapi masih tidur di sini," ucap Sonya sambil membersihkan wajahnya dengan kapas pembersih. Martin tertawa dalam hati mendengar Sonya mendumel namanya.


"Ya sudah kalau tidak mau! Tidur saja di sofa," ucap Martin tertawa. Martin memejamkan matanya sambil wajahnya tersenyum. Senang dia menggoda Sonya seperti ini.

__ADS_1


To Be Continued ….


__ADS_2