Stop Loving You

Stop Loving You
I Like It


__ADS_3

Meski Sonya berangkat dengan Javier, tetapi tetap saja tidak mudah untuknya. Ronald sebelum pergi mengingatkan banyak sekali pada Sonya, padahal sebelumnya Nara juga sudah menyiapkan semua kebutuhan Sonya.


Mirip sekali Sonya seperti anak TK yang ingin pergi berlibur dengan gurunya. Sonya bahkan di titipkan pada Javier. Kalau Javier tadi tidak menjemputnya di rumah, Sonya rasa dia pasti di antar langsung ke Bali. Kalau bukan Cantika meminta pada Javier, tidak mungkin Sonya sekarang ikut ke Bali.


"Aku juga anak satu-satunya tetapi Daddy tidak pernah seperti itu padaku," ucap Javier tertawa meremehkan Sonya. Sonya tahu kalau Javier sudah sedari di rumah tadi menendang untuk mengumpatnya. Sonya biarkan saja Javier tertawa, dia tidak peduli.


"Cantika yang memintamu menjemputku?" tanya Sonya pada Javier yang sekarang sibuk dengan ponselnya.


"Hmmm … aku tidak tega melihat dia memohon seperti itu dan dia berjanji akan mengenalkan aku pada temannya nanti," ucap Javier dengan santai. Mereka sudah akan berangkat bersama, Javier juga membawa lima orang temannya di dalam pesawat perusahaan miliknya.


Sonya malah lebih memilih diam daripada bicar dengan Javier, mereka tidak akrab dan mereka juga tidak seumuran. Tetapi herannya Javier sudah lulus kuliah karena kepintarannya, bahkan temannya tidak ada yang seumur dengannya. Kalau di perhatikan wajah Javier sangat dewasa tidak terlihat seperti anak kecil, apa karena keturunan dari keluarganya yang berasal dari Eropa.


Sesampainya di Bali ternyata Sonya tinggal di Villa yang sama dengan Javier dan Cantika, Cantika sudah menyiapkan Villa untuk mereka. Sebenarnya Javier punya Villa sendiri tapi jauh dari tempat pesta malam ini. Javier pun dengan ke lima orang temannya yang juga dari Club mobil dan teman bisnis Javier memutuskan untuk tinggal di Villa yang sama, hanya bersebelahan saja dengan Villa Javier karena kamar di Villa ini hanya ada empat dan tidak cukup menampung mereka semua.


"Bagaimana perjalanannya?" tanya Cantika yang langsung memeluk Sonya dengan sangat erat. Senang sekali Cantika, akhirnya Sonya bisa datang dan berlibur dengannya setelah sekian lam mereka berteman.


"Beb, kamu sekamar dengan kekasihmu?" tanya Sonya melihat kamar Cantika yang terbuka dan ada kaki lelaki yang terlihat sedang tidur berselimut putih.


"Iya Beb, tidak mungkin kami di kamar terpisah. Jonathan tidak akan mungkin mau, kamu lucu sekali Beb," ucap Cantika tertawa. Padahal Sonya tahu betul bagaimana hidupnya. Cantika bahkan hanya mencurahkan hatinya pada Sonya.


"Kami baru saja selesai bercinta," bisik Tika di telinga Sonya. Sonya menggeleng.


Gila.


"Jangan sampai hamil," ucap Sonya dengan sinis. Kenapa dia malah punya sahabat gila seperti ini, herannya Sonya begitu sayang dengan Cantika.


"Iya Beb, cerewet sekali sih. Kamu harus mencobanya. Umur kita itu sudah dewasa untuk mencoba hal seperti ini, aku yakin kamu akan menggila kalau tahu rasanya atau kamu mau coba dengan teman Jonathan, ada yang selalu menanyakan mu, dia malam ini juga datang. Kamu akan aku buat jadi wanita yang super cantik," ucap Cantika dengan bangganya.

__ADS_1


"Tidak perlu, nanti kamu iri kalau aku sudah mengalahkan kecantikanmu," jawab Sonya tertawa dan Cantika malah memanyunkan bibirnya. Mereka mengobrol di dekat kolam sambil memandang indahnya laut Bali. Sungguh indah sekali. Tapi kali ini Sonya pergi bersama dengan temannya, tidak ada Mommy dan Daddynya yang selalu mengatur ini dan itu.


Baru juga dia bercerita dengan Cantika, Ronald menghubungi Sonya.


"Sayang, kamu sudah sampai?" tanya Ronald dengan khawatirnya.


"Sudah Dad! Baru saja sampai, maaf Sonya belum sempat telpon Mommy dan Daddy," ucap Sonya dengan sangat lembut.


"Daddy maafkan sayang, jangan lupa makan! Obat jangan lupa di minum, vitamin juga, jangan pakai baju sexy, tidak boleh minum alkohol, jangan minum dari pemberian lelaki yang kamu tidak kenal, minum saja air mineral yang masih bersegel," ucap Ronald panjang lebar dan ini sudah yang kelima.


Sonya meringis dan melihat Cantika di sebelahnya yang tertawa. Selalu saja seperti ini, Ronald dan Nara sangat khawatir sekali Sonya sendirian di Bali. Apalagi Sonya itu lemah, tubuhnya tidak kuat seperti temannya. Sonya membawa obat-obatan yang banyak untuknya belum lagi vitamin agar dia tidak lelah.


"Iya Dad, Sonya ingat semua, Daddy dan Mommy baik-baik juga di sana, kalian pergi liburan juga, Sonya akan menyusul setelah dari Bali," ucap Sonya tertawa. Meski dia kesal tetapi Sonya tidak bisa marah dengan orang tuanya. Mereka melakukan semua itu karena sayang dengan Sonya.


"Enjoy, honey! Daddy merindukanmu," ucap Sonya yang masih tidak ingin memutuskan telponnya.


Cantika melihat Sonya dengan senyum.


"Daddy dan Mommymu sangat menyayangimu, terkadang aku iri, orang tuaku tidak pernah seperti itu, bahkan mereka tidak peduli aku pulang atau tidak," ucap Cantika dengan senyum kecutnya. Sonya pun memeluk Cantika dengan erat.


"Aku masih peduli padamu, tidak boleh menangis! Kamu ulang tahun malam ini dan aku sudah menyiapkan kado untukmu," ucap Sonya dengan bahagianya.


"Benarkah! Mana, ayo berikan cepat padaku," Cantika membawa Sonya masuk ke kamar Sonya, dia tidak sabar lagi melihat kado yang diberikan Sonya padanya.


"Sabar, Beb! Tidak ada yang akan mengambil hadiahmu, tunggu sebentar aku buka koperku!" Sonya mengedipkan matanya.


Dan Sonya memberikan paper bag yang berisi hadiah untuk Cantika.

__ADS_1


"Ayo cepat buka!" Sonya tidak sabar lagi melihat Cantika menggunakannya.


"OMG Beb, aku cinta padamu! Kamu memang sahabatku yang paling mengerti keinginanku," ucap Cantika setelah melihat kado yang diberikan Sonya.


Sungguh gila sekali tetapi ini memang yang diinginkan Cantika. .


"Kamu membelinya di Indonesia?" tanya Cantika kembali memasukkan hadiah Sonya ke dalam paper bag.


"No, i bought it in Japan," bisik Sonya dengan senyum nakalnya.


"Uuuu … I like it," ucap Cantika tertawa dan keluar dari kamar Sonya dengan tawanya. Sebenarnya apa yang di hadiahkan Sonya pada Cantika sampai Cantika sesenang ini.


Sonya pun kembali membereskan pakaiannya dan rencananya dia akan membasuh tubuhnya sebentar. Setelah melepaskan pakaian dan dia hanya menggantung handuk di tubuhnya seseorang membuka pintu kamarnya.


"Aaaaaagggh …." Sonya menjerit karena terkejut, untung dia sudah menggunakan handuk.


"Oh sorry! I am looking for my honey, she is not in the room, you see her?"


"No, get out of my room, now!!" balas Sonya dengan cepat. Sudah lama Sonya tahu kalau Jonathan suka dengannya tetapi dia tidak ingin membalas cinta Jonathan. Meski dia sangat kaya sekalipun.


"Ok!"


Jonathan keluar dengan seringainya.


Sonya selalu saja tampak cantik meski dia tidak berdandan sekalipun. Dia wanita yang mempesona.


To Be Continued ….

__ADS_1


__ADS_2