Stop Loving You

Stop Loving You
Always Want To Be With You


__ADS_3

Nara masih tidak mau bicara dengannya, padahal Ronald sudah membujuk, merayu bahkan sengaja membuat Nara geli dengan bermain pada perut Nara tetapi Nara tetap tidak bergeming.


Pagi ini kelakuan Ronald lebih absurd lagi, Ronald menyembunyikan ponsel Nara agar Nara mau menegurnya. Alih-alih menegur, Nara berusaha sendiri mencari ponselnya.


"Padahal jelas tadi ponselnya ada di sini," ucap Nara melirik Ronald yang pura-pura tidak tahu sambil rebahan dan memeluk guling melihat kelakuan Nara sambil tersenyum.


Nara tidak mau menegur Ronald lebih dulu.


"Cari apa honey?" tanya Ronald yang sudah tidak tahan, Nara masih tidak mau bertanya dengannya.


"Ponsel aku hilang," jawab Nara cuek. Ronald terkekeh dan duduk di ranjangnya.


"Yang ini bukan ponselnya," ucap Ronald menunjukkan ponsel Nara. Nara sudah menduganya pasti Ronald yang menyembunyikan ponselnya. Nara berdecak kesal dan mendekati Ronald untuk mengambil ponselnya.


"Kiss dulu!" seru Ronald menunjuk bibirnya yang sexy, Nara melengos. Dia tidak mau melakukannya. Nara masih kesal dengan Ronald.


"Siniin ponselnya," ucap Nara mulai bersuara dengan manja dan mendekati Ronald. Ronald tertawa dan memeluk Nara dengan mesra.


"Sudah honey, marahnya! Aku kesepian kamu tidak menegurku semalaman sampai pagi ini juga tidak membangunkanku, aku akan menebus kesalahanku, kamu minta apa hari ini aku kabulkan, mau beli perhiasan tidak?" tanya Ronald mulai merayu Nara. Nara menggeleng, bukan perhiasan yang dia mau tetapi Ronald kemarin sangat kasar dengannya.


"Kamu kasar sekali semalam, aku masih sakit hati kalau mengingatnya," ucap Nara lirih masih dalam pelukan Ronald.


"Maafin aku ya honey, aku janji aku tidak akan lagi percaya kalau tidak melihat langsung, semalam kamu menangis lama sekali, aku jadi khawatir. Lihat matanya masih sembab," ucap Nara mengusap mata Nara. Nara malah memanyunkan bibirnya.


"Lain kali jangan langsung menuduhku bercinta dengan laki-laki lain, aku bahkan tidak pernah menuduhmu melakukan itu di belakangku meski aku tahu kamu playboy," ucap Nara dengan lembut.


"Aku itu setia, honey! Tidak pernah aku selingkuh di belakangmu, aku tahu semalam aku salah, aku benar emosi ketika melihat gaun tidur itu," ucap Ronald menciumi kedua tangan Nara dengan lembut.


"Padahal aku membelinya untuk membuat kamu bahagia," lanjut Nara mengeluarkan semua isi hatinya.

__ADS_1


Menyesal sekali Ronald melakukan itu.


"Kita ke Mall sekarang, kita beli yang baru, aku masih menunggu untuk kamu senang kan, honey!" seru Ronald, semangat sekali Ronald, dengan cepat dia bergerak membasuh tubuhnya dan langsung berpakaian, dia menarik Nara dengan lembut agar mau menemaninya ke mall.


Sayang sekali kalau dilewatkan bermesraan dengan istrinya.


Ronald pun memilihkan gaun tidur yang mirip dengan yang semalam dia sobek, Nara hanya diam saja, tidak tahu hanya malas saja, rasa marah masih menyelimuti hatinya.


"Mau ke mana?" tanya Nara yang melihat Ronald seolah tergesah-gesah.


"Apartemen kita saja honey, aku sudah tidak tahan," ucap Ronald memutar mobilnya ke arah apartemen miliknya yang ada di Jakarta Selatan.


Sesampainya di apartemen, Ronald langsung menutup pintu apartemennya dengan cepat dan mendorong Nara sampai ke ranjang. Ronald tahu Nara masih marah tetapi Ronald yakin dengan permainan ranjangnya, Nara pasti akan memaafkannya.


Ronald membuka mulut Nara dan menelusup masuk di dalam rongga mulut Nara, menarik, membelit dan menggigit kecil sembari menikmati madu yang Nara berikan untuknya.


Nara pun membalas setiap kecupan itu dengan lembut dan mengimbangi permainan Ronald. Ronald dengan tidak sabar membuka paper bag yang dia bawa sedari tadi dan memberikannya pada Nara.


Nara menuruti Ronald dan menggantinya di toilet sedang Ronald dengan cepat membuka semua kain yang menutupi tubuhnya dengan cepat. Ronald menunggu Nara dengan tidak sabarnya.


Sampai ketika Nara keluar. Ronald terbelalak dan Nara keluar dengan malu-malu.


"Sexy," bisik Nara mendekat dengan tubuh polosnya dan mulai kembali membungkam bibir Nara dengan bibirnya. Lama Ronald bermain di bibir sampai tangannya mulai bermain di bagian bawah membuat Nara melihat Ronald dengan wajah senduh seakan sudah tidak tahan untuk menyatu dengan suaminya.


"I want, honey!" bisik Nara di telinga Ronald. Tanpa banyak kata, Ronald merebahkan tubuh Nara dan memulai permainan panasnya yang hari ini tidak akan pernah Nara lupakan. Ronald membuat tubuh Nara mendamba dengan setiap sentuhannya. Nara paling suka ketika Ronald bermain pada bibirnya


"Kamu masih marah denganku, honey?" tanya Ronald di sela permainannya.


"Tidak lagi, lain kali kamu tidak boleh seperti atau aku akan benar-benar meninggalkanmu, kamu kasar sekali," ucap Nara sambil mendesah di bawah gempuran tubuh kekar Ronald.

__ADS_1


"Aku janji tidak akan lagi melakukannya," balas Ronald kembali mengecupi bibir Nara sambil mendorong tubuhnya lebih dalam.


Ronald tidak akan mau kalau Nara pergi meninggalkannya. Jika itupun menjadi nyata, Ronald jelas akan mengambil Nara kembali dari orang yang merebut istrinya.


Setelah selesai, Nara kelelahan dan tertidur. Ronald berdiri dari atas ranjang dan mengambil ponselnya. Ada pesan masuk dari Rosalinda, mungkin Rosalinda tahu kalau Nara dan dia semalam bertengkar.


Itu berarti ada mata-mata di rumahnya.


Istrimu itu tidak polos seperti yang kamu kira, Ronald! Dia sewaktu-waktu pasti akan meninggalkanmu. Tidak denganku yang memang cinta denganmu.


Ronald menggeleng, banyak sekali wanita tidak tahu malu akhir-akhir ini. Meski mereka sedemikian rupa menggoda Ronald, tetap saja Ronald tidak tergoda.


"Berhentilah mengganggu rumah tanggaku dan berhentilah mengirimkan foto mu itu, aku tidak memintanya!" tegas Ronald menghubungi Rosalinda.


Ronald hanya takut kalau Nara melihat, Nara akan salah paham dan menyangka kalau Rosalinda sering mengirimkan foto seperti itu dengannya.


"Kamu suka?" tanya Rosalinda dengan suara menggoda.


"Sama sekali tidak," jawab Ronald kesal. Sakit sekali matanya melihat semua itu saat ada pemandangan yang lebih menarik daripada melihat foto gila Rosalinda.


"Aku ini sudah berkeluarga, kamu tidak perlu sibuk mengurus ke mana istriku, ibuku atau keluargaku yang lain, itu bukan urusanmu!" Kembali Ronald menegaskan. Sekali ini dia akan percaya dengan Nara. Apapun itu, dia akan berusaha percaya dengan istrinya. Ronald tahu pasti dengan dia bertengkar dengan Nara, banyak wanita yang merasa sangat beruntung. Mereka akan dengan senang hati menggantikan Nara. Masalahnya, sampai kapanpun. Ronald tidak akan melepaskan istrinya ini.


Setelah selesai memperingati Rosalinda, pihak dari kepolisian sudah menangkap seseorang yang menyakiti Monica dan Ronald akan bersiap ke sana.


"Honey! Kamu tunggu di sini sebentar, aku tidak lama akan kembali lagi. Pihak dari kepolisian sudah menemukan pelaku yang melukai Mama," bisik Ronald dengan lembut pada mata yang kini terbuka dan sedang mendengarnya.


"Aku ikut, honey!"


"Sebentar honey, tidak lama. Ini berbahaya untukmu, pulang nanti kita lanjut lagi," bisik nakal Ronald di telinga istrinya.

__ADS_1


Nara meringis dan menggigit bibirnya, yang tadi saja masih sangat melelahkan. Mengerikan sekali kalau Ronald merindukan Nara.


To Be Continued ….


__ADS_2