
Baru saja Martin ingin menggoda Sonya, Jonathan sudah mendekati Martin.
"Hey bro, mereka menanyakanmu, ayo ikut bersama kami," ucap Jonathan langsung merangkul pundak Martin dan membawanya menjauh dari Sonya. Jonathan tidak suka melihat Martin yang dekat sekali dengan Sonya. Apalagi sambil menciumi rambut Sonya seperti itu. Darahnya tiba-tiba mendidih.
"Sonya, tunggu aku di sini!" Martin pun akhirnya ikut Jonathan berkumpul.
Sedang Sonya mengembuskan nafasnya pelan, untunglah! Jadi dia bisa bebas dari Martin. Sonya sangat bosan sekali di pesta Cantika. Cantika sibuk dengan teman model dan minum dengan sangat banyak. Herannya Cantika masih belum mabuk. Sonya hanya berharap Cantika cepat meniup lilin dan dia bisa kembali ke Villa. Sonya ingin pulang.
Banyak mata lelaki yang memandangnya malam ini membuat Sonya risih. Terus terang saja, pakaian Sonya sangat sexy. Hingga orang bisa melihat betapa mulusnya kaki jenjang Sonya. Sonya juga tetap berhati-hati dan menolak semua minuman yang diberikan padanya.
"Ingat honey, minum air mineral saja, yang masih bersegel." Ingatan itu terus terngiang di dalam benak Sonya.
"Hmmm … dingin sekali, sepertinya aku belum makan apapun dari siang tadi dan sekarang perutku lapar sekali," gumam Sonya sendirian duduk menjauh.
Kapan acara ini segera berakhir. Dia ingin pulang atau setidaknya dia ingin mencoba makanan yang sudah tersaji di ulang tahun Cantika.
Akhirnya Sonya berdiri untuk mengambil makanan dan banyak pasang mata yang terus melihatnya.
Ini sexy sekali, makanya aku tidak suka jadi pusat perhatian seperti ini.
Sebenarnya bukan pakaian Sonya yang sexy tetapi Sonya memang sangat cantik dan luar biasa malam ini. Kalau masalah pakaian, banyak yang malah menggunakan bikini, apalagi teman model Cantika.
Martin terus memandang dari jauh apa yang dilakukan Sonya.
"Wanita itu pasti lapar sekali," ucap Martin melihat Sonya yang tersenyum melihat makanan yang diambilnya. Sonya bahkan tersenyum sendiri dan hidup dalam dunianya. Sementara orang berjoget, menari, mabuk dan bahkan ada yang sedang memadu kasih mengecap madu dari bibir wanitanya.
Ternoda mataku! Ah, sedang bibirku saja belum pernah.
Sonya meringis, dia juga ingin sebenarnya tetapi tidak mau dengan sembarangan lelaki apalagi lelaki yang ada di pesta ini pasti tidak ada yang baik. Bahkan Javier sekarang sedang melakukan hal yang sama dengan teman Cantika.
"Biasanya kamu tidak tertarik dengan pesta seperti ini?" tanya Jonathan saat melihat mata Martin yang terus menatap cantiknya Sonya malam ini.
__ADS_1
"Ya, memang aku tidak tertarik. Sampai Javier berkata kalau Sonya adalah teman kekasihmu," ucap Martin dengan senyumnya. Jonathan menatap tajam Martin dari samping.
Bahkan sampai saat ini, dia belum bisa dekat dengan Sonya. Padahal dia sengaja mendekati Cantika karena Sonya adalah temannya.
"Sejak kapan kamu mengenalnya?" tanya Jonathan ingin tahu. Bagaimana bisa Martin mengenal Sonya. Padahal selama ini Sonya adalah wanita yang paling pendiam dan sulit untuk di jangkau.
"Aku menemukan dompetnya, kami bertukar nomor ponsel, lebih tepatnya aku memberikan nomor ponselku padanya, hahahah … wanita itu sombong sekali, bahkan sampai sekarang, dia tidak menghubungiku," ucap Martin menyunggingkan senyumnya.
"Dia tidak terlihat cantik, kamu tidak suka dengan teman Cantika, bukannya kamu sudah ada kekasih?" tanya Jonathan serius. Dia bahkan tidak ingin memuji Sonya di depan Martin.
"Tidak cantik? Apa kamu buta? Yang aku lihat di pesta ini, dialah yang cantik, maaf tapi aku harus jujur," ucap Martin santai. Martin juga berteman dengan Jonathan. Mereka punya bisnis yang sama dan juga anggota Club mobil mewah dunia.
Sial! Martin menyukai Sonya.
Jonathan mengalihkan pembicaraan mereka karena dia mulai tidak suka dengan pujian Martin pada Sonya meski itu benar. Jonathan hanya tidak ingin Sonya menjadi rebutan lelaki lain. Sonya hanya akan menjadi miliknya.
"Kemana kekasihmu?" tanya Jonathan yang masih tidak menyerah bertanya soal kekasih Martin. Martin bahkan hanya tertawa menjawabnya.
"Sebentar Jonathan, aku ingin mengejar wanita itu," ucap Martin membuntuti Sonya dari belakang. Kemana Martin pergi pasti selalu dibuntuti oleh bodyguardnya dan saat Sonya masuk ke dalam toilet cafe yang di dekat pantai, toilet wanita itu sepi, tidak ada yang masuk.
Entah kenapa Martin ingin masuk menemui Sonya dan dia bisa lihat Sonya yang sedang membersihkan dress-nya dengan air.
"Aduh … basah!" gumam Sonya sendiri di dalam toilet dan Sonya tidak merasa kalau Martin memperhatikannya sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
"Kenapa bisa basah?" tanya Martin mendekat dan Sonya menjadi terkejut luar biasa. Sampai dia harus berlari ke dinding karena terkejut ada suara laki-laki yang masuk toilet wanita.
"Astaga, kamu membuat aku terkejut, apa kamu tidak lihat kalau ini toilet wanita?" tanya Sonya menunjuk pintu keluar untuk Martin tetapi Martin malah mendekatinya.
Tidak ada CCTV dan sudah dari kemarin Martin ingin sekali mengecupi bibir wanita ini. Martin mendorong Sonya ke dinding dan mengurungnya dengan kedua tangannya yang dia tahan di sisi kiri dan kanan Sonya.
Sonya menelan salivanya. Mau apa sebenarnya Martin?
__ADS_1
"Berikan aku kecupan di bibir!" Martin tanpa basa basi menatap wajah cantik Sonya. Dia ingin sekali saat ini membawa Sonya ke Villanya tetapi Sonya tidak akan mungkin mau.
Gila!
"Aku tidak mau!" Sonya menepiskan tangan Martin dan ketika dia ingin pergi Martin memeluknya dari belakang.
"Lepaskan Martin! Apa yang kamu lakukan, nanti ada orang masuk," ucap Sonya berusaha melepaskan pelukan Martin. Dia tidak kenal laki-laki di belakangnya ini, lelaki yang sedang memeluknya erat dan menciumi lehernya dengan sangat lembut.
"Tidak akan ada yang masuk! Ada pengawalku di depan, kalau kamu tidak mau di toilet, kita di villa ku saja," ucap Martin masih bertengger pada pundak Sonya.
"Kamu bukan siapa-siapa untukku, kenapa aku harus menurutimu?" tanya Sonya dengan melepaskan pelukan Martin dan akhirnya Martin melepaskannya sambil terkekeh.
"Javier cerita padaku, kalau kamu itu tidak pernah keluar berlibur bersama temanmu dan ini yang pertama, bagaimana kalau mereka tahu anaknya ternyata sangat nakal? Apa kamu akan bisa berlibur lagi?"
Sekali lagi Martin berusaha mengancamnya.
"Apa maumu?" tanya Sonya memicingkan matanya. Seharusnya dia tidak perlu berkenalan dengan laki-laki ini.
"Kiss my lips," jawab Martin dengan senyum nakalnya. Dia memainkan lidahnya ke ujung bibir.
"Baiklah tetapi aku tidak akan pernah melakukannya di toilet karena ini pertama untukku," ucap Sonya dengan tegas.
Jangan sampai kenangan pertama First Kissnya di dalam toilet. Dia tidak ingin menjadi kenangan yang buruk nantinya. Setidaknya di tempat yang sedikit romantis.
"Villaku?"
"Ya," jawab Sonya dengan cepat.
Yes! Ini yang pertama untuknya.
Martin jadi tidak sabar, akhirnya dia bisa merasakan bibir yang seminggu ini mengganggu pikirannya.
__ADS_1
To Be Continued ….