Stop Loving You

Stop Loving You
My Dad Is My Hero


__ADS_3

Mata Sonya terus menatap tingkah Cantika di depannya, bagaimana bisa dia punya teman tidak tahu malu seperti ini dan Sonya begitu sayangnya. Persahabatan mereka yang terjalin cukup lama kandas karena Cantika terpengaruh dengan uang yang Jonathan berikan untuknya. Sebelum makan siang, Sonya sudah keluar kantornya.


"Ini tidak masuk akalku, aku percaya kamu! Sangat percaya dan apa yang aku dapatkan ini sungguh membuat aku sangat kecewa denganmu," ucap Sonya dengan tegas.


Cantika yang duduk manis dengan melipat kakinya sama sekali tidak peduli, hidupnya saat ini bergantung dengan uang dan uang. Dia butuh makan, butuh pakaian dan juga hiburan, Sonya tidak mengerti semua itu karena dia anak kesayangan yang mendapatkan segalanya bahkan mendapatkan cinta Martin dan juga Jonathan tanpa harus susah membuka kancing bajunya untuk menyenangkan mereka.


"Kamu pikir saja, Beb. Jonathan itu lelaki kaya, berkelas dan dia mau denganku, memberikan aku semua ini dan itu, tidak mungkin tidak ada maunya, dari awal hubungan kami hanya sebatas saling membantu, tidak lebih!" jawab Cantika santai dan Sonya melemparkan air mineral yang di gelasnya ke wajah Cantika.


"Lalu persahabatan kita kamu anggap apa? Aku lebih sayang denganmu daripada mereka, jadi selama ini kamu mengajakku ketika ada Jonathan hanya karena ingin menjodohkan aku dan dia?" tanya Sonya dengan tegas. Cantika tersenyum miris.


"Ya, apa lagi kalau bukan itu, kalau dia suka aku, kenapa aku bodoh sekali memberikannya padamu," jawab Cantika sinis.


"Aku tidak habis pikir, bisa-bisanya kamu, ah sudahlah! Cukup tahu kalau kamu bukan sahabat yang baik untukku, mulai sekarang, aku tidak akan lagi peduli padamu!"


Sonya keluar dari cafe itu dan mengibaskan rambutnya. Meski terlihat sangat cantik, Sonya wanita yang tegas. Dia tidak mau dipermainkan seperti ini. Padahal selama ini Sonya begitu menyayangi Cantika lebih dari sahabatnya. Karena tidak punya saudara, Sonya menganggap Cantika seperti saudaranya sendiri. Begitu teganya Cantika dengannya.


Memang tidak ada sahabat sejati. Tidak akan pernah ada!


Sonya kembali lagi ke kantor dan masuk ke ruangannya. Hari ini Sonya begitu malas bekerja apalagi mengingat hubungannya yang rumit.


"Kenapa aku lupa membawa ponsel tadi, CK!" gumam Sonya setelah duduk di kursinya. Seharusnya tadi dia merekam pembicaraannya dengan Cantika.


Sayang sekali!


"Kenapa mereka semua? Kapan mereka menunjukkan rasa cintanya, tiba-tiba aku sudah punya dua kekasih," ucap Sonya. Sonya mendumel nasibnya sendiri.


Baru saja Sonya akan fokus bekerja. Sekretarisnya mengetuk pintu ruangan Sonya.


"Permisi Bu, ada kiriman Bunga," ucap Ira sekretaris Sonya.


"Dari siapa?" tanya Sonya heran. Siapa laki-laki romantis yang mengirimkan dia bunga. Sonya penasaran sekali.


Sonya melangkahkan kakinya melihat siapa pengirim bunganya. Sesaat Sonya tersenyum ketika membaca isi surat yang terselip di dalam rangkaian bunga mawar itu.


You are beautiful like the morning sun.


Martin

__ADS_1


"Dia manis sekali, walaupun aku ingin muntah dengan kata-katanya," ucap Sonya tersenyum manis. Sonya menyentuh pipinya yang jadi merah. Baru dia bahagia, suara Jonathan terdengar di luar ruangannya.


Sonya membuang nafasnya kasar dan terpaksa menyimpan bunga pemberian Martin.


"Siang honey, kamu ke mana saja, aku menghubungimu tetapi tidak ada jawaban," ucap Jonathan duduk di sofa tengah ruangan Sonya. Untung saja Sonya sudah menyembunyikan bunganya.


"Cantika mengajakku bertemu tadi, dia sedih sekali kehilanganmu, apa kamu tidak merasa, aku jadi tidak enak. Aku seolah pengganggu hubungan kalian," ucap Sonya dengan lembut.


"Akan aku peringatkan dia!" tegas Jonathan yang malah akan marah dengan Cantika.


"Jangan honey, kasihan Cantika. Bukankah selama enam bulan ini, kalian menjalin hubungan, biarkan saja atau kamu mau menemuinya karena masih cinta dengannya?" tanya Sonya menyunggingkan senyumnya. Hehh!


Bilang saja kalau bertemu kalian akan bercinta.


"Tidak mungkin, honey! Aku tidak akan lagi bertemu dengannya," balas Jonathan menggenggam tangan Sonya dengan sangat erat.


"Tidak perlu memikirkan dia, kamu tahu kalau hubungan aku dan dia tidak pernah ada, ayo kita makan siang honey!" Sonya pun berdiri dan mengambil tasnya.


Di dalam mobil Sonya berpikir bagaimana cara Jonathan tidak lagi menyukainya. Cara licik menjauhi Jonathan darinya tidak akan berdampak Jonathan pergi menjauh.


Jonathan tersenyum mendengar pertanyaan Sonya yang aneh kali ini.


"Wanita seperti Cantika, aku tidak akan pernah suka," jawab Jonathan cepat.


Tidak suka tetapi diajak enak suka. Bohong sekali!


"Hmmm … ya ya!"


Ketika makan siang, ada wanita yang menghampiri Jonathan.


"Jonathan, apa ini kekasih barumu? Jadi bagaimana Vira, kalian sudah putus?" tanya wanita itu yang membuat Jonathan menaikkan alis matanya.


Vira siapa lagi? Ya Tuhan laki-laki ini playboy sekali.


Sonya melipat tangannya ke dada, dia melihat wajah Jonathan dengan rasa amarahnya.


Ya pura-pura sebagai kekasih yang merasa dibohongi.

__ADS_1


"Jadi selama ini bukan hanya aku yang kamu suka, masih banyak kan Jonathan, ada Vira, Cantika, Julia, Denada, lalu siapa lagi, sudahlah! Aku mau pulang, aku tidak nafsu lagi makan denganmu," ucap Sonya berdiri. Jonathan menggapai tangan Sonya dan langsung ditepis kan oleh Sonya.


"Honey! Ini tidak seperti yang kamu bayangkan, Vira itu hanya model iklan perusahaanku, tidak ada yang lebih antara kami, aku serius!" Sonya menatap tajam Jonathan.


"Mana nomor ponselnya?" tanya Sonya menengadahkan tangan menatap tajam Jonathan. Jonathan malah menunjukkan ponselnya.


Sonya mencari sendiri nama Vira di kontak Jonathan dan menghubunginya dari ponsel Jonathan.


"Halo Jonathan, kenapa menghubungiku?" tanya Vira dari seberang sana.


"Kamu butuh aku malam ini?" lanjutnya bertanya. Sonya diam dan memicingkan matanya menatap Jonathan.


Sonya memutuskan telponnya dan melemparkan ke tubuh Jonathan.


"Memang dasarnya kamu itu berengsek! Lebih baik kita putus saja, aku tidak suka lelaki sepertimu, kamu tidak bisa dipercaya! Dengan mudahnya aku bahagia ketika kamu mengatakan hanya cinta aku tetapi bermain dengan banyak wanita," ucap Sonya kesal.


"Aku bisa jelaskan, honey! Aku akan pertemukan kamu dengan dia dan kamu bisa tanya, apa hubungan kami sebenarnya, aku tidak bohong!"


"Tidak perlu!"


Sonya berlari dan masuk ke dalam taxi yang memang ada di depan restoran.


Sial!


"Daddy, Hiks … Jonathan Dad, ternyata dia sudah ada kekasih lain selain aku, tadi aku bertemu dengan temannya Dad, Sonya hancur sekali Dad, sakit hati sekali Sonya," ucap Sonya merengek meminta perlindungan Ronald.


"Kamu di mana sayang, jangan berbuat macam-macam, Daddy akan menjemputmu!" ucap Ronald khawatir, dia khawatir sekali kalau Sonya cinta but dengan Jonathan dan melukai dirinya.


"Sonya di cafe black and white, Dad!"


Tidak ada lagi jawaban. Sonya memutar bola matanya malas.


"Apa yang dipikirkan Daddy, apa dia kira aku akan bunuh diri! Sampai sekarang, tidak ada laki-laki yang sampai membuat aku tergila-gila, Dad!"


Sonya masuk ke dalam cafe dan memesan makanan sambil menunggu Daddynya datang. Menyiapkan Insto untuk tangisnya nanti. Melelahkan sekali!


To Be Continued ….

__ADS_1


__ADS_2