
Ronald sedang dalam perjalanan ke Ausie saat Monica memporak-porandakan rumahnya, Monica bahkan mengajak para bodyguardny dengan banyak untuk membungkam semua pengawal Ronald yang memang jumlahny tidak banyak. Termasuk pelayan dan penjaga kebun, semua di masukkan ke dalam gudang.
Kini tinggal Nara sendiri yang ada di atas dengan mengunci kamarnya, dia sudah mulai ketakutan tetapi ponsel Ronald tidak bisa dihubungi. Nara bahkan sempat mengirimkan pesan kalau Mamanya masuk ke dalam rumah dan mencarinya. Dia membawa banyak bodyguard dan Nara sungguh sangat takut dengan kelakuannya.
Apalah arti Nara yang seorang wanita biasa saja melawan Monica yang punya segalanya. Apapun akan Monica lakukan demi menjauhkan Ronald dari Nara.
"Ma, jangan lakukan ini Ma, kasian Nara!" tegas Christin menolak apa yang ingin Monica lakukan dengan Nara sampai Christin menghalangi pintu kamar Nara dan Ronald agar tidak di dobrak habis oleh para bodyguard Ronald.
"Minggir Christin, apa yang Mama lakukan saat ini demi kebaikan Ronald, nanti dia pasti akan berterima kasih kalau tahu Mama hanya melakukan semua ini demi kebahagiaan dia," ucap Monica tegas.
"Jangan Ma, aku mohon! Mama pikirkan aku saja Ma, anggap kalau itu aku Ma, jangan Ma, aku mohon!" terus Christin memohon agar Monica tidak menghabisi Nara tetapi Christin malah ditahan oleh penjaga Monica yang dia bawa dengan jumlah yang banyak itu.
Kesalahan Ronald adalah dia percaya kalau Mamanya tidak segila itu dengan Nara. Nyatanya apa yang terjadi diluar dugaannya. Pintu di dobrak dan Monica dengan mata lalangnya mencari keberadaan Nara.
Gemetar Nara bersembunyi di dalam toilet, benar-benar takut saat ini. Mungkin kali ini dia akan mati pikir Nara. Ronald tidak ada, tidak ada lagi yang akan menolongnya.
"Keluar kamu! Aku tahu kamu di dalam, Dobrak!" perintah Monica dengan tegas pada bodyguardnya dan dengan cepat mereka melakukannya. Monica masuk dan menemukan Nara yang menegakkan telapak tangannya duluan menghadap arah Monica.
"Jangan Tante!" Monica tanpa hati menjambak rambut Nara dan menggeretnya keluar dari rumah Ronald. Dengan gilanya dia memerintahkan bodyguard menutup mulutnya dan mengikat tangannya.
Kali ini habis kamu di tanganku.
Monica membawa Nara menjauh dari kota Jakarta. Christin bahkan juga ditutup mulutnya karena tidak mau bekerja sama dengan dia menghabisi Nara. Nara menangis karena pukulan di perut yang bertubi-tubi dilakukan Monica. Sakit sekali rasanya!
__ADS_1
"Sudah aku katakan untuk menjauh dari Ronald! Kamu tidak mendengar, bahagia kamu bersama dengan anak saya! Terlalu hidup susah makanya kamu terlena dengan perlakuannya," ucap Monica menatap wajah Nara yang ditutup mulutnya dan tangan diikat ke belakang. Tangis mata berderai begitu derasnya.
Wanita di depannya ini bahkan tidak layak di sebut manusia. Bagaimana bisa dia melakukan itu padanya. Kali ini Nara sudah pasrah. Hidupnya pasti tidak akan lama lagi. Pukulan dari Monica bahkan sampai membuat hidungnya berdarah.
Sesampainya di hutan yang sudah jauh dari kota Jakarta. Nara di buka ikatan tangannya dan penutup mulutnya.
"Apa salah saya Tante? Saya tidak pernah mengganggu Ronald, saya sudah berusaha keluar dari hidupnya, dia yang memaksa saya tinggal, saya akan pergi kalau memang itu kemauan Tante dan tolong katakan pada Ronald untuk tidak menggangu saya," ucap Nara terduduk memohon kerendahan hati Monica.
Sakit sekali perasaan Nara saat ini. Ingin dia berteriak, dalam hidupnya hanya Ronald lah yang sangat tulus mencintainya tetapi dia dipaksa untuk meninggalkan lelaki yang sangat dicintainya. Begitu kejam Monica sampai dia harus melakukan kekerasan terhadap Nara.
"Alasan kamu! Kamu hanya takut saya membunuh kamu kan? Tenang saja Nara, saya tidak akan melakukan itu, saya masih ada pikiran dan tidak mau masuk penjara, kamu hanya akan bersenang-senang dengan mereka, sehingga Ronald akan jijik denganmu," ucap Monica dengan sinisnya. Nara menggeleng.
Ya Tuhan … selamatkan aku!
Tidak ada lagi tempat Nara meminta tolong saat ini kecuali dengan Tuhan. Dia sudah begitu lelah, sangat-sangat lelah. Dia di bandingkan dengan jumlah orang yang ada saat ini, jelaslah tidak ada tandingannya.
Christin menodongkan pada para bodyguard Monica.
"Nara pergilah! Cepat pergi, jangan melihatku. Kamu larilah cepat! Ayo cepat," ucap Christin. Dia tidak mau Monica melakukan kesalahan fatal seperti itu.
"Christin apa yang kamu lakukan?" teriak Monica, Christin menggeleng.
"Jangan Ma! Aku tidak tega melihat apa yang Mama lakukan dengan Nara, jangan kejam seperti itu Ma, bagaimana kalau aku diposisi Nara saat ini, apa Mama tidak pernah berpikir?" teriak Christin sambil menangis. Christin melihat Nara yang sudah berlari dia memastikan Nara tidak terlihat lagi. Tidak akan dibiarkan Monica dan bodyguardnya mengejar Nara. Christin hanya berharap Nara bisa menyelamatkan dirinya.
__ADS_1
Sungguh perbuatan Monica bukan lagi yang dilakukan manusia. Manusia tidak mungkin sekejam itu.
Christin menunggu sangat lama hingga dia sadar Nara sudah jauh dan tidak terjangkau lagi. Christin dengan cepat masuk ke mobil dan membuang senjata itu ke jurang.
"Gila kamu!" teriak Monica tepat di telinga Christin.
"Ya aku gila! tetapi aku tidak seperti Mama yang tidak punya hati, aku masih ada hati Ma, sungguh aku malu mempunyai Mama seperti ini," ucap Christin dengan tegas.
Sedangkan Nara saat ini tertatih mencari rumah terdekat, tubuhnya semakin lemah hingga dia bertemu dengan petani sekitar dan pingsan di hadapan mereka.
Nara diselamatkan para petani itu dan membawa Nara ke puskesmas terdekat karena rumah sakit sangat jauh dari tempat mereka saat ini.
Sedangkan Ronald baru sampai Ausie dan mengaktifkan ponselnya kembali, ponsel Ronald kehabisan daya dan dia tidak sempat mengisinya karena masih meeting dengan Alfred dan Jack dan begitu terkejutnya Ronald saat menerima pesan dari Nara.
Ponsel Nara sudah tidak aktif lagi dan ponsel Monica juga tidak aktif, Ronald menghubungi Christin. Christin pasti tahu apa yang terjadi.
"Di mana Nara?" tanya Ronald dengan khawatir.
"Kenapa kamu meninggalkannya sendirian Kak? Apa kamu lupa kalau Mama punya segala macam cara menyakiti kekasihmu itu? Aku tidak tahu ke mana dia pergi, masih hidup atau sudah mati, dia terluka cukup parah dan aku hanya bisa menolong sebatas itu," ucap Christin mengenang Nara dengan pilu.
"Apa maksud kamu Christin, Kakak tidak mengerti," ucap Ronald. Pikirannya sudah buruk saat ini.
"Mama melukai kekasihmu Kak, tidak cukup dia menjambak, dia memukul dan menginjaknya dengan keras, banyak luka di sekujur tubuhnya. Mama bahkan hampir menyuruh bodyguardnya menodai Nara tetapi aku menyelamatkannya, maaf aku hanya bisa melakukan sampai di situ. Aku menyuruh Nara pergi dengan cepat! Sekarang aku tidak tahu di mana dia berada," jelas Christin yang membuat Ronald murka luar biasa.
__ADS_1
Ronald tanpa berpikir panjang kembali ke indonesia. Dia akan mencari Nara. Kali ini dia tidak akan tinggal diam, Monica sudah kelewatan sekali. Ronald tidak habis pikir kenapa Monica melakukan itu pada kekasihnya.
To Be Continued ….