Stop Loving You

Stop Loving You
Wedding


__ADS_3

Ronald benar-benar mendaftarkan pernikahannya dengan Nara, dia tidak pernah main-main dengan apa yang diinginkannya.


Bahkan Ronald langsung menikah di sana, tidak peduli apapun yang akan dia hadapi setelah ini bersama dengan Nara.


"Apa kamu sedih menikah denganku?" tanya Ronald setelah mereka selesai dan mendapatkan buku pernikahannya. Sedih bagaimana lagi? Sudah terlanjur, jika Nara menolak juga, Ronald pasti akan memaksanya.


"Tidak, aku yakin kamu bisa membuat aku bahagia nanti, bukankah kita harus ada foto pernikahan?" tanya Ronald dengan senyum tipisnya. Ronald menggosok pelan rambut Nara dan memeluknya dengan hangat.


"Maafkan karena aku tidak membuat pesta yang sesuai dengan yang kamu inginkan, kita akan mengatur waktunya nanti, kamu tidak kecewa kan, honey?" tanya Ronald masih dalam memeluk Nara dengan erat.


Saat ini Nara adalah istrinya, dia ingin membahagiakan Nara, Ronald malah ingin memberikan semua miliknya pada Nara tetapi Nara menolak.


"Kita akan mengambil foto pernikahan berdua setelah ini," lanjut Nara melepaskan pelukannya dan mengajak Nara untuk mengambil foto pernikahan. Foto itu jelas harus ada di rumah besar Ronald.


Hari ini dihabiskan Ronald dan Nara untuk melengkapi semua barang Nara yang kurang, mengambil foto dan membeli buah dan sayur yang sudah habis di pendingin mereka.


Nara ingin merasakan sepenuhnya jadi istri Ronald. Setidaknya ini sudah menjadi pilihan Nara dan Nara tidak akan menyesalinya, dia akan menghadapi mertuanya yang kejam. Mungkin, jika nanti dia hamil anak Ronald, Monica sudah mulai menyukainya. Tidak tahulah, Nara hanya berharap mertuanya akan berubah.


Nara menjadikannya seorang istri dan ratu di rumah Ronald. Dia mengatur segalanya tanpa Ronald melarang sama sekali. Karena memang Ronald ingin Nara yang mendesign rumah ini sehingga terlihat lebih hidup.


"Bagaimana menurutmu sayang, apa foto kita bagus diletakkan di ruang utama?" tanya Nara setelah foto itu terpanjang dengan rapi di ruangan besar itu.


Ronald mengangguk dan memberikan jempolnya.


"Aku suka sekali sayang, dinding ini terlihat ramai sekarang, dulu aku berharap ada foto kita dan harapanku terkabul, aku mencintaimu," ucap Ronald dengan sangat lembut dan mengecupi kening Ronald dengan lembut.


"Aku juga sangat mencintaimu," jawab Nara memeluk perut Ronald dengan sangat erat. Ronald tersenyum bahagia, akhirnya Nara sudah bisa membuka dirinya. Kali ini Ronald mengajak Nara duduk di sofa.

__ADS_1


Nara di tidak tahu apa yang akan Ronald katakan, wajahnya sangat serius sekali.


"Honey! Dengarkan aku, jika Mama datang lagi dan dia menyakitimu. Bisakah kamu jangan diam saja, aku tidak akan marah! Tidak akan urus campur masalah kalian berdua dan akan selalu mendukungmu kalau memang Mama salah," ucap Ronald menggenggam kedua tangan Nara dan membawanya ke bibirnya. Ronald memberikan kecupan mesra di sana.


Nyatanya itu sulit, dia tidak bisa melawan pada orang tua. Entah kenapa sulit sekali bagi Nara membantah. Dia bukan wanita seperti itu. Andai saja dia bisa sedikit melawan tetapi Nara akan mencobanya.


Ya dia akan mencoba menghadapi Monica yang kasar dan kejam itu.


"Semoga setelah kita menikah, Mama tidak lagi kasar padaku," jawab Nara dengan lembut.


Ya semoga tetapi Ronald tidak yakin. Bahkan Ronald saja tidak yakin Mamanya akan berubah. Ketika di rumah sakit, itu hanya bualannya saja menyesal melakukan itu semua.


"Honey, ini kartu untukmu belanja, apapun yang kamu inginkan, kamu bisa membelinya. Jangan ragu dan kamu tidak perlu melihat harganya, semua yang kamu beli bisa kamu gunakan dengan kartu ini dan aku ingin kamu memanfaatkannya, jadilah yang terbaik. Bukan untukku tetapi untukmu sendiri," bisik nakal Ronald di telinga Nara.


"Apa tidak terlalu cepat sayang, kita bahkan sudah belanja, kamu bisa memberikan aku uang bulanan saja, tidak perlu kartu seperti ini," ucap Nara menolak secara halus tetapi Renald tidak mungkin memberikan uang tunai di saat dia punya kartu untuk memenuhi semua kebutuhan istrinya.


"Satu lagi, villa yang di Bogor, itu hadiah pernikahan kita untukmu, kamu suka sayang?" tanya Ronald dengan lembut sambil berbicara menatap wajah Nara dalam jarak yang dekat sekali. Bibir mereka bahkan akan bertabrakan sedikit lagi.


"Itu berlebihan sekali," ucap Nara.


"Tidak berlebihan, nanti aku akan membelikan kamu mobil setelah ini, aku harap semua yang kamu butuhkan bisa kamu katakan saja, honey! Aku akan memberikannya," ucap Ronald mengecupi mata Nara dengan lembut.


Ronald sangat memanjakan Nara sekali, semua yang Nara tidak minta dan tanpa memberi tahu Ronald sekalipun, Ronald dengan senang hati memberinya pada Nara. Bahkan setelah ini Ronald akan membeli apartemen baru atas nama istrinya.


"Honey, aku juga akan memberikan kamu asisten wanita dan penjaga akan semakin aku perketat, jadi Mama tidak akan mungkin lagi bisa menyakitimu." Nara tersenyum dengan lebar. Nara memang masih takut bertemu dengan Monica.


Setelah semua sudah Ronald katakan. Waktu tidak terasa sudah malam saja. Sengaja sekali Ronald menyimpan pakaian Nara yang lain dan menyisakan gaun tidur super sexy yang memperlihatkan tubuh istrinya.

__ADS_1


Nara bukan wanita yang pandai menggoda jadi Ronald bingung memulainya dari mana. Sungguh dia menginginkannya malam ini.


"Sayang, kamu menyimpan semua bajuku?" tanya Nara mengkerutkan keningnya. Semua gaun tidur ini sexy sekali pikir Nara. Pasti kalau Ronald melihat akan membangkitkan hasratnya.


"Aku ingin anak darimu," bisik nakal Ronald di telinga Nara sebelum dia masuk ke dalam toilet.


Nara tidak menjawab dan hanya terkekeh mendengarnya. Ronald menarik lengan Nara sebelum masuk toilet.


"Kenapa tertawa, malam ini bisa kan?" tanya Ronald dengan suara paraunya. Berharap sekali Nara tidak lagi menolaknya malam ini.


"Aku mandi dulu, setelah aku dan kamu sudah mandi, mungkin kita bisa memikirkannya," jawab Nara denga tawanya yang sengaja menggoda Ronald.


Ronald pun melepaskannya dan tersenyum dengan lebar. Akhirnya malam ini dia akan mengasah miliknya. Setelah sekian lama, akhirnya miliknya menjatuhkan dengan milik Nara dan Ronald sudah tidak sabar lagi.


Bahkan Ronald menggeliat di ranjang sendiri setelah Nara masuk untuk membasuh tubuhnya. Malam ini pasti akan sangat panas untuk nya dan untuk Nara.


Semoga tidak lama perut Nara akan berisi anaknya. Sehingga Monica tidak akan lagi mengganggu hidupnya dan Nara dan berpikir untuk menjadi Nenek yang baik.


Nara di dalam toilet melihat gaun tidur hitam tali spaghetti yang dibawanya tadi. Ragu Nara menggunakannya tetapi tidak ada pilihan lain. Nara ingin membahagiakan suaminya malam ini dan dia juga ingin egois.


Nara juga membutuhkan sentuhan itu, sentuhan yang sudah lama dia rindukan.


To Be Continued ….


Jangan lupa vote, like dan komentar yah.


IG, Madammeyellow

__ADS_1


__ADS_2