Stop Loving You

Stop Loving You
Broken Hearts


__ADS_3

"Sudah berapa bulan, Nara seperti ini?" tanya Rosalinda yang baru mendengar kabar kalau Nara setelah melahirkan anak pertamanya koma dan rahimnya juga diangkat. Wanita cacat!


Rosalinda jelas punya kemungkinan besar bersama dengan Ronald saat ini, Ronald membutuhkan sosok ibu untuk menjaga Sonya, Rosalinda dengan berpura-pura menyayangi Sonya dan wajah yang bersimpati datang menjenguk Nara. Bukan! Dia tidak berniat sama sekali mendoakan kesembuhan Nara tetapi mendoakan kematian cepat menjemputnya.


Selama ini, Ronald tidak pernah memberikan ruang baginya. Hari ini berkat bantuan Monica, Rosalinda bisa datang untuk sekedar bersimpati.


"Hampir dua bulan," jawab Ronald datar. Sebenarnya dia sangat malas melihat wajah Rosalinda di sini. Ronald mengerti, meski Mamanya sudah berubah tetapi Monica terus saja mendorong Ronald untuk bersama dengan Rosalinda.


"Sudah lama sekali, kasihan Sonya bayi kecil ini, dia pasti merindukan Mommynya," ucap Rosalinda sambil mengecupi pipi Sonya dengan lembut layaknya seorang ibu yang sayang dengan anaknya.


Ronald hanya menghela nafasnya, sudah bisa terbaca maksud kedatangan Rosalinda tetapi Ronald tetap akan tenang. Dia bukan anak kecil lagi, jika dia ingin mencari istri. Dia pasti tahu kapan waktunya itu dan apa memang dia bisa menggantikan Nara dengan wanita lain.


Sepertinya tidak akan pernah bisa. Nara begitu sangat berarti bagi Ronald.


"Nara sudah berangsur membaik, mungkin dia sedang ingin beristirahat," ucap Ronald dengan santai sambil mengelus pipi Nara dengan lembut. Wajahnya sungguh teduh, dia seperti sedang tertidur, pulas sekali.


Terkadang Ronald iri dengan Nara, dia bisa pergi selama ini tanpa memikirkan perasaannya.


Jika nanti kamu kembali, aku akan menghukummu!


"Rosa, kamu tidak ikut orang tuamu ke Ausie?" tanya Monica yang tahu kalau orangtua Rosalinda sedang berlibur ke Ausie untuk honeymoon mereka yang kesekian kalinya.


"Tidak Ma, Rosalinda sengaja datang ke sini karena tahu Sonya terus menangis, hati Rosalinda rasanya tidak tega melihat bayi kecil ini tanpa ibunya," ucap Rosalinda kembali memeluk Sonya.


Ingin mengumpat rasanya Ronald dalam hatinya. Sungguh drama sekali! Padahal Ronald tahu kalau Rosalinda tidak suka anak-anak. Menjijikan!


"Maaf Ma, Rosalinda. Bisa kalian keluar dari kamar Nara, dia pasti ingin istirahat, Nara pasti senang sudah kamu kunjungi, terima kasih!" seru Ronald secara halus mengusir Rosalinda dari rumahnya. Ini hari libur, waktunya Ronald bercerita dengan Nara. Waktunya kebersamaan mereka bertiga. Waktunya Ronald bermain dengan Sonya dan menghidupkan music untuk membantu perkembangan otak Nara.


Ronald selalu menghidupkan music yang lembut agar Nara terbangun dan mendengar di mana suara itu. Ronald merasa saat ini Nara tersesat begitu jauh! Jika tidak ada suara yang membawanya kembali, bagaimana dia bisa kembali!


Ya itu hanya perasaan seorang suami yang merindukan istrinya yang sedang terbaring lemah tidak berdaya.

__ADS_1


"Oh iya, Ayo Rosalinda, Nara harus istirahat." Akhirnya Ronald bisa mengusir Rosalinda dan mengunci kamarnya.


Ronald menidurkan Sonya di sebelah Nara dan dia mengambil air hangat dan di letakkannya ke dalam baskom.


"Honey, waktunya kamu mandi," ucap Ronald dengan senyumnya. Ronald tidak pernah menangis lagi di depan Nara meski hatinya begitu terluka. Begitu hancur melihat istrinya. Nara yang biasanya sangat manja.


Kamu di mana honey? Aku merindukanmu.


Nara memang bersamanya, tubuhnya tetapi jiwanya tidak tahu pergi ke mana. Dengan pelan Ronald mengusap tubuh Nara dengan handuk bersih, Ronald juga merapikan kuku Nara sambil bercerita. Semua dia ceritakan.


"Honey, Sonya sepertinya tidak cocok minum ASI itu lagi, dia juga sepertinya tidak suka. Apa aku buatkan susu instant saja yah?" tanya Ronald sengaja membuat Nara kesal.


Lalu Ronald tertawa sendiri padahal tidak ada jawaban dari Nara, Ronald seakan tahu kalau Nara marah dengan kelakuannya.


"Aku bercanda, honey! Kamu serius sekali," lanjut Ronald kembali membersihkan kuku Nara. Tiba-tiba telunjuk Nara bergerak.


"Honey!" Ronald terkejut luar biasa saat ada pergerakkan telunjuknya. Ronald langsung menghubungi dokternya.


"Ini perkembangan yang sangat bagus, Pak Ronald! Saya akan segera ke sana untuk memeriksa kondisi Ibu Nara," ucap dokter itu tersenyum. Dia ikut bahagia.


Tidak lama dokter datang dan memeriksa kondisi Nara. Semuanya bagus, tidak ada masalah. Dokter pun yakin Nara bisa sembuh.


"Dokter, aku bahagia sekali, rasanya aku ingin bertemu kekasihku," ucap Ronald tertawa bahagia sambil memegang dadanya yang masih berdegup dengan kencang. Dokter ikut tertawa, lelaki ini sungguh sangat mencintai istrinya. Padahal belum tentu Nara bisa bangun tetapi dia terus berharap Nara bisa bangun dan langsung memeluknya.


"Pak Ronald, saya turut bahagia dan kita akan terus mengontrol perkembangan Ibu Nara ke depannya," ucap dokter itu memegang pundak Ronald, lalu permisi untuk pulang.


Pink - I Don't Believe You


No I don't believe you. When you say don't come around here no more. I won't remind you. You said we wouldn't be apart. No I don't believe you ….


When you say you don't need me anymore. So don't pretend to. Not love me at all ….

__ADS_1


"I don't mind it. I still don't mind at all. It's like one of those bad dreams. When you can't wake up. It looks like you've given up


You've had enough. But I want more. No I won't stop. Because I just know. You'll come around. Right?" Ronald bernyanyi di telinga Nara dengan lembutnya. Nyanyian yang begitu mengiris hati. Harapan Ronald yang menginginkan Nara kembali dari sebuah lagu sedih. Dia tidak pandai bernyanyi, hanya Nara saja yang sering mendengar suaranya bernyanyi yang terkadang membuat Nara tertawa karena tidak sesuai dengan nadanya.


Aku tahu kamu pasti akan kembali, honey! Berjanjilah untuk kembali.


Ronald kembali menghabiskan waktu liburnya untuk Nara dan Sonya, dia tidak pernah putus asa, dia selalu berdoa agar Nara cepat sembuh. Bahkan Ronald sudah membuat konferensi pers kalau dia sudah menikah dan punya anak saat ini.


Tok … tok …


Biasanya Christin yang berani mengetuk kamar rawat Nara. Ronald membuka pintunya.


"Kenapa?"


"Kak, ada Rangga. Dia mau bicara dengan Kak Ronald," ucap Christin.


"Kamu bawa Sonya, Kakak ke sana sebentar lagi," ucap Ronald bersiap menemui kekasih Christin. Mereka sudah saling mengenal dan Ronald juga sudah setuju Christin bersama dengan Rangga. Dia laki-laki yang baik daripada Axel.


Tidak lama, Ronald turun dan duduk di depan Rangga.


"Apa kabar Rangga?" tanya Ronald menjabat tangan Rangga dengan lembut.


"Baik! Kak Ronald, sebenarnya maksud kedatangan saya untuk memberitahu kalau saya ingin melamar Christin seminggu lagi," ucap Rangga sambil meremat tangan Christin dengan lembut. Mereka bertatapan sambil tersenyum.


"Oh bagus sekali! Kak Ronald dukung kalau kalian ingin menikah, lanjutkan saja!" jawab Ronald santai. Tidak berlama-lama Ronald berdiri, tersenyum lalu kembali ke kamar Nara.


Sungguh Ronald merasa sedih sebenarnya. Dia tidak mampu seperti Rangga yang melamar Nara dengan benar.


To Be Continued ….


IG Madammeyellow

__ADS_1


__ADS_2