Stop Loving You

Stop Loving You
Failed To Flirt


__ADS_3

Ronald masih tidur ketika Nara meminta izin untuk melihat cafenya, hari ini akhir pekan, jadi Ronald memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan sang istri, sayangnya, Nara malah pergi meninggalkannya. Ronald mengizinkan hanya karena Nara berkata, dia tidak akan lama pergi.


Tirai masih ditutup karena Ronald tidak suka cahaya masuk ke kamarnya saat dia masih ingin tidur di ranjangnya.


Ronald sedang sangat malas pagi ini dan hanya berniat malas-malasan di kamar.


Ceklek.


Suara orang masuk, Ronald tahu kalau ada seseorang yang masuk, jalanny begitu pelan dan dia duduk di bibir ranjang sebentar, Ronald pura-pura tidur dan sedikit mengintip.


Pelayan ini, lancang sekali dia masuk kamar tanpa izin.


Ronald pun langsung berdiri dan mengejutkan Nola yang sedari tadi memandang wajahnya penuh cinta. Entah cinta atau obsesi untuk menjadi nyonya di rumah ini. Dia bahkan sengaja masuk ke kamar Ronald menggunakan gaun tidur super sexy yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dan belahan dadanya yang dalam.


Gila!


"Kenapa kamu masuk ke kamarku? Tidak lihat aku sedang tidur?" tanya Ronald dengan suara lantangnya. Nola malah tidak takut, dengan gilanya dia mendekati Ronald dan naik ke ranjang Ronald dengan sensual, dia sengaja menundukkan tubuhnya sehingga terlihat begitu sexy.


Nola pikir semua laki-laki sama seperti majikan sebelumnya yang akan dengan mudah melahapnya karena tidak tahan akan godaan yang diberikannya.


"Turun kamu! Jangan sampai membuat aku marah," ucap Ronald berdiri menjauh dari wanita murahan yang saat ini berusaha menggodanya. Hebat sekali! Dia sengaja melakukan ini saat pagi hari dan Nara tidak ada di dalam kamar.


Hebatnya dia bisa tahu kode kamar mereka. Bagaimana bisa?


"Aku milikmu Tuan, aku tidak akan memberi tahu Nona Nara kalau kita bercinta," ucap Nola dengan menggoda


"Gila kamu ya! Aku mencintai istriku, kamu keluar atau aku akan melaporkanmu," teriak Ronald dengan keras. Sayangnya, kamar mereka kedap suara. Tidak akan ada yang mendengarnya.


Sumpah demi apapun, saat ini Nola melepaskan gaun tidurnya hingga polos, membuat Ronald melengoskan wajahnya.


Menjijikan sekali kelakuan pembantunya ini. Saat Nola ingin menggapai Ronald, Ronald dengan cepat keluar kamarnya.

__ADS_1


"Sumi! Kamu usir pembantu gila yang masuk ke kamarku itu, dia berusaha menggodaku, tidak sopan sekali!"


Ronald memanggil semua pelayan dan menyuruh mereka sendiri melihat kelakuan Nola. Semua pelayan naik dan melihat Nola yang berantakan, rambutnya dia acak-acak dan tubuhnya dia tutup selimut.


"Mbak, tolong aku Mbak, Pak Ronald menodaiku," ucap Nola masih berakting.


Ya Tuhan … gila sekali wanita ini, Ronald sampai menggeleng tidak percaya dengan apa yang pembantunya ini katakan.


Tetapi dia tidak bodoh.


"Janu laporkan pembantu gila ini dan lakukan semua visum dan buka rekaman CCTV, kita akan tahu siapa yang sedang menggoda saat ini," ucap Ronald menyeringai.


Nola langsung terkejut, karena dia tidak terpikir ke sana, dia tidak mengira kalau Ronald memasang CCTV pribadi di dalam kamarnya.


Nara datang tepat waktu dan melihat adegan yang sungguh membuatnya terkejut.


"Kenapa ini honey?" tanya Nara melihat Nola yang sedang ditarik oleh Janu ke luar kamarnya.


Ronald berdecak kesal dan duduk di sofa.


"Kenapa ada Nola di kamar kita, dengan dandanan seperti itu, kamu dan dia?"


"Jangan berpikir aneh-aneh honey, aku tidak akan berselera bercinta dengan wanita seperti itu, dia sedang melakukan akting gilanya, pantas dia diusir dari rumah majikan sebelumnya," uca Ronald kesal.


"Nola menggodamu dan kamu tergoda?" Nara menaikkan suaranya karen dia belum mengerti dengan semua yang dia lihat.


"Honey, sudah aku katakan sebelumnya padamu, jangan percaya dengan dia, aku tidak perlu jelaskan apapun, kamu cukup lihat rekaman CCTV di kamar kita," ucap Ronald memberikan rekaman itu pada Nara dan sungguh Nara tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Astaga! Nola sedang menggoda suaminya.


"Honey, kamu tidak tergoda, kamu hebat sekali, aku jadi makin cinta kamu," ucap Nara sambil memeluk Ronald.

__ADS_1


Padahal Ronald sedang kesal saat ini tetapi karena Nara memeluknya, kekesalannya hilang. Ronaldpun menenggelamkan dirinya pada pelukan Nara.


"Lain kali jangan mudah percaya dengan orang, tidak semua orang itu seperti kamu, honey! Kamu lihat sendiri, baru berapa hari dia kerja di rumah kita, dia sudah tidak sopan, sungguh aku jijik sekali melihatnya," ucap Ronald membelai rambut panjang Nara.


"Honey, untuk apa kamu membuat CCTV di kamar kita, berarti kamu merekam setiap kita bercinta," ucap Nara. Nara malah sedang berpikir itu saat ini, sungguh malas sekali Ronald menjawabnya.


"Kamu dengar tidak yang aku katakan tadi?"


"Dengar honey, aku tidak akan percaya lagi dengan siapapun yang aku tidak kenal, jangan marah!" Nara menggoda Ronald sambil memanyunkan bibirnya.


"Nola begitu berani sekali melakukan itu semua, aku hampir tidak percaya kalau saja tidak melihat semua ini," ucap Nara menggeleng.


"Biarkan dia menanggung akibatnya, aku paling tidak suka melihat wanita seperti itu dan soal CCTV itu, memang sangat aku perlukan honey, di kamar kita begitu banyak barang berharga, aku hanya mematikannya ketika kita bercinta," ucap Ronald dengan nakal.


Tidak lama Sumi datang ke kamar dengan membawa pelayan laki-laki untuk membersihkan ranjang Tuannya, Sumi begitu hafal yang seperti ini.


"Segera ganti yang baru dan yang sama persis, bakar saja ranjang itu, kalau sudah diselidiki kepolisian. Aku jijik melihatnya!"


Padahal hari ini dia ingin menghabiskan waktunya berleha-leha, terpaksa setelah ini dia harus ke kantor kepolisian memberikan laporan tentang Nola.


Ronald bersiap dan di dampingi dengan Nara memberikan laporan.


"Honey, ternyata Nola ini memang sudah sering melakukan semua ini, kenapa ada wanita seperti Nola ini, aku tidak mengerti sekali," ucap Nara setelah tahu kalau Nola adalah wanita yang sudah pernah masuk penjara karena kasus yang sama.


"Makanya sayang, kamu harus menjaga suami mu ini dengan baik, di luar sana, banyak sekali wanita penggoda, kamu beruntung punya aku yang selalu setia, seharusnya aku mendapatkan hadiah setelah ini," bisik nakal Ronald di telinga Nara.


"Kamu mau hadiahnya di mana?" jawab Nara juga berbisik sambil menggigit kecil telinga Ronald.


Nara membangkitkan hasratnya, suara desahan itu membuat Ronald sudah tidak sabar lagi ingin menyatu dengan istrinya.


"Janu, kita ke hotel sekarang," ucap Ronald. Ronald sedang berada di mobil menuju ke rumahnya tetapi masih jauh sedangkan hasratnya sudah tidak tahan lagi ingin menyatu dengan Nara.

__ADS_1


"Cari yang terdekat saja," lanjut Ronald. Nar mengerti sekali hadiah yang diminta oleh suaminya ini.


To Be Continued ….


__ADS_2