Stop Loving You

Stop Loving You
One Week Together


__ADS_3

"Honey, kamu hati-hati sayang, Mommy takut sekali kamu pergi sendiri, kamu yakin tidak ingin pergi dengan Mommy?" tanya Nara ketika Sonya sudah ada di bandara menuju Inggris. Karena ada urusan bisnis yang akan dia tanda tangani dengan Martin di sana nanti.


Martin menunggu Sonya di Inggris karena dia berangkat dari Brunei. Sebenarnya Sonya bahagia sekali bisa berlibur dengan Martin.


"Iya Mom, pesawatnya sudah mau berangkat Mom, Sonya pergi ya, jangan sedih dan telpon Sonya kalau Mommy rindu, Sonya selalu ada waktu untuk Mommy," ucap Sonya menciumi pipi kanan dan kiri Nara.


Ronald juga punya tugas di negara lain jadi dia tidak bisa melihat anaknya pergi. Hanya Nara yang mengantar Sonya ke Inggris.


Sonya menggunakan pesawat biasa menuju ke Inggris. Dia tidak ingin di manjakan dengan orang tuanya memesan khusus pesawat pribadi untuknya.


Nara sedih sekali ditinggalkan Sonya tetapi ini urusan bisnis yang jelas tidak boleh Nara larang. Sesampainya di dalam pesawat. Sonya duduk dengan tenang perjalanan akan menghabiskan waktunya dan Sonya lebih memilih menghabiskan waktunya dengan membaca majalah.


Martin sudah sampai di Inggris saat ini, dia juga sudah menyiapkan untuk tempat menginap dengan Sonya. Kamar yang berbeda tentunya karena Sonya sudah mengatakan jelas pada Martin jangan macam-macam, dia tidak akan meladeni hasrat Martin kalau berlebihan.


Sesampainya di Inggris sedang musim dingin. Sonya menggunakan mantelnya dan ternyata baru saja sampai, Sonya sudah mendapatkan perlakuan khusus karena Martin sudah menunggu di depan. Semua barang-barangnya pengawalan Martin yang membawanya.


Dapat Sonya lihat senyum Martin yang berkembang.


"Silahkan masuk, honey!" Martin sengaja membuka sendiri pintu untuk kekasihnya dan pengawal yang membuka pintu untuk Martin setelahnya.


Baru juga sampai, mobil bahkan belum bergerak. Martin sudah langsung meraup bibir Sonya. Dia sangat sangat merindukan Sonyanya. Akhirnya mereka akan seminggu di Inggris berdua saja dan sangat menyenangkan sekali. Bisa berlibur tanpa ada gangguan sama sekali.


"Sabar honey! Kita baru sampai dan staffku di mobil belakangmu," bisik Sonya melepaskan kecupan Martin.

__ADS_1


Sonya tidak datang sendiri, dia bersama dua staffnya tetapi mereka bagi Martin bukanlah pengganggu. kemesraan mereka nantinya. Apalagi Martin sengaja memesan kamar mereka di lantai bawah dan Sonya kamar atas. Semua fasilitas dari kerajaan Brunei semua yang menyiapkan termasuk perlindungan. Makanya Sonya tidak diwajibkan membawa keamanan karena tentu mereka sudah membuat keamanan yang sangat ketat bagi putra mahkotanya.


"Honey, ini sudah larut malam, kita langsung ke hotel saja," ucap Martin yang mobilnya mengarah ke tempat penginapan mereka. Sampai di hotel, Sonya bicara dulu dengan staffnya yang lain dan langsung naik ke kamarnya di lantai atas bersama Martin.


"Lama sekali perjalanannya, honey! Melelahkan sekali pinggangku pegal sekali," keluh Sonya sambil memeluk Martin di dalam lift. Martin pun mengeratkan pelukannya.


"Kamu kedinginan?" tanya Martin dan dijawab anggukan oleh Sonya. Cuaca di Inggris ternyata sedang begitu dingin, untung Sonya menggunakan sarung tangan. Martin malah menggenggam tangan Sonya dan memasukkan ke dalam mantelnya.


"Aku ingin memelukmu," bisik Martin ketika mereka sudah sampai di lantai kamarnya. Sonya sama sekali tidak ada basa-basi mengajaknya masuk ke dalam kamarnya.


"Sudah malam, honey! Besok ya, aku mau mandi dulu dan ganti baju," ucap Sonya memanyunkan bibirnya.


Martin melepaskan pelukannya dan rela Sonya membersihkan dirinya dulu. Sebentar lagi dia akan kembali lagi. Sonya pasti hanya satu jam menghabiskan waktunya untuk berendam.


Sonya merebahkan tubuhnya di ranjang dan tersenyum dengan senang. Dia bebas seminggu ini, tidak akan ada yang mengawasinya dan dia bisa bersama Martin selama satu Minggu.


Sonya pun segera berendam karena dia ingin cepat tidur. Seperti kata Martin, Sonya hanya menghabiskan waktunya selama satu jam dan Martin menunggu di luar dengan sabar sampai Sonya membuka pintu untuknya.


"Kamu belum tidur, honey?" tanya Sonya membuka pintunya. Sonya menggunakan gaun tidur saat Martin datang ke kamarnya.


Martin langsung masuk dan mengunci pintu itu dengan cepat. Mendudukan Sonya di sofa dan langsung menatap mata Sonya dengan lembut.


"Honey, kamu tidak rindu aku?" tanya Martin tidak percaya, Sonya sama sekali tidak berencana bermesraan dengannya padahal inilah kesempatan yang baik. Mereka jarang bertemu.

__ADS_1


"Aku rindu, honey! Kenapa berpikir seperti itu?" tanya Sonya mencuil hidung Martin dan permainan kembali dimulai. Martin tersenyum dan menarik bibir bawah Sonya sementara bibir Sonya bermain pada bibir atas. Saling bertukar Saliva dan memeluk dalam kehangatan.


"Aku ingin cepat menjadi halal untukmu," ucap Martin mengusap bibir Sonya yang basah karena dicumbui oleh Martin.


"Honey, aku sudah bicara dengan orang tuaku mengenai hubungan kita dan mereka ingin bertemu denganmu, apa kamu sudah siap?" tanya Martin yang membuat Sonya terkejut.


Sonya sudah mengingatkan pada dirinya kalau pacaran tidak masalah dengan Martin kalau menikah. Orang tuanya pasti akan sangat berat melepaskannya.


"Kita baru saja saling mengenal, honey! Untuk apa cepat-cepat nikah, nikmati saja hubungan kita dulu," ucap Sonya dengan senyum palsunya.


"Tetapi umurku memang sudah waktunya menikah, honey! Orang tuanku juga meminta aku membawa kekasihku dan aku ingin mengenalkanmu padanya, tenang saja! Mereka baik honey, tidak seperti yang kamu bayangkan." Martin tahu apa yang Sonya khawatirkan.


"Masalahnya, orang tuaku yang belum siap, honey! Kamu bukannya banyak kekasih, kenapa pilih aku?" tanya Sonya yang membuat Martin ingin mencubit pipi Sonya.


"Tidak ada sayang, mereka hanya kebetulan saja ada saat itu, aku sudah pernah katakan padamu waktu itu, aku memang sengaja melakukannya, tidak seperti yang terdengar di televisi kalau aku suka berganti pasangan, itu tidak benar!" Martin tertawa dan mengangkat tubuh Sonya untuk duduk di pangkuannya.


"Aku ingin ketika kita berada di luar seperti ini, kita bisa merayakan secara dewasa," bisik nakal Martin yang membuat Sonya mencubit bibir Martin dengan lembut. Sonya malah mendekatkan lagi bibirnya dengan Martin dan kali ini kecupan itu semakin dalam dan panas. Martin terlihat menuntut lebih ketika tangannya mulai nakal parkir di kaki jenjang Sonya dan naik ke atas membuat Sonya terkejut tetapi tidak membuat Sonya dan Martin menghentikan aktivitas mengasikkan mereka.


"Honey, bagaimana kalau kita tidak bisa bersama, apa kamu akan sedih?" tanya Sonya melepaskan tautan bibirnya dan bertanya apa yang sedang dia pikirkan.


"Aku inginnya kita berjodoh sayang, kenapa kamu selalu berpikir seperti itu, aku akan meyakinkan orang tuamu kalau aku bisa menjagamu dengan baik," bisik Martin di leher Sonya yang malah menjadi Martin kembali membuat bercak merah di leher Sonya. Kali ini Sonya tidak marah karena dia juga sedang merindukan Martin. Mereka tidak akan melakukan hal yang lebih dari ini.


To Be Continued ….

__ADS_1


Maaf yah, Madamme gak sehat kemarin dan lagi banyak sekali kerjaan jadi gak nulis SLY.


__ADS_2