
"Love you," bisik Martin dari belakang, Sonya tidak menyangka kalau Martin mengejutkannya dari belakang padahal dari tadi dia lihat pintu restoran.
"Kamu lewat mana?" tanya Sonya dengan senyumnya.
"Hatimu!" jawab Martin terkekeh, Sonya hanya tersenyum dan melihat kalau Martin ternyata memasak sesuatu untuknya.
"Aku sengaja tadi honey, aku pinjam dapur untuk membuatkanmu makanan kesukaanku," ucap Martin dengan sombongnya.
"Apa?" tanya Sonya tidak sabaran.
"Buka saja!" Sonya membuka pelan dan melihat makanan Martin ternyata spaghetti. Sonya memberikan jempolnya.
"Kamu pintar sayang," ucap Sonya memeluk Martin yang duduk di sebelahnya. Martin pun membalas pelukan Sonya.
Sonya dan Martin menghabiskan makan siang mereka. Seharian ini waktu Sonya hanya untuk menemani Martin tanpa ada gangguan sama sekali. Bahkan restoran ini Martin pesan khusus agar bisa berduaan dengan Sonya.
Tanpa ragu malah Martin mengecupi bibir Sonya dan Sonya membalasnya. Restoran ini sepi, tidak ada juga yang melihat mereka. CCTV juga mati. Penjagaan begitu ketat sekali malah.
"Honey, kenapa Daddymu tidak mengizinkanmu untuk pergi ke luar?" tanya Martin yang jadi ingin tahu kehidupan Sonya. Sonya menghela nafasnya. Akhirnya Martin bertanya hal seperti ini. Mungkin sepele bagi orang lain tetapi tidak bagi Sonya. Masalah hidup Sonya terletak pada Daddynya.
Sayangnya Sonya bukan anak yang suka membantah, dia memilih untuk menuruti semua kemauan orang tuanya.
"Aku anak satu-satunya, honey! Hubungan kita ini sebenarnya sia-sia, aku hanya mengingatkan untuk tidak mencintaiku lebih dalam dan jika kamu sudah terlanjur suka denganku, maka berhentilah saat ini! Aku rasa tidak masalah kalau hanya sekedar saling mengenal tetapi tidak untuk serius," ucap Sonya dengan jujur.
"Maksudnya?" Biasanya kata-kata seperti ini akan diucapkan oleh laki-laki, tetapi ini keluar dari mulut seorang wanita.
"Berhentilah mencintaiku, kita berbeda!"
Martin menggeleng, gila! Baru kali ini dia diperlakukan seperti ini oleh wanita.
"Karena apa? Kenapa aku harus berhenti mencintaimu, ini lucu sekali!"
Percuma, tidak akan ada yang mengerti apa yang Sonya katakan. Sonya terlalu berat mengatakan kalau sampai kapanpun dia tidak akan bisa keluar dari rumah apalagi keluar dari negaranya.
"Kita beda negara, aku anak pertama dan orang tuaku tidak akan pernah setuju aku jauh dari mereka, apa kamu sudah mengerti?"
Martin mengangguk. Pantas sekali Sonya selalu ingin hubungan mereka rahasia.
__ADS_1
"Kamu sudah coba katakan pada Daddymu kalau aku kekasihmu?" tanya Martin.
"Belum!"
Martin menggenggam tangan Sonya dan mengajak Sonya masuk ke dalam mobil padahal mereka belum selesai makan.
"Kita mau ke mana?" tanya Sonya heran, ini seperti menuju ke rumahnya.
"Kamu tentu tahu jalan rumahmu, baby! Hari ini aku ingin kamu perkenalkan aku langsung pada orang tuamu sebagai kekasih," ucap Martin tegas.
Gila!
Tidak mungkin, Sonya mengatakan pada Ronald kalau mereka punya hubungan. Ronald pasti tidak akan menyukainya.
"Tidak mau!" Sonya menolak keras tetapi mobil tetap berjalan tanpa memperdulikan penolakan Sonya. Tidak lama, mereka sampai dan ternyata ada mobil Jonathan.
CK!
Pagi ini bahkan Daddynya mengira mereka sudah baikkan, untung saja Sonya menjelaskan kalau dia dan Jonathan tidak akan pernah kembali.
Betapa anehnya Ronald melihat ada Martin datang bersama Sonya ke rumahnya dan mereka terlihat sangat dekat.
"Kamu dari mana Sonya?" tanya Ronald masih melihat Martin menggenggam tangan Sonya.
Sonya meremat tangannya sendiri. Kali ini dia sudah habis.
"Sonya menemani saya jalan," jawab Martin. Martin bahkan tidak merasa takut sama sekali. Ronald tidak marah bahkan sama sekali tidak marah tetapi kenapa Sonya seolah sedang merasa bersalah.
"Sonya, Daddy tidak mengerti semua ini, kenapa dengan mereka?" tanya Ronald yang membuat Sonya terpaksa harus bicara.
"Jonathan kamu kenapa kemari, aku tidak mau lagi berhubungan dengan kamu, kekasihku sekarang Martin, Dad!" ucap Sonya mengintip pelan sambil menunduk. Menggigit bibir bawahnya. Melihat reaksi Ronald yang sudah membuat Sonya sesak.
"Ayolah Sonya, kamu hanya mendengar dari mulut orang lain, aku punya kekasih. Apa kamu melihatnya dan sekarang kamu malah menunjukkan kekasihmu di depanku, lalu siapa sekarang yang selingkuh?" tanya Jonathan dengan tegas.
"Kalau kamu sudah tahu, kamu cukup berhenti mencintaiku, aku tidak meminta kamu suka padaku dari awal," ucap Sonya kesal. Sonya meninggalkan kedua laki-laki ini.
Terserah Daddylah mau diapakan.
__ADS_1
Ronald melihat putrinya yang lelah, padahal baru kali ini Sonya membawa lelaki dan langsung dua orang. Putrinya ini playgirl pikir Ronald.
"Jonathan, Martin pulanglah dulu, Sonya sedang tidak sehat. Kalau dia sudah tenang, bicaralah baik-baik dengannya," ucap Ronald menenangkan kedua laki-laki ini. Masalahnya Ronald tidak jelas tahu masalah Sonya dan Jonathan apalagi Sonya dan Martin. Lebih baik anaknya saja yang mengurus.
Jonathan pulang dengan cepat menatap tajam Martin. Martin belum akan pulang. Memang ini yang dia akan katakan.
Biasanya kalau di tempat kerja Martin akan memanggil Mr. Ronald kali ini dia akan panggil dengan sebutan sama seperti Sonya.
"Daddy, aku menyukai Sonya dan aku serius dengannya, Daddy tentu tahu aku beda negara dengan Sonya tetapi aku tidak akan mengekang Sonya jika dia ingin bertemu Daddy dan Mommy jika nanti kami akan menikah," ucap Martin dengan tegas.
Sebenarnya, inilah yang Ronald tidak suka tetapi belum tentu juga mereka bersama pikir Ronald.
"Daddy kira kamu malah punya hubungan dengan wanita lain, apa itu hanya gosip?" tanya Ronald dengan santai.
"Daddy tentu tahu orang sepertiku selalu dikelilingi wanita tetapi aku tidak pernah bersama mereka. Sonya terlalu takut mengatakan pada Daddy kalau aku adalah kekasihnya," ucap Martin. Martin tidak suka basa-basi. Dia akan langsung ke intinya saja.
"Asal kamu bisa membuatnya bahagia," ucap Ronald yang membuat Martin tersenyum.
Tidak sulit, kenapa Sonya takut sekali?
"Terima kasih, Dad! Aku akan menjaga Sonya dengan baik," jawab Martin. Martin malah tidak mau pulang dan tetap duduk di ruang tamu. Ronald sudah kembali masuk karena Martin tidak akan pulang kalau tidak bertemu Sonya.
Sonya turun kembali dan kali ini dia sudah berganti pakaian santai. Sonya kira mereka sudah diusir oleh Daddynya.
"Honey, apa yang kamu takutkan? Daddymu tidak bereaksi sekeras itu denganku, bahkan aku sudah katakan hubungan kita, Daddy setuju," ucap Martin.
Benarkah? Entah kenapa Sonya tidak percaya.
"Ya tentu! Aku hanya bercanda tadi, aku ingin melihat keseriusanmu saja honey, ternyata kamu tidak takut bertemu orang tuaku, kamu terbaik!" Sonya memberikan jempolnya.
"Kamu nakal sekali, untuk apa aku takut kalau memang aku ingin serius denganmu, lain kali biarkan aku yang menjemputmu kalau kita akan keluar," ucap Martin mengelus pipi Sonya dengan lembut.
"Hmmm …."
Ronald melihat dari atas, sepertinya Sonya memang suka dengan Martin. Membingungkan sekali, kemarin cinta dengan Jonathan hari ini cinta dengan Martin. Besok siapa lagi? Menikahkan Sonya adalah jalan yang tepat tetapi apa Nara siap jauh dari anaknya.
Ini yang belum Ronald dan Nara pikirkan dari dulu, mereka tidak pernah siap jauh dari Sonya.
__ADS_1
To Be Continued ….