
"Beb, aku membawa pakaianku sendiri, aku tidak mau pakai punya kamu," ucap Sonya menolak pakaian yang diberikan Cantika padanya. Itu begitu sexy, apa kata Daddynya kalau tahu Sonya menggunakan pakaian kurang dasar seperti itu.
Daddy nya jelas akan memantau mereka dari media sosial, Cantika selalu update tentang hidupnya. Jelas saja Ronald akan melihatnya dari situ.
"Ayolah Beb! Please, satu kali ini saja, aku yakin kamu akan terlihat sangat mempesona," ucap Cantika memohon dengan menangkupkan kedua tangannya.
Sonya menghela nafasnya, dia akan kena marah pulang nanti kalau menggunakan pakaian yang mengundang hasrat laki-laki untuk menggodanya. Ronald tidak pernah setuju Sonya tampil dengan pakaian menggantung dan memperlihatkan jenjang kakinya seperti itu. Bahkan ketika Sonya menunduk sedikit saja, akan terlihat celana renda yang sexy yang Sonya gunakan malam ini.
"Tetapi kamu tidak boleh update hari ini!" seru Sonya sambil menunjuk wajah Cantika.
"Ok kalau itu memang maumu," jawab Cantika dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya. Dengan sangat terpaksa akhirnya Sonya menuruti kemauan sahabatnya satu ini dan benar apa kata Cantika. Sonya tampak sangat luar biasa dan malam ini mereka seperti pinang di belah dua karena menggunakan pakaian yang sama tetapi beda warna. Sonya menggunakan warna peach dan Cantika menggunakan putih.
"Ya Tuhan … cantiknya, sumpah aku jadi iri! Kamu kalau jadi model pasti sukses, Beb. Seperti aku! Hahahha …." Sonya menggeleng dan menarik nafasnya panjang.
Sudahlah! Tidak bisa mundur lagi, entah kenapa malam ini begitu menor dan sexynya Sonya tetapi Cantika tidak melihatnya seperti itu. Sonya jarang menggunakan make up jadi ketika menggunakan sedikit saja sudah membuat dia merasakan hal yang berbeda.
Sonya keluar bersama Cantika dan Jonathan, Javier dan temannya sedang berada di luar menunggu mereka. Hari ini pesta di pantai. Akan sangat banyak pengusaha muda yang kaya teman Jonathan dan Javier. Belum lagi teman bule mereka. Pasti jelas akan meriah, di tambah para wanita sexy yang dibawa oleh para laki-laki buaya darat itu.
Mereka terdiam dan melihat tanpa berkedip.
OMG! So sexy and hot ….
Begitulah kata salah satu teman Javier yang tidak bisa menutup mulutnya dan tidak percaya kalau wanita yang tadi satu pesawat dengan mereka begitu sangat cantik aslinya. Kemana matanya dia gunakan? Kenapa dia tidak melihatnya ketika di pesawat. Bodohnya dia membuat bidadari sendirian di dalam pesawat.
"Honey, kamu cantik sekali malam ini," ucap Jonathan memeluk Cantika dan mendaratkan kecupan mesra di bibir Cantika sambil melihat tubuh Sonya dari atas sampai bawah.
Sonya memutar bola matanya malas. Bisa-bisanya sambil menciumi bibir Cantika, dia berperilaku kurang ajar seperti itu tadi.
"Bagaimana menurutmu Sonya?" tanya Cantika sambil memeluk pinggang Jonathan dengan manja. Jonathan sangat kaya, usaha banyak di Eropa daripada di Indonesia.
"Cantik!"
Hanya itu saja, padahal dalam hati Jonathan benar-benar memuji kecantikan Sonya.
So Beautiful, sexy and hot ….
__ADS_1
"Dia luar biasa hari ini, honey! Kamu seharusnya jujur. Awesome!" Cantika memuji Sonya terlalu berlebihan sampai Sonya ingin muntah mendengarnya.
Ayolah Cantika! Kamu tidak lihat lelaki di depan kita, sudah hampir meneteskan air liurnya karena melihat kaki mulusku.
"Ayo honey! Semua sudah menunggumu," ucap Jonathan membawa Cantika bersamanya. Pesta malam ini semua Jonathan yang menyiapkan. Uang tidak pernah jadi masalah untuk Jonathan. Cantika sangat dimanjakan oleh Jonathan dan dia juga memberikan timbal balik dengan tubuhnya dan itulah memang yang Jonathan mau. Hanya tubuhnya!
"Wow, honey! Apa ini semua kamu yang menyiapkannya," ucap Cantika menutup mulutnya karena dia sungguh tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Mewah dan meriah.
Saat mereka mendekat suara dentuman music mulai bertalu-talu dan membuat pesta semakin meriah. Pesta tiup lilin belum dilakukan, mereka masih sibuk mengucapkan selamat ulang tahun pada Cantika dan memberikan kado yang mewah dan mahal pada Cantika sedangkan Sonya terpaksa sendiri. Dia duduk melihat semua orang berjoget dan berpesta, bertepuk tangan dan bersorak gembira. Banyak juga yang sudah mabuk dan bahkan banyak wanita yang hanya menggunakan bikini, dan berjoget dengan para bule tampan.
Sampai pesta itu semakin meriah saat Martin datang bersama rombongan penjaganya.
"Huuuu …." Para wanita bersorak melihat Martin yang tampil berbeda malam ini, ini pesta pantai jadi mereka berpakaian sangat santai dan yang Martin gunakan pakaian pantai dengan menunjukkan dadanya yang kekar. Bagaimana bisa membuat para tamu itu berpaling. Mereka mengerumuni Martin dan Sonya yang duduk memang menjauh, sengaja memalingkan wajahnya.
Meski dia dipuja tetapi Sonya tidak selera ikut bersorak seperti orang gila seperti itu. Begitu senangnya Cantika melihat ada Martin yang datang, pestanya akan semakin meriah. Cantika kesal sekali melihat Sonya yang sangat cantik malam ini selalu menolak lelaki yang mendekatinya.
Saat Sonya tengah asik memandang laut sambil duduk, Martin mendekatinya.
"Ternyata ada wanita cantik malam ini," ucap Martin mengejutkan Sonya.
Matilah aku! Padahal aku sudah sembunyi dan dia masih bisa melihatku, pesta malam ini sangat ramai dan matanya begitu tajam sekali.
"Oh Martin, kamu juga diundang?" Pertanyaan yang konyol yang Sonya lontarkan, tidak mungkin Martin datang kalau tidak diundang.
Tanpa ragu Martin mengambil tempat duduk di sebelah Sonya. Dekat sekali! Sampai-sampai Sonya sedikit demi sedikit menggeser tempat duduknya.
Tidak bisa bernafas aku sekarang, butuh oksigen!
"Sexy sekali," ucap Martin dengan senyum nakalnya.
"Walaupun masih sexy yang difoto," lanjut Martin kembali membuat Sonya malu. Sebenarnya tujuan dia mendekati Sonya untuk apa? Kalau mau membuat malu, Sonya rasanya ingin pulang saja kembali ke Villa.
"Tidak minum?" tanya Martin melihat meja Sonya yang kosong.
"Aku tidak minum alkohol," jawab Sonya dengan lembut. Dia berusaha tidak menanggapi ejekan Martin.
__ADS_1
"Satu Minggu ini aku sibuk sekali, padahal aku sudah menjadwalkan akan bertemu denganmu, kamu menunggu pesanku?" tanya Martin begitu percaya dirinya.
Tolong yah! Jangan terlalu percaya diri, aku tidak menunggumu sama sekali.
Sonya tertawa mengejek lalu melihat Martin yang malam ini dengan tampan. Kali ini entah kenapa Sonya jadi ingin menggodanya. Semua orang hanya tahu kalau Sonya itu wanita pemalu tetapi tidak tahu bagaimana aslinya.
Sonya mengibaskan rambut gelombangnya ke belakang sehingga terlihat pundaknya yang putih mulus dan belahan gundukannya yang menonjol.
"Kamu berharap aku menunggumu?" tanya Sonya berbicara dekat sekali dengan wajah Martin sampai nafas mereka beradu.
"Ya, sangat berharap! Kamu cantik sekali malam ini," ucap Martin kembali menggoda Sonya.
"Sebelumnya?" tanya Sonya yang kembali menatap mata Martin, kali ini Sonya tidak akan kalah. Dia belum tahu siapa Sonya sebenarnya?
"Selalu sangat cantik," ucap Martin membelai pipi Sonya dengan lembut.
"Apa kamu sudah terbiasa seperti ini pada seluruh wanita?" tanya Sonya dengan sinis.
Martin tertawa dan mendekati telinga Sonya.
"Aku sendirian di Villaku, di sini bukannya sangat bising?" tanya Martin mulai menggoda Sonya.
Gila! Apa yang dia inginkan?
"Maaf sekali Martin, ini pesta sahabatku, meski bising aku lebih suka di sini daripada berdua denganmu," balas Sonya dengan sinisnya.
"Aku sangat suka fotomu yang bernomor 578, itu sexy sekali, apa orang tuamu tahu?" Sonya berdecak kesal. Martin sengaja mengatakan semua ini agar Sonya malu.
"Kamu mengancamku?" tanya Sonya dengan terang-terangan.
"Untuk apa? Itu koleksi pribadiku, aku hanya suka membukanya saat aku ingin melihatmu, kamu tahu nomor ponselku tetapi tidak pernah menghubungiku, sombong sekali!"
Martin kembali mendekat dan menciumi rambut Sonya lalu berbisik di telinga Sonya.
"Bagaimana?"
__ADS_1
Sial!
To Be Continued ….