Stop Loving You

Stop Loving You
Sonya's First Kiss


__ADS_3

Akhirnya Sonya ikut ke villa Martin yang tidak jauh dari pantai tempat Cantika mengadakan pestanya. Martin berjanji pada Sonya kalau ini tidak lama dan tidak akan ada drama lain selain Martin meminta kecupan pada bibir Sonya.


Sonya diajak Martin berkeliling Villa nya yang super mewah, luas dan indah. Pemandangan yang langsung bisa melihat laut bahkan mereka dari sini bisa melihat pesta Cantika. Villa dengan kamar yang banyak tetapi hanya ditinggali oleh Martin.


Martin masih menggenggam tangan Sonya dan duduk di outdoor bed yang ada di kolam renangnya. Pelayan menyiapkan mereka minuman dan makanan kecil dan maaf saja kalau membuat Martin kecewa, Sonya tidak akan meminum apapun dari rumah ini karena Sonya bukanlah wanita yang bodoh.


"Villamu besar sekali," ucap Sonya memecahkan keheningan di antara mereka. Sonya hanya sangat risih melihat Martin yang terus memandangnya dengan senyum.


Martin hanya mengangguk dan melihat keseliling Villanya. Martin tidak menyewanya tetapi dia memang memiliki Villa ini.


"Kamu suka?" tanya Martin melirik Sonya yang tersenyum dengan cantiknya dan menyelipkan anak rambut ke telinganya.


"Ya suka, kamu pintar sekali mencari Villa yang indah," jawab Sonya. Martin malah mendekati Sonya dan memeluk Sonya ke belakang dari tempat dia duduk di sebelah Sonya.


"Kapan mulainya?" tanya Martin bertahan pada punggung Sonya yang terbuka. Martin malah sengaja mengesampingkan rambut Sonya agar bisa mendaratkan dengan puas bibirnya ke punggung Sonya.


Darah Sonya berdesir, apa yang Martin lakukan hampir membuat Sonya lupa diri.


"Ayo lakukan! Aku juga ingin pulang, karena ini sudah malam dan aku mengantuk sekali," ucap Sonya yang membuat Martin di belakang sana berdecak kesal.


Jadi setelah mereka melakukan itu, Sonya akan pulang? Tidak akan tidur di Villanya. Tidak asik sekali pikir Martin.


"Untuk apa cepat pulang, kita masih bisa saling mengetahui satu sama lain." Martin tersenyum nakal dan kali ini bibir nakalnya sudah menyentuh rambut Sonya, merasakan wangi shampo yang Sonya gunakan.


Tidak diragukan lagi kalau Sonya benar-benar segar dan wangi sekali. Martin betah sekali memeluk Sonya dan kulit Sonya yang putih bersih membuat Martin ingin mengusapnya dengan lembut.


Tangannya bahkan saat ini sudah menjalar pada punggung Sonya dan bertahan pada tengkuk leher Sonya agar mata mereka saling pandang.


Jantung Sonya sudah mulai berdisco, seperti dentuman music yang tidak karuan. Ini yang pertama dan sumpah Sonya takut sekali.


Martin melihat bibir Sonya yang tertutup dan seketika Martin menyentuh bibir itu dengan jempolnya dan memaksa sedikit agar terbuka. Martin mendekati bibir Sonya ketika terbuka kecil seperti.

__ADS_1


"Stop!" Sonya memegang jantungnya yang tidak karuan.


"Kenapa?" tanya Martin bingung. Sedikit lagi padahal bibir itu menyentuh bibir ranum Sonya. Martin sudah tidak sabar mengecupi bibir Sonya dan pastinya akan berakhir di leher Sonya nantinya.


"Aku belum siap," ucap Sonya yang ingin pergi dari pelukan Martin. Sonya menjauh dari tempat Martin duduk.


"Come on,Honey! Just a kiss," ucap Martin kembali mendekati Sonya yang berdiri memeluk tubuhnya yang dingin karena udara malam ini. Pakaiannya begitu sangat sexy dan udara malam ini sungguh menusuk tulangnya.


"it's not just about kissing, it's a first for me and you're not my lover," jawab Sonya menggigit bibir bawahnya.


"Apakah aku harus jadi kekasihmu dulu, baru boleh aku melakukan itu?" tanya Martin mendekat dan memeluk Sonya dari depan. Martin mendonggakkan dagu Sonya untuk menatap wajahnya yang tampan. Perbedaan tinggi mereka membuat Sonya harus mendongak menatap Martin.


"Ya dan sayangnya aku tidak suka kamu," ucap Sonya dengan tegas. Martin tertawa dan malah tanpa di duga mendaratkan bibirnya ke bibir Sonya dengan lembut.


Mata Sonya terbelalak saat lidah Martin mulai menari indah dan membasahi bibir Sonya dengan sangat lembut bahkan lidah itu mulai masuk dan mengabsen semua deretan gigi putih Sonya, mencari lidah Sonya yang juga ingin dia tarik dengan lembut. Sonya terdiam! Dia sungguh tidak percaya begitu cepatnya Martin mengambil First Kissnya. Martin melepaskan tautan bibirnya ketika melihat Sonya berusaha keras mengambil oksigen disekelilingnya. Sonya memang belum pernah ternyata. Martin kira Sonya berbohong.


"Bagaimana rasanya?" tanya Martin berbisik di telinga Sonya sambil menggigit kecil telinga Sonya yang masih tidak percaya kalau mereka sedang melakukan itu dan itu membuat Sonya menginginkannya lagi.


"Aku sudah menepati janjiku dan sekarang aku mau pulang," ucap Sonya pada Martin dan ketika Sonya akan pergi. Martin malah menariknya.


"Apa aku sudah bilang kalau kita sudah selesai," ucap Martin mendorong Sonya duduk di outdoor bed dan kali ini Martin melepaskan tirai putih itu dan membiarkan tirai itu menari diterpa angin malam ini.


Ini seperti ranjang tidur yang memang diletakkan di dekat kolam tetapi jelas fungsinya saat ini digunakan Martin untuk menghabisi bibir Sonya.


"Kamu mau ngapain?" tanya Sonya bingung saat Martin menahannya di punggung ranjang.


"Aku sudah menepati janjiku dan seharusnya kamu juga menepatinya," ucap Sonya kembali berusaha mendorong Martin agar menjauh tetapi malah Martin kembali mendaratkan kecupan kecil pada leher Sonya.


Uuuh …. Sonya menggigit bibir bawahnya, dia tidak bisa menolak sensasi yang Martin berikan apalagi saat Martin membuat tanda kepemilikan pada lehernya.


Pasti Cantika besok pagi sadar kalau semalam Sonya melakukan sesuatu yang panas dengan laki-laki kalau melihat banyaknya tanda yang dibuat Martin. Herannya Sonya diam. Dia hanya mendesah dan malah terbawa suasana sambil mencium aroma maskulin dari tubuh Martin.

__ADS_1


"Kamu suka?" tanya Martin menyeringai melihat wajah Sonya dan tanda merah yang sangat banyak pada leher Sonya.


"Bagaimana aku kembali ke pesta? Leherku ini akan membuat aku malu," ucap Sonya memutar bola matanya malas.


"Makanya jangan ditunjukkan di depan umum, tunjukkan hanya padaku!" Martin tertawa dan kembali meraup bibir Sonya sebelum Sonya membalas dan kali ini menahan kedua tangan Sonya di atas ranjang.


Apa yang ingin Martin lakukan?


Martin bukan hanya bermain pada bibir Sonya tetapi bermain pada belahan gundukan Sonya, sampai membuat Sonya memberontak.


"Ssst … diam honey! Aku tidak akan melakukan apapun, bukankah aku sudah berjanji padamu!" Martin mengingatkan Sonya.


"Tetapi apa yang kamu lakukan bukan hanya dibibir tetapi juga bibirmu berkeliaran sampai ke leher dan … awas saja kalau sampai kamu lebih dari ini," ucap Sonya memperingati Martin.


Martin tertawa dan melepaskan tangan Sonya setelahnya Martin memeluk Sonya dan bertahan pada dada Sonya yang lembut.


"Jangan menggunakan pakaian seperti ini lagi, aku tidak suka! Semua mata laki-laki melihatmu," ucap Martin seolah sedang berbicara dengan kekasihnya.


"Kenapa aku harus menurutimu, kamu bukan kekasihku," jawab Sonya dan kali ini dia berdiri cepat, dia takut Martin kembali menariknya.


"Jangan membantah, honey! Aku paling tidak suka wanitaku membantah apa yang aku katakan," ucap Martin yang membuat Sonya menggeleng.


Gila! Kamu pikir aku wanitamu? Sejak kapan aku setuju menjadi kekasihmu.


Sonya keluar dari Villa Martin dengan cepat tetapi sayang pintu itu dijaga dengan ketat oleh bodyguard Martin.


Sial!


Terpaksa harus memohon pada laki-laki itu untuk berbaik hati membukakan pintu Villanya.


To Be Continued ….

__ADS_1


__ADS_2