Stop Loving You

Stop Loving You
Personal Assistant


__ADS_3

Ronald menunggu sampai pagi Nara keluar dari kostnya. Nara tidak kunjung keluar bahkan untuk sekedar memperlihatkan wajahnya. Apakah Ronald harus menggunakan cara yang kasar dulu agar Nara mau kembali dengannya?


Hanya sebentar diberi kesempatan, Nara sudah bisa melapor kepolisi. Ronald harus membalas apa yang Nara lakukan padanya, hanya demi selangkah dekat dengan Nara.


Nara melanggar kontrak kerja, dia seharusnya membayar pinalty kalau tidak ingin bekerja di samping Ronald bukan?


Kembali pagi hari Ronald menghubungi Nara, dia sekarang berada di kediamannya yang ada di Bandung.


Kali ini Nara mengangkatnya.


"Ada apa lagi Ronald? Kamu sama sekali tidak menyerah setelah aku menolakmu berulang-ulang, ada apa denganmu?" tanya Nara begitu kesal.


Ronald ayolah kamu sadar, banyak wanita di luar sana yang menunggumu, kamu tidak harus melihat aku terus sebagai wanita. Aku tidak percaya kamu sampai seperti ini.


Ronald menyunggingkan senyumnya.


"Kamu melupakan sesuatu Nara?" tanya Ronald yang pagi ini sudah rapi dengan setelan jasnya. Ronald menatap kolam renang yang ada di depannya dengan tangan kiri berada di kantung celananya.


"Apa yang aku lupakan?" tanya Nara kembali. Ya Nara melupakan soal kontrak itu, dia lupa kalau ada yang harus dibayar kalau meninggalkan Ronald.


"Kamu lupa kalau kamu itu asistenku, oh atau kamu ingin membayar pinalty saja kalau memang ingin pergi dariku, aku akan menunggu hari ini juga dan detik ini juga kamu membayarnya kalau kamu tidak mau bekerja denganku, aku juga bisa melaporkanmu Nara!"


Nara menelan salivanya. Ronald memegang kelemahannya dan Nara jelas tidak bisa kabur dari sisi Ronald. Meski begitu dia tidak akan pergi bersama dengan Ronald, dia tidak ingin kembali ke rumah atau apartemen Ronald. Dia harus punya tempat tinggal sendiri.


"Kamu ingin masuk penjara?" Ronald menyeringai. Kali ini dia harus lebih kejam dengan Nara.


"Aku akan kembali tetapi aku tidak akan pergi bersama denganmu, Andre yang akan mengantarku ke Jakarta dan aku punya tempat tinggal sendiri, kamu tidak bisa melarangku!"


Sial!


Laki-laki itu bahkan jelas berselingkuh di belakang Nara dan Nara kembali membuka hatinya untuk orang seperti itu.


Ronald menggertakkan grahamnya, dia harus bersabar menghadapi Nara, dia harus memikirkan dengan otak pintarnya kalau mau Nara kembali padanya.


"Kamu sepertinya perlu aku ingatkan kalau harus tinggal bersama denganku, kamu lupa posisi kamu di kantor itu apa, Nara? Perlu aku ingatkan lagi?"


Nara menggigit bibirnya, telak! Dia kalah, Nara sudah salah dari awal dan jelas tidak akan bisa kabur dari Ronald.


"Ba … baiklah! Aku akan pergi ke Jakarta dan tinggal bersama denganmu tetapi aku tidak mau pergi bersama denganmu ke Jakarta, Andre harus tahu dimana aku tinggal," ucap Nara kembali menantang Ronald.

__ADS_1


Lihat saja, sampai kapan Andre mu itu peduli denganmu, aku akan membuat kamu menangis karena percaya dengannya.


"Silahkan saja!" jawab Ronald dengan santai.


Lakukan apapun yang kamu mau Nara. Karena tidak akan lama lagi, kamu akan menjadi milikku.


Ronald kembali ke Jakarta pagi itu juga bersama dengan Janu dan Nara menghubungi Andre untuk mengantarnya ke Jakarta.


Andre dengan senang hati mengantarkan Nara ke Jakarta, dia bahkan sangat bersyukur Nara mau memaafkannya.


Andre menjemput Nara pagi sekali menggunakan mobilnya yang sederhana tetapi masih bisa digunakan untuk mengantar Nara ke Jakarta. Mereka berpacaran jarak jauh saat ini.


Mungkin Andre akan mengusulkan pindah ke Jakarta karena tidak enak mengambil cuti mendadak seperti ini. Untung saja dia diberikan izin.


"Sayang, kamu itu sebagai apa kerja di sana?" tanya Andre menggenggam sebelah tangan Nara saat dia tengah mengemudi.


"Asisten pribadi sayang," jawab Nara dengan sangat lembut.


Nara sekarang begitu hebat, dia bahkan bekerja di sisi bosnya saat ini. Mungkin ada lowongan kerja untuknya pikir Andre.


"Coba kamu tanyakan pada bosmu, apa ada lowongan kerja untukku di perusahaanmu supaya kita bisa satu kantor," ucap Andre.


Nara mulai berpikir, benar juga! Kalau Andre di Jakarta, Nara pasti ada pelindung dari kejaran Ronald yang tidak sudah lagi padanya. Setidaknya Ronald tidak akan mengganggunya lagi.


Sesampainya di Jakarta, Nara langsung ke kantor karena Ronald sudah memintanya untuk cepat masuk.


"Sayang, aku cari kost untukmu, nanti sore kalau kamu sudah pulang kerja kamu hubungi aku, kita akan ke sana bersama," ucap Andre tersenyum dengan hangat. Dia senang Nara sudah tidak marah lagi padanya. Andre mengaku kalau dia hilaf bersama dengan wanita lain dan Nara memaafkannya.


"Iya aku tunggu di sini sore nanti," jawab Nara beranjak dari tempat duduknya. Baru akan keluar dari mobil Andre, Andre menahannya. Nara pun menoleh ke Andre.


"Kenapa sayang?" tanya Nara mengkerutkan keningnya.


Cup!


Andre mendaratkan kecupan hangat pada pipi Nara.


"Semangat kerjanya," ucap Andre memberikan kepalan tangannya pada Nara. Nara pun tersenyum dan membalas.


"Semangat!"

__ADS_1


Nara naik lift ke lantai paling atas tempat ruangan Ronald karena dia memang bekerja di sisi Ronald. Ronald bahkan dengan santai sekali menunggu Nara. Dia tidak ingin terlihat terlalu berharap dan terlihat bahagia karena akhirnya Nara tetap kembali padanya karena tidak punya pilihan.


Saat terdengar bunyi ketukan pintu, Ronald sangat yakin kalau itu Nara.


"Masuk!" ucap Ronald dengan tegas tanpa melihat Nara masuk.


"Permisi Pak, maaf saya terlambat!" ucap Nara dengan sangat lembut.


Ronald menyunggingkan senyumnya dan kali ini dia akan profesional.


"Nara, kamu itu asisten saya, seharusnya kamu harus lebih dulu datang dari saya dan menyiapkan semua keperluan saja, mengingatkan saya dengan jadwal saya yang begitu padat, apa kamu pikir saya bisa semua melakukan itu," ucap Ronald dengan tegas.


"Maafkan saya Pak, ini yang terakhir saya seperti ini," jawab Nara membungkuk.


"Sekarang kamu tanya pada sekretaris saya yang di luar sana, apa saja yang harus kamu kerjakan, saya tidak mungkin memberi tahu kamu satu-satu, Nara. Pekerjaan saya sangat banyak," ucap Ronald dengan tegas.


Jika Nara tidak bisa dia dapatkan dengan cara halus, maka cara kasar pun akan Ronald lakukan demi memiliki Nara seutuhnya.


Kamu jelas tidak bisa bekerjasama denganku. Maka terimalah nasibmu.


Nara pun keluar dan mencari tahu semua tugasnya karena terus terang dia baru pertama kali menempati posisi sepenting ini dan sama sekali tidak ada pengalaman. Dia juga tidak ingin dianggap remeh oleh Ronald. Semua jadwal Ronald, kegiatan Ronald dalam sebulan ini Nara harus menghafalnya di luar kepala dan sore ini ternyata Ronald ada pertemuan dengan teman bisnisnya dan Nara jelas harus ikut sampai malam.


Bagaimana dengan Andre? Dia harus menghubungi Andre nanti. Bahkan dalam jadwal pun Ronald ada pertemuan dengan wanita. Sengaja sekali Ronald menambahkan itu agar Nara cemburu melihatnya.


Ternyata menjadi asisten pribadi tidaklah mudah, banyak sekali tugasnya, menjadi orang yang dipercaya oleh direktur atau atasan untuk mengurus pekerjaan maupun urusan pribadi mereka.


Profesi ini menangani satu orang saja yaitu Ronald sebagai bosnya.


Dari mengatur pertemuan bisnis, rapat, menyusun agenda pertemuan, mempersiapkan perjalanan dinas, membuat naskah pidato, sambutan, bahan presentasi, urus surat-menyurat, mengorganisir event, jamuan makan, peresmian-peresmian hingga menjalin komunikasi dengan humas dan keprotokolan.


Huuh banyak sekali pikir Nara. Apakah dia sanggup. Sore ini dia memulai dengan menghubungi teman bisnis Ronald untuk mengatur jamuan makan malam dengan beberapa bos besar yang ada di Jakarta.


Melelahkan sekali hari pertamanya tetapi Nara sudah mulai mengerti.


"Pak Ronald, sore ini saya sudah mengatur pertemuan Bapak dengan beberapa Bos dari perusahaan ternama di Indonesia dan mereka ada yang berhalangan datang tetapi meminta di atur kembali jadwal pertemuannya, saya sudah membuat jadwal kembali dimana Bapak ada waktu," ucap Nara memberikan laporannya.


Ronald menyeringai.


Pintar! Kekasihnya memang sangat bisa diandalkan.

__ADS_1


"Atur saja," jawab Ronald dengan santai dan melihat cantiknya Nara dari jauh.


To Be Continued ….


__ADS_2