
Axel sudah menunggu lama saat ini, saat dia bisa bertemu dengan Christin yang berapa Minggu ini menghindarinya. Christin sudah tidak mau lagi bersama dengan laki-laki yang tega menggugurkan kandungannya.
"Tunggu!" Axel dengan keras menggenggam tangan Christin yang sedang berada di restoran yang sama dengannya. Axel sengaja membuntuti Christin kemanapun dia pergi.
"Lepaskan! Sudah jelas kalau hubungan kita berakhir saat kamu tega membawaku ke tempat itu, aku tidak ingin lagi mengenal orang sepertimu," ucap Christin menepiskan tangan Axel dengan keras.
Plakk!!!
Axel langsung melayangkan tamparan keras ke wajah Christin. Dia tidak suka diputuskan sepihak saat dia masih sangat mencintai Christin.
"Jangan kamu pikir, bisa menjauh dariku," ucap Axel dengan tatapannya yang tajam dan dia menarik Christin untuk ikut bersama dengannya ke dalam mobil.
"Lepaskan! Aku tidak akan mau lagi bersama denganmu," ucap Christin dengan tegas. Axel malah membawa mobilnya dengan sangat ngebut sekali sampai membuat Christin histeris di dalam mobil.
Seharusnya dari awal dia tidak perlu berhubungan dengan Axel. Sudah banyak yang memperingatinya kalau Axel punya tempramen yang buruk. Apalagi Axel lebih peduli dengan mobil-mobilnya daripada dengannya.
"Axel hentikan, aku takut sekali, tolong!" ucap Christin memohon agar Axel memperlambat laju mobilnya, bukan malah memperlambat, Axel malah semakin menjadi-jadi meliuk-liukkan mobilnya.
"Aku tidak akan berhenti sampai kamu mau kembali tinggal bersama denganku," ucap Axel dengan seringainya.
"Tidak, aku tidak akan mau kembali lagi denganmu, kamu bisa urus mobil-mobilmu tetapi untuk hubungan kita, cukup sampai di sini, aku tidak akan jatuh lagi ke lubang yang sama denganmu," ucap Christin sinis.
Setelah apa yang terjadi, Christin sudah sangat sadar kalau hubungannya dengan Axel tidak akan pernah berjalan sempurna. Bodohnya Christin yang selalu bertahan dengan tingkahnya yang kasar dan sering kali memukulnya. Christin bahkan merahasiakan semua ini dari keluarganya karena sangat cinta dengan Axel tetapi sekarang. Cukup! Dia tidak ingin bersama lagi dengan laki-laki gila di sampingnya ini.
"Tidak mau! Kalau begitu kita bisa mati bersama," ucap Axel kembali melajukan mobilnya dengan kencang. Christin menjerit, dia benar-benar ketakutan saat ini. Namun, dia tidak bisa melakukan apapun.
Hanya satu yang bisa menghentikan kelakuan Axel kalau Christin kembali bersama dengannya dan Christin lebih memilih mati daripada kembali.
Pada saat Axel menargetkan pohon besar dari jauh untuk dia tabrak, barulah Christin membelalakkan matanya. Dia sangat-sangat takut.
"Axel hentikan! Baiklah, aku mau kembali bersama denganmu," teriak Christin sambil berpegangan pada handle bagian atas mobil mewah Axel.
__ADS_1
Tepat sekali, Axel menghentikan mobilnya di depan pohon besar itu. Christin bernafas dengan cepatnya, jantungnya berdegup dengan kencang karena kelakuan Axel yang gila.
"Maafkan aku honey," ucap Axel memeluk Christin dengan erat. Christin terdiam, sungguh dia ingin sekali keluar dari mobil Axel saat ini. Besok dia akan bicara dengan kakaknya, dia tidak ingin terbelenggu bersama dengan Axel lagi.
"Ya aku sudah memaafkanmu," jawab Christin bohong. Saat ini bukan yang tepat untuknya bertengkar dengan Axel saat pikirannya sedang kalut.
Axel kembali mengendarai mobilnya dengan sedang menuju apartemen mewahnya yang dia tinggali bersama dengan Christin.
Christin di dalam mobil Axel mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ronald. Karena tidak ada lagi yang bisa dia hubungi kecuali Kakaknya.
Padahal malam ini adalah malam pertamanya dengan Nara. Keluarganya bahkan tidak ada yang tahu kalau Nara sudah kembali dan bahkan sudah menikah dengan Ronald. Yang pasti akan terkejut adalah Monica, dia pasti sangat histeris saat tahu putra kesayangannya menikah dengan wanita yang sangat dia benci.
Bahkan dari kehilangan Nara sampai sekarang, Ronald tidak menegur Monica. Sama sekali Ronald tidak peduli dengan Mamanya, Monica harus minta maaf dengan Nara karena kelakuannya yang tidak pantas itu.
Di tempat lain, Ronald yang baru selesai mandi dan sudah siap bertempur dengan Nara terpaksa meredam keinginannya karena pesan Christin yang ingin di jemput di apartemen Axel.
Tidak biasanya pikir Ronald. Padahal Nara sudah sangat sexy dengan gaun tidurnya, dengan sangat terpaksa Ronald harus meninggalkan Nara tetapi kali ini dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, penjagaan di rumahnya sangat ketat berbeda ketika Nara di culik Monica ketika itu. Ronald hanya menempatkan dua bodyguardnya.
Seharusnya ini sangat mengecewakan pikir Ronald tetapi bagaimana lagi, adiknya membutuhkannya saat ini.
"Penting sekali?" tanya Nara dengan wajah kecewanya karena sepertinya Nara sudah mendamba Ronald saat ini. Ronald mengangguk dan mendaratkan kecupan hangatnya di bibir Nara.
"Tidak lama, aku janji akan segera pulang!" Ronald menggosok pelan rambut Nara dengan lembut dan pergi meninggalkan Nara.
Ronald bersama kedua bodyguardnya menjemput Christin. Mobil melaju sangat kencang sekali karena Ronald takut terjadi sesuatu pada adiknya.
Sesampainya di apartemen mewah itu, Ronald langsung menuju lantai delapan belas. 1812B nomor apartemen Axel.
Ting … Tong …
Setelah sampai, bodyguard Ronald yang menekan bel dengan berisik sekali. Axel padahal baru sampai dengan Christin.
__ADS_1
Ceklek.
"Mana Christin?" tanya Ronald dengan tegas.
"Dia tidur, untuk apa kamu kemari?" tanya Axel yang membuat Ronald naik darah mendengarnya.
"Menjemput adikku, apa salah seorang Kakak menjemput adiknya," ucap Ronald tegas. Axel tidak bisa melawan karena Ronald membawa bodyguardnya.
"Kakak!" panggil Christin setelah tahu yang datang Ronald, memang Ronald selalu bisa diandalkan.
Axel melihat Christin dengan sinis, ternyata Christin tidak ingin bersama dengannya sampai meminta Ronald untuk menjemputnya. Ini pertama kali Christin melakukan hal seperti ini padanya.
"Maaf Axel! Tolong jangan lagi ganggu aku, hubungan kita sudah berakhir," ucap Christin setelah keluar dari apartemen mewah Axel.
Sial! Berani-beraninya Christin seperti itu padanya. Lihat saja! Axel akan membuat Christin sendiri yang ingin kembali dengannya. Untung saja Axel tidak memaksa kalau sampai dia menghalangi Christin pulang, Ronald tidak segan-segan melayangkan pukulannya.
"Kamu mau di antar di rumah atau di mana?" tanya Ronald melihat Christin menangis sesegukan. Apa sebenarnya yang membuat Christin menangis seperti itu.
"Kamu kenapa?" tanya Ronald pelan, dia ingin tahu ada apa yang terjadi dengan adiknya.
"Aku takut dengannya Kak, aku tidak ingin lagi kembali dengannya tetapi kalau dia memaksa aku seperti tadi bagaimana?" tanya Christin menangis.
"Aku tidak ingin pulang, aku ikut ke rumah Kakak saja," ucap Christin.
Jelas akan mengganggu ketentraman Ronald dan Nara kalau sampai ada Christin.
"Tinggal di apartemenku saja, aku tidak nyaman kalau kamu ikut ke rumahku," jawab Ronald dengan jujur.
Christin mendengus kesal, padahal mereka saudara. Apa yang membuat Ronald tidak nyaman?
To Be Continued ….
__ADS_1