Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 100


__ADS_3

shila segera berlari kearah ayahnya dan memegang tangan ayahnya yang bercucuran darah karena jarum infusnya tercabut paksa


Shela segera mengambil tas kerja kakaknya, karena shela tau kakaknya selalu membawa kotak P3K disana ada perban dan obat-obatan yang lainnya


Shela mendekati kakaknya yang juga ikut berjongkok disamping ayahnya yang sedang bersimpuh dikaki kedua orang tuanya dan meminta maaf


"kak" shela menepuk pundak kakaknya


shila menoleh dan menatap adiknya


" ini kak,tangan kakak juga sudah penuh dengan darah " ucap Shela sambil menyerahkan kotak P3K pada kakaknya itu


Shila tersenyum dan meraih Kotak P3K yang diberikan adiknya


"ayah kita perban dulu ya lukanya " ucap Shila pada wahyu


wahyu menoleh kearah putrinya lalu menunduk melihat tangannya yang dipegang oleh putrinya itu yang kini tangannya sudah berlumuran darah


semua yang mendengar ucapan Shila melihat tangan dokter cantik itu barulah semua orang sadar ternyata tangan wahyu berdarah-darah


"Astagfirullah " ucap semua


"ayah duduk dulu ya,biar kakak bersihkan dulu lukanya" ucap shila


wahyu menurut perkataan putrinya itu


setelah Shila membersihkan tangan Ayahnya dan memberinya perban hingga darahnya terhenti


wahyu kembali menemui kedua orang tuanya juga adiknya


"Bu pak,maafkan wahyu yang selalu membuat kalian khawatir" ucap wahyu memeluk lutut ibunya


"iya nak,ibu sudah lama memaafkanmu tapi kamu marah sama kami hingga kamu tidak pernah lagi datang menemui kami nak" ucap Bu Rahma berderai air mata


begitu pun juga dengan Pak sardi dan wulan


"wahyu tidak pernah marah pada kalian,wahyu hanya malu bu,wahyu Malu hidup wahyu berantakan karena ulahku sendiri " ucap wahyu sambil menangis


"sudahlah nak,lupakan semua masa lalu yang penting sekarang kamu sudah kembali ke tengah-tengah kami" ucap Pak sardi mengelus lembut punggung Wahyu


wahyu berbalik dan memeluk lelaki tua yang selalu baik padanya itu selalu memberinya banyak cinta dan perhatian


Pak Sardi pun memeluk erat tubuh putranya


"Wulan maafkan abang" ucap wahyu setelah melepas pelukannya dari Pak sardi


"wulan,juga minta maaf ya bang " ucap wulan mendekati kakaknya lalu memeluknya,biar bagaimanapun wahyu sangat berjasa dalam hidup wulan,wahyu selalu memanjakannya


selalu menjaganya dan menyayangi nya


"Bang kenalkan ini Anak-anakku, namanya Rama dan Shinta "ucap wulan memperkenalkan Anak-anaknya

__ADS_1


" dan ini suamiku, mas Reza"ucap wulan lagi kali ini memperkenalkan suaminya kepada wahyu


"semoga kalian selalu bahagia da keluarga kalian sakinah mawadah warohmah, dan abang berharap kalian belajar banyak dengan apa yang terjadi pada abang,abang tidak ingin yang abang alami kalian juga mengalaminya " ucap wahyu dengan wajah sendu


" Nak mulai sekarang kamu tinggal bersama kami ya,ibu dan bapak ingin dirawat sama kamu dan adikmu juga cucu-cucu ibu dan bapak disisa usia kami " ucap Bu Rahma sedih


"iya bu tapi apakah saya tidak merepotkan bapak dan ibu karena saya sudah cacat bu karena satu tangan wahyu sudah tidak bisa berfungsi lagi" ucap wahyu


" kamu jangan bicara seperti itu nak kamu adalah anak ibu dan bapak kami tidak merasa kamu adalah beban kami dan kamu juga bisa membantu bapak mengelola toko sembako yang bapak bangun didepan rumah


semua kini tersenyum,Nadia bersyukur kini keluarganya telah berkumpul kembali


Tidak ada lagi dendam diantara mereka,Nadia berharap tidak ada lagi Airmata duka yang ada hanya air mata


kebahagiaan


🔷🔷🔷🔷🔷


diruang UGD dirumah sakit yang sama


didalam ruangan seorang gadis belia sedang terbaring lemah


disana juga pak Damar masih setia menungguinya sedangkan jack ditugasinya untuk mencari seorang suster yang bisa disewanya untuk menjaga dan merawat Gadis itu,


Damar juga tidak mengerti kenapa hatinya berat untuk meninggalkan gadis itu sendirian sejak tadi setelah pengisian administrasi dan biodata pasien, Damar merasa sangat tidak asing dengan nama gadis itu


Nama yang diketahuinya melalui tanda pengenal yang diambilnya dari dompet kecil yang dibawa gadis itu


"Fara Farizkha Pramana " gumam Damar saat menatap wajah teduh


"kenapa wajah dan nama gadis ini serasa sangat familiar ?" ucap Damar Dalam hati


Lama Damar menatap wajah gadis itu yang masih betah tutup mata


"kenapa semaki kutatap, wajahnya seolah--olah sangat saya kenal,siapa sebenarnya gadi ini ?" ucap Damar lagi dalam hati


ponsel Damar sejak tadi berdering namun Damar mengabaikannya,Damar sangat malas mengangkat telepon dari istrinya Friska, karena Friska hanya tau meminta uang dan mengomel tidak jelas


Tiap hari Friska hanya menghabiskan waktunya untuk berfoya-foya dan menghabiskan uang Damar


Sebenarnya Damar sudah muak dan tau semua rahasia yang friska sembunyikan darinya


saat Damar masih dengan lamunannya seseorang menepuk pundaknya pelan namun itu mampu membuyarkan lamunannya


Damar repleks membalikkan tubuhnya,dan disana sudah ada jack berdiri bersama seorang suster yang katanya akan merawat Fara


saat Damar menjelaskan apa saja tugas Suster itu, Fara membuka kedua matanya dan mencoba untuk memanggil karena fara merasa tenggorokannya terasa kering


" lihat tuan nona itu sudah sadar" ucap jack saat melihat Fara mencoba untuk memanggil mereka


Damar segera membalikkan badannya dan melihat gadis itu

__ADS_1


" jack panggil dokter untuk memeriksanya" perintah Damar pada jack sedangkan suster yang akan merawat Fara kini mendekatinya


" apakah nona butuh sesuatu ?" tanya suster yang bernama Annisa


"saya haus sus" ucap Fara pelan


"anda haus nona?" ucap suster Annisa


fara hanya mengangguk,dan suster Annisa segera mengambilkan Air yang berada diatas meja samping tempat tidur pasien.suster nisa memberikan Air minum kepada fara dengan perlahan,Fara meminum air yang diberikan oleh suster nisa hingga tandas.Fara tersenyum manis dan menampakkan dua lesung pipinya


Damar yang melihat itu semakin merasa sangat Familiar dengan senyuman itu hingga akhirnya Damar mengingat siapa pemilik senyum indah itu


"Rifaldo" ucap Damar lirih


setelah menyebutkan nama sahabatnya itu dan seketika terbayang wajah pria tampan berlesung pipi


pria yang telah menyelamatkan hidupnya dari kebangkrutan perusahaan keluarganya,Damar tidak menyadari air matanya menetes membasahi pipinya karena rasa bersalahnya tidak memenuhi janjinya kepada Aldo sahabatnya untuk bisa menjaga wanita yang dicintainya dan juga putrinya,bahkan kini dua orang itu dia tidak tau dimana rimbanya


Damar menghapusnya air matanya yang membasahi pipinya lalu menatap Fara


" siapa namamu nak" ucap Damar


" namaku Fara om" ucap Fara lemah


" kamu tinggal dimana nak,biar nanti om suruh seseorang untuk mengabari keluargamu" ucap Damar lagi


"saya tidak punya keluarga disini om,saya baru sampai disini kemarin dikota Ini " ucap Fara


"keluarga mu tinggal dimana?" tanya Damar lagi


" keluarga angkatku tinggal di kampung om" ucap Fara lagi


"keluarga angkat ? trus keluarga kandungmu dimana? " tanya Damar semakin penasaran,dan saat Fara akan menjawab pertanyaan Damar lagi Dokter masuk untuk memeriksa kondisi Fara dan Damar disuruh keluar dari ruangan itu


Damar dan jack keluar dari runagan itu dan Dokterpun memeriksa kondisi tubuh Fara


Damar duduk dikursi tunggu dan pada saat itu Shila dan keluarganya melewati Damar dan Jack yang sedang duduk diruang tunggu depan UGD


"pak Damar masih disini? bagaimana kondisi Gadis itu apakah sudah siuman?" tanya Shila saat dia berdiri tepat di depan Damar dan Jack


"oh Dokter Shila,iya Dok Gadis itu sudah sadar dan sekarang sedang diperiksa oleh Dokter " ucap Damar pada Shila dan matanya tanpa sengaja melihat kearah Shela begitupun dengan Jack


"Apakah ini Nona shela pemilik toko kue dan restoran Doble S?" tanya Jack


Shela yang namanya disebut maju kedepan berdiri disamping kakak kembarnya,Shela tersenyum dan mengangguk mengiyakan perkataan Jack


" Benar Tuan Jackso saya adalah Shela koki di Doble S dan pemilik toko kue yang pak Jackson maksudkan itu inilah pemilik Aslinya Bunda Nadia sesuai nama toko kuenya ini adalah Bundaku pak dan ini papiku dan yang disampingku ini kakak kembarku dan Kami pemilik restoran Doble S" ucap Shela memperkenalkan keluarganya kepada kliennya itu


Damar dan Jack merasa senang bisa bertemu langsung dengan pemilik toko kue Favorit mereka


Damar Dan Jack bersalaman dengan Semua keluarga Shela dan Shila

__ADS_1


"senang sekali rasanya saya bisa bertemu dengan kalian " ucap Damar Tulus


Tanpa mereka sadari Dari kejauhan ada seseorang yang selalu memperhatikan mereka yang tepatnya menguntit shila sejak tadi


__ADS_2