Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 93


__ADS_3

Pak Ridwan dan Pak Mamad pamit pada Shila ingin kekantin rumah sakit ingin mencari makanan karena sejak pagi tadi saat mengantarkan pak Wahyu mereka belum sarapan sama sekali


"iya pak , silahkan " jawab Shila mengangguk


saat shila berjalan ingin kembali masuk kedalam UGD untuk memeriksa keadaan pak wahyu, namun tiba-tiba suster Aini memanggilnya


" Dokter Shila " panggil suster Aini terlihat panik


" ada apa sus,kok wajahnya tegang sekali " ucap shila heran melihat wajah suster aini


"i-tu dok pak Kardi yang diruang mawar tiba-tiba saja kejang-kejang " ucap suster aini ngos-ngosan karena habis berlari


" tenang sus tenang " ucap Shila menenangkan suster asistennya itu


hufttt hufttt


suara suster aini mengatur nafasnya


setelah Nafas suster Aini mulai normal kembali shila meminta Suster aini memeriksa kondisi pak wahyu sedangkan Shilla sendiri berjalan cepat menuju ruangan mawar dimana tempat pasien yang disebutkan suster Aini


setelah Shila sampai diruang rawat yang dimaksudkan oleh suster Aini,Shila segera masuk dan melihat pasiennya yang bernama pak Kardi sedang kejang ,disana sudah ada beberapa perawat dan dokter muda yang sedang menanganinya


"kenapa pak Kardi bisa kejang-kejang seperti ini? " tanya Shila kepada Suster dan dokter muda yang menangani pak Kardi


"oh dokter shila,ini dok tiba-tiba saja bapak ini kejang-kejang" jawab dokter Lastri


"kok bisa dok?! pasti ada penyebabnya "ucap Shila dan menatap keluarga pak Kardi


mereka yang ditatap oleh Shila membuang muka


"saya juga tidak tau dok,saya datang kesini bapak ini sudah kejang-kejang " ucap dokter lastri lagi


"bagaimana dengan tekanan darahnya dok"ucap Shila


"tekan darahnya Tadi sempat tinggi dok, mungkin ini yang menyebabkan bapak ini kejang-kejang, tapi saya sudah suntikkan obat melalui cairan infusnya " ucap dokter lastri


"oh syukurlah dokter cepat sampai disini " ucap shila


"iya dok " jawab dokter Lastri


istri pak Kardi dan anak bungsunya hanya bisa menangis sedangkan anak sulung dan istrinya terdiam duduk dikursi pengunjung yang ada dalam ruangan itu tak ada sedikitpun rasa iba diwajah mereka


"saya mohon agar tidak ada yang membuat pak Kardi berfikir berat biarkan beliau beristirahat dan saya juga harap tenang " ucap shila tegas karena ini untuk yang kesekian kalinya pak Kardi mengalami kejang dan hal itu terjadi saat anak dan menantunya itu datang menjenguknya, Shila tidak tau apa yang mereka bahas sehingga pak Kardi marah sehingga tekanan darahnya naik.


" iya dok" jawab istri pak Kardi


Shila dan dokter Lastri meninggalkan ruangan itu mereka kembali keruang kerja mereka masing-masing

__ADS_1


Shila kembali ke ruang UGD karena seharian ini shila bertugas disana


"sus, bagaimana keadaan pak wahyu apa sudah sadarkan diri ?!" tanya shila pada suster yang sedang berjaga disana


" iya dok tadi pak Wahyu sudah sadar dan kami sudah memberikan makan juga obat sekarang beliau sedang tertidur mungkin efek obatnya bekerja " ucap suster Yayan


"oh syukurlah kalau begitu " Ucap shila


"iya dok"ucap Suster Yayan mengangguk


"oh iya sus,kalau bisa pindahkan pak Wahyu keruang nginap biar keluarganya bisa bebas datang untuk menjenguk beliau " ucap shila lagi


"Baik dok,saya akan menghubungi anak-anak bagian bangsal apakah ada kamar yang kosong " ucap suster Yayan lalu mulai mengangkat gagang telepon yang ada didepannya dan menelpon teman-teman yang ditugaskan dibagian bangsal nginap


setelah menelpon suster yayan mendekati shila yang sedang duduk di kursinya dan memeriksa beberapa laporan yang ada didepannya


"Dok, dikamar 306 ruang kenanga ada brangkar kosong " ucap suster yayan


"oh ya sudah sus, biar pak wahyu kita tempat kan disana dan tolong beri tahu keluarganya yang menjaga nya" ucap shila


"baik Dok !"jawab suster yayan dan kembali menelpon temannya dibagikan perawatan


setelah suster Yayan dan suster Aini menyampaikan kepada keluarga pak wahyu yang tadi membawanya kerumah sakit bahwa pak wayu akan segera dipindahkan


pak Ridwan dan Pak Mamad masuk keruangan shila untuk berterima kasih karena Shila sudah banyak membantu mereka


"terima kasih banyak dok karena sudah membantu kami " ucap pak mamad dan diangguki oleh pak Ridwan


pak Ridwan dan Pak Mamad mengikuti langkah suster yang mendorong bangkar yang membawa pak Wahyu ke ruang rawat inap


setelah dipastikan semua baik-baik saja pak mamad dan pak Ridwan berpamitan kepada Wahyu yang sedang duduk bersandar di ranjang


"pak wahyu kami pamit pulang dulu, takut orang dirumah khawatir insya Allah nanti kami datang lagi kemari lihat pak Wahyu " Ucap pak Ridwan berpamitan


"iya pak Ridwan, pak mamad, terimakasih banyak selalu membantu Saya "ucap pak wahyu merasa sungkan karena selalu merepotkan warga ditempatnya tinggal


"iya pak Wahyu sama-sama,kami hanya bisa membantu semampu kami saja" ucap pak Mamad


"sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak " ucap pak wahyu


"kami pulang dulu ya pak wahyu, Assalamualaikum " ucap pak mamad dan Pak Ridwan berpamitan


"iya pak hati-hati dijalan, wa'alaikumsalam " Jawab wahyu


kini pak wahyu hanya tinggal sendiri dikamar rawat nya tak ada sanak saudaranya yang akan menjaganya semua itu terjadi karena kesalahannya sendiri dimasa lalu dan diapun malu kembali kerumah orang tua dan adiknya juga malu datang menemui anak-anaknya yang diabaikannya


pak Wahyu memilih tinggal sendirian apalagi sekarang dia sudah tidak bekerja lagi karena telah dipecat dari tempatnya bekerja

__ADS_1


sekarang dia hanya mengandalkan sodoran bantuan dari orang lain karena kini tangannya sebelah sudah tidak bisa digerakkannya karena sebuah kecelakaan


dan itulah alasan mengapa dia dipecat dari pekerjaannya


wahyu hidup sebatang kara selama beberapa tahun ini mengharapkan belas kasihan dari orang-orang sekitarnya walaupun wahyu seringkali membantu mereka


namun sudah beberapa hari ini wahyu sering tidak makan karena tidak ada orang yang memberikannya ataupun datang menawarkan pekerjaan karena wahyu sedang sakit


dan akhirnya wahyu pingsan didepan warung makan mbak Narti


wahyu ingin menawarkan jasanya mencuci piring diwarung itu dan dibayar dengan sebungkus nasi dan segelas air minum


wahyu mengusap wajahnya yang basah oleh air mata


Wahyu menyesali semua perbuatannya kepada kedua istrinya juga Anak-anaknya membohongi, menghianati dan manelantarkan mereka


"ya Allah apakah ini semua karma?!" tanya wahyu pada dirinya sendiri


air matanya tak berhenti menetes bak aliran sungai


wahyu ingin segera pergi dari rumah sakit ini karena Wahyu sama sekali tidak punya uang untuk membayar tagihan perawatan dirumah sakit besar Ini namun kondisi tubuhnya masih sangat lemah


kini wahyu hanya pasrah dengan hidupnya


jika memang Wahyu akan dipenjarakan karena tidak mampu membayar tagihan perawatannya wahyu pasrah atau harus bekerja dirumah sakit tanpa diberi gaji pun wahyu rela


sore menjelang kini Shila bersiap untuk pulang dan saat akan membuka pintu


pintu Itu sudah dibuka dari luar


dan didepn shila berdiri seorang pria tampan dengan tubuh tegapnya tersenyum kearah shila dan shila pun membalas senyuman pria itu


" sudah Mau pulang shil?!" tanya pria itu


"iya mas, hari ini saya ada janji dengan adik saya untuk ketemu direstoran nya " ucap Shila


"Boleh saya antar ?" tanya pria itu lagi


"nggak usah mas saya bawa kendaraan sendiri "ucap Shila sopan


"oh begitu ? lain kali mau ya saya antar !" jawab Pria itu dengan raut wajah kecewa


"Insya Allah mas Adnan! kalau begitu saya pamit dulu ya mas! terima kasih banyak atas tawarannya " ucap shila


"Assalamualaikum " ucapnya lagi dan berlalu meninggalkan Adnan yang masih berdiri dipintu ruang UGD


🔷🔷🔷🔷

__ADS_1


maaf ya up nya baru bisa sekarang soalnya lagi nggak enak badan


🥰🥰🥰


__ADS_2