
" wah kebetulan sekali ya bang,mas Ahmad dan mbak sari memang yang merawat fara sejak kecil saya terpaksa menitipkannya kepada mbak sari karena saya harus bekerja
Mbak sari dan mas Ahmad juga sangat senang merawat Fara karena sampai sekarang mereka belum mempunyai anak " ucap marni kepada wahyu
dan kini fara sudah dalam pangkuan wahyu
" tot mama tenal pama om pampam ?"tanya fara menatap Wahyu dan marni
"eh itu sayang..." ucapan marni dipotong oleh wahyu
" karena saya adalah ayahmu sayang " ucap wahyu enteng lalu mencium pipi chubby fara
marni dan fara saling tatap mendengar perkataan wahyu
fara menatap marni meminta penjelasan darinya apakah benar yang dikatakan wahyu itu benar atau salah
marni tidak menjawab karena takut salah memberikan jawaban
"iya sayang saya adalah ayahmu,maaf nak ayah sibuk bekerja hingga lupa menjenguk mu"ucap wahyu cepat saat mrlihat raut wajah marni yang ragu-ragu
"bang" hanya itu yang bisa keluar dari mulut marni
"iya marni biarpun Kita sudah berpisah tapi Fara tetap saya tetap anggap putriku" Ucap wahyu lagi
mata marni berkaca-kaca mendengar ucapan wahyu
"dadi om pampam imi yaya pala?" tanya fara masih belum percaya bahwa dia akan bertemu dengan ayah yang selama ini dirindukannya
fara berdiri dari pangkuan wahyu lalu membalikkan badannya dan langsung memeluk leher wahyu fara menangis sesenggukan dalam pelukan wahyu
wahyu kaget melihat fara yang menangis
"kenapa menangis sayang apa fara marah pada ayah?atau fara tidak ingikan ayah ?" tanya wahyu dan fara hanya menggeleng
fara masih saja menangis sesenggukan tak mau lepas dari pelukan wahyu
Marni juga bingung kenapa anaknya seperti itu
" kalau fara marah pada ayah maafkan ayah sayang, ayah janji ayah tidak akan datang lagi kemari"ucap wahyu sendu karena semua anaknya tidak ada yang menginkannya
"danan yaya, pala nda balah bada yaya
yaya danan peldi peldi ladi ya
pala tanat lindu pada yaya
danan tindal tindal pala cama mama ladi ya" ucap fara yang masih memeluk Wahyu
__ADS_1
entah mengapa wahyu bisa paham apa yang dikatakan oleh Fara
"iya sayang, maafkan ayah ya sudah jangan nangis lagi nanti cantiknya hilang " ucap wahyu dan berhasil membuat fara berhenti menangis
" iya yaya mamapin pala ya" ucap fara
"iya sayang, tapi ayah harus pulang dulu ya nanti ayah akan datang lagi menemui fara" jawab wahyu
"pati yaya paa yaya ndabau dindal pama pala?" ucap fara seakan tidak rela wahyu pergi
"tidak bisa sayang ayah harus tinggal dirumah ayah sedangkan fara dan mama harus tinggal disini tapi jangan khawatir ayah akan sering kesini ketemu sama fara" ucap wahyu memberikan pengertian kepada Fara
" pati pala maci windu pama yaya" ucap fara lagi dengan mata berkaca-kaca
"ayah juga masih rindu sama Fara tapi ayah tidak bisa lama-lama disini kasihan mama mau istirahat
kalau mama lama istirahatnya nanti Tambah sakit
fara tidak maukan mama tambah sakit ?!" ucap wahyu fara terdiam mencerna ucapan Wahyu
"paitla yaya pati dandi ya teling-teling tatan nicini piatin pala" ucap fara kemudian
"okey sayang ayah janji akan sering datang mengunjungimu lalu kita pergi bermain bersama tapi mama harus sembuh dulu , bagaimana princess setuju?" ucap wahyu
"pejuju"sahut fara meloncat-loncat kegirangan
"tentu saja sayang kalau bibi dan babanya mau ikut juga" jawab wahyu membuat fara semakin girang
mirna melihat putrinya sangat bahagia seperti itu dia pun merasa sangat bahagia
"kalau begitu saya pamit pulang dulu ya marni,kamu tidak keberatan kan kalau saya sering datang menemui Fara?"ucap wahyu
"iya bang tidak apa-apa,fara pasti akan sangat senang tapi kalau hari kerja fara akan lebih banyak bersama mbak sari
jadi kalau Abang mau datang menemui fara dihari llbur aja karena biasanya mas Ahmad akan mengajak fara jalan-jalan Biar nanti saya akan sampaikan pada mas Ahmad dan mbak sari biar mereka tidak kaget bila tiba-tiba fara melihat Abang dan memanggil Abang ayah "jawab marni
"baiklah kalau begitu terserah kamu saja, sayang ayah pulang dulu ya " ucap wahyu lalu mencium pipi chubby fara
"iya yaya dandi ya tatang ladi" ucap fara dan juga mencium pipi wahyu
"pala cayan yaya" ucapnya lagi lalu memeluk leher Wahyu
"iya sayang ayah juga sayang sama fara " jawab wahyu
"yaya cayan mama duda tan?!"ucap fara menatap Wahyu.
wahyu gelagapan dan tidak tau harus menjawab apa
__ADS_1
fara terus menatap wahyu seolah menuntut jawaban dari Wahyu
wahyu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
melihat binaran dimata fara wahyu akhirnya mengangguk dan fara tersenyum bahagia sedangkan pipi marni sudah merona merah walaupun dia tau bahwa Wahyu mengiyakan perkataan fara karena terpaksa
"ayah perhi ya ini sudah magrib " ucap wahyu berpamitan untuk kesekian kalinya
Wahyu melangkah keluar rumah fara dan marni mengantarkan sampai pintu
"iya yaya Bati-Bati ya" ucap fara melambaikan tangannya pada Wahyu
"iya sayang, assalamualaikum "ucap wahyu
"waayaitumsayam " jawab fara
wa'alaikumsalam " jawab marni
hari ini wahyu merasa senang bertemu dengan fara dan senyuman tak pernah lepas dari bibirnya
begitu pun dengan marni merasa senang karena wahyu mau menganggap anaknya seperti anaknya sendiri
wahyu menjalani hari-harinya kembali bersemangat sejak pertemuannya dengan fara
wahyu merasa rasa rindunya kepada anak-anaknya sedikit terobati karena kehadiran fara
seperti janjinya setiap akhir pekan wahyu akan datang mengunjungi fara dan mengajaknya jalan-jalan
wahyu lebih sering menemui fara dirumah Ahmad dibandingkan dirumah marni karena fara lebih banyak dirumah Ahmad
Wahyu dan Ahmad semakin akrab mereka sering mengajak Fara bermain di tempat permainan walaupun sering tanpa marni karena sedang bekerja
wahyu juga sedikit melupakan obsesinya kepada Nadia karena perhatiannya lebih banyak tercurah kepada fara yang semakin hari semakin menggemaskan dan pintar
wahyu juga sudah tau tentang ayah kandung fara dari cerita marni
wahyu merasa kasihan kepada fara karena ternyata papanya tidak menginginkannya
itulah kenapa wahyu begitu perhatian terhadap fara namun wahyu tidak sadar apa yang dilakukannya kepada anak-anaknya juga sama mengabaikan anak kandungnya sendiri demi membahagiakan anak orang lain
Marni merasa sangat bahagia karena anaknya banyak yang menyayanginya
apakah marni dan wahyu akan bersama kembali membangun rumah tangga yang sempat terputus karena keegoisan mereka
apakah fara bisa menyatukan mereka kembali menjalin ikatan suci dan hidup bahagia ?!
ikutin terus ya ceritanya
__ADS_1
maaf kalau banyak typo dimana mana 🙏🏻