
"mama tatanya bibu pita atan peldi telumah nenet?"ucap fara
"iya sayang kita akan kerumah nenek" ucap marni
"Holeeeee.....tita atan pepemu tama nenet" ucap fara
sari yang menggendong fara jadi gemas dia pun mencium wajah fara sampai fara terkiki geli
"geyi bibu,cudah bibu pala geyi
pampum bibu pampum" ucap fara kegelian
sari tertawa-tawa mendengar ucapan fara
"hahahaha iya sayang, habisnya kamu gemesin banget " ucap sari yang masih menggoda fara
sedangkan marni dan Ahmad sibuk mengangkat barang-barang marni naik kemobil truk yang disewa oleh Ahmad
terakhir mereka mereka menaikkan motor matic milik marni
setelah semua barang mereka naik semua keatas mobil truk
mereka pun siap-siap berangkat tapi sebelum itu Marni menyerahkan kunci rumah kepada Hj.Aminah
"Bu hajja, Saya pamit maaf kalau selama saya tinggal disini sering buat kesalahan" ucap marni
lalu menjabat tangan Hj.Aminah
" iya mbak marni kalau semisalkan kamu kembali kokota ini lagi kamu bisa kembali kerumah ini" ucap Hj.Aminah
" Terima kasih banyak Bu Hajjah " ucap marni terharu
"iya sama-sama mbak Marni " ucap Bu Hj.Aminah
"kalau begitu kami pamit pergi dulu" ucap marni
Bu Hj.Aminah hanya mengangguk
"Assalamualaikum "ucap marni
"Wa'alaikumsalam "jawab Ibu Hajjah
setelah berpamitan marni naik keatas mobil travel yang akan membawa mereka kekampung halaman sari
sedangkan mobil truk yang mengangkut barang -barang mereka juga mengikuti dari belakang
diatas mobil fara tidak berhenti berceloteh dan bernyanyi membuat semua tertawa
setelah lelah bernyanyi dan berceloteh fara tertidur
dalam perjalanan mereka beberapa kali Singgah untuk beristirahat
setelah menempuh beberapa jam perjalanan kini mereka sampai kekampung halaman sari
mereka sampai saat dikampung halaman sari jam 8 malam
orang tua sari dan keluarganya menyambut mereka dengan sangat antusias apalagi dengan kehadiran fara yang sangat menggemaskan
sari memang sudah memberi tahu orang tua dan kakaknya bahwa marni dan fara juga akan ikut bersama mereka dan Marni akan tinggal dirumah lama Safitri kakak sari
__ADS_1
mereka senang sekali karena selama ini sari sering bercerita tentang fara dan marni
rumah lama Safitri pun sudah dibersihkan agar marni bisa langsung menempatinya
semua barang-barang marni langsung dibongkar dan langsung diatur juga oleh beberapa keluarga sari dan beberapa warga disana
setelah semua telah rapi marni mengistirahatkan tubuhnya
keluarga sari banyak yang membawa makanan untuk mereka sajikan untuk orang -orang yang mambantu membenahi barang bawaan marni dari kota
matni sangat bersyukur karena keluarga dan para tetangga dikampung sari sangat ramah dan baik
"Alhamdulillah ya Allah engkau masih memberikan orang-orang baik dalam kehidupanku dan putriku disaat orang tua dan keluarga kandung ku sudah tidak peduli lagi kepadaku,semoga disini saya bisa memulai kehidupan yang baru bersama anaknya " ucap marni dalam hati penuh syukur
πΊπΊπ·π·
Marni yang kini memulai kehidupan barunya ditempat baru
Begitu pun Nadia memulai kehidupan barunya dirumah yang baru ditempatinya bersama keluarganya
sedangkan rumah peninggalan kedua orang tuanya seperti yang pernah dikatakan oleh Arman akan menjadikan rumah itu sebagai tempat tinggal para karyawannya
usaha kue Nadia kini semakin sukses dan berkembang karena peminatnya semakin banyak bahkan dari beberapa kota besar juga sering memesan kue dari toko kue Nadia
Hingga Arman berencana akan membuka cabang di beberapa kota-kota besar
Nadia merasa bersyukur semua usahanya semakin terarah semenjak menikah dengan Arman karena Nadia banyak belajar Bisnis dari suaminya
Kebahagiaan Nadia semakin berlipat ganda karena Nadia sekarang telah berbadan dua
suami dan anak-anaknya sangat antusias menyambut kedatangan sicabang bayi
Apalagi Della sejak tau bundanya akan memiliki adik bayi Della tidak mau lepas dari bundanya selalu mengelus perut Bundanya yang mulai sedikit terlihat buncit
"Benarkah memangnya dede' bayinya bilang apa sayang ?" ucap Nadia
lagi-lagi Della meletakkan telinganya keperut bundanya
"tata dedet paby,tata atu bau matan esclim laca toklap.
beditu bunda tata dede paby"ucap Della dan membuat kakak-kakaknya juga papinya tertawa
" loh kalau es krim coklat kan kesukaan kamu dek masa dede bayi juga suka ?!" ucap shela menggoda adiknya
"iya ata dedet paby tan adetna ata Ella' dadi bia juda cuka mama ekklim soklak" ucap della tak mau kalah
" oh begitu ya ?! kakak baru tau "ucap Ardhit pura-pura memegang dagunya seolah -olah sedang berfikir
"iya bon ata,beman cepelti ipu,ayo papi pita tali ekklim puntut dedet paby tatut banti ces woh!" ucap della menakut-nakuti papinya
Arman tertawa mendengar ucapan anak bungsunya bersama Almarhumah Nindi anak mereka itu semakin hari semakin pintar dan lincah
"ya sudah ayo sayang kita cari es krimnya " ucap arman
"oteh papi,ayo ata pita cali ekklimna.Dunda cini ada ya jadain dedet paby talo Dunda itut banti papek woh" ucap Della menghawatirkan Nadia
Nadia hanya mengangguk-angguk menurut apa perkataan putrinya itu
Shela mengangkat adiknya itu lalu menyembur perutnya sehingga membuat Della geli dan tertawa-tawa
__ADS_1
"pampum ata ella deli" ucapnya
Shela pun menghentikan aksinya
"ata pini ada ya dadain Dunda pama dedet paby,bila banti atu pama papi juda ata didit pama ata alka yam tali ekklim.
oteh ata?!" ucap Della memberi kesepakatan bersama kedua kakak perempuannya
"oteh deh" ucap Shela dan shila kompak
"Bun,papi antar anak-anak dulu ya.tapi ingat jangan kangen hahahahah" ucap arman menggoda istrinya
"ish....papi apaan sih " ucap Nadia tersenyum mendengar candaan suaminya itu
"hati-hati ya pi" ucap Nadia lagi
"iya sayang,kakak benaran nggak mau ikut ? atau ada pesanan ?" tanya Arman pada kedua putrinya
" ih papi, bagaimana mau bantah titah tuan putri bisa-bisa dia merajuk tujuh hari tujuh malam.
hahahahahaha" jawab Shela tertawa
Shila dan Nadia pun tertawa mendengar ucapan Shela
"pi, titip martabak coklat susu ya !" ucap shila dan diangguki oleh Arman
"okey sayang" ucap arman
"papi pama tekali cih,banti totonya putup woh" uacp Della kesal karena papinya lama sekali
Della sudah mengerucutkan bibirnya wajahnya sangat terlihat lucu sekali
"nggak boleh gitu dek, nanti berdosa loh" ucap Ardhit merayu adiknya yang sudah mode merajuk
"sana cepatan mas,tuh liat princess kamu udah mulai merajuk " ucap Nadia pada suaminya Arman
"iya sayang , Assalamualaikum" ucap arman dan menggandeng tangan Putri kecilnya
diikuti oleh kedua putranya
"wa'alaikumsalam, hati -hati mas" jawab Nadia
kini tinggal Nadia dan kedua putri kembarnya duduk diruang keluarga selepas kepergian Arman dan ketiga anaknya
"Bun, akhir pekan nanti kita kerumah nenek Rahma yuk! kakak kangen sama mereka " ucap shila
"iya bun,kita sudah lama nggak nengokin mereka,apa lagi kangen juga sama sikembar Rama dan Shinta " Ucap Shela
"iya nanti kita tanya papi, semoga aja papi nggak sibuk "ucap Nadia
"okey bunda" ucap mereka berdua
"Bun, mereka kembar kayak kita kan? "tanya Shela mengelus lembut perut Bundanya
"ya nggak tau kak,bunda kan belum USG !"ucap Nadia
" memangnya kenapa dek kalau kembar kayak kita ?" ucap shila penasaran pada adiknya
" ya seru aja kak,kita nggak usah rebutan sama si princess kalu adiknya dua.kalau adiknya cuma satu ya yanberkuasa itu ya si princess dan nggak boleh diganggu gugat.
__ADS_1
hahahhaahha" ucap Shela membayangkan bagaimana wajah Della saat cemberut
Nadia dan shilla hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan Shela