Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 88


__ADS_3

"mama tatanya bibu pita atan peldi telumah nenet?"ucap fara


"iya sayang kita akan kerumah nenek" ucap marni


"Holeeeee.....tita atan pepemu tama nenet" ucap fara


sari yang menggendong fara jadi gemas dia pun mencium wajah fara sampai fara terkiki geli


"geyi bibu,cudah bibu pala geyi


pampum bibu pampum" ucap fara kegelian


sari tertawa-tawa mendengar ucapan fara


"hahahaha iya sayang, habisnya kamu gemesin banget " ucap sari yang masih menggoda fara


sedangkan marni dan Ahmad sibuk mengangkat barang-barang marni naik kemobil truk yang disewa oleh Ahmad


terakhir mereka mereka menaikkan motor matic milik marni


setelah semua barang mereka naik semua keatas mobil truk


mereka pun siap-siap berangkat tapi sebelum itu Marni menyerahkan kunci rumah kepada Hj.Aminah


"Bu hajja, Saya pamit maaf kalau selama saya tinggal disini sering buat kesalahan" ucap marni


lalu menjabat tangan Hj.Aminah


" iya mbak marni kalau semisalkan kamu kembali kokota ini lagi kamu bisa kembali kerumah ini" ucap Hj.Aminah


" Terima kasih banyak Bu Hajjah " ucap marni terharu


"iya sama-sama mbak Marni " ucap Bu Hj.Aminah


"kalau begitu kami pamit pergi dulu" ucap marni


Bu Hj.Aminah hanya mengangguk


"Assalamualaikum "ucap marni


"Wa'alaikumsalam "jawab Ibu Hajjah


setelah berpamitan marni naik keatas mobil travel yang akan membawa mereka kekampung halaman sari


sedangkan mobil truk yang mengangkut barang -barang mereka juga mengikuti dari belakang


diatas mobil fara tidak berhenti berceloteh dan bernyanyi membuat semua tertawa


setelah lelah bernyanyi dan berceloteh fara tertidur


dalam perjalanan mereka beberapa kali Singgah untuk beristirahat


setelah menempuh beberapa jam perjalanan kini mereka sampai kekampung halaman sari


mereka sampai saat dikampung halaman sari jam 8 malam


orang tua sari dan keluarganya menyambut mereka dengan sangat antusias apalagi dengan kehadiran fara yang sangat menggemaskan


sari memang sudah memberi tahu orang tua dan kakaknya bahwa marni dan fara juga akan ikut bersama mereka dan Marni akan tinggal dirumah lama Safitri kakak sari

__ADS_1


mereka senang sekali karena selama ini sari sering bercerita tentang fara dan marni


rumah lama Safitri pun sudah dibersihkan agar marni bisa langsung menempatinya


semua barang-barang marni langsung dibongkar dan langsung diatur juga oleh beberapa keluarga sari dan beberapa warga disana


setelah semua telah rapi marni mengistirahatkan tubuhnya


keluarga sari banyak yang membawa makanan untuk mereka sajikan untuk orang -orang yang mambantu membenahi barang bawaan marni dari kota


matni sangat bersyukur karena keluarga dan para tetangga dikampung sari sangat ramah dan baik


"Alhamdulillah ya Allah engkau masih memberikan orang-orang baik dalam kehidupanku dan putriku disaat orang tua dan keluarga kandung ku sudah tidak peduli lagi kepadaku,semoga disini saya bisa memulai kehidupan yang baru bersama anaknya " ucap marni dalam hati penuh syukur


🌺🌺🌷🌷


Marni yang kini memulai kehidupan barunya ditempat baru


Begitu pun Nadia memulai kehidupan barunya dirumah yang baru ditempatinya bersama keluarganya


sedangkan rumah peninggalan kedua orang tuanya seperti yang pernah dikatakan oleh Arman akan menjadikan rumah itu sebagai tempat tinggal para karyawannya


usaha kue Nadia kini semakin sukses dan berkembang karena peminatnya semakin banyak bahkan dari beberapa kota besar juga sering memesan kue dari toko kue Nadia


Hingga Arman berencana akan membuka cabang di beberapa kota-kota besar


Nadia merasa bersyukur semua usahanya semakin terarah semenjak menikah dengan Arman karena Nadia banyak belajar Bisnis dari suaminya


Kebahagiaan Nadia semakin berlipat ganda karena Nadia sekarang telah berbadan dua


suami dan anak-anaknya sangat antusias menyambut kedatangan sicabang bayi


Apalagi Della sejak tau bundanya akan memiliki adik bayi Della tidak mau lepas dari bundanya selalu mengelus perut Bundanya yang mulai sedikit terlihat buncit


"Benarkah memangnya dede' bayinya bilang apa sayang ?" ucap Nadia


lagi-lagi Della meletakkan telinganya keperut bundanya


"tata dedet paby,tata atu bau matan esclim laca toklap.


beditu bunda tata dede paby"ucap Della dan membuat kakak-kakaknya juga papinya tertawa


" loh kalau es krim coklat kan kesukaan kamu dek masa dede bayi juga suka ?!" ucap shela menggoda adiknya


"iya ata dedet paby tan adetna ata Ella' dadi bia juda cuka mama ekklim soklak" ucap della tak mau kalah


" oh begitu ya ?! kakak baru tau "ucap Ardhit pura-pura memegang dagunya seolah -olah sedang berfikir


"iya bon ata,beman cepelti ipu,ayo papi pita tali ekklim puntut dedet paby tatut banti ces woh!" ucap della menakut-nakuti papinya


Arman tertawa mendengar ucapan anak bungsunya bersama Almarhumah Nindi anak mereka itu semakin hari semakin pintar dan lincah


"ya sudah ayo sayang kita cari es krimnya " ucap arman


"oteh papi,ayo ata pita cali ekklimna.Dunda cini ada ya jadain dedet paby talo Dunda itut banti papek woh" ucap Della menghawatirkan Nadia


Nadia hanya mengangguk-angguk menurut apa perkataan putrinya itu


Shela mengangkat adiknya itu lalu menyembur perutnya sehingga membuat Della geli dan tertawa-tawa

__ADS_1


"pampum ata ella deli" ucapnya


Shela pun menghentikan aksinya


"ata pini ada ya dadain Dunda pama dedet paby,bila banti atu pama papi juda ata didit pama ata alka yam tali ekklim.


oteh ata?!" ucap Della memberi kesepakatan bersama kedua kakak perempuannya


"oteh deh" ucap Shela dan shila kompak


"Bun,papi antar anak-anak dulu ya.tapi ingat jangan kangen hahahahah" ucap arman menggoda istrinya


"ish....papi apaan sih " ucap Nadia tersenyum mendengar candaan suaminya itu


"hati-hati ya pi" ucap Nadia lagi


"iya sayang,kakak benaran nggak mau ikut ? atau ada pesanan ?" tanya Arman pada kedua putrinya


" ih papi, bagaimana mau bantah titah tuan putri bisa-bisa dia merajuk tujuh hari tujuh malam.


hahahahahaha" jawab Shela tertawa


Shila dan Nadia pun tertawa mendengar ucapan Shela


"pi, titip martabak coklat susu ya !" ucap shila dan diangguki oleh Arman


"okey sayang" ucap arman


"papi pama tekali cih,banti totonya putup woh" uacp Della kesal karena papinya lama sekali


Della sudah mengerucutkan bibirnya wajahnya sangat terlihat lucu sekali


"nggak boleh gitu dek, nanti berdosa loh" ucap Ardhit merayu adiknya yang sudah mode merajuk


"sana cepatan mas,tuh liat princess kamu udah mulai merajuk " ucap Nadia pada suaminya Arman


"iya sayang , Assalamualaikum" ucap arman dan menggandeng tangan Putri kecilnya


diikuti oleh kedua putranya


"wa'alaikumsalam, hati -hati mas" jawab Nadia


kini tinggal Nadia dan kedua putri kembarnya duduk diruang keluarga selepas kepergian Arman dan ketiga anaknya


"Bun, akhir pekan nanti kita kerumah nenek Rahma yuk! kakak kangen sama mereka " ucap shila


"iya bun,kita sudah lama nggak nengokin mereka,apa lagi kangen juga sama sikembar Rama dan Shinta " Ucap Shela


"iya nanti kita tanya papi, semoga aja papi nggak sibuk "ucap Nadia


"okey bunda" ucap mereka berdua


"Bun, mereka kembar kayak kita kan? "tanya Shela mengelus lembut perut Bundanya


"ya nggak tau kak,bunda kan belum USG !"ucap Nadia


" memangnya kenapa dek kalau kembar kayak kita ?" ucap shila penasaran pada adiknya


" ya seru aja kak,kita nggak usah rebutan sama si princess kalu adiknya dua.kalau adiknya cuma satu ya yanberkuasa itu ya si princess dan nggak boleh diganggu gugat.

__ADS_1


hahahhaahha" ucap Shela membayangkan bagaimana wajah Della saat cemberut


Nadia dan shilla hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan Shela


__ADS_2