
Setelah Shila dan Della meninggalkan mereka Damar dan Jack pun pergi dari cafe itu
saat diatas mobil wajah Damar berubah menjadi sedih, jack heran melihat itu
" Ada Apa tuan" tanya jack penasaran
"Jack apakah belum ada sama sekali info tentang fara dan ibunya ?" ucap Damar
" Maaf tuan,saya belum mendapatkannya" ucap Jack merasa bersalah karena baru kali ini tugas yang diberikan Tuannya tidak dapat diselesaikannya
"Fara mungkin sudah tumbuh menjadi anak gadis yang cantik dan mungkin dia sebesar Della" ucap Damar menyandarkan punggungnya dikursi
"iya tuan mungkin usia mereka tidak jauh berbeda " jawab Jack
" maafkan saya do,saya tidak bisa menjalankan amanahmu " ucap damar lirih
"maafkan papa mamarmu ini Fara,papa Sangat ingin bertemu denganmu juga mamamu" ucap Damar lagi kini matanya sudah basah, Damar segera menyeka air matanya
"kami akan terus berusaha mencarinya tuan" ucap Jack
tiba-tiba saja seorang gadis berkerudung merah menyebrang jalan dan tanpa sengaja jack menabraknya,Jack menginjak rem secara mendadak dan membuat Damar yang sedang memejamkan matanya sangat terkejut
"Ada apa Jack ?" ucap Damar
"saya menabrak seseorang Tuan " jawab Jack dan buru-buru turun dari mobil yang dikendarainya ingin melihat yang ditabraknya
Damar mengikuti Jack turun dari atas mobil
"bagaimana jack?" tanya Damar
"sepertinya Gadis ini tidak sadarkan diri Tuan" Jawab Jack
"Cepat bawa dia kerumah sakit" ucap Damar
Jack pun mengangkat tubuh gadis itu Damar membuka pintu mobil bagian belakang, setelah pintu terbuka Jack memasukkan Gadis itu kedalam mobil
lalu dia dan Damar pun masuk kedalam mobil .
jack mengemudikan Mobilnya menuju kerumah sakit didepan toko kue yang dikunjunginya tadi
setelah sampai di depan rumah sakit jack memanggil petugas dan meminta gadis itu dibawa keruang UGD
Saat sampai didepan UGD bersamaan itu juga shila keluar dari ruangan
"loh pak Damar dan pak Jack!? anda kenapa pak? "tanya Shila khawatir
"kami tidak apa-apa nak,kami hanya menolong seseorang yang sedang tertabrak " ucap Damar dia tidak mengatakan bahwa merekalah yang telah manabrak gadis itu
"oh begitu ya pak,kalau begitu saya periksa dia dulu ya pak!" ucap shila
"iya nak silahkan " ucap Damar
shila pun masuk kedalam ruangan dan menuju brankar dimana seorang gadis terbaring dengan luka di keningnya
__ADS_1
"Sus, semua lukanya sudah dibersihkan ?" tanya Shila pada suster yang menangani gadis itu
"sudah dok" ucap suster
Shila pun memeriksa semua organ vital gadis itu dan semuanya normal
"baiklah kalau begitu kita tunggu dia sadar biar kita periksa dan kita tanya "ucap Shila
"iya dok" ucap suster Aini dan suster Rika
shila keluar dari ruangan itu dan menemui Damar dan jack
"bagaimana keadaan gadis itu dokter ?" ucap Damar saat melihat shila
"dia baik-baik saja pak,dia hanya syok saja,kita tunggu sampai dia sadar lalu kita bisa tanyakan keluhan yang dirasakannya " ucap shila menjelaskan
"syukurlah kalau begitu " ucap Damar
"kakak" panggil Della saat masuk keruang tunggu UGD
"Dek jangan teriak-teriak" ucap Shila
"hehehe.....maaf kak" jawab Della cengengesan
"kak kenalkan ini Cika sahabaku " ucap Della lagi mengenalkan sahabatnya pada sang kakak
shila memang tidak tau semua teman-teman baru adiknya dikampus
" hai juga dek,gimana Della dikampus bandel nggak " ucap shila tersenyum
"apaan sih kak" ucap Della mengerucutkan bibirnya
"sebenarnya kalian ini mau nengokin siapa sih dek?" ucap shila saat melihat teman adiknya membawa banyak tentengan
"mau jenguk tetangga saya kak dia itu sebatang kara kak trus kemarin saat bantu-bantu bapak dimesjid bapak itu jatuh dan tidak sadarkan diri jadi bapak dan juga tetangga yang lain membawanya kemari namun kami terantuk biaya karena bapak dan om Ridwan lagi nggak punya uang jadi kami mengadakan penggalangan dana untuk membantu bapak itu
syukurnya tadi Della ngasi ke saya beberapa ratus ribu uang jadi bisa membantu nambahin " ucap cika blak blakan tanpa malu-malu sampai sampai Della tepok jidat melihat sahabatnya itu
shila,pak Damar dan pak jack hanya tersenyum mendengar curhatan anak gadis didepannya ini
"tunggu dulu dek tadi kamu bilang ayah kamu dan pak Ridwan yang antar tetangga kamu kesini ?" tanya sila penasaran
" iya kak" ucap cika
"apa kamu anak pak mamad?" tanya shila lagi
"iya kak,kok kakak bisa tau apakah ayah kakak seorang peramal?" ucap cika dengan gaya konyolnya
"bukan papi saya pengusaha bukan beramal " jawab Shela yang masih belum ngeh dengan tingkah cika
"kok kakak bisa tau kalau saya ini anaknya pak mamad yang paling cantik karena kakak saya tiga tiganya cowok " ucap cika dengan wajah serius
pak Damar dan jack sudah sakit perut memahan tawa mereka mendengar ucapan cika
__ADS_1
sedangkan shila masih saja Melayani tingkah cika
" ish kamu ini kakak nanya apa kamu jawabnya apa" dan ucap shila
"hehehehe, maaf kak" ucap cika cengengesan
" tunggu biar kakak yang antar kesana,kakak cekclok pulang dulu" ucap shila lalu masuk kedalam ruangannya dimana teman-temannya berada dan juga tasnya
"sudah mau pulang dok?"tanya dokter Roy yang tukaran sift dengan shila
"iya dok,tapi mau temanin adikku dulu jengukin keluarga sahabatnya " ucap shila
"oh." ucap dokter Roy
"Saya duluan ya Dok " ucap shila
"iya dok, hati-hati " ucap dokter Roy
shila Hanya mengangkat jempolnya
saat sampai diluar ruangan shila berpamitan kepada pak Damar dan pak jack
kini mereka bertiga berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan kenanga dimana pak wahyu dirawat shila juga sebenarnya penasaran bagaimana kondisi pak Wahyu sekarang
setelah sampai didepan ruang rawat inap pak wahyu tiba-tiba saja jantung shila berdebar kencang entah kenapa sebabnya shila mengucapkan istighfar dalam hati berulang kali untuk menetralisir detak jantungnya
Shila menarik nafas panjang dan mulai membuka pintu ruangan,saat sampai di dalam ruangan mereka dapat melihat seorang pria paruh baya tertidur membelakangi mereka
"Assalamualaikum " ucap mereka serempak
wahyu yang tidak benar-benar tertidur membalas salam mereka lalu membalikkan badannya namun saat wahyu membalikkan badannya dan menatap mereka bertiga shila berhenti melangkah dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya
Jantung shila kembali berdebar kencang setelah beberapa saat terdiam tiba-tiba saja shila berlari kearah tempat tidur dimana pria paruh baya itu berada dan sudah mendudukkan tubuhnya yang kurus
shila langsung memeluk tubuh kurus pria paruh baya itu dan menangis sejadi-jadinya
cika dan della bingung dengan apa yang telah terjadi begitu pun dengan wahyu yang masih belum sadar bahwa yang memeluknya kini adalah putri sulungnya
wahyu tidak membalas pelukan shila karena masih bingung kenapa ada seorang gadis memeluknya erat karena Wahyu memang belum melihat jelas wajah anak gadis yang memeluknya itu
Shila yang merasa pelukannya tidak mendapatkan balasan,shila mengendorkan pelukannya lalu mendongakkan wajahnya yang penuh air mata menatap wajah sang ayah
"apa ayah tidak rindu pada kakak?" ucap Shila sesegukan
wahyu mendengar itu langsung saja menundukkan wajahnya menatap wajah anak perempuan yang menatapnya
setelah menatap lekat wajah yang sedari tadi memeluknya kini wahyu mengenali wajah itu
kini wahyu pun berderai air mata dan memeluk putrinya beberapa kali wahyu mencium pucuk kepala putrinya
sedangkan Della dan Cika masih melongo masih belum mengerti dengan apa yang telah terjadi
"maafkan ayah nak, maafkan ayah " ucap wahyu dengan suara paraunya karena menangis
__ADS_1