
semenjak kejadian dirumah Nadia wahyu tidak pernah lagi muncul disana wahyu merasa waktunya terbuang sia-sia
wahyu tidak peduli lagi kepada anak-anaknya karena wahyu berfikir anak-anaknya dan Nadia sudah ada yg menjaga dan menanggung kehidupan mereka
wahyu kini fokus kepada Fara anak Marni namun tanpa sepengetahuan Wahyu
marni kini dekat dengan Damar
damar terus saja mendekati marni dan fara untuk bisa meluluhkan hatinya
Damar melakukan itu semua demi bisa menepati janjinya kepada almarhum Aldo dan tanpa Damar sadari dia sudah mulai jatuh hati kepada marni dan Fara
Damar sering tersenyum-senyum sendiri jika mengingat wajah Fara yang lucu dan wajah marni saat sedang malu-malu saat menggodanya
wahyu akan datang menemui Fara dan marni saat hari minggu saja
sedangkan Damar selalu meluangkan waktunya
Damar akan datang menjemput marni saat berangkat bekerja dan pulang bekerja jadi otomatis Damar akan bertemu dengan Fara setiap saat
Damar Juga mengajarkan kepada Fara untuk memenggilnya Papa
Fara yang memang haus akan kasih sayang seorang ayah sangat senang bisa mendapatkan perhatian dan kasih sayang seseorang selayaknya seorang ayah
marni tidak pernah mempermasalahkan semua itu karena yang terpenting bagi marni adalah kebahagiaan anak semata wayangnya
Damar sudah mulai memerintahkan Jack untuk membongkar semua kebusukan Chintya dan pengacara yang dipercaya Aldo untuk melindungi harta miliknya untuk marni dan fara Namun pengacara itu lebih memilih menghianati Aldo demi untuk bisa menikmati tubuh Tante tiri Aldo
Jack mulai menjalankan misinya untuk merebut kembali hak marni dan fara yang dikuasai oleh Chintya
Jack terlebih dahulu menghancurkan karier Burhan sebagai seorang pengacara yang dipercaya oleh Aldo namun malah mengkhianatinya
Jack menjebak Burhan dengan mengirimkan wanita bayaran
bukan hanya sekali dua kali jack membayar Wanita untuk menjebak burhan
semua video dan foto-foto Burhan sedang bersama wanita-wanita bayaran yang sengaja disewa oleh jack dengan menyuruh mereka berpura-pura menjadi klien Burhan yang berakhir diranjang
semua bukti itu telah terkumpul untuk bisa dijadikan bukti agar karier seorang Burhan akan jatuh seketika
Jack tersenyum miring melihat semua foto yang ada didepannya
" dasar bandot tua yang bejat hanya mementingkan nafsu belaka tanpa memikirkan bagaimana perasaan keluarganya bila mengetahui semua ini " monolog Jack
jack meraih ponsel pintarnya lalu menghubungi anak buahnya
__ADS_1
"halo bos ada yang bisa kami bantu ?"Tanya anak buah jack diseberang sana
"kamu jalankan rencana B kirimkan foto-foto dan video-video Burhan yang sedang berzina dengan beberapa wanita kepada anak dan istrinya " ucap Jack memberikan perintah
"siap bos, segera saya akan laksanakan "ucap anak buah jack lagi
jack mematikan ponselnya dan tersenyum miring
"permainan dimulai "ucap jack dengan wajah Devil nya
saat jack membayangkan bagaimana wajah pucat dan panik Burhan
ponsel Jack berdering ternyata dari Damar
"wa'alaikumsalam Tuan" jawab jack cepat
"Bagaimana tugas kamu apa sudah kamu lakukan ?" tanya Damar pada Jack
"sudah tuan kita hanya tinggal menunggu hasilnya saja,anak buah kita juga sudah mendapatkan video dan foto-foto saat Burhan dan Chintya sedang bersama di sebuah villa
saya sudah memerintahkan kepada anak buah Kita untuk mengirimkan semua video2 dan foto-foto Burhan bersama para wanita-wanita itu bergelud diatas ranjang"ucap jack menjelaskan
"apa kamu mengirikan juga video2 dan foto-fotonya saat bersama Chintya ?" tanya Damar penasaran
saya akan menghadirkan istri dan anak-anak Burhan yang sudah Dewasa
juga paman Chintya agar mereka tau bagaimana kelakuan orang yang selama ini mereka banggakan " ucap jack
Damar tersenyum mendengar perkataan asisten pribadinya itu
jack memang bisa diandalkan
jack juga sangat rapi dan teliti dalam melakukan pekerjaannya dan setiap pekerjaan yang dikerjakan oleh jack hasilnya akan sangat memuaskan
"ya sudah jack kamu kabari terus bagaimana perkembangan pekerjaan kamu"bisa ucap Damar mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari Jack
jack hanya menghela nafas panjangnya selalu saja seperti itu
tapi jack tidak pernah mau mempermasalahkan hal itu
Damar yang kini berada di cafe tempat kerja marni duduk makan siang ditemani oleh marni
teman-teman marni merasa iri karena marni terus saja didatangi oleh Damar dan wahyu yang notabenenya pria-pria yang memiliki ketampanan diatas ratarata
" Besokkan akhir pekan kita ajak Fara jalan-jalan yuk kepantai kita nginap disana semalam minggu sore kita pulang, gimana kamu mau kan?" ucap damar memegang tangan marni
__ADS_1
marni tersenyum dan mengangguk mengiyakan perkataan Damar
"saya terserah mas aja" jawab marni
Damar tersenyum bahagia dia akan Bersama marni dan fara dua hari penuh
" sekarang kamu ambil cuti selama dua hari ya!"ucap Damar
"iya mas, mudahan-mudahan bos bisa ngasih saya cuti soalnya sayaitu jarang cuti " jawab marni
"kalau bosmu nggak ngasih biar nanti mas yang ngomong sama bosmu Itu "ujar Damar dan marni hanya mengangguk
"ya sudah mas Pergi dulu ya sebentar mas jemput,kamu jangan Pulang sebelum mas jemput tapi kalau kamu sudah menunggu sudah sangat Lama telpon mas dan kalau nggak diangkat kamu langsung pulang aja
tapi jangan marah itu berarti mas ada perkejaan penting yang nggak bisa ditinggal
kamu ngerti kan?!" ucap Damar panjang lebar Damar takut marni akan marah dan tidak mau menemuinya lagi
"iya mas" jawab marni tidak ingin banyak protes marni juga takut kalau Damar akan merasa diatur dan tidak mau menemui marni yang sudah merasa sangat nyaman bersama Damar
karena Damar tidak memandang rendah dirinya seorang wanita yang memiliki seorang anak dan juga bekerja hanya sebagai seorang cleaning servis
Damar juga memenuhi segala kebutuhannya
Namun marni juga takut berharap lebih banyak lagi takut terluka untuk kesekian kalinya
marni hanya akan mengikuti jalan takdirnya akan seperti apa kedepannya
Namun marni juga takut bagaimana perasaan putrinya yang sudah begitu dekat dengan Damar
Namun Damar pergi meninggalkannya
perasaan marni pada wahyu sudah tidak adalagi selama Damar sering datang menemuinya
marni menepis perasaannya kepada wahyu karena wahyu masih sering membicarakan tentang Nadia
wahyu juga sering memuji-muji nadia dihadapan marni awalnya marni sering merasakan kesal dan tidak suka namun seiring waktu perasaan itu menjadi biasa saja
Marni juga masih sering mengingat perlakuan wahyu kepadanya
wahyu orangnya sangat kikir, pelit bin medit
terlalu perhitungan Marni sudah tidak ingin jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya dan dengan orang yang sama
Marni masih sering membiarkan Wahyu datang menemui putri kecilnya karena marni terlihat sangat tulus menyayangi putrinya walaupun diawal kelahiran putrinya itu wahyu tidak menerima kehadirannya
__ADS_1