Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 105


__ADS_3

hari ini hari dimana Rifqi akan datang kerumah Shela untuk melamarnya dan Rifqi terus berdoa agar Shela ingin menerima pinangannya


Nadia sudah menceritakan semua kepada shela bahwa Rifqi adik sepupu dari Fariz ingin melamarnya, Nadia menyampaikannya dengan sangat hati-hati takut putrinya itu merasa tidak nyaman


"Bagaimana nak pendapat kamu,kamu tidak usah memberikan jawaban buru-buru mereka akan datang tiga hari lagi mereka akan datang dan meminta jawabanmu, shalat istikharahlah meminta petunjuk yang terbaik untuk jawabanmu.kami tidak memaksamu nak" ucap nadia mengusap lembut tangan putrinya ini karena Nadia sangat tau bagaimana karakter putri keduanya ini, sangat tidak suka dipaksa dan suka membantah bila memang itu dianggapnya tidak benar sangat jauh berbeda dengan Shila yang penurut


Shela merenungi setiap ucapan bundanya namun entah mengapa jantungnya berdetak kencang ketika mengingat atau menyebut nama Rifqi


"Ya Allah ada apa dengan jantung ku,apa ini satu pertanda darimu? mungkin yang dikatakan Bunda benar saya harus meminta petunjuk dan pertolongan dari Allah untuk menentukan sikap dan jawaban apa nanti yang akan kuberikan " ucap Shela pada dirinya sendiri


sedangkan dirumah Rifqi


"Ya Allah berikanlah kelancaranmu untuk hamba mu ini mencari ridhomu" ucap Rifqi Dengan jantung berdebar saat mengingat wajah Shela yang tersenyum kepadanya


Rifqi telah yakin adalah wanita yang bisa mendampinginya


Rifqi tiap malam melakukan shalat malam untuk membuat hatinya semakin mantap untuk memperistri Shela


Kini rombongan mereka beriringan datang kerumah Nadia


sedangkan dirumah Nadia Shela terlihat sangat gugup dan degup jantungnya semakin cepat


"tenang dek, tangan kamu sampai dingin kayak gini sih" ucap shila menggenggam tangan sang adik


"iya kak,tapi kakak harus memeriksaku soalnya sudah beberapa hari ini jantungku berdegup sangat kencang tidak seperti biasanya,coba deh kakak rasakan " ujar shela lalu meletakkan tangan sang kakak didadanya, Shila dapat merasakan debaran jantung sang adik yang begitu kencang


shila pun tersenyum kepada sang adik dan memeluknya mencoba memberikan ketenangan


"ini cuma karena kecemasan yang berlebihan dek ,bukan penyakit kamu terus saja beristighfar dalam hati memohon kepada Allah untuk memberikan ketenangan " ucap Shila masih memeluk tubuh sang adik


setelah Shela merasa sedikit tentang Shila pun melepaskan pelukannya dan mengecup pucuk kepala sang adik

__ADS_1


"kak nanti setelah kita punya pasangan masing-masing,shela masih bisa kan bermanja pada kakak?" ucap shela dengan mata berkaca-kaca


"tentu saja dek kakak akan selalu ada untukmu kita itu ditakdirkan selalu bersama dari kita masih dalam rahim bunda kakak selalu menggenggam tanganmu, sampai sekarang dan sampai kapanpun itu kakak akan selalu menggenggam tanganmu" ucap shila, Shela yang mendengar ucapan tulus kakaknya tak mampu lagi membendung cairan bening yang sedari tadi berdesakan ingin keluar


"sudah dek,jangan menangis nanti kalau mata Kita sembab malu dilihat calon suami dan calon mertua kita,lihat saja berapa adiknya Allah kepada Kita berdua setelah kakak ada yang meminang sekarang giliran kamu yang akan dipinang dan calon suami -suami kita masih bersaudara seakan Allah tidak ingin kita berpisah jauh " ucap Shila mengusap air mata adiknya


"iya kak" ucap Shela tersenyum lalu memeluk tubuh sang kakak


Nadia yang sedari tadi berdiri di pintu bersama Umy Salamah mereka hendak mengajak keduanya untuk turun menemui keluarga yang telah berkumpul diruang tamu, Nadia dan Umy Salamah mendengar semua percakapan kedua saudara kembar itu


matanya mereka ikut berkaca-kaca,Umy Salamah tersenyum merasa beruntung akan memiliki calon menantu yang saling menyayangi


Nadia berpura-pura mengetuk pintu kamar putrinya agar tidak ketahuan bahwa mereka sudah lama berada disana mendengar semua ucapan keduanya


tok tok tok


"kakak, apakah Bunda bisa masuk ?" ucap Nadia lalu menoleh ke Umy Salamah dan tersenyum,Umy Salamah yang mengerti lirikan dari calon Besannya itu membalas senyuman Nadia


"silahkan Bunda" ucap Shila


Shela dan Shila beranjak dari duduknya dan mendekati Umy Salamah lalu mencium punggung tangan wanita paruh baya itu secara bergantian, Umy Salamah mengelus kepala kedua calon menantunya itu dengan lembut


"ayo nak semua sudah menunggu kalian " ucap Umy Salamah


shila dan Shela mengangguk,lalu mereka berjalan keluar dari kamar menuju keruang tamu di mana orang-orang berkumpul


Dua orang pemuda tampan merasa gugup menanti gadis pujaan mereka masing-masing,degupan jantung mereka seperti genderang perang wajah Tampan mereka terlihat tegang


Ubaidillah sudah beberapa kali mencoba membantu kedua kakaknya untuk bisa mencarikan suasana dengan candaannya namum tidak berhasil, baru kali ini kedua kakaknya terlihat gugup sedangkan bila menghadapi saingan bisnisnya wajah mereka terlihat dingin dan sadis namun saat ini sikap itu Ubaidillah tidak melihat itu semua


Ubaidillah hanya bisa menghela nafas panjang

__ADS_1


"kenapa kamu yang tegang Bro?" ucap Rafardhan adik Rifqi kepada kakak sepupunya itu


"lihatlah Raf,kedua gunung Es kita wajahnya pucat karena gugup biasanya wajah mereka menakutkan " ucap Ubaidillah, Rafardhan terkekeh pelan mendengar ucapan kakak sepupunya itu benar yang dikatakannya bahwa kedua kakaknya itu saat ini terlihat pucat


Orang -orang yang sedang berkumpul di ruang tamu dan serius berbincang tiba-tiba terdiam dan menatap orang-orang yang baru saja keluar dari ruang tengah


mereka menatap dua orang gadis cantik yang memiliki wajah yang sama


mereka terpesona melihat keduanya


Shila dan Shela sengaja memakai gamis yang sama,itu semua ide jahil Shela katanya untuk mengetes calon suami-suami mereka apakah mereka bisa membedakan Mereka


" wah, calon kak Fariz yang mana? dan calon kak Rifqi yang mana? " ucap Rafardhan bingung


Fariz dan Rifqi yang sedari tadi tertunduk mengangkat wajahnya untuk melihat yang dikatakan adiknya


Shela dan Shila yang duduk didepan mereka keduanya tersenyum dan senyum itupun terlihat sama, Fariz dan Rifqi saling tatap seakan saling bertanya yang mana?


Umy Salamah tersenyum melihat kedua putranya yang bingung,mana calon istri mereka


Rifqi kembali mengangkat wajahnya dan menatap kedua gadis yang ada dihadapannya namun saat pandangan matanya bertemu dengan mata shila Rifqi tidak merasakan apapun namun saat Rifqi melihat kearah Shela dan tatapan mata mereka bertemu seketika jantungnya berdetak kencang Rifqi meraba dadanya dan tersenyum lalu kembali menundukkan pandangannya


Nadia dan keluarga besarnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat keduanya mereka sangat yakin bahwa yang membuat ide seperti itu pastilah Shela yang sedikit jahil


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,"ucap Abi Mansyur membuka percakapan


"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " jawab semua orang


""baiklah karena kita semua sudah berkumpul disini maka dari itu saya mewakili keluarga besar kami untuk menyampaikan maksud dan tujuan kami datang kemari, yang pertama kami datang untuk kepastian tanggal pernikahan putra putri kita yaitu Fariz dan Shila sedangkan yang kedua kami ingin meminang putri kedua pak Wahyu, Bu Nadia dan Pak Arman untuk menjadi pendamping hidup putra kami Rifqi untuk meminang anakda Shela " ucap Abi Mansyur mengutarakan niat baiknya datang bersilaturahmi bersama keluarga besarnya


"Alhamdulillah,puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena kita masih diberikan kesehatan untuk bisa berkumpul bersama dikediaman kami ini untuk membicarakan hal yang sangat baik dan menggembirakan ini,kami dari pihak perempuan pertama-tama kami terlebih dahulu ingin mendengar bagaimana jawaban putri kedua kami nak Shela ,apakah sudi menerima pinangan dari nak Rifqi ?" ucap Reza suami Wulan berbicara mewakili keluarga

__ADS_1


"bagaimana nak Shela apakah anakda bersedia menerima pinangan dari nak Rifqi ini?" ucap Reza lagi bertanya langsung kepada Shela


yang ditanya hanya diam dan menggenggam erat tangan sang kakak meminta dukungan dan kekuatan untuk menjawab pertanyaan dari Om nya itu


__ADS_2