
Manda kamu sekarang cantik banget,kamu sama baba apa kabar?" ucap Nadia lalu memeluk amanda dan pelukannya pun dibalas oleh Amanda
" Kabarku baik dan baba baik baik saja Nad,tapi kamu kenapa? muka kamu kenapa sampai begini?siapa yang menganiaya kamu? " tanya amanda
""ayo masuk keruangan ku biar saya obati ini luka-luka lebam kamu"ucap Amanda menarik lengan Nadia
" tunggu dulu manda,apa kamu bekerja disini?" tanya Nadia dan membuat Amanda berhenti melangkah
"iya Nad,saya bekerja disini Saya dokter spesialis kulit dan kel*min"jawab Amanda
"Manda, boleh nggak saya minta tolong sama kamu kebetulan kan kamu dokter disini?" ucap Nadia sedikit ragu
"mau minta tolong apa Nad, ngomong aja kalo sya bisa membantu kamu pasti saya bantu " jawab Amanda meyakinkan Nadia karena Amanda melihat keraguan di mata Nadia
"saya ingi melakukan visum nda"jawab Nadia akhirnya
Amanda mengangguk karena melihat keadaan Nadia wajahnya penuh luka lebam
"ya sudah saya temani kamu menemui temanku yang bertugas di bagian visum sekalian mengobati luka-luka mu"jawab manda lalu mengapit lengan Nadia Ketempat yang dikatakannya sesampainya didepan sebuah ruangan Amanda mendaftarkan nama Nadia disana
setelah amanda mendaftarkan nama Nadia diapun berpamitan untuk keruangannya untuk menjalankan tugasnya
"Nad kamu nggak apa-apa kan saya tinggal sendiri disini? soalnya saya mau keruangan kerja dulu takut pasien antriannya panjang
oh iya Nad kita tukaran nomor telepon ya biar gampang komunikasinya " Ucap Manda
"iya ini nomor Saya"kata Nadia mengeluarkan kartu namanya dan menyerahkan pada amanda
"wah pengusaha kue sukses nih, kapan-kapan saya ditraktir makan kue kamu soalnya sudah lama sekali nggak makan kue dan makanan buatan tangan ajaimu ini"ucap Manda setelah membaca kartu nama yang diberikan Nadia lalu mengangkat tangan Nadia dan menempelkan dipipinya yang mulus
Nadia tersenyum mukanya memerah karena pujian dari sahabat kecilnya
"iya ibu dokter gampang itu,kapan ibu dokter punya waktu bisa datang kerumah dan kubuatkan makanan kesukaan mu kalau bisa datanglah sma baba soalnya kangen"ucap Nadia dan diangguki Amanda
"beres itu kamu nggak perlu khawatir pasti saya akan datang"jawab amanda
Nadia masih ingin banyak bertanya dan ngobrol dengan amanda akan tetapi amanda harus bekerja
" Nad saya pamit ya keruangan dulu klaau kamu sudah selesai kamu langsung keruanganku saja ya kamu tanya saja sma perawat disini,saya masih kangen soalnya kita makan siang dikantin ya "ucap amanda dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan nya yang berada dilantai bawah
.Nadia tidak lama menunggu giliran karena yang melakukan visum hanya dirinya
Nadia melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan fisik maupun non fisik
setelah menjalani beberapa pemirsaan dan luka-luka lebam di wajahnya diobati Nadia menuju keruangan Amanda di antar oleh suster yang sedang berjaga di sana
setelah sampai diruangan amanda suster yang mangantarnya memberi tahukan suster jaga diruangan amanda bahwa Nadia menunggu nya lalu suster tadi kembali keatas ketempatnya berjaga
" terimakasih banyak ya sus" ucap Nadia pada suster yang mangantarnya
" iya bu sama-sama"ucap suster tersebut lalu meninggalkan Nadia duduk dikursi tunggu
__ADS_1
🥀🥀🥀
Dirumah Nadia
setelah menerima telepon dari Nadia mita bergegas menuju rumah Nadia disana sudah ada sasa,rini dan Rendi sedang menunggunya membuka pintu gudang tempat mereka berperang melawan terigu, telur dan kawan-kawannya
Rendi bertugas mengantarkan pesanan kue-kue ke warung-warung dan rumah langganan yang memesan kue
Rendy menggantikan jaka sedangkan Rini menggantikan jeni dibagian pengemasan
setelah Mita membuka pintu rumah produksi
mita laku bergegas masuk kermah Nadia untuk membuat nasi goreng dan kopi untuk Wahyu
setelah mita selesai menyiapkan sarapan pagi untuk Wahyu Mita kembali kedepan dirumah tempatnya bekerja
Wahyu baru bangun jam 7.30 pagi
wahyu terduduk diranjang lalu menyugar rambutnya prustasi saat mengingat apa yang dilakukannya semalam pada Nadia
wahyu bergegas turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai memakai baju Wahyu bergegas mencari Nadia dia ingin meminta maaf atas perbuatannya
wahyu berjalan kedapur dan melihat meja makan
disana sudah tersedia Nasi goreng dan kopi walaupun sudah dingin tapi Wahyu merasa bersalah walaupun sudah disakitinya tetap saja menyiapkan sarapan untuknya
Wahyu memanggil-manggil Nadia tapi yang dipanggil tidak menyahut
Wahyu lalu berjalan keluar kerumah pembuatan kue Nadia
wahyu masuk kedalam rumah pembuatan kue Nadia untuk pertama kalinya
dia melihat karyawan Nadia sibuk dengan pekerjaannya masing-masing
ada yg membuat adonan,ada yang mengoven dan mengukus , Wahyu juga melihat satu karyawan laki-laki yang sibuk mengemas boks2 kue yang sudah terisi kue mungkin untuk segera dikirim kepemilikannya
wahyu mengedarkan pandangannya mencari Nadia tapi tidak melihatnya lalu
wahyu melihat mita yang sedang sibuk membuat adonan
"mita,Nadia kemana ya? " tanya wahyu
Mita yang namanya disebut langsung mendongakkan kepalanya melihat Wahyu
"oh mbak Nadia lagi kepasar bang "jawab Nadia
wahyu tak lagi bertanya dan diapun kembali kedalam rumah untuk memakan sarapannya
saat wahyu memakan sarapannya keningnya mengkerut karena rasanya beda dengan nasi goreng yang biasa nadia buatkan untuknya
"mungkin karena Nadia lagi marah jadi rada nasi gorengnya berbeda"ucap Wahyu dan melanjutkan memakan sarapannya
__ADS_1
setelah sarapan dan kopinya habis Wahyu keluar
duduk di kursi teras depan rumah untuk menunggu Nadia pulang
🥀🥀🥀
Nadia masih dirumah sakit duduk dikantin yang ada dirumah sakit bersama Amanda
Nadia sudah memberikan kabar pada Nindi kalau sekarang dia janji bertemu dengan sahabat lamanya Amanda
Nindi sangat tau siapa saja sahabat adiknya karena dulu Nadia tidak punya banyak teman
Nadia juga sudah meminta izin kepada wali kelas Sikembar dan juga Arka
"Jadi sekarang rencana kamu setelah ini apa Nad? tanya Amanda
Nadia memang sudah menceritakan semua masalah yang dihadapinya pada Amanda termasuk kejadian yang dilakukan oleh Wahyu semalam
Nadia kembali menitikkan air mata saat mengingat apa yang Wahyu lakukan padanya
" saya ingi bercerai Manda!saya sudah tidak tahan lagi saya takut bang wahyu mengulangi lagi perbuatannya seperti semalam, sungguh saya sangat takut" ucap Nadia mulai terisak
Amanda menggeser tempat duduknya mendekat ke Nadia lalu memeluknya dari samping untuk memberikan ketenangan
"kalau memang kamu sudah memikirkannya dengan matang dan penuh pertimbangan apalagi kalian memiliki tiga orang anak bagaimana dengan mereka" ucap Amanda menasehati
Nadia tak langsung menjawab
Nadia terdiam sejenak tampaknya sedang mencerna apa yang dikatakan amanda
"saya sudah memikirkannya Manda,masalah anak-anak saya akan berjuang untuk mendapatkan ahak asuh mereka selama ini saya sudah mengumpulkan banyak bukti
saya juga ingin menyewa seorang pengacara untuk membantuku" ucap Nadia berapi-api
"okey kalau begitu keputusanmu susah mantap lanjutan perjuangamu untuk mencari kebahagiaanmu,saya akan selalu mendukungmu " ucap Amanda dan masih mengelus punggung Nadia menyalurkan kehangatan dan ketenangan untuk sahabatnya itu
"oh iya Nad, bagaimana kalau saya kenalkan kamu dengan adik iparku kebetulan adik suamiku dan istrinya seorang pengacara " ucap Amanda
" Benarkah nda',kalau begitu biar mereka saja yang membantu Ku karena saya juga tidak tahu mau cari pengacara dimana"jawab Nadia menudukkan wajahnya
" okey sore ini kita kerumahnya karena kalau hari Sabtu begini mereka akan tinggal dirumah "ucap Amanda
"tapi nda' apakah kita tidak mengganggu hari libur mereka? "ucap Nadia sedikit ragu-ragu
"tidaklah, mereka itu bila Sabtu begini akan berada dirumah seharian mereka tetap bekerja mempelajari kasus-kasus yang ditangannya tapi mereka juga menghabiskan waktu bersama anak-anaknya,jadi kamu tdk usah ragu biar nanti saya akan menelepon mereka"ucap manda lagi meyakinkan Nadia
Nadia hanya mengangguk
"kamu juga bisa langsung bertanya apa saja yang harus kamu siapkan "lanjutnya lagi
"iya ndaa",makasih banyak ya karena sudah mau membantuku
__ADS_1
"ish kamu ini kayak siapa saja"ucap manda