Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 73


__ADS_3

Sang Pengacara memberitahu kepada keluarga Aldo dan membuat tantenya yang serkah ingin menguasai semua harta kekayaan Aldo


Aldo menanam saham pada perusahaan Damar dan keluarganya tidak ada yang tau


saat aldo sedang sekarat Aldo sempat memberi tahu Damar dan meminta Damar memvideokannya mengatakan bahwa semua aset yang dimilikinya telah diwariskan kepada kekasihnya Marni yang sedang mengandung darah dagingnya


Aldo juga meminta kepada Damar untuk menjaga mereka


Damar telah berjanjinpada Aldo akan menjaga dan melindungi kekasih dan anak Aldo


Damar juga berjanji pada dirinya sendiri akan merebut kembali semua harta Aldo yang kini dikuasai oleh Chintya tante tiri Aldo


"jack selesaikan semua ambil kembali aset milik Aldo dan hancurkan karir pengacara itu juga beri penjagaan kepada Marni dan anaknya tapi jangan sampai mereka yg tau" ucap Damar


"Baik tuan " jawab jack cepat


"kalau begitu saya permisi Tuan " ucap Jack lagi


"iya" jawab Damar singkat


setelah jack keluar dari ruang kerjanya Damar kembali berkutat dengan pekerjaannya


sore telah menjelang waktunya Pulang bagi semua pekerja kantoran


Damar pulang kerumahnya dengan sedikit perasaan lega karena telah menemukan orang yang dicarinya selama berbulan-bulan


sedangkan ditempat lain


Nadia sedang menyiapkan pesanan dari sekolah Shila dan Shela beberapa ratus kue sehingga Mita dan Sasa terpaksa nginap dirumah Nadia


pagi hari mereka sibuk membuat kue dan mengemasnya


Tora dan wandi selepas subuh tadi juga sudah ikut bergabung untuk mengemas kue-kue yang telah matang


beberapa hari ini mereka sangat sibuk begitupun dikedua toko kue Nadia sama sibuknya


pesanan pelanggan sangat banyak


Nadia bersyukur karena kue-kue buatannya sangat diminati


Nadia pun kini menambah karyawan dikedua tokonya


karena jeni,jaka dan sarah ,lia sering kekurangan tenaga pada saat pesanan membludak seperti saat ini


komunikasi Nadia san nindi kakaknya tidak pernah putus mereka sering melakukan video call walaupun mereka berdua berjauhan tapi tidak menjadi penghalang mereka untuk tetap tau kabar satu sama lain


wahyu pun sudah jarang datang kerumah Nadia


wahyu datang hanya sekedar melihat anak-anaknya sebentar setelah itu pergi dia hanya memberikan uang sekedarnya

__ADS_1


wahyu lebih perhatian kepada fara waktu dan biaya fokus hanya untuk fara


alasan wahyu karena marni hanya karyawan cafe yang tidak seberapa gajinya


Anak-anak wahyu menerima apa yang diberikan oleh ayahnya hanya untuk sekedar menghargai


saat Nadia baru saja menyelesaikan pekerjaannya ponselnya berdering yang disimpannya didalam saku baju gamisnya


Nadia segera mengangkat video call dari kakaknya Nindi


"Assalamualaikum kak" ucap Nadia saat melihat wajah kakaknya


"wa'alaikumsalam dek,kamu lagi ngapain ?" jawab Nindi


"ini baru selesai menyelesaikan pesanan dari sekolahnya kakak" jawab Nadia


" oh Alhamdulillah ya dek pesanan masuk tiap hari " jawab Nindi


"iya Kak Alhamdulillah,tapi kok muka kakak pucat sekali kakak lagi sakit?" ucap nadia heran karena kemarin siang mereka juga video call wajah Nindi tidak sepucat sekarang apa karena Nindi memakai makeup ?


Nadia bertanya-tanya sendiri pada dirinya


" nggak kok mungkin karena kecapekan beberapa hari ini banyak sekali kegiatan disekolah " jawab Nindi Nadia hanya mengangguk-angguk saja


mendengar perkataan kakaknya


"iya ini juga lagi istirahat,minta izin nggak masuk ngajar " jawab Nindi


"iya kak, cepat sembuh ya!" ucap Nadia


"iya dek,kamu juga jaga kesehatan jangan terlalu kecapean kalau memang orderannya nggak sanggup kamu kerjakan nggak usah diterima dulu" ucap Nindi menasehati


"iya kak,oh iya kak Anak-anak mana?"tanya Nadia


" kalau kakak masih disekolah,ada les tambahan trus putrimu yang cerewet lagi main sama mbak gina" jawab Nindi


"ya sudah kak,kakak istirahat aja ya salam buat mas Arman dan salam rindu buat anak-anak "ucap Nadia


"iya dek Nanti kakak sampaikan salamnya salam Rindu juga buat anak-anak, ya sudah kakak tutup ya


Assalamualaikum " ucap Nindi


"iya kak, wa'alaikumsalam " jawab Nadia dan video call mereka pun berakhir


" ya Allah berilah kesehatan kepada kakakku jauhkalah dari segala marabahaya" doa Nadia dalam hati


"Ya Allah kenapa perasaanku seperti ini kenapa saya merasa tidak enak?! perasaan apa ini ?!"ucap nadia lagi mengelus dadanya


Hari hari berganti Nadia dan Nindi setiap hari melakukan video call wajah Nindi kadang terlihat segar bila sedang dalam keadaan memakai makeup tapi nadia heran kenapa makeup kakaknya makin tebal karena biasanya Nindi hanya memakai makeup natural tapi akhir-akhir ini setiap melakukan video call Nindi memakai makeup tebal dan Nindi akan terlihat sangat pucat bila saat melakukan video call dirumah

__ADS_1


Nadia sering bertanya kepada kakaknya namun Nindi hanya mengatakan dia baik-baik saja mukanya pucat karena tidak memakai makeup


Nadia curiga namun sebisa mungkin menepis fikiran negatifnya tentang sang Kakak dan mencoba selalu percaya bahwa sang kakak baik-baik saja


"ya Allah kenapa setiap melihat kak Nindi perasaanku selalu tidak enak?! apa sebenarnya yang terjadi pada kakakku ya Allah !


ya Allah lindungilah selalu kakakku dan keluarganya berilah kesehatan kepada mereka " doa Nadia setiap selesai melakukan video call bersama kakaknya


Hari ini tidak seperti biasanya Nindi tidak melakukan video call


Nadia pun menjadi uring-uringan dan bertanya-tanya Kenapa sang kakak tidak melakukan video call seperti biasanya


Nadia pun sudah berulang kali melakukan panggilan video kepada kakaknya namun tidak diangkat hal itu makin membuat Nadia semakin merasa khawatir


Namun Nadia selalu berusaha menepis fikiran- fikiran negatifnya


"Mungkin kak Nindi lagi sibuk atau kak nindi lagi ada acara ditempatnya mengajar "itulah ucapan Nadia untuk tetap membuat hatinya tenang


seminggu telah berlalu Nindi tidak pernah melakukan panggilan video ataupun menelepon aemua Chat Nadia hanya dibaca namun tak pernah dibalas


kakak iparnya pun melakukan hal yang sama


Hati Nadia semakin cemas takut terjadi sesuatu pada keluarga kakaknya yang berbeda jauh disana


"Ada apa sih dengan kak Nindi dan mas Arman ? Apakah mereka baik-baik saja ? ya Allah ada apa ini ?" ucap Nadia mengelus dadanya terasa nyeri


Nadia merasa selalu ingin menangis


Nadia berfikir mungkin karena rasa khawatirnya yang berlebihan hingga merasakan hal seperti ini


ponsel Nadia tiba-tiba berdering Nadia segera maraih ponselnya yang diletakkan diatas meja


Nadia berharap itu telepon dari kakaknya


Namun Nadia merasa kecewa bukan Nindi atau pun Arman yang menelepon tapi Desi sahabatnya yang ingin mengorder pesanan kue untuk acara dikantornya


" Bun kok mami nggak pernah nelpon lagi sih tidak seperti biasanya ? apa mami atau papi baik-baik aja ? Tanya shila mengagetkan Nadia


"ish...kakak bikin bunda kaget aja,bunda juga nggak tau kak !


bunda juga sudah menghubungi mereka tapi tidak direspon chat bunda aja cuma dibaca nggak dibalas" jawab Nadia


"iya Bund,kakak juga sudah beberapa kali menghubungi mami atau pun papi tapi nggak diangkat ! kakak jadi khawatir kalau-kalau terjadi sesuatu pada mereka " ucap Shila dengan mata berkaca-kaca


"hus jangan ngomong kayak gitu sayang kita doakan yang terbaik saja semoga mereka selalu dalam lindungannya... aamiin " jawab nadia menenangkan putri sulungnya


"iya Bunda, aamiin tapi bund perasaan kakak nggak enak apa karena rasa cemas yang berlebihan ?!" ucap Shila


" mungkin saja sayang bunda juga seperti itu tapi kita doakan mami,papi dan Juga adik-adikmu disana baik-baik saja "jawab Nadia mencoba menguatkan hati anaknya dan juga hatinya yang sudah beberapa hari ini merasa yidak tidak tenang

__ADS_1


__ADS_2