Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 117


__ADS_3

"Bagaimana nak Rifqi sudah siap ?" tanya pak penghulu


"Insya Allah pak " ucap Rifqi cepat


pak penghulu mengulum senyumnya melihat tingkah calon pengantin pria yang sepertinya sudah tidak sabar menghalakan kekasih hatinya


" sekarang mas Rifqi dan Mbak Arshelia menandatangani surat-surat pernikahan dan surat Nikah " ucap pak penghulu dan menyodorkan beberapa surat-surat pernikahan yang Akan di tandatangani


"Baiklah kalau begitu,pak Wahyu silahkan jabat tangan calon menantu bapak " ucap pak penghulu


wahyu tidak langsung menjabat tangan Rifqi karena


Wahyu akan menyerahkan kepada Arman untuk menikahkan putrinya karena wahyu berfikir Arman juga berhak untuk menikahkan putrinya itu karena Arman yang telah mendampingi anak-anaknya sampai diposisi seperti sekarang sedangkan dia Hadir kembali di kehidupan anak-anaknya saat anak-anaknya telah sukses.wahyu sangat merasa sangat bersyukur karena anak-anaknya masih mau menerima dan memaafkan segala kesalahannya di masa lalu


"Maaf pak penghulu bisakah saya mewakilkan pernikahan putriku ini kepada saudara Arman ?" ucap Wahyu, Arman dan yang lainnya terkejut mendengar ucapan Arman yang menginginkan dirinya untuk menikahkan putrinya itu walau bukan darah dagingnya tapi Arman sangat menyayangi semua anak-anaknya tanpa membeda-bedakan mereka


"tapi kenapa pak wahyu" tanya pak penghulu merasa heran


"karena pak Arman juga sangat behak menikahkan putri kami ini karena dia yang telah mendampinginya sehingga sukses seperti sekarang ini" ucap wahyu dengan mata berkaca-kaca mengingat betapa besar kesalahan yang telah dibuatnya namun dengan hati yang lapang mereka mau memaafkannya


Arman menitikkan air mata karena Wahyu mempercayakannya untuk menikahkan putrinya,semua keluarga wahyu dan Arman merasa terharu dengan keputusan besar yang diambil wahyu, Shela dan shila sudah meneteskan air matanya karena ayahnya berhati besar untuk mempercayakan menukahkan adik kembarnya itu


"terima kasih banyak bang wahyu karena telah mempercayakan saya untuk menikahkan shela" ucap Arman merangkul pundak wahyu dari samping


"mas Rifqi silahkan bacakan surah Ar-Rahman sebagai maharnya


"Baiklah kalau begitu kita mulai, silahkan pak Arman duduk didepan mempelai pria " ucap pak penghulu, lalu Arman bergeser dan bertukar tempat dengan wahyu


"silahkan jabat tangan calon menantu anda" ucap pak penghulu lagi


Arman pun sudah mulai menjabat tangan Rifqi yang terasa dingin mungkin karena gugup Arman tersenyum kearah calon menantunya untuk mengurangi rasa gugup calon menantunya itu


"Wahai ananda Rifqi SyahReza Bin Muhammad Reza saya Nikahkan dan kawinkan engkau


dengan Ananda Arshelia Pramana Binti Wahyudi Putra Pramana dengan mas kawin Surah Ar-Rahman dan Uang sebesar Dua ratus dua puluh tiga juta dua ratus tiga puluh tiga ribu rupiah serta emas berpermata berlian seberat dua puluh tiga gram dibayar Tunai "


ucap Arman lalu menyentak tangan Rifqi

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawinnya Arshelia Pramana Binti Wahyudi Putra Pramana dengan mas kawin Surah Ar-Rahman dan Uang sebesar Dua ratus dua puluh tiga juta dua ratus tiga puluh tiga ribu rupiah serta emas berpermata berlian seberat dua puluh tiga gram dibayar Tunai " ucap Rifqi dalam satu kali tarikan nafas


"Bagaimana para saksi sah ?" ucap pak penghulu


"sah"


"sah"


"sah"


ucap semua saksi dan orang-orang yang berada ditempat akad


pak penghulu pun langsung membaca doa pernikahan dan diaamiimkan oleh semua orang


"Barakallahu laka wa baraka alaika wajama'a baynakuma fi khayr.


Artinya: "Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan" (HR. Abu Dawud).


"Aamiin ........."


Nadia,Arman dan Wahyu menitikkan air mata mereka merasa terharu karena diberi rezeki kesehatan untuk bisa melihat anak-anaknya menikah


begitupun dengan pak Sardi dan Bu Rahma menangis Haru karena masih diberi umur yang panjang dan kesehatan lahir dan batin karena mereka masih bisa melihat dan mendampingi cucu-cucunya menikah


Ummi Ratih ibunda Rifqi Mendekati kedua mempelai dan menyerahkan kotak kecil beludru berwarna merah yang berisi cincin diserahkannya kepada putranya dan Rifqi mengambil cincin itu dan menyematkan dijari manis shela


"sekarang nak Shela cium punggung tangan suamimu " ucap pak penghulu Shela pun meraih tangan sang suaminya lalu menciumnya untuk pertama kalinya dengan takzim setelah itu Rifqi mencium kening istrinya lama dan mengucapkan doa kebaikan dalam hatinya


"Allaaahumma biamaaanatika akhattuhaa, wa bikalimaaatika istahlaltu farjahaaa, fain qadhayta lii minhaa waladan faj'alhu mubaarakan syawiyyaa, walaa taj'al lissyaithaani fiihi syariikan walâa nashibaa


Artinya:


"Ya Allah, dengan amanat-Mu kujadikan ia isteriku dan dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan bagiku kehormatannya.


Jika Kau tetapkan bagiku memiliki keturunan darinya, jadikan keturunanku keberkahan dan kemuliaan, dan jangan jadikan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya". ucap Do'a Rifqi dalam hati


Fotografer yang sejak tadi mengabadikan semua kini kembali mengambil gambar Shela dan Rifqi dengan memegang surat nikah masing-masing

__ADS_1


Shela dan Rifqi dibimbing untuk melakukan sungkeman kepada kedua orang tua mereka tangis haru mulai terdengar dari ibunda mereka saat Shela berlutut dihadapan Arman


Arman memberikan nasehat untuk putrinya


"ingatlah nak sekarang kamu adalah seorang istri, ketahuilah nak bahwa kebahagiaanmu sangat berhubungan dengan kebahagiaan suamimu. Karena itu, hendaklah kamu waspada terhadap konflik pertama yang sangat mungkin terjadi dengan suamimu. Dan konflik tersebut sangat berpotensi untuk berlanjut hingga tiada pernah berakhir.


Patuhilah suamimu semampumu. Hindarilah pembicaraan-pembicaraan yang mengolok-olok dan mengejek, serta perbincangan-perbincangan yang tidak layak didengarkan.


Hendaklah kamu takut dan menghindarkan diri dari kecemburuan karena cemburu merupakan pintu gerbang menuju perceraian.


Hendaklah kamu takut dan menghindarkan dari banyak mencela karena celaan itu berpotensi melahirkan kemarahan." ucap Arman shela menitikkan air matanya mendengar nasihat dari ayah sambungnya itu walaupun bukan ayah kandung tetapi Shila, Shela dan Arka tidak pernah merasa bahwa Arman hanya seorang ayah sambung bagi mereka karena kasih sayang Arman tidak pernah membeda-bedakan mereka ber enam


"Nak sekarang kamu adalah seorang suami yaitu suami dari putri papi,papi berharap kamu selalu menjaga istrimu selalu bersamanya baik dalam duka maupun suka,terima segala kekurangannya dan bimbing dia dijalan yang benar jangan kau sakiti hatinya jika dia berbuat sesuatu kesalahan tegur dia dan nasehati dia dengan cara yang baik jangan pernah membentak ataupun bermain tangan padanya,jangan pernah kau hinakan dia karena jika itu kamu lakukan sama saja Kamu memukul dan menghinakanku,dan jika kamu sudah tidak menginginkannya lagi maka kembalikanlah kepadaku secara baik-baik seperti saat engkau memintanya padaku" ucap Arman dengan suara bergetar dan air matanya menetes membasahi pipinya begitupun dengan yang lain mengis haru mendengar nasihat yang Arman ucapkan saat Rifqi sungkem kepada Arman


semua nasihat kebaikan mereka ucapkan untuk Rifqi dan Shela


setelah sungkeman kini Shela dan Rifqi diantarkan menuju pelaminan begitu pun dengan Shila dan Fariz kini mereka duduk berpasangan diatas pelaminan, saat mereka berempat Duduk di pelaminan Nadia datang menuntun Fara yang sudah berganti pakaian dari pakaian seragam yang dikenakannya saat proses pernikahan Shela


Setelah semua prosesi pernikahan Shela selesai Nadia meminta bantuan MUA untuk mendandani Fara dan Ardhit untuk mengganti pakaian dengan Gaun pengantin berwarna Pink yang dipesan Nadia tidak ada yang tau rencana Nadia dan wulan untuk mengikutkan Fara dan Ardhit dalam resepsi pernikahan anak kembarnya


Ardhit berjalan dibelakang ibundanya mengikuti langkah dua wanita yang dicintainya


Arman yang melihat itu sangat bahagia,Arman tidak menyangka istrinya akan melakukan hal itu semua


shila dan shela merasa bahagia melihat adiknya juga duduk di pelaminan bersama mereka kini terjawab sudah pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam hat semua orang mengapa model tempat duduk pengantin di pelaminan seperti terbagi Tiga


banyak juga yang saling bertanya kapan Ardhit dan Fara menikah dari tamu kerabat dan teman-teman yang saat pernikahan Ardhit mereka tidak diundang


Namun itu semua dijawab oleh Arman dan Nadia


"mungkin banyak yang bertanya kapan putraku Ardhit menikah? Ardhit dan Fara menikah seminggu sebelum pernikahan kakaknya Shila dan proses pernikahan mereka laksanakan dirumah Kakek dan neneknya didaerah Z secara sederhana karena resepsi mereka akan dilaksanakan seminggu setelah acara ini selesai dan itu akan kami selenggarakan dirumah kakek Sardi di daerah Z atau lebih tepatnya dirumah Bang Wahyu" ucap Nadia memakai mic menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan orang-orang karena Nadia takut akan adanya Fitnah sehingga Nadia harus mengumumkannya


Para tamu undangan kini mengucapkan ucapan selamat untuk ketiga pengantin


"selamat ya semoga kalian menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah " ucap salah satu kolega bisnis Ardhit


banyak juga setelah mengucapkan selamat mereka bersuafoto bersama ketiga pengantin

__ADS_1


__ADS_2