
Banyak tamu undangan yang datang mulai dari teman-teman shila dan shela, kolega-kolega bisnis Ardhit dan Arka serta teman-teman Fara dari restoran milik Shela
namun tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperlihatkan mereka dengan tangan terkepal karena rasa kecewanya tidak dapat memiliki kedua saudara kembar itu
"sialan ternyata yang memukulku waktu itu adalah kekasih shila" ucap Adnan mengepalkan tangannya sehingga buku-buku tangannya memutih
"lihat saja nanti saya akan membuat perhitungan dengan kalian berdua kalian telah mengkhianatiku dan menyakiti hatiku, ternyata ini alasanmu selalu menolakku dan bersikap dingin padaku ternyata nkalian memiliki lelaki lain selain diriku, tapi tidak akan saya biarkan saya akan melenyapkan suami kalian berdua sehingga tak ada lagi yang menghalangiku menjadikan kalian milikku satu satunya,shila Shela kalian berdua hanya milikku, tunggu lah saya akan datang menjemput kalian berdua dan kita akan hidup bahagia bertiga" ucap adnan yang masih saja terobsesi ingin mendapatkan Shila dan Shela namun tanpa disadarinya ada dua pasang mata yang melihatnya dan mendengarkan semua yang diucapkannya dan merekamnya,tanpa menunggu waktu lama Ubaidillah dan Rafardhan mengamankan Adnan dan melaporkan Adnan kepada pihak berwajib tanpa memberi tahukan keluarga yang lain karena mereka berdua tidak ingin mengacaukan dan merusak kebahagiaan keluarga besar mereka, dengan cekatan Ubaidillah dan Rafardhan mampu mengamankan Adnan dengan hitungan menit dan menimbulkan keributan
"siapa kalian,lepaskan saya" ucap Adnan memberontak saat Ubaidillah dan Rafardhan berhasil meringkus nya
"kamu yang siapa? kenapa kamu ingin mencelakai kakak kami ?"ucap Ubaidillah
"oh jadi kalian adik laki-laki brengsek yang merebut calon kekasihku? " ucap adnan
"hahahahahaha...... baru calon ternyata " ucap Rafardhan sambil tertawa terbahak bahak
"seandainya kakakmu tidak merebut mereka dariku saya sangat yakin pasti shila dan Shela sudah menjadi istriku " ucap Adnan percaya diri
"hahahaha.... mimpi saja kamu,ayo kak bawa dia kekantor polisi " ucap Rafardhan pada Ubaidillah kakak sepupunya itu
"ayo"ucap Ubaidillah dan menyeret paksa Adan ikut dengannya
"kalian jangan macam-macam ya saya bisa menuntut balik kalian " ucap adnan terus berontak namun tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Ubaidillah
"silahkan saya tidak takut kami punya bukti sedangkan kamu tidak punya satu pun bukti"ucap Ubaidillah
kini mereka sudah diatas mobil milik Rafa,Rafa duduk dikursi pengemudi sedangkan Ubaidillah duduk dibelakang dikursi penumpang bersama Adnan yang masih dipegangnya
tidak butuh waktu lama mereka sampai di kantor polisi Ubaidillah langsung membuat laporan tentang rencana Adnan ingin mencelakai kakak-kakak mereka
__ADS_1
laporannya langsung diproses karena Ubaidillah mempunyai bukti
Adnan menghubungi seorang pengacara namun pengacara itu tidak bisa hadir karena sedang membantu kliennya,lama menunggu namun pengacara yang dimaksudkan Adnan tidak datang akhirnya Adnan nau tidak mau Adnan harus menginap di hotel prodeo
mau tidak mau Adnan harus tidur didalam kamar jeruji besi
Awalnya Ubaidillah dan Rafardhan keluar dari tenda pesta resepsi pernikahan kakak mereka untuk sekedar merokok namun Ubaidillah melihat seorang laki-laki dengan gelagat yang aneh, Ubaidillah meminta Rafa untuk memvideokan nya
setelah urusannya dengan polisi telah selesai Ubai dan Rafa kembali kepesta kakaknya saat tiba disana ubai dan Rafa mendapat berbagai macam pertanyaan ternyata salah seorang keluarganya melihatnya menyeret paksa seorang pria naik keatas mobil Rafa
akhirnya ubai dan Rafa menceritakan apa yang telah terjadi, Fariz dan Rifqi menjadi geram sekaligus senang karena adik-adiknya bisa menggagalkan rencana pria itu
Fariz berjanji dalam hatinya akan mengirim jauh pria itu kepelosok desa agar tidak dapat mengganggu istri dan adik iparnya
setelah pesta usai keluarga Fariz dan Rifqi kini berpamitan untuk pulang begitu pun dengan keluarga wahyu dan Wulan mereka juga berpamitan untuk pulang karena anak-anak Wulan harus segera kembali ke asrama tempat mereka menimba ilmu
sedangkan wahyu usaha pembibitan ikan lelenya sudah lama ditinggalkan walaupun adabpak tamiji yang mengurusnya
Shela dan Rifqi bergantian membersihkan diri dikamar mandi yang ada dikamar itu dan juga mengganti pakaian mereka beruntungnya gaun pengantin Shela kancingnya seperti model kebaya kancingnya ada didepan sehingga tidak perlu mencari bantuan untuk membukanya
setelah selesai membersihkan diri kini mereka melakukan sholat berjamaah
shela mencium punggung tangan suaminya setelah melakukan sholat berjamaah dan Rifqi mencium kening istrinya
"sayang istirahat dulu ya pasti seharian ini kamu capek banget "ucap Rifqi
"iya mas" jawab Shela dengan muka memerah karena malu
"kamu makin cantik bila pipi kamu sedang bersemu merah kayak gini sayang" ucap Rifqi lagi mengelus pipi shela dengan lembut dan itu makin membuat pipi shela makin bertambah merah
__ADS_1
"yok istirahat dulu sebentar "ucap Rifqi lagi lalu beranjak dari duduknya dan melipat sajadahnya lalu menyimpannya ditempat sajadah begitu pun dengan shela melepaskan mukenanya dan melipat sajadahnya
kini mereka merebahkan tubuh mereka yang sangat lelah karena tamu undangan yang begitu banyak yang datang
shela tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa terlelap dan terbuai dalam mimpinya yang indah Rifqi pun memejamkan matanya dan memeluk tubuh istrinya dan dia pun ikut terlelap
sama halnya dengan Shila dan Fariz begitu pun dengan Ardhit dan Fara mereka tertidur pulas setelah menunaikan shalat berjamaah mungkin karena tubuh mereka terasa sangat lelah hingga tanpa butuh waktu lama mereka sudah tertidur nyenyak
Menjelang waktu magrib tiga pasang pengantin baru itu pun terbangun dari tidurnya, mereka bersiap-siap untuk ke musholla untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah
setelah sholat Maghrib mereka kini duduk bersama dimeja makan untuk menikmati hidangan yang disajikan oleh para maid
setelah makan mereka duduk bercengkrama bercerita banyak hal sambil menunggu Azan isya
"Riz, bagaimana dengan orang yang dilamporkan oleh adik kamu Ubai dan Rafa " tanya Arman kepada menantunya
"saya sudah melaporkan semua kepada kepala rumah sakit melalui sambungan telepon dan rencana besok saya akan menemui beliau secara langsung karena saya ingin membuat dia dimutasi ke luar kota dan ditempatkan di daerah terpencil"ucap Fariz
"kenapa tidak sekalian dipecat aja kak" ucap Arka geram
"jangan dek biarpun orang itu menyakiti kita tapi kita jangan membalas mereka dengan menyakitinya kalau kita seperti itu apa bedanya Kita dengan dia,bisa saja dengan cara kita menyakitinya juga dia akan semakin dendam tapi jika kita masih memberikan dia kesempatan kedua trus dia masih tidak berubah barulah kita bertindak tegas " ucap shila bijak
sifat inilah yang membuat Fariz makin yakin untuk memilihnya menjadi pendamping hidupnya
Arka hanya mengangguk mendengar ucapan kakak sulungnya
"tapi kalau dia masih tetap ingin menyakiti kakak bagaimana ?"tanya Della
"Negara kita negara hukum dek jika ada bukti,uang dan pengacara yang menemani kita,kita bisa menghukumnya "ucap shela tersenyum
__ADS_1
yang lain pun ikut tersenyum, sedangkan Rifqi hanya menggeleng kepalanya mendengar penuturan istrinya namun benar yang dikatakannya uang adalah segalanya manusia bisa berbuat apa saja karena uang