
Hari yang mereka tunggu pun kini telah Tiba,Fara merasakan sakit yang luar biasa diperutnya saat sedang berjalan-jalan ditaman depan rumahnya dibantu oleh sari
"Buk,perut Fara sakit sekali, rasanya ingin buang Air besar dan dibawah sini terasa ada yang mau keluar " ucap Fara menggenggam tangan sari dengan kuat
"Astagfirullah,sakit sekali Buk" ucap Fara lagi
"kita masuk dulu kedalam rumah ya nak dan kita telpon suamimu " ucap fara dan membantu Fara berjalan pelan kedalam rumah sesekali fara beristighfar karena merasakan sangat sakit keringat dingin sudah membasahi keningnya
sari mendudukkan Fara disofa ruang tamu lalu menelpon Ardhit
"Halo Assalamualaikum Buk" jawab Ardhit diseberang sana
"waalaikumsalam nak, Dhit kamu bisa pulang sekarang nak?" ucap Buk sari
"memangnya ada buk? ini sebentar lagi saya Rapat " ucap Ardhit
"Fara kayak sudah mau lahiran nak "ucap Buk Sari lagi
"apa buk,Fara sudah mau melahirkan ?" ucap Ardhit mulai panik
"iya nak ini perutnya sudah sering sakit " ucap Buk Sari
"Astaghfirullah Fara,ketuban kamu sudah pecah nak" ucap buk sari panik dan panggilannya masih terhubung dan membuat Ardhit makin panik
"shasa batalkan rapat hari ini, istri saya akan melahirkan " ucap Ardhit dan langsung berlari turun menuju parkiran mobil,saking paniknya Ardhit lupa memberi tahukan Arka
Ardhit melajukan mobilnya Dengan kecepatan tinggi beruntungnya jalanan sedang legang karena masih jam kerja dan masih jam pelajaran untuk anak sekolah jadi jalan sedikit sepi
tak butuh waktu lama Ardhit sampai namun saat sampai dirumah istri dan ibu mertuanya sudah tidak ada
Ardhit segera menghubungi ibu mertuanya dan menanyakan dimana mereka sekarang
"Assalamualaikum buk,ibu dan fara dimana?"tanya Ardhit
"waalaikumsalam nak,ini ibu baru sampai dirumah sakit ibu dan anak Selalu Bahagia,kamu cepat kesini nak " ucap buk sari dengan suaranya yang bergetar
"Baik bu saya akan segera kesana"ucap Ardhit tanpa menunggu lama Ardhit langsung melakukan mobilnya menuju rumah sakit yang dikatakan ibu mertuanya
sesampainya di rumah sakit Ardhit langsung menuju ruang UGD dan disana sudah terlihat Buk sari duduk sendirian menangis
"Buk,Fara mana?" ucap Ardhit
"didalam nak diruang persalinan " ucap Buk Sari
"Trus kenapa Bibuk sendirian Babah mana?"tanya Ardhit karena dia tidak melihat ayah mertuanya
"
__ADS_1
Babah Tadi dijemput sama ayahmu untuk melihat tambak ikan yang baru ayahmu beli, Bibuk sudah mencoba menghubunginya namun ponselnya tidak aktif " ucap sari
"kakak kenapa sih tidak beritahu Arka,untung shasa mengatakan kita batal Rapat karena Fara akan melahirkan " ucap Arka kesal saat baru saja sampai dirumah sakit
"trus dari mana kamu tau kalau Fara dibawa kesini?" tanya Ardhit heran karena adiknya ini bisa tau sedangkan dia belum sempat menghubunginya
"Tadi saat saya kerumah kakak tanpa sengaja saya melihat mobil kakak keluar dari gerbang dengan terburu-buru jadinya saya ikuti saja" ucap Arka
"oh begitu ?" ucap Ardhit
"keluarga pasien atas nama Nyonya Fara ?"tanya suster yang keluar dari dalam ruangan
"iya sus saya suaminya "jawab Ardhit cepat
"istri bapak harus segera dioperasi karena ketubannya sudah hampir habis" ucap Suster itu
"lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya sus" ucap Ardhit cepat
"Insya Allah pak,silahkan kebagian Administrasi dan menandatangani surat pernyataan setuju melakukan sesar
"Baik sus" ucap Ardhit dan bergegas kebagian Administrasi
setelah selesai tanda tangan Fara didorong diatas brankar menuju ruang operasi ,Shila yang sedang bertugas dengan cepat datang keruang operasi setelah mendapat telpon dari Arka,begitu pun yang lainnya
beberapa jam mereka menunggu didepan ruang operasi saling menguatkan dan tak berhenti mereka berdoa dan berzikir untuk keselamatan Fara dan anaknya.
shila yang duduk disamping suaminya sekali meringis menahan ngilu akibat pergerakan kedua bayinya begitupun dengan shela
Shela melakukan hal yang sama yang dilakukan kakak kembarnya mengajak anak-anaknya bicara karena sedari tadi mereka tak amau diam yang melihat pergerakan kedua bayi itu ikut marasakan ngilu
"sayang,kamu tenang ya sebentar lagi mama Fara akan selesai dan kakak kalian akan bertemu dengan kita,kalian tenang ya sayang " ucap Shela pada bayinya sambil mengelus perutnya dan bayi itupun seolah-olah mengerti Apa yang dikatakan oleh ibunya
Rifqi tersenyum kepada istrinya dan ikut mengelus perut istrinya
"sudah tidak sabar ya sayang untuk bertemu dengan kakakmu" ucap Rifqi dan bayinya itu kembali bergerak menendang tangan Rifqi seolah mengiyakan perkataan ayahnya
"wah anak-anak abah pintar sekali " ucap Rifqi lagi
saat mereka asyik memperhatikan perut shela dan shila dokter keluar dari ruang operasi, Ardhit bergegas menemui dokter itu untuk menanyakan kondisi istri dan anaknya
"bagaimana dok keadaan istri dan anak saya ?" tanya Ardhit
"Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar ibu dan anak-anaknya sehat. namun anak perempuan anda harus di inkubator soalnya berat badannya sangat kecil karena selama ini dia tidak terdeteksi tapi jangan khawatir dia juga sehat " ucap dokter Anindita
"Alhamdulillah,apa dok? anak saya yang perempuan ? bukankah anak saya saat USG adalah laki-laki ? " ucap Ardhit karena baru memahami ucapan dokter anin
"iya pak anak bapak lahir kembar sepasang hanya saja anak perempuan bapak selama dalam kandungan tidak terdeteksi selalu bersembunyi dibelakang kakaknya tadi kami pun sempat kaget saat mengetahuinya bahwa ada dua bayi dalam kandungan ibu Fara" ucap dokter menjelaskan
__ADS_1
"Masya Allah terima kasih ya Allah "
"Alhamdulillah ya Allah " ucap mereka semua mendengar ucapan dokter
kini Fara dibawa keruang perawatan dan bayinya dibawa keruangan NICU karena salah satu bayinya harus dimasukkan kedalam inkubator karena berat badannya sangat kecil
mereka mengikuti Fara yang dibawa oleh perawat keruang perawatan,Fara masih merasa lemas,Fara masih dalam pengaruh obat bius pasca operasi Caesar jadi dokter menganjurkan untuk istirahat lebih banyak
Ardhit sudah mengazani kedua anaknya, Ardhit menitikkan air mata saat mengangkat tubuh kecil putrinya untuk diazaninya
Nadia dan Buk Sari pun menangis melihat kondisi cucunya yang sangat kecil
"yang sehat ya anaknya papa"ucap Ardhit mencium pipi kecil putrinya
Ardhit menemui istrinya dikamar rawatnya
"makasih ya sayang" ucap Ardhit lalu mencium kening istrinya
"anak kita mana mas kakak lagi dibersihkan sedangkan Ade' lagi tidur nanti suster akan bawa kakak kemari untuk disusui"ucap Ardhit
"maksudnya mas kakak ade'?" tanya Fara bingung
"anak kita kembar sayang, putri kita terlahir sangat kecil tapi pegangannya sangat kuat waktu dia memegang jari kelingkingku" ucap Ardhit tersenyum
"Masya Allah, Alhamdulillah masa sih mas kita punya bayi sepasang ?" ucap Fara masih tidak percaya
"benar sayang, nanti setelah kamu pulih baik kita akan melihat putri kita " ucap Ardhit lagi
tak lama perawat datang membawa bayi laki-lakinya
"permisi bu Fara ini bayinya tolong disusui" ucap perawat itu dan membantu Fara untuk menyusui bayinya untuk pertama kalinya
" wah kuat sekali kamu sayang, pelan-pelan saja nak" ucap Fara pada bayinya
"kalau begitu saya permisi dulu bu,oh iya bu kalau ibu sudah baikan harap ibu keruang perawatan bayi untuk menyusui bayi perempuan ibu" ucap perawat itu dan keluar dari ruangan Fara
"mas beneran kita punya dua bayi?" tanya fara lagi
"iya sayang,tuh perawat tadi juga bilang Apa !" ucap Ardhit tersenyum
setelah bayi nya kenyang bukannya bayi itu tertidur malah menggerak-gerakkan tubuhnya dengan lucu, lidahnya menjilat-jilat bibirnya
Della yang melihat itu membuatnya Gemas,Della pun menghampiri Fara dan mengambil bayi tampan itu dari pangkuan ibunya
"sayang kamu kok lucu banget sih" ucap Della mencium gemas pipi ponakannya membuat bayi itu menggeliat dalam gendongan Della, saat Adrian mendekati Della dan juga ingin menggoda bayi itu, bayi itu malah tertidur pulas dan itu membuat semua Tertawa, Adrian mengerucutkan bibirnya karena kesal
"kak,anak kamu ini nyari ribut sama saya" ucap Adrian
__ADS_1
"hahaha mungkin dia itu tau unclenya ini masih bau acem" ucap Shela tertawa
"sorry ya kak saya itu wangi"ucap Adrian mengangkat dagunya