
Setelah pemakaman Nindi selesai mereka semua kembali kerumah Nadia
Tora bergerak cepat menyerahkan berkas-berkas dan bukti pernikahan Nadia dan Arman kepada pak RT dan RW
Tora tidak ingin terjadi sesuatu pada adik iparnya itu
Malam Harinya tahlilan dilakukan dirumah Nadia banyak warga yang datang untuk ikut serta mendoakan mendiang kakaknya Nadia
wahyu yang juga mendengar berita meninggalnya mantan kakak iparnya juga turut hadir di acara tahlilan itu karena saat pemakaman dia tidak sempat hadir karena sedang bekerja
saat sampai dirumah Nadia Wahyu selalu mencoba untuk mendekati Nadia ingin memberikan semangat untuk mantan istrinya juga bertujuan agar mentan istrinya itu luluh dan ingin kembali bersamanya
Namun saat doa berlangsung
Nadia tak sadarkan diri Arman yang melihat istrinya tak sadarkan diri langsung berlari menghampiri istrinya lalu menggendongnya kedalam kamar mereka
Shila dan Shela yang melihat papinya menggendong sang bunda ikut berdiri mengikuti kedua orang tuanya masuk kekamar
Shela menggendong Della yang sejak tadi duduk anteng disampingnya dan mengikuti langkah kakaknya masuk kedalam kamar orang tuanya
wahyu merasa tidak senang melihat Mantan istrinya diperlakukan seperti itu oleh kakak iparnya
wahyu mengepalkan tangannya
wahyu hendak berdiri namun ditahan oleh seorang bapak paruh baya yang duduk disampingnya
"mau kemana nak Wahyu ?" tanya bapak itu
"saya mau kekamar mandi dulu pak"jawab wahyu
wahyu pun melangkah masuk kedalam rumah melewati pintu samping
sesampainya di dalam rumah Wahyu segera mencari keberadaan Nadia
Betapa geramnya wahyu saat melihat Arman duduk di ranjang disamping Nadia
saat itu Arman sedang memijat kepala Nadia yang terasa sakit sedangkan shila dan Shela serta Della duduk dikarpet samping ranjang Nadia
wahyu tidak melihat mereka karena terhalang tubuh Arman
"dek kamu makan ya biar hanya sedikit dari siang kamu nggak makan apa-apa
saat pagi pun kamu cuma makan sedikit ini yang buat kamu lemas" ucap Arman lembut kepada Nadia
"saya nggak lapar mas" jawab Nadia
"sedikit aja ya dek kalau kamu nggak mau makan nasi kamu makan buah aja ya" ucap Arman lagi dan tangannya masih terus memijat kepala Nadia
"dek jangan keras kepala kasihan Anak-anak melihat bundanya seperti ini pasti mereka khawatir "sambungnya lagi
__ADS_1
Arman pun menyuapkan buah yang sudah dipotong -potong kecil yang disimpannya sejak tadi diatas meja
wahyu yang melihat itu semakin geram
wahyu melangkah masuk kedalam kamar tidur Nadia dan langsung menarik baju koko Arman lalu melayangkan tinjunya
Arman yang tidak menyangka akan mendapatkan bogem mentah dari wahyu hanya bisa meringis menahan rasa sakit dipelipisnya
"Kalian berdua tidak tahu malu ya kakak ipar dan adik ipar berdua duaan didalam kamar
soksoan bersedih istri dan kakaknya meninggal baru siang tadi nindi dimakanmka tanah makamnya pun masih basah kalian mengajak orang-orang datang untuk melakukan do'a bersama sedangkan kalian melakukan hal yang menjijikan berdua-duaan didalam kamar" ucap wahyu dengan mata memerah
sampai-sampai tak melihat keberadaan Anak-anaknya didalam kamar itu ketakutan
Nadia bangkit dari tidurnya dan langsung mendekati keduanya
Nadia berusaha sekuat tenaga entah kemana rasa sakit Nadia yang dirasakannya beberapa saat lalu semua seperti menguap entah kemana melihat suaminya diperlakukan seperti itu
Nadia menarik tangan wahyu yang menarik baju koko yang dikenakan Arman
"kamu ini apa-apaan sih bang main pukul orang saja dasar kamu gil*
oraknu memang benar-benar sudah kurang seons " ucap Nadia geram dan masih terus menarik tangan wahyu yang mencengkram baju Arman
Arman yang melihat istrinya kepayahan menarik-narik tangan wahyu dari bajunya pun melakukan perlawanan dengan menyentak tangan wahyu dari bajunya dan saat tangan wahyu terlepas dari baju Arman Nadia langsung memeluk tubuh kekar suaminya
"mas kamu tidak apa-apa kan?" ucap Nadia mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan suaminya yang lebam karena tonjokan wahyu
Shela menyerahkan Della kepada kakaknya yang sejak tadi digendongnya
"Ayah kenapa sih setiap datang kemari pasti buat keributan apa itu adalah keahlian ayah ?" ucap Shela dengan suara keras air matanya sudah mengalir dipipinya
orang -orang yang berada diruang tamu mendengar keributan dari dalam kamar bergegas untuk melihatnya
mereka juga merasa geram kepada Wahyu yang setiap datang pasti membuat ulah
"kamu yang apa-apaan membiarkan mereka berdua-duaan " jawab wahyu tak kalah geram
wahyu kesal karena anak-anaknya tidak ada yang mendukungnya
"wahyu cukup kamu jangan membentak-bentak Anak-anak " ucap Arman yang sudah mulai terpancing emosi yang sejak tadi ditahannya
wahyu tersenyum miring kearah Arman
"kamu tidak usah sok suci Arman kalian ini melakukan hal menjijikkan didepan Anak-anakku dengan kedok sebagai kakak ipar dan adik ipar tapi peluk-pelukan layaknya sepasang kekasih " ucap wahyu
orang -orang yang berbeda disana hanya tersenyum geli mendengar ucapan wahyu
"ya wajar aja peluk-pelukan orang sudah sah" celetuk seorang ibu yang ada disana dan diangguki oleh yang lainnya
__ADS_1
Namun wahyu tidak dapat mendengar itu semua karena telinganya sudah tertutup oleh emosinya
Nadia melangkah mendekati Shela putrinya yang menangis sesenggukan karena merasa malu dengan kelakuan ayah kandungnya yang tidak pernah ada lelahnya membuat keributan dan mengusik ketenangan keluarganya
Nadia memeluk putrinya erat memberikan ketenangan
"saya malu bun pada orang-orang dengan kelakuan ayah" ucap Shela sesegukan
Nadia hanya terus memeluk tubuh putrinya
Shila pun ikut menangis sedangkan Della yang dalam gendongannya sudah tertidur
saat wahyu melangkah menuju kearah Arman
Tora sudah memegang lengannya wahyu terkejut saat merasakan sakit dilengannya
Wahyu menoleh dan melihat Tora sudah berdiri disampingnya dengan muka memerah
disana pun sudah ada pak RT, Pak Rw dan beberapa bapak-bapak yang juga datang kerumah Nadia termasuk pak selamet yang duduk didekat Wahyu tadi
"apakah kamu tidak jera melakukan keributan disini ?" ucap Tora
wahyu tersenyum miring menatap Tora seolah-olah mengejek perkataan Tora
" Kamu itu munafik Tora membiarkan mereka berdua-duaan didalam kamar
cuih kalian semua sok suci" ucap wahyu
" bunda dan papi tidak berdua-duaan ada kami juga dalam kamar ini lagian tidak ada salahnya mereka berdua-duaan " ucap shila yang sudah sangat kesal karena kelakuan ayahnya
"lihat saja mereka sudah menyogok anak-anak sekecil ini untuk mendukung perbuatan mereka yang menjijikan" ucap wahyu dengan mimik wajah mencemooh
orang -orang yang berada disana tersenyum mengejek kepada wahyu
wahyu yang melihat itu merasa sangat kesal
"kenapa kalian tersenyum,apa ucapanku lucu? kalian semua ini yang kurang seons bukan saya
kalian merasa senang melihat kedua orang ini melakukan hal yang menjijikkan" ucap wahyu merasa heran orang-orang sok suci ini dan hanya bisa menhakimi orang lain sekarang malah merasa senang melihat kedua orang didalam rumah ini melakukan hal menjijikkan di depan mata mereka tapi mereka seolah--olah tidak peduli
"bukan kami mas wahyu yang kurang seons tapi kamu" ucap salah satu Ibu-ibu disana
"kamu itu suka bertindak sesuka hatimu lihat kamu yang malu sendiri nantinya lihat ini wahyu setelah itu kamu bisa mengatakan mereka melakukan hal menjijikkan atau tidak " ucap Tora menyerahkan ponselnya kepada wahyu dan memperlihatkan video dimana Nindi memohon kepada Nadia dan Arman untuk menikah diujung hidupnya
Tora memvideokan semua kejadian dirumah sakit untuk dikirimkan kepada sarah ternyata video itu sangat bermanfaat
wahyu sangat terkejut melihat video-video yang diperlihatkan Tora kepadanya
Apalagi video disaat Nadia dan Arman menikah
__ADS_1
wahyu merasa syok dengan kenyataan itu pupuslah sudah harapannya bisa kembali bersama Nadia