Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 111


__ADS_3

alamat Ada yang nggak konsen nih sebentar " ucap Adrian pada dirinya sendiri dan tersenyum jahil


Adrian bergegas turun dan langsung menuju ke musholla untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah, sesampainya disana semua keluarganya sudah ada disana bersama beberapa warga dan bersiap untuk sholat


setelah sholat subuh mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing


para ibu sibuk didapur menyiapkan sarapan sedangkan bapak-bapak duduk diteras depan berbincang-bincang


kini mereka semua berkumpul di meja makan, mereka makan dengan diam tak ada satu orangpun yang bersuara


Ardhit sejak tadi mencuri-curi pandang kepada Fara sedangkan Fara yang merasa diperhatikan pun menjadi salah tingkah dan lebih banyak menundukkan kepalanya malu kepada Ardhit karena kejadian subuh tadi


setelah selesai sarapan pagi Adrian membuka suaranya


"kakek,nenek, ayah wahyu, aunty paman, jangan pulang dulu ya pagi ini tunggu rian pulang sekolah ada satu hal yang ingin rian sampaikan dan ini sangatlah penting untuk keluarga kita " ucap Adrian Sangat serius


"memangnya apa sih dek bikin penasaran aja pagi-pagi " ucap Della penasaran


"kak Della kuliah jam berapa ?" tanya Adrian pada kakaknya


"ini kakak udah mau berangkat " jawab Della


"yasudah kakak harus cepat pulang ya" ucap Adrian


"kak Arka dan kak Ardhit makan siang disini ya,hari ini nggak ada jadwal rapat kan?" ucap Adrian lagi dan diangguki oleh kedua kakak laki-lakinya


"kamu ini ya bikin orang penasaran aja" ucap shela


"pokoknya sebentar kita makan siang bersama di rumah" ucap Adrian dan berdiri dari duduknya dan mencium punggung tangan semua orang karena dia yang usianya paling muda


"oh iya kak Fara,kakak jangan pulang dulu ya ke resto kakak disini dulu" ucap Adrian saat menyalami Fara


Fara hanya mengangguk mengiyakan permintaan Adrian


setelah semua selesai sarapan dan bersiap-siap ketempat kerja masing-masing, sedangkan Fara sibuk membantu bik Narti dan mbok Darmi membersihkan meja makan


saat ini asyik membersihkan meja tiba-tiba Ardhit datang pura-pura mengambil air mineral dalam kulkas dan saat didekat Fara Ardhit berbicara pelan


"dek mas kerja dulu ya" ucap Ardhit pelan takut ada yang mendengar


"iya mas, hati-hati ya" jawab Fara juga pelan


"iya sayang " ucap Ardhit membuat pipi Fara memerah


Ardhit tersenyum melihat pipi Fara bersemu merah


Ardhit pum melangkah keluar menuju garasi mobil disana sudah Ada arka yang menunggunya

__ADS_1


" kak Adit dari mana sih?" ucap Arka heran karena tidak biasanya kakaknya itu lama


"nggak kemana-mana kok" ucap Ardhit dengan senyuman dibibir nya


Arka mengernyit heran melihat tingkah kakaknya yang biasanya kaku sekarang tersenyum terus


Siang hari menjelang, semua kini telah berkumpul dimeja makan dan makan siang bersama.


Adrian belum juga berbicara hal penting apa yang akan dibicarakannya, Adrian hanya tersenyum-senyum saja seolah-olah ada hal yang sangat membahagiakannya


yang lain hanya mengernyit melihat tingkah Adrian hari ini


setelah makan siang mereka berkumpul diruang keluarga,Fara tidak diizinkan oleh Adrian untuk membantu Art untuk membersihkan meja makan, Adrian mengajak Fara untuk duduk disamping Ayah Wahyu


setelah semua keluarganya berkumpul Adrian memulai pembicaraannya


"saya meminta maaf sebelumnya karena membuat kalian penasaran dan ini adalah kabar yang menggembirakan untuk kita semua " ucap Adrian panjang lebar


tiba-tiba saja Adrian berjalan kearah Fara dan berlutut didepan Fara


"Kak Fara maukah engkau menerima lamaran kami ?" ucap Adrian menyodorkan sebuah cincin,semua orang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Adrian, Ardhit langsung berdiri dan mendekati Adrian yang masih berlutut didepan Fara sedangkan Fara hanya diam mematung


"Apa yang kamu lakukan rian?" tanya Ardhit kepada adiknya dengan wajah kesal


"melamar kak Fara,kak" ucap Adrian Santai


"kamu sadar rian kamu itu masih sekolah? " ucap Ardhit menahan amarahnya


"kenapa kakak marah,apa hubungan kakak dengan kak Fara? tidak ada kan jadi apa salahnya saya yang melamar Kak Fara?" ucap Adrian


"Rian apa yang kamu lakukan nak, menikah itu bukan hal untuk dijadikan mainan " ucap Nadia menengahinya


"Rian tahu Bunda, pernikahan bukan hal untuk dijadikan permainan " ucap Adrian serius


"lalu apa yang kamu lakukan Nak?" ucap Nadia


"ya melamar kak Fara Bunda"ucap Adrian enteng dan Adrian bisa melihat kakaknya sudah kebakaran jenggot


"Berhenti bermain-main Adrian " ucap Ardhit mulai tersulut emosinya


"kenapa kakak yang marah? memangnya kakak siapanya kak fara?" ucap Adrian sengaja menyulut emosi sang kakak agar ingin berbicara jujur


Della,shela, shila dan Arka sudah mendapatkan kiriman video dari Adrian apa yang terjadi antara Ardhit dan Fara subuh tadi, Adrian membuat grup dadakan saat selesai makan siang tadi lalu mengirim video digrup barunya itu


maka ke empat kakaknya itu hanya diam menyaksikan sandiwara Adrian


"karena....." ucap Ardhit terpotong

__ADS_1


"karena apa kak? apa kakak juga menyukai kak Fara? oh tidak kak saya yang lebih dulu mengutarakan lamaran" ucap Adrian cepat


"ya saya menyukai Fara dan kamu tidak akan pernah bisa menikah dengan Fara karena Fara hanya akan menikah denganku" ucap Ardhit jujur dan itu membuat semua tersenyum bahagia


Fara terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ardhit walaupun dengan emosi Ardhit melamarnya namun dalam hati Fara berbunga bunga


Ardhit mendekati Fara yang masih terdiam ditempat duduk nya,lalu berlutut di depan Fara dan menggenggam tangan Fara yang terasa dingin


"Dek,kamu maukan menikah denganku ?" ucap Ardhit kepada Fara


Fara tidak mengucapkan sepatah kata pun namun fara mengangguk anggukkan kepalanya sebagai jawaban dan air matanya menetes membasahi pipinya


"Ucapkan dek, agar mereka semua mendengarnya bahwa kamu telah menerima lamaranku" ucap Ardhit lagi lalu menghapus air mata dipipi Fara


"iya mas,saya mau menikah denganmu " ucap Fara dengan suaranya yang parau


"terimakasih banyak dek" ucap Ardhit dan ingin memeluk fara


"hem....hem....belum muhrim " ucap Della,Ardhit Hanya tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"yes berhasil dengan sukses " ucap Adrian bersorak dan yang lain tertawa melihat tingkah konyol Adrian


"Alhamdulillah, ya Allah kebahagiaan kita datang bertubi-tubi semoga kita akan selalu bahagia, cukup Air mata dimasa lalu " ucap Nadia dengan mata berkaca-kaca


"kak Nindi lihatlah putramu sudah melamar seorang gadis sebentar lagi kita akan punya tiga menantu sekaligus" ucap nadia tersenyum dengan air mata membasahi pipinya dan semua yang mendengarnya ikut menangis


Nadia segera menghapus air matanya lalu berjalan mendekati Fara


"Nak sekarang kamu Adalah putri ku dan ini adalah simbol bahwa kau adalah bagian dari keluarga ini, jagalah cincin ini seperti engkau menjaga dirimu sendiri,ini memang cincin yang harganya tidak seberapa namun cincin ini adalah cincin ibu kandung Ardhit yang dititipkan kepada ku untuk diberikan kepada istri Ardhit sustu hari nanti dan kamulah wanita yang dipilih oleh putra kami,jangan pernah sakiti hatinya dengan cara apapun itu."ucap Nadia panjang lebar dan menyematkan cincin dijari manis Fara sebagai tanda pertunangan


"sekarang bagaimana bang?" tanya Nadia kepada wahyu


"mereka menikah setelah pernikahan Shela dan Shila " jawab wahyu


"jangan ayah, lebih baik mereka menikah sebelum pernikahan kak Shila dan Shela" ucap Adrian tiba-tiba


"memangnya kenapa nak?" tanya wahyu


"kalau kak Fara sih bisa memahan diri tapi yang ono belum tentu bisa, apalagi kak fara akan tinggal disini bersama kita bisa-bisa hm....hm...." ucap Adrian lagi


"bisa Apa jangan macam-macam kamu" ucap Ardhit


" betul ayah lebih baik mereka menikah duluan biar nanti tidak menimbulkan Fitnah, karena Fara dan Ardhit akan sering bersama untuk mengurus semua persiapan pernikahan kami ,jadi alangkah baiknya jika membiarkan mereka menikah terlebih dahulu,nikahnya akan dilaksanakan dirumah ayah tiga hari lagi dan pestanya akan diadakan dirumah ayah juga seminggu setelah resepsi kami" ucap shila memberikan pendapatnya


"kenapa kalian mengatakan itu semua seolah-olah telah terjadi sesuatu"ucap wahyu heran


"tidak terjadi apa-apa ayah hanya kekhilafan sesaat namun belum menyesatkan tapi kalau terlalu sering diabaikan bisa-bisa khilafnya dobel hahahahahhaha" ucap Della terkekeh dan diikuti oleh yang lain

__ADS_1


para orang tua bingung dengan sikap Anak-anaknya hari ini


"bagaimana menurut kamu Ardhit, apakah kamu setuju bila pernikahanmu dipercepat?" tanya Arman kepada putranya


__ADS_2