
"ya Allah berilah hamba kekuatan dan semoga apa yang ada dalam hati dan pikiranku Itu semua tidaklah benar" doa nadia dalam hati
"kenapa ini semua membuatku semakin penasaran?!" ucap nadia lagi
setelah Mirna tidak lagi terlihat Nadia kembali menjalankan motornya untuk mengantarkan kue2 pesanan pelanggannya
semua pesanan telah diantarkan Nadia dan Nadia langsung menuju tokonya untuk mengecek bagaimana keadaan disana
"Assalamualaikum"ucap Nadia saat masuk kedalam toko kuenya
"wa'alaikumsalam"jawab mereka barengan
"eh mbak Nadia apa kabar mbak?!" tanya susi karyawan Nadia yang sedang mengantarkan pesanan pengunjung
toko kue Nadia memang menyediakan tempat duduk apa bila ada pelanggan yang ingin makan langsung disana dan minum kopi ataupu minuman lainnya
"bagaimana disini? lancarkan?"tanya Nadia pada karyawannya saat duduk dimeja dekat kasir
"Alhamdulillah,lancar mbak palanggan juga banyak yang makan langsung disini katanya enak makan kue yg masih hangat" ucap Lisa yang memang tugasnya dikasir
"Wah Alhamdulillah,kalo begitu mudahan selalu lancar "ucap Nadia
"Aamiin mbak" ucap Lisa
"Oh iya mbak, beberapa hari yang lalu Bang Wahyu datang kesini beli kue tapi dia datang sama perempuan hamil "kata Lisa pada Nadia
Lisa tetangga Nadia maka dari itu Lisa sangat kenal dengan Wahyu
degg degg
jantung Nadia langsung berdetak sangat kencang sampai suara detakannya sampai ke telinganya sendiri
"ya Allah apa lagi ini, kenapa semua serba kebetulan begini"batin Nadia
"mbak Nadia,mbak kenapa?kok melamun?" kata Lisa menyadarkan Nadia dari lamunannya
" eh Nggak apa2 Lis,mungkin teman kerjanya lagi minta ditemenin kesini trus bang wahyu kenal sama kamu nggak?"Jawab Nadia mencoba menutupi semua karena Nadia belum tau kebenarannya
Nadia tidak mau gegabah mengambil kesimpulan atas apa yang didapatkannya hari ini yg menurut nya ini semua sangat kebetulan
"cuek2 aja mbak atau mungkin bang wahyu nggak kenal sama saya mbak kan kami jarang ketemu mbak tapi mbak perempuan yang ditemani bang wahyu kayaknya wajahnya tidak asing deh" kata Lisa
" tidak asing gimana sih Lis?" tanya Nadia penasaran
"ya kayak sering liat tp dimana gitu" jawab lisa sambil mengetuk2 dagumya dengan kari telunjuknya sedang berfikir
__ADS_1
" sudah ah lis,tuh mbaknya mau bayar" kata nadia mengakhiri pembicaraannya dengan Lisa karena pelanggan banyak yg mau bayar
Nadia tersenyum kearah para pembelinya yg sedang antri ingin membayar
"Maaf ya mbak2 lama nunggu"jawab Nadia meminta maaf
Nadia beranjak dari duduknya yg berada dekat kasir td dan berjalan kedalam keruangan yg memang untuk Nadia saat berkunjung kesana untuk mengecek semuanya di dalam ruangan itu juga ada meja yang biasa dipakai sarah untuk mengerjakan laporan tentang toko kue yg dipercayakan oleh Nadia padanya
"mbak yang tadi itu siapa?" tanya salah satu pelanggan tetap disana
" oh itu mbak Nadia mbak pemilik toko kue ini"Jawab Lisa
"oh .. orangnya ramah sekali ya" ucap pelanggan itu lagi
"iya mbak orangnya memang seperti itu baik dan ramah " Ucap Lisa lagi dan diangguki pelanggan td
"makasih ya mbak udah datang " ucap Lisa ramah saat pelanggannya selesai membayar
"iya mbak sam2"jawab sang pelanggan tak kalah ramah
🥀🥀
Nadia membuka pintu ruangannya dan melihat Sarah sangat serius menulis dimejanya
"Assalamualaikum kak" ucap Nadia
"eh kamu sudah datang dek" ucap sarah lagi
"iya kak,sudah dari tadi tp diluar lama ngobrol sm Lisa"ucap Nadia
"oh... dek kebetulan kamu ada disini"ucap sarah menyimpan pekerjaannya dan medekati Nadia yg sedang duduk di mejanya
"gini loh dek,semalam pak Bambang salah satu pelanggan tetap kita menawarkan ruko miliknya yg berada didekat RS kota disana tempatnya strategis dek bagus kita buka cabang disana itupun kalo kamu minat" kata sarah panjang lebar menjelaskan pada Nadia
"memangnya harga tokonya berapa kak?" tanya nadia
"kata pak Bambang mau lepas murah aja dek daripada nggak terpakai takutnya rusak
katanya juga kalo dananya belum cukup bisa nyicil bayarnya
lagian ruko itu baru sebulan ini nggak keisi pemiliknya yg dulu katanya lagi butuh duit buat pengobatan istrinya makanya dia jual ke pak Bambang dan pak Bambang nggak tau mau usaha apa disitu makanya dia tawarin kekakak" ucap nadia lagi
" ya sudah nanti kita bicarakan lagi sm pak Bambang,saya sih minat banget kak apa lagi dekat RS kota,kan pasti banyak yg mau beli buah tangan untuk jengukin keluarga yang sedang sakit "ucap Nadia antusias dan diangguki oleh sarah
"iya nanti saya telpon pak bambang untuk memastikan semuanya"jawab sarah tak kalah antusias
__ADS_1
"oh iya dek,tuh kakak sudah periksa semua pembukaan tinggal kamu yang periksa kembali siapa tau masih ada yang kurang tepat" ucap sarah
"iya kak nanti sya periksa dirumah aja,saya mau oulang ya kak takut nanti Arka dan sikembar nyari"ucap Nadia pada sarah
"iya dek kamu hati2 ya" ucap sarah
"iya kak Assalamualaikum" ucap Nadia dan keluar dari ruangannya itu
"walaikumsalam" jawab sarah
"mbak sudah mau pulang?"ucap jeni tiba-tiba datang dari dalam ruangan pengemasan
"iya Jen,mbak pulang dulu ya takut anak2 nyariin" jawab nadia berjalan menuju keluar toko
diikuti oleh Jeni
"semua mbak pulang dulu ya, semangat"ucap Nadia pada semua karyawannya sambil mengangkat tangannya yang terkepal keudara
"semangat"ucap semua karyawannya meniru gayanya Nadia
keadaan toko sepi karena pelanggan mereka baru saja keluar dari toko
sesampainya dirumah Nadia dikagetkan oleh wahyu yg sudah duduk diteras depan rumah dengan melipat kedua tangannya
saat Nadia melangkah kedalam setelah memarkirkan motornya Wahyu membentaknya
" Dari mana saja kamu? begini kelakuan kamu kalo suami berangkat kerja kamu juga keluyuran"kata wahyu dengan matanya yang merah menahan emosi
Nadia kaget di suguhi pemandangan seperti itu
"kamu Kenapa Bang,kamu lagi mabuk?" ucap nadia berusaha tenang
"mabuk katamu?! cihh tidak usah berkelit kamu
kamu mau jadi istri durhaka pergi keluar rumah tampa izin sama suami"ucap wahyu yg masih emosi
sebenarnya wahyu emosi sm kelakuan Marni yang menuntut banyak padanya saat pulang kerumah Marni, Marni terus saja meminta wahyu untuk menikahinya secara resmi karena sebentar lagi Marni akan melahirkan wahyu pusing harus bagaimana dan saat wahyu pulang kerumah Nadia dia tidak mendapati Nadia berada dirumah dan mita berkata nadia mengantar kue ke pelanggannya tp sampai jam makan siang tiba Nadia belum juga pulang
wahyu cepat pulang karena dapat tugas memantau proyek yg sedang mereka kerjakan
"yang durhaka sebenarnya siapa bang?" ucap nadia masih berusaha tenang
"kamu sudah berbulan-bulan tidak memberikan kami nafkah bang,kamu tidak lagi memenuhi semua kebutuhan kami jadi sebenarnya yg bakal durhaka disini saya keluar rumah bukan keluyuran tetapi menggantikan kamu mencari nafkah unyuk anak2ku dan memenuhi semua kebutuhannya sedangkan bapak nya sendiri sudah tidak peduli lagi" ucap nadia lagi panjang lebar dan mulai tersulut emosinya
wahyu hamya terdiam mendengar semua ucapan Nadia karena itu semua benar adanya
__ADS_1
"Buat apa saya memberi kamu jatah bulanan sedangkan kamu sudah mempunyai penghasilan sendiri"ucap wahyu enteng
Nadia yang mendengarnya mulai tersulut emosinya