Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 62


__ADS_3

Wahyu menangis mendengar kata-kata putrinya yang bagaikan ribuan belati menusuk jantungnya


Wahyu juga tidak menyangka bahwa rasa kecewa anak-anaknya begitu dalam


"maafkan ayah nak


maafkan semua kesalahan ayah


Ayah menyesal,biarkan ayah menebus semua kesalahan ayah ayah janji akan berubah dan membahagiakan kalian


berikan ayah kesempatan nak "ucap wahyu memohon-mohon


sehingga itu membuat Shela semakin kesal dibuat nya karena wahyu belum juga mau mengerti


"ayah memang egois benar kata Shela ayah sangat menjengkelkan ayah tidak mengerti- mengerti juga kalau bunda sudah tidak ingin bersama ayah lagi jadi jangan pernah memaksa kami untuk membujuk bunda untuk bisa bersama ayah dan saya mohon ayah pulanglah


istirahatlah yah biar sampai kapan pun kami tidak akan pernah meminta bunda kembali pada ayah cukup sudah bunda menderita " ucap shila tegas dan menangkupkan kedua tangannya didepan dadanya untuk memohon pengertian ayahnya untuk tidak mengganggu bundanya lagi


namun wahyu tidak menyerah


wahyu mengedarkan pandanganya mencari keberadaan Nadia karena wahyu yakin nadia ada disekitar mereka


mata wahyu melihat bayangan Nadia duduk diteras dibelakang tiang


"Nadia maafkan abang Nadia


tolong beri saya kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku


abang menyesal Nadia


abang janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi


saya mohon Nadia berikan saya kesempatan kedua" ucap wahyu memohon kepada Nadia namun nadia sedikit pun tidak beranjak dari tempatnya


Nadia hanya menangis dan kesal terhadap wahyu tapi nadia mencoba menahan emosinya karena tidak ingin anak-anaknya mendengar perkataan buruk yang diucapkannya karena emosi


Nadia mengepalkan tangannya


Saat Nadia memejamkan matanya untuk menetralisir perasaan emosional nya Arka berjalan cepat keluar dimana kakak dan ayahnya berada


para tetangga dan para Nitizen kepo juga julid sudah ramai berbisik bisik

__ADS_1


Arka datang dan membuka pagar


Shela dan Shila terkejut melihat Arka ada disana


wahyu yang melihat pintu pagar terbuka ingin segera berlari masuk untuk menemui Nadia akan tetapi belum sempat wahyu melangkahkan kakinya Arka sudah berteriak kepada Tora dan wandi yg sejak tadi juga ada disana memperhatikan mereka


"om tora om Wandi saya minta tolong bawalah pergi orang tidak tahu malu ini" teriak Arka memanggil pamannya


tora dan wandi yang mendengar ponakannya memanggil namanya segera mendekat


"Arka "panggil shela dan shila


Nadia pun ikut berdiri mendengar teriakan putranya


sedangkan Wahyu hanya melongo mendengar perkataan putranya yang dulu sangat manja padanya dan juga penurut


"kenapa kak" kata arka pada Kakaknya


"jangan seperti itu dek biar bagaimanapun dia ayah kita "ucap shila lembut


"ya dia memang ayah kita kak , tapi apakah seorang ayah yang sudah mempermalukan anak-anaknya demi kepentingan dirinya sendiri pantas dipanggil ayah?! apakah pantas untuk dibanggakan ?! tidak kak ,tidak lihat kak banyak orang yang menontonnya


"Arka maafkan ayah nak " ucap wahyu ingin meraih tubuh Arka tapi arka memundurkan tubuhnya


"apakah semua yang kak shela katakan panjang lebar padanya dia mengerti?! tidak kak dia tidak akan mengerti karena dia hanya memikirkan kesenangan dirinya " ucap Arka lagi


Arka membalikkan tubuhnya menghadap ke arah wahyu


"Tolong dengarkan saya bapak Wahyudi yang terhormat tolong pergilah dari sini jangan ganggu kami lagi dan jangan jadikan kami anak yang bisa berbuat kurang ajar kepada anda dan Jangan jadikan kami anak durhaka jangan pula buat didikan Bunda kami selama ini untuk bersikap sopan menjadi sia sia karena sikap keras kepala anda


dan jangan salahkan kami yang menjadi anak keras kepala dan tidak peduli kepada anda karena kami mencontoh itu semua dari anda


jadi sekarang pergilah dari sini saya memohon dengan teramat sangat jangan ganggu kami lagi bapak Wahyudi yang terhormat " ucap Arka melipat kedua tangannya didepan dadanya dengan suara bergetar menahan tangis dan amarahnya kepada ayah panutannya yang tidak ingin mengerti dengan apa yang mereka inginkan


Arka tak dapat lagi menahan lahar panas keluar dari matanya


Arka menangis sesenggukan setegas dan sekeras kepala apapun Arka dia tetaplah seorang anak kecil yang bila hatinya tersakiti pasti akan menangis


sedangkan shila dan Shela yang memeluk tubuh adik kesayangannya menangis mereka pun ikut menangis


Nadia yang melihat putranya menangis segera berlari dan memeluk tubuh putra kecilnya yang bergetar hebat karena rasa kecewa dihatinya

__ADS_1


Nadia takut anak-anaknya mengalami trauma


"puas kamu bang bisa melihat anak-anakmu seperti ini kamu memang tidak akan pernah berubah kamu itu sangat egois jadi saya mohon pergilah dari sini


saya mohon bang jangan buat Anak-anakku semakin merasa kecewa " ucap nadia menatap wahyu dengan wajahnya yang basah oleh air mata


"tapi nad abang ingin......." ucapan wahyu dipotong cepat oleh Nadia


"Cukup bang sudah cukup dengan cara apa lagi kami harus katakan kami tidak pernah membutuhkan kamu lagi,kami sudah bahagia tanpamu jadi pergilah sekarang juga dari rumahku "ucap Nadia menekankan setiap kata-katanya


"bang Tora tolong usir orang egois ini" ucap Nadia pada kakak sepupunya


"iya nad"jawab Tora


"ayo yu pergilah dari sini sebelum saya berbuat kasar "


akhirnya wahyu pergi dari sana dan disoraki oleh warga yang ada disana berdiri layaknya menonton drama rumah tangga secara live


pak Rt datang dengan tergesa-gesa karena baru sampai rumah sudah mendapat laporan bahwa ada keributan dirumah Nadia


"ada apa ini?!" ucap pak Rt pada warganya setelah sampai didepan rumah nadia


"pak Rt mah telat ,pak Rt kayak difilm- film india setelah penjahatnya Pergi baru deh bantuannya datang "ucap salah seorang ibu dan yg Lain tertawa mendengarnya


"iya nih pak Rt kayak pak ladushing difilm kesukaan anak saya Shifa


pak ladushing akan maju kalau penjahatnya sudah dibuat babak belur sama si shifa hahhahaahaha"ucap salah satu ibu lagi dengan tertawa keras akan tetapi tawanya langsung terhenti saat ada yang memukul pundaknya yang lebar


"hati -hati kalau tertawa lebar nanti kesedat lalat" ucap seorang ibu dengan dandanan menornya


"ish apaan sih"ucap ibu kesal


" kalian ini kalau ngomong sembarangan saja,sana pada pulang semua sudah magrib sana sholat magrib jangan taunya nonton derita orang lain lagian juga suami dan anak-anak kalian tidak ada yang dikasih makan malam ?!" ucap pak Rt kesal dengan kelakuan warganya


bukannya menolong atau melerai pertengkaran tapi malah menontonnya bahkan ada yg membuat video untuk di viralkan agar dapat cuan


Pak RT hanya bisa geleng-geleng kepala


"iya pak Rt benar saya belum masak untuk makan malam "ucap ibu yang tertawa lebar tadi


lalu berjalan cepat pulang kerumahnya

__ADS_1


__ADS_2