Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 60


__ADS_3

setelah beberapa menit marni duduk akhirnya keluar seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik


"maaf mbak lama nunggu "ucap wanita paruh baya itu ramah


"iya nggak apa-apa bu,maaf bu anak saya tertidur "ucap marni sopan dan melirik putrinya yang masih terlelap


"iya mbak nggak apa-apa "ucap


"oh iya mbak, kalau boleh tau mbak kesini ada keperluan apa mencari Aldo? "ucap wanita paruh baya itu


"saya mau tau saja bu kabarnya bagaimana" ucap marni gugup karena takut salah bicara


"oh....,maaf mbak saya lupa nama mbak siapa? kalau saya Chintya tantenya Aldo"wanita itu


"oh .....hehehe saya marni bu Chintya " jawab marni


"maaf bu kalau boleh tau mas Aldo kemana ya? apa benar bu mas Aldo tinggal disini?" tanya marni penasaran


belum sempat bu Chintya menjawab pertanyaan marni fara sudah terbangun


fara mengerjapkan matanya melihat sekelilingnya karena merasa asing dengan tempat itu


fara langsung duduk dan mengucek matanya


"mama pita mimana?"Tanya fara


"pa pita pimuma papa?" tanya fara lagi marni hanya terdiam sedang bu Chintya terkejut melihat wajah fara yang sangat mirip dengan Aldo


"a-apa ini anak mbak?"tanya bu Chintya pada Marni namun pandangannya tak lepas dari wajah fara


fara yang ditatap sedemikian rupa tersenyum membuat Chintya beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati fara


bu Chintya berjongkok didepan fara dan mengelus wajah lembut fara


"Nama kau siapa sayang?" tanya bu Chintya pada fara


"Namatu pala bibu antip"jawab fara yang sesekali mengedipkan matanya membuat bulu mata lentiknya juga bergoyang


"namamu cantik sayang,siapa nama papamu?"tanya bu Chintya pada miniatur Aldo versi perempuan itu


marni merasa degdegan mendengar pertanyaan bu Chintya


"mmmm mana papa?" jawab fara sambil mengetuk2 dagunya seperti sedang berfikir

__ADS_1


bu Chintya yg melihatnya bertambah gemas sedangkan marni mulai tidak tenang


marni takut anaknya akan dihina oleh bu Chintya


"bukan mana sayang tapi nama papa pala siapa ?" tanya bu Chintya membenarkan ucapan fara


" iya ipu bibu!"ucap fara


"jadi nama papa fara siapa dong ?!"ucap bu Chintya lagi makin gemas dan penasaran fara mengulur-ulur waktu


"mbak marni berapa sih usia pala sekarang ?!"tanya bu Chintya pada marni


marni tersenyum geli mendengar bu Chintya memanggil fara dengan pala


" namnya fara Farizka tapi dia hanya bisa menyebut namanya dengan kata pala bu, sekarang usianya setahun lebih " jawab marni


"oh baru setahun tapi kenapa kamu begitu menggemaskan! "ucap bu Chintya mengertakkan giginya bu Chintya merasa sangat dekat dengan Fara


"ayo sayang siapa nama papa kamu "Tanya bu Chintya lagi


entah mengapa bu Chintya ingin tau nama papa fara dari mulut fara bisa saja dia bertanya langsung kepada marni tapi ibu Chintya hanya ingin mendengarnya dari Fara


"mmmmm papa pala tata mama mamanya papa dado tata mama ladi mutana miyip pala beditu bibu tantip" ucap fara


Chintya menatap marni meminta penjelasan siapa papa dado yang dimaksud oleh Fara


Marni yang ditatap menundukkan wajahnya takut


"ada yang ingin dijelaskan mbak marni ?" tanya bu Chintya mengintimidasinya


"mmmm fara memang anak kami bu, anakku dan mas Aldo tapi semenjak saya hamil 8 bulan mas aldo tidak pernah menemui saya lagi, setelah melahirkan saya baru mencari mas Aldo tapi tidak ketemu baru beberapa ninggu ini saya dapat alamat rumah ibu ini dari teman mas aldo


ini bukan kesalahan fara bu ini kesalahan kami saya kesini Hanya ingin mengenalkan anak saya kepada papanya saya tidak ada maksud lain "ucap marni dengan mata berkaca-kaca


bu Chintya yang kini duduk didekat fara hanya terdiam mendengar perkataan marni


"maaf bu kalau bisa tau mas Aldo ada dimana?"ucap marni lagi dengan mata yang sudah basah


bu Chintya menghela nafas panjang


"sebenarnya aldo tidak ada dirumah ini dulu memang Aldo sempat diantarkan oleh temannya kerumahbini tapi......." ucap bu Chintya tak melanjutkan ucapannya dan kini matanya sudah basah


"kemana Mas Aldo bu,saya hanya ingin mempertemukan fara dan papanya "tanya marni yg semakin berurai air mata

__ADS_1


"mama danan nyanyis pala dandi nda tana-tana papa ladi


hiks hiks hiks......."ucap fara yang ikut menangis melihat mama dan bu Chintya menangis


"tidak sayang" ucap marni berusaha menghentikan tangisannya tapi air matanya tak ingin berhenti keluar


marni merasa ada sesuatu yang telah terjadi pada ayah putri kecilnya


"bu mas Aldo mana bu? dia sekarang tinggal dimana bu kalau memang mas Aldo sudah punya istri saya tidak akan mengganggunya saya hanya ingin anak saya tau siapa ayah kandungnya


saya rakut anak saya akan dibuly suatu hari nanti itu saja bu


tolong beri tahu saya bu dimana mas ibu Aldo sekarang " ucap marni penuh permohonan


air matanya terus mengalir tanpa permisi marni sudah berusaha keras untuk tidak menangis didepan anaknya tapi perasaan khawatir terjadi sesuatu pada Aldo


mata ibu Chintya juga berkaca-kaca apa lagi saat memandang wajah fara ibu Chintya seakan-akan melihat Aldo kecil bersamanya


"sebenarnya Aldo saat ini sedang koma sudah 2 bulan ini karena sebuah kecelakaan di negara S kecelakaan itu terjadi disaat aldo menuju bandara untuk kembali ke Indonesia dan kini aldo dirawat di salah satu rumah sakit di negara S dia dirawat oleh istrinya yang dinikahinya beberapa bulan yang lalu dan sekarang istrinya sedang hamil


bukan hanya kamu saja yang datang mencarinya dan membawa anak sudah ada dua orang perempuan yang datang bawa anaknya mereka mengaku itu adalah anak Aldo kamu adalah wanita ketiga yang datang mencari aldo


namun baru kali ini anaknya ada yang sangat mirip dengan Aldo


baru fara yang sangat mirip dengan Aldo " ucap bu Chintya bercerita kepada marni


marni hanya menangis dan mengepalkan tangannya


"tega kamu do,kamu ternyata selama ini selalu membohongiku dan juga memerasku" ucap marni dalam hati


"semoga saja kamu tidak selamat,agar tidak ada lagi perempuan yang akan kamu sakiti


marni belumlah sadar bahwa apa yang selama ini yang ditebarkannya itulah yang dituainya


dulu tega merebut wahyu dari Nadia dan anak-anaknya, merebut semua nafkah milik nadia demi memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri


sekarang ini marni merasakan bagaimana sakitnya hati seorang perempuan yang telah dikhianati


ibu Chintya yang melihat marni percaya akan ceritanya tentang Aldo merasa bahagia


sebenarnya Aldo sudah meninggal 2 bulan yang lalu dan saat ini pengacara aldo memegang warisan yang aldo tulis untuk marni dan anaknya


dan sebagian lagi untuk ibu Chintya

__ADS_1


sehari setelah pertemuan terakhir marni dan Aldo mendapatkan tawaran kerjasama dari salah satu rekan bisnisnya dulu dan aldo menerima peluang itu dan akhirnya Aldo kembali berbisnis


__ADS_2